Do’a Memohon Perlindungan Dari Hilangnya Nikmat…


.
.
SATU LAGI DO’A DARI RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM yang ada dalam KITAB RIYADHUS SHOLIHIN AN NAWAWI, yaitu do’a berlindung dari hilangnya nikmat dan datangnya penyakit.
.
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar rodhiyallahu ‘anhumaa, dia berkata, “Di antara do’a Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

“ALLOOHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN ZAWAALI NI’MATIK, WA TAHAWWULI ‘AAFIYATIK, WA FUJAA’ATI NIQMATIK, WA JAMII’I SAKHOTHIK”
.
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemarahan-Mu. (HR. Muslim)
.
FAEDAH DARI DO’A :
.
PERTAMA: Yang dimaksud nikmat di sini adalah nikmat Islam, Iman, anugerah ihsan (berbuat baik) dan kebajikan. Jadi dalam do’a ini kita berlindung dari hilangnya nikmat-nikmat tersebut. Makus hilangnya nikmat adalah nikmat tersebut hilang dan tanpa ada penggantinya.
.
KE-DUA: Yang dimaksud dengan berubahnya kesehatan (‘afiyah) adalah nikmat sehat tersebut berubah menjadi sakit. Yang dimaksud dengan ‘afiyah (sehat) di sini adalah berpindahnya nikmat ‘afiyah dari pendengaran, penglihatan dan anggota tubuh lainnya. Jadi do’a ini kita maksudkan meminta selalu kesehatan (tidak berubah menjadi penyakit) pada pendengaran, penglihatan dan anggota tubuh lainnya.
.
KE-TIGA: Yang dimaksud fuja’ah adalah datang tiba-tiba. Sedangkan “niqmah” adalah siksa dan murka. Dalam do’a ini berarti kita berlindung pada Allah dari datangnya ‘adzab, siksa dan murka Allah yang tiba-tiba.
.
KE-EMPAT: Dalam do’a ini, kita juga meminta pada Allah agar terlindung dari murka-Nya yaitu segala hal yang dapat mengantarkan pada murka Allah.
.
.
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى
.
ref : https://rumaysho.com/1054-doa-berlindung-dari-hilangnya-nikmat-dan-kesehatan.html
.
#nikmat
#sehat
#sakit
#murka
.
.
Follow IG: @bbg_alilmu
Follow IG: @bbg_alilmu
Follow IG: @bbg_alilmu
http://instagram.com/bbg_alilmu

Didiklah Anak Dengan Tanggung Jawab Sejak Dini

Syeikh Thonthowi rohimahullah mengatakan:

“Setelah kita dididik dalam kehidupan yang keras (berat), sekarang kita malah khawatir kerasnya kehidupan itu berefek buruk terhadap anak-anak kita.

Dan kita terus mengkhawatirkan mereka bahkan pada hal-hal yang biasa seperti lapar dan dahaga, sehingga kita memberi mereka makan berlebih, kita biarkan mereka malas-malasan dan tidur-tiduran, kita tidak membangunkan mereka untuk sholat, dan kita tidak membebani mereka dengan tanggung jawab karena alasan kasihan kepada mereka.

Akhirnya kita yang melakukan semua pekerjaan mereka, menyiapkan semua kebutuhan mereka, menyiapkan segala hal yang bisa meringankan mereka, bahkan kita harus mengurangi tidur agar bisa membangunkan mereka untuk belajar.

Pendidikan apakah ini ?
Apa salah kita, sehingga harus menanggung urusan kita dan urusan mereka ?
Bukankah kita juga manusia seperti mereka ?
Bukankah kemampuan dan kekuatan kita terbatas ?

Sungguh kita sebenarnya telah melatih anak kita dengan “ketergantungan” kepada orang lain, bahkan dengan egoisme.. Sungguh tidak adil, bila seorang ibu mengerjakan semua kewajiban anak-anaknya, sedang mereka duduk menontonnya. Harusnya setiap orang punya bagian tanggung jawab.

Allah telah menjadikan anak-anak kita bagian kekuatan kita.. Dia juga memerintahkan mereka untuk berbakti pada kita.. Tapi kita malah membalik keadaan ini.. Kita malah yang berbakti kepada mereka, bahkan meminta dengan memelas agar mereka ridho kepada kita.

Memanjakan anak bila berlebihan, justru akan berefek buruk.. Itu akan menjadikan mereka tidak memiliki kemampuan, tidak dapat memberi sumbangsih, bisanya meminta dan meminta.

Pendidikan seperti ini akan menghilangkan empati seorang anak terhadap orang lain (termasuk kepada ibu bapaknya).. tidak ada masalah baginya, mencari enaknya sendiri, walaupun harus membuat mereka begadang dan kecapean.

Aku sungguh heran, apa masalahnya bila kita memberi si anak tanggung jawab ?
Bukankah sangat baik bila dia mengerjakannya dan berhasil ?
Kalau dia merasa berat dan sakit, maka itu wajar, agar dia sadar bahwa dunia adalah tempat bersusah payah.. tidak mungkin lari dari kesusahan hidup dalam rangka mencapai kemenangan dan kesuksesan.

Ibu yang bijak akan membiarkan anaknya mengambil sebagian tanggung jawab.. dan membantunya dengan arahan-arahannya.. sehingga dia menjadi dewasa, dan akhirnya mampu menghadapi tanggung jawabnya sendiri”

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Saudara Kandung Kemenangan

قال الإمام ابن القيم رحمه الله : فَإِنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ جَعَلَ الصَّبْرَ جَوَادًا لَا يَبْكُوْا, وَ صَارِمًا لَا يَنْبُوْا, وَجُنْدًا لَا يَهْزِمُ, وَحِصْنًا لَا يَهْدِمُ وَلَا يَثْلِمُ, فَهُوَ النَّصْرُ أَخَوَانِ شَقِيْقَانِ فالنَّصْرُ مَعَ الصَّبْرِ. (عدة الصابرين : 8)

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Sesungguhnya Allah menjadikan sabar sebagai kuda tunggangan yang tak kenal lelah, pedang yang tak pernah tumpul, prajurit yang pantang menyerah, benteng kokoh yang tak bisa dihancurkan dan ditembus..

Sabar merupakan saudara kandung kemenangan. Di mana ada kesabaran, di situ ada kemenangan..”

[ ‘Uddatush Shoobiriin – 8 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Tidak Bisa Bersabar Dalam Menghindari Maksiat

قال الإمام ابن القيم رحمه الله : كثير مِن الناس يصبرُ على مكابدة قيام الليل في الحَرِّ ، والبَرْدِ ، وعلى مشقة الصيام ؛ ولا يصبر عن نظرة محرّمة ! . عدة الصابرين (٢٨)

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Banyak manusia bisa bersabar menanggung kesulitan dalam menjalani sholat malam, baik pada musim panas maupun dingin, dan menanggung beratnya berpuasa…

Akan tetapi dia tidak bisa bersabar dalam menahan diri dari pandangan yang haram.”

[ ‘Uddatush Shoobiriin – 28 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Kurang Peduli Dengan Urusan Akhirat

Ibnul Qoyyim rohimahullah bekata,

يهتمون بما ضمنه الله ولا يهتمون بما أمرهم به, ويفرحون بالدنيا ويحزنون على فوات حظهم منها ولا يحزنون على فوات الجنة وما فيها ,ولا يفرحون بالإيمان فرحهم بالدرهم والدينار

“Mereka begitu peduli dengan urusan yang telah Allah jamin untuk mereka, namun mereka kurang peduli dengan urusan yang Allah perintahkan mereka dengannya..

Mereka girang dengan urusan dunia, dan berduka bila gagal mendapatkan bagian darinya. Namun mereka tidak berduka bila kehilangan kesempatan mengapai surga dan kenikmatan yang ada di dalamnya.

Mereka tidak girang dengan urusan iman, kegirangan mereka hanyalah urusan dirham dan dinar..“

[ al-Fawaid – hal. 157]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Hakikat Kehidupan Dunia

Hasan al-Bashri rohimahullah berkata,

مـــا الدنيا كلها مــن أولها إلى آخـــرها
إلا كرجـــل نام نومـــــــــة، رأى فــــــﮯ منامـــــہ
ما يحــب ثم انتبـــــہ

“Kehidupan dunia secara keseluruhan, baik dari awal hingga akhir, hanya seperti seorang yang terlelap dalam tidurnya. Ia melihat dalam mimpinya perkara-perkara yang ia cintai. Lalu setelah itu, ia pun terbangun dari tidurnya..”

[ al-Mujalasah – 5/227 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Suami Yang Buruk Akhlaknya

‏قـــال الشوكاني:
فترى الرّجل إذا لقي أهْله كان أسوأَ الناس أخلاقًا وأشجَعهم نفسًا وأقلهم خيرًا، وإِذا لقي غير الأهل من الأجانب لانَتْ عَريكتُه وانبسطت أخلاقهُ وجادت نفسه وكثر خيره، ولا شك أن من كان كذلك فهو محرومُ التوفيق زائغٌ عن سواء الطريق، نسأل الله السلامة.

نيل الأوطار٢٤٦/٦

Asy-Syaukani rohimahullah berkata,

“Engkau lihat ada lelaki yang bila bertemu istrinya akhlaknya buruk, berani dan sedikit kebaikannya. Bila bertemu selainnya menjadi lembut dan baik akhlaknya..

Tak ragu lagi orang ini terhalang dari taufiq dan tersesat jalan..

Kita memohon kepada Allah keselamatan..”

[ Nayl al-Awthor 6/246 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

Menebar Cahaya Sunnah