Amalan Yang Paling Banyak Menghapus Dosa

Kajian.

Saudaraku yang semoga senantiasa dalam ketaatan kepada Allah saja. Tahukah kita amalan kebaikan yang bisa menghapuskan dosa-dosa kita yang banyak ini ?

Adalah amalan-amalan kebaikan dapat menghapus keburukan, berdasarkan firman Allah Ta’ala

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.

وَأَقِمْ الصَّلاةَ طَرَفِي النَّهَارِ وَزُلَفاً مِنْ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ

“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat” ( QS Huud: 114)

Dan urutan amalan kebaikan dari yang paling banyak menghapus dan menjauhkan dari dosa perbuatan buruk adalah: taubat nasuha, lalu istighfar, lalu amalan-amalan shalih yang lain.

Semoga berguna.

1247. Bolehkah Sholat Menggunakan Masker ?

1247. BBG Al Ilmu – 459

Tanya:
Apakah boleh sholat menggunakan masker bagi yang sakit di masjid ataupun di rumah?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Sholat dengan menggunakan masker jikalau sedang dalam keadaan sakit dibolehkan, karena alasan sakit, maka sesuatu yang tadinya tidak boleh, bisa jadi berubah mendapatkan keringanan yang berupa rukhsoh khusus bagi orang yang sakit tersebut.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Balasan Tak Terduga Bagi Si Zholim

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Sebagaimana Allah memberikan rizki dan kemudahan bagi orang yang bertakwa dari arah yang tidak di sangka-sangka, ternyata terkadang Allah membalas orang yang zolim dari arah yang tidak dia duga.

Lihatlah Fir’aun yang telah menutup seluruh pintu-pintu yang bisa membuka peluang keruntuhan tahtanya, iapun membunuh seluruh anak-anak yang dikhawatirkan akan meruntuhkan tahtanya di kemudian hari…ternyata justru Fir’aunlah yang telah menyelamatkan si kecil/bayi Nabi Musa ‘alaihis salam, lalu merawatnya hingga dewasa. Fir’aun tidak menyadari bahwa justru dialah yang telah menyelamatkan dan memelihara di dalam istananya seseorang yang akan meruntuhkan tahtanya. Allah berfirman :

وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى أَنْ أَرْضِعِيهِ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلا تَخَافِي وَلا تَحْزَنِي إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ (٧)فَالْتَقَطَهُ آلُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا خَاطِئِينَ (٨)وَقَالَتِ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ قُرَّةُ عَيْنٍ لِي وَلَكَ لا تَقْتُلُوهُ عَسَى أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ

“Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah Dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya Maka jatuhkanlah Dia ke sungai (Nil). dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena Sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari Para rasul. Maka dipungutlah ia (Nabi Musa) oleh keluarga Fir’aun yang akibatnya dia (Nabi Musa akan) menjadi musuh dan Kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir’aun dan Haamaan beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah. Dan berkatalah isteri Fir’aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. janganlah kamu membunuhnya, Mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari.” (QS Al-Qosos : 7-9)

Karenanya berhati-hatilah…jangan sampai kita menzolimi orang lain…apalagi merasa aman dari hukuman dan balasan Allah. Sungguh gelapnya kezoliman dan balasannya akan menimpa pelaku kezoliman cepat atau lambat…bahkan bisa jadi dari arah yang tidak dia sangka-sangka…

1246. Bolehkah Puasa Dawud Di Hari Jum’at ?

1246. BBG Al Ilmu – 49

Tanya:
Mengenai puasa Daud, ada yang mengatakan bahwa jika jatuh pada hari Jum’at, maka harus dibarengi dengan 1 hari sebelum atau setelahnya. Mohon pencerahannya.

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Puasa Dawud boleh di lakukan walaupun jatuh pada hari jumat, karena larangan puasa hari jumat jikalau puasa yang niat nya dalam rangka mengkhususkan jumat, yang tidak memiliki sebab musabab.

Adapun jika memiliki sebab, seperti puasa Dawud, puasa bulan dzul hijjah, tiga hari setiap bulannya, yang kebetulan bertepatan dengan hari jumat, maka tidak dilarang, alias boleh.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1245. Hutang Suami Yang Wafat

1245. BBG Al Ilmu

Tanya:
Bagaimana bila seorang Suami yang telah meninggalkan/menelantarkan anak dan istrinya (belum cerai/digantung) dan kemudian si Suami tersebut meninggal dunia, maka untuk urusan hutang-hutangnya apakah anak dan istrinya yang telah tega ditelantarkan nya itu harus pula ikut menanggung juga? Kalau iya apakah ada dalilnya, dan kalau istri dan anaknya tidak mampu bagaimana ustadz ?

Jawab:
Ustadz Djazuli, Lc, حفظه الله تعالى

Berbuat baik itu seharusnya karena Allah, bukan karena kebaikan atau keburukan seseorang, jadi jika sang istri dan anak-anaknya bisa melunasi hutangnya, maka itu lebih baik, namun jika tidak bisa maka dibayar dari harta peninggalannya atau oleh keluarganya, jika tidak ada yang membayarnya maka banyak memohon kepada Allah agar Dia dapat menyelesaikannya.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

TIGA Pilar Utama

Dakwah Salaf berdiri di atas 3 pilar utama:

(1) Memurnikan Ibadah untuk Allah ta’ala dan memerangi kesyirikan.

(2) Taat dan tunduk kepada pemimpin muslim dalam perintah yang bukan maksiat.

(3) Menghidupkan Sunnah, dan memerangi bid’ah.

——–

Tiga hal ini bisa disimpulkan dari Hadits Irbadh -rodhiallohu ‘anhu-, yang disebut sebagai NASEHAT PERPISAHAN NABI -shollallohu ‘alaihi wasallam-, beliau bersabda di dalamnya:

“Aku BERWASIAT kepada kalian:

(1) agar BERTAQWA kepada Allah,

(2) dan MENDENGAR juga TAAT (kepada penguasa), walaupun dia seorang budak (hitam) dari Habasyah, karena orang yang hidup (lama) dari kalian akan melihat banyak perselisihan.

(3) Dan Waspadalah kalian terhadap semua ‘PERKARA-PERKARA BARU (dalam agama)’, karena itu adalah kesesatan..”

[HR. Attirmidzi: 2676, dishohihkan oleh Syeikh Albani]

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

1244. Bolehkah Usaha Membuat Kue Ulang Tahun ?

1244. BBG Al Ilmu

Tanya:
Teman saya punya Bisnis ushaha makanan, kalau temannya mengajak dia untuk membuat perayaan ulangtahun, bagaimana ustadz ?

Jawab:
Ustadz Djazuli, Lc, حفظه الله تعالى

Tidak boleh. Kalau ikut membuat akan turut berdosa.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Cahaya Anggota Badan Bekas Wudhu

Ust. Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya umatku akan datang pada hari kiamat dalam keadaan ubun-ubun, tangan dan kaki mereka bercahaya karena bekas wudlu”. Siapa yang mau memanjangkan cahaya di ubunnya, silahkan dia lakukan”. (HR Bukhari dan Muslim).

Fawaid hadits:
1. Keutamaan wudlu.

2. Bekas air wudlu akan memancarkan cahaya pada anggota wudlu, dan itu keistimewaan yang agung yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Syaikhul Islam berkata: “Wudlu adalah diantara keistimewaan umat ini, sebagaimana ditunjukkan oleh hadits-hadits yang shahih.

3. Ketaatan kepada Allah adalah sebab kebahagiaan dan kesuksesan.

4. Tidak disunnahkan dalam mencuci tangan dan kaki untuk melebihi siku-siku dan mata kaki.
Karena ayat dan hadits-hadits hanya menunjukkan kepada hal itu.

Adapun lafadz: “Siapa yang mau memanjangkan cahaya di ubunnya, silahkan dia lakukan”.
Adalah mudroj (*) dari perkataan abu Hurairah.

Wallahu a’lam.

(*) Mudroj: Perkataan yang diucapkan oleh selain Nabi yang ditulis bergandengan dengan Hadits Nabi. Sehingga dapat dikira sebagai bagian dari hadis. Umumnya berasal dari perawi hadisnya, baik itu sahabat ataupun yang dibawahnya, diucapkan untuk menafsirkan, menjelaskan atau melengkapi maksud kata tertentu dalam lafal hadis.

Asas Pendidikan Islam

Ust. Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Diantara metode pendidikan umat yang banyak disampaikan dan ditempuh oleh para ulama adalah tashfiyah dan tarbiyah.

** TASHFIYAH adalah membersikan umat dari noda syubhat dan penyimpangan yang mengotori kemurniaan ajaran islam, sehingga menghalangi umat dari pemahaman yang benar.

Lihatlah Nabi. Beliau mendidik kaum muslimin dengan membersihkan aqidah dari noda-noda kesyirikan orang-orang jahiliyah. Memisahkan antara kebenaran dan kebatilan, Tauhid dan syirik. Hingga jelaslah perbedaan keyakinan antara mukmin dan kafir.

Demikian pula para salafus sholeh dan para ulama. Mereka berjihad dalam memerangi berbagai syubhat dan penyimpangan dengan segala kemampuan yang mereka miliki. Memperingatkan umat dari bahaya pemahaman sekte-sekte menyimpang.

Sehingga tak jarang, mereka harus berurusan dan menanggung resiko dari banyak orang yang memiliki pemahaman menyimpang.

** TARBIYAH adalah mendidik generasi islam dengan ajaran dan pemahaman yang benar, sebagaimana dipahami oleh para sahabat nabi, generasi terbaik umat ini.

Ibarat bercocok tanam, maka tashfiyah adalah membersihkan tanah dari rumput dan membersikan tanaman dari hama. Sedangkan tarbiyah, adalah menyirami tanaman dan memberikan pupuk yang cukup kualitas dan kuantitasnya. Dengan demikian, maka akan tumbuh tanaman yang subur dan membuahkan hasil yang maksimal.

Simak penjelasan lengkap, asas tarbiyah islamiyah bersama Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Klik :
http://salamdakwah.com/videos-detail/asas-tarbiyyah-islamiyah.html

Bukan Alasan…

Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Akhi ukhti…

Kita adalah makhluk yang penuh keterbatasan…

Sering lupa, salah dan alpa…
Banyak kekurangan di sana dan di sini…

Ada sebagian yang membiarkan kekurangannya terus bertambah, dan kesalahannya terus bertumpuk…

Dengan dalih, dia adalah manusia biasa yang penuh keterbatasan…

Ketahuilah, bahwa kita memang tidak sempurna…
Kita tidak mungkin bisa sama 100% dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Tapi itu bukan alasan untuk membiarkan kekurangan dan kesalahan…
Karena kita diperintahkan untuk mendekati kepada kesempurnaan…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

))سَدِّدوَقَارِبُوا((

“Berusahalah berbuat benar dan mendekat kepada kebenaran.” HR. Bukhari

Ibnul Qayyim menyimpulkan rahasia kesempurnaan manusia: 

كمال الإنسان بهمة ترقيه وعلم يبصره ويهديه.

“Kesempurnaan manusia itu tergantung pada (dua hal) 

1- semangat yang mengangkatnya 

2- ilmu yang menerangi jalannya dan memberikan petunjuk”. 

Jadi ilmu saja tidak cukup, berapa banyak yang berilmu namun karena semangatnya yang loyo, iyapun menjadi cemoohan orang, 

“Banyak dalilnya tapi amalnya tidak ada” 
Ibarat pohon yang tidak berbuah

Sebagaimana semangat tanpa ilmu, membuat sebagian beramal dan berbuat sesuatu yang mengantarkan pada kekurangan…

Seperti pencari kayu di malam hari tanpa pelita penerang, kadang dia memungut ular yang dikiranya kayu, sehingga membinasakan dirinya sendiri…

Jadi butuh ilmu
Dan semangat…

Barakallahu fiek…

Menebar Cahaya Sunnah