KEBAHAGIAAN… Yang Merasakannya Adalah HATI

KEBAHAGIAAN… yang merasakannya adalah HATI…

Oleh karenanya, hati menjadi KUNCI kebahagiaan seseorang… Sayang, banyak orang salah jalan, dan mencari kebagiaan dengan memanjakan jasmaninya.

Padahal harusnya dia HANYA membutuhkan SATU KUNCI kebahagiaan!!

Kunci tersebut adalah: DEKATNYA dia dengan Allah ta’ala.

1️⃣ Oleh karena itulah, Allah ta’ala berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlahlah bahwa dengan ber-DZIKIR (mengingat-Ku); hati-hati akan menjadi tenang” [Surat: Arro’d: 28]… karena dengan berdzikir mengingat Allah kita akan dekat dengan-Nya, dan kedekatan kita dengan-Nya akan menjadikan hati kita tenang dan bahagia.

2️⃣ Oleh karena itu pula, Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- mengatakan kepada sahabat tercintanya Abu Bakar, saat puncak kecemasan menghampirinya di dalam goa, sebagaimana dalam Alqur’an:

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

“Janganlah BERSEDIH, karena sungguh Allah BERSAMA kita” [Attaubah: 40]… Ya, dengan menyadari bahwa Allah bersama kita, dekat dengan kita, maka puncak kecemasan hati akan lenyap oleh kebahagiaan yang datang.

3️⃣ Oleh karena ini pula, Allah memerintahkan kepada mereka yang terkena musibah untuk mengatakan:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Sungguh kami milik ALLAH, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali” [Albaqoroh: 156]… Karena ketika kita ingat bahwa kita milik Allah, tentu kita akan merasa dekat dengan-Nya dan terhibur karenanya.

4️⃣ Oleh karenanya, ketika memerintahkan bersabar, Allah berfirman:

وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Bersabarlah kalian, karena sesungguhnya Allah BERSAMA orang-orang yang bersabar” [Al-Anfal: 46]… karena bersabar itu berat, namun rasa berat itu akan sirna dengan kebahagiaan hati karena dekatnya seseorang kepada Allah.

5️⃣ Oleh karena itu pula, hati kita merasa sangat sejuk dan bahagia, ketika kita bisa menyendiri di malam sunyi, BERSAMA Allah dalam munajat-munajat kita, sampai-sampai salah seorang ahli ibadah mengatakan:

لو يعلم الملوك وأبناء الملوك ما نحن فيه من السعادة لجالدونا عليها بالسيوف

“Seandainya para raja dan anak-anak mereka tahu KEBAHAGIAAN yang kami rasakan, tentunya mereka akan mendera kami dengan pedang-pedangnya”

6️⃣ Oleh karena ini pula, mereka yang baru MASUK ISLAM akan merasakan kebahagiaan yang tiada tara, karena kontrasnya jarak mereka dengan Allah, antara sebelum masuk Islam dengan sesudah masuk Islam… sebelum masuk Islam dia sangat jauh dari Allah, tapi setelah masuk Islam, ia jauh lebih dekat kepada Allah.

Bahkan orang yang baru bertaubat atau mengenal sunnah, biasanya sangat bahagia sekali, karena sebelumnya dia sangat jauh dari Allah, dan setelah itu dia sangat dekat kepada Allah ta’ala.

7️⃣ Kebahagiaan itu ketika KITA semua dekat dengan KEKASIH HATI KITA… Allah yang Maha Pengasih dan Maha Mengasihi.

Ya Allah sayangilah kami, dan ampunilah kami, karena kebodohan kami tentang-MU… Sungguh Engkau Maha Dekat dan sudi memperkenankan do’a kami.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da1011150042

MUTIARA SALAF : Orang-Orang Yang Allah Bukakan Hatinya

قال مالك بن أنس -رحمه الله-: – «لا يصلح الرجل حتى يترك ما لا يعنيه ويشتغل بما يعنيه، فإذا كان كذلك، يوشـكُ أن يفتـح ﷲ قلبه». –

ترتيب المدارك، القاضي عياض : ٢٠٩/١

Malik bin Anas rohimahullah berkata,

“Seseorang tidak akan baik hingga meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat dan menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat. Jika ia lakukan itu maka Allah akan membuka hatinya..”

[ Tartiib al-Madaarik, al Qodhii ‘Iyadh :1/29 ] 

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Orang Yang Paling Banyak Kesalahannya

قال محمد بن سيرين رحمه الله : . إنَّ أكثر الناس خطايا أكثرهم ذكراً لخطايا الناس . – المجالسة وجواهر العلم

Muhammad bin Siriin rohimahullah berkata,

“Orang yang paling banyak kesalahannya adalah orang yang paling banyak mengingat aib orang lain..”

[ Al Majaalisah Wa Jawaahir Al ‘Ilm ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

Agar Jiwa Menjadi Suci dan Sholih

قال ابن تيمية رحمه الله : . النَّفْسُ لَا تَزْكُو وَتَصْلُحُ حَتَّى تُمَحّصَ بِالبلَاءِ . – جامع المسائل

Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

“Jiwa tidak akan menjadi suci dan sholih sampai disaring dengan ujian”

[ Jaami’ al-Masaail ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

Kesombongan Merupakan Tanda Kurangnya Akal…

Abu Ja’far Muhammad bin Ali bin Husain rohimahullah berkata,

ما دخل قلب امرئ شيء من الكبر إلا نقص من عقله مثل ما دخله من ذلك، قل أو كثر

“Tidaklah hati seorang hamba dimasuki oleh kesombongan kecuali akalnya akan berkurang sesuai dengan kadar kesombongannya, sedikit atau pun banyak”

[Shifatush Shofwah, II/108]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Pentingnya Hati Yang Selamat…

Yahya bin Mu’adz ar Rozi rohimahullah berkata,

مفاوز الدنيا تقطع بالأقدام، ومفاوز الآخرة تقطع بالقلوب

“Perjalanan dunia bisa ditempuh dengan telapak kaki, sedangkan perjalanan akhirat ditempuh dengan hati”

[ Shifatush Shofwah – IV/93 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

 

 

Menebar Cahaya Sunnah