Jalan-Jalan Menuju Surga

Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc, حفظه الله تعالى

Allah berfirman,

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Ali Imran: 133)

Bersegeralah menuju syurga dengan menempuh jalan utamanya dan menjauhi jurang sepanjang perjalanannya. Sewaktu-waktu Anda terjatuh kedalam jurang, sia-sialah usaha Anda.

Jalan utama menuju syurga adalah TAUHID. Dan jurangnya adalah SYIRIK.

Allah berfirman,

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65).

“…Apabila ada seseorang yang memiliki 1000 ibadah, ada satu ibadah yang ditujukan kepada selain Allah subhanahu wa taala maka itu merupakan kesyirikan, dan 1000 ibadah itu akan gugur dan hancur…” Ust Abu Ya’la Kurnaedi, Lc menjelaskan.

Untuk pembahasan lengkapnya, silahkan :
Klik :
http://salamdakwah.com/videos-detail/ikhlaskah-orang-yang-mengharap-syurga-.html

Hari Akhir

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Iman kepada hari akhir merupakan pondasi iman yang telah di serukan oleh para nabi dan rasul, mereka menyampaikan kepada umat nya akan kejadian-kejadian hari kiamat, kabar gembira tentang surga dan ancaman dari neraka.

Dan Allah Ta`ala firmankan di awal surat Al Qur`an tentang sifat orang yang bertakwa, “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib.” (QS Al Baqarah 2~3).

Allah Ta`ala berfirman, “Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya. kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengans sebenar-benarnya.” (QS. Nuh 17~18).

Kehidupan dunia merupakan kehidupan yang sementara lagi fana, dan setiap yang bernyawa akan mati dan binasa.

Allah Ta`ala berfirman, “Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.’ (QS Al Qosos 88).

Setelah kematian maka manusia akan dibangkitkan dari kubur dan dikumpulkan di padang mahsyar serta akan menghadap dihadapan Allah Ta`ala kemudian di hisab amalan nya, dan setelah itu hanyalah ada dua pilihan, antara surga dan neraka.

Setiap nabi dan rasul telah memberikan peringatan kepada umatnya tentang keberadaan hari kiamat.

Allah Ta`ala berfirman, “Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman. Sesungguhnya Kami mewarisi bumi dan semua orang-orang yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kamilah mereka dikembalikan.” (QS Maryam 39~40).

Allah Ta`ala berfirman, “Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat…

1248. Ruqyah Masal

1248. BBG Al Ilmu

Tanya:
Ada program TV yang mengajak pemirsa untuk ruqyah masal, ruqyah dari rumah dll. Apakah ada tuntunannya ?

Jawab:
Ustadz Abu Qotadah, Lc, حفظه الله تعالى

Ruqyah adalah “jampe atau bacaan” atau do’a dari Al-Qur’an atau As-sunnah atau bahasa arab yang tidak mengandung syirik tujuannya adalah untuk membentengi diri dari ‘ain atau sihir dan guna-guna sebelum menimpa atau dibacakan setelah menimpa.

1. Meruqyah yang dilakukan oleh diri sendiri itu lebih afdhol dan boleh dengan yang lain dengan syarat bahwa kita yakin yang menyembuhkan adalah Allah

2. Bacaannya tidak mengandung syirik.

3. Tidak bergantung kepada ruqyahnya tetapi kepada Allah.

Menjadikan diri tukang ruqyah membuka pintu-pintu penyimpangan :

1. Kesyirikan
2. Maksiat (zina) setidaknya pembuka zina.
3. Bid’ah
4. Jadikan maisyah dan itu terlarang.
5. Kultus bahwa sie fulan punya kekhususan dan itu bisa syirik.
6. Menyeret seseorang untuk berhubungan khusus dengan jin. Terkadang dia buat cerita yang bohong untuk meyakinkan pasen.

Semestinya membekali kaum muslimin dengan tauhid diajari zdikir yang syar’i untuk bentengi diri, adapun ruqyah senter adalah bid’ah.

Meruqyah cukup ketika ada yang membutuhkan seperti kondisinya para ulama dulu.
Perlu diwaspadai bahwa dalam ruqyah-ruqyah senter kadang syetan bikin tipu daya seseorang yang sebelumnya tidak terganggu jin bisa ada saat acara dan itu bisa dengan dua sebab:
1. Karena jin masuk saat untuk menyeret manusia pada syirik, atau

2. Justru rekayasa peruqyah. dia memanggil jin agar yang datang terpedaya dan percaya sama dia
maka dengan itu meruqyahlah sendiri atau minta diruqyah dengan orang yang sholeh dan lurus aqidahnya dan meruqyah ketika diminta saja.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Biasakanlah Menyebutkan DALIL Saat Mendidik Anak

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

“Sebaiknya anak-anak diberikan pengetahuan tentang hukum-hukum sesuatu beserta dalil-dalilnya… misalnya: ketika kamu mengatakan kepada anakmu: “Bacalah basmalah saat akan makan, dan bacalah hamdalah saat kamu selesai makan..!”, jika kamu mengatakan itu; maka maksud perintahnya sudah tercapai.

Tapi bila kamu mengatakan:

“Bacalah basmalah saat akan makan, dan bacalah hamdalah saat kamu selesai makan, KARENA Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- menyuruh (kita) agar membaca basmalah sebelum makan,” beliau (shollallohu ‘alaihi wasallam) juga mengatakan: ‘Sungguh Allah meridhoi seorang hamba yang memakan sesuap makanan dan dia membaca hamdalah karenanya, dan (seorang hamba) yang meminum seteguk minuman dan dia membaca hamdalah karenanya..!”

Jika kamu melakukan hal ini, kamu akan mendapatkan 2 manfaat:

PERTAMA: Kamu membiasakan anakmu untuk mengikuti dalil.

KEDUA: Kamu mendidik anakmu untuk mencintai Rosul -shollallohu ‘alaihi wasallam-, dan bahwa Rosul -shollallohu ‘alaihi wasallam- adalah seorang imam/pemimpin panutan yang wajib diikuti arahan-arahannya.

Dan hakekat ini banyak dilalaikan, kebanyakan orang mengarahkan anaknya kepada hukum-hukumnya saja, namun dia tidak mengaitkan arahan itu dengan sumbernya, yaitu: Alkitab dan Assunnah..”

[Kitab: Al-Qoulul Mufid ala Kitabit Tauhid: 2/423].

———-

Ada MANFAAT KETIGA yang bisa ditambahkan di sini: bahwa ORANG TUA juga akan belajar mengetahui dalil-dalil tersebut, dan menyampaikannya kepada anaknya, sehingga akan berkumpul banyak dalil padanya dan dia dapat menghapalnya dengan mudah karena dibarengi dengan praktek, wallohu a’lam.

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Note Ilmu Dari Syaikh Sholeh Al-Ushoimi حفظه الله تعالى

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA, حفظه الله تعالى

 

HIJRAH dalam syariat berarti: “Meninggalkan sesuatu yang dibenci dan ditentang Allah, menuju sesuatu yang dicintai dan diridhoi Allah”.

Hijrah ini ada 3 macam:

1. Hijrah (meninggalkan) amalan yang buruk: yaitu dengan meninggalkan kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan. Begitu pula kemusyrikan dan kebid’ahan.

2. Hijrah (meninggalkan) negeri yang buruk: seperti berhijrah dari negeri kafir menunju ke negeri islam.

3. Hijrah (meninggalkan) teman yang buruk: yaitu dengan meninggalkan orang yang diperintahkan oleh syariat untuk meninggalkannya, seperti: orang kafir, orang musyrik, ahli bid’ah, dan ahli maksiat.

======

Pembahasan HIJRAH ini di luar pembahasan DAKWAH… yakni pada asalnya kita diperintahkan untuk berhijrah (meninggalkan) mereka yang kafir (misalnya), tapi jika tujuannya untuk BERDAKWAH, maka kita boleh mendatangi mereka untuk menyampaikan kebenaran dan rahmatnya Islam agar mereka mau menerimanya, wallohu a’lam.

2 Penangkal Bencana Dan Adzab Allah

Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA حفظه الله تعالى

Diantara bukti betapa besarnya rahmat dan kecintaan Allah ta’ala kepada umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ialah bahwa apabila murka, Dia tidak akan menimpakan bencana dan azab yang membinasakan mereka secara merata sebagaimana yang terjadi pada umat-umat terdahulu seperti kaum Nabi Nuh, kaum ‘Ad, kaum Tsamud, kaum Madyan, dan selainnya.

Hal ini dikarenakan Allah ta’ala telah menurunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam 2 benteng kokoh yang dapat menangkal datangnya bencana dan azab secara merata kepada umatnya. 2 penangkal itu disebutkan Allah di dalam firman-Nya:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Artinya: “Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu
(hai Muhammad, pent) berada diantara mereka, dan Allah tidak akan
mengazab mereka sedang (mereka) senantiasa beristighfar (minta ampun
kepada Allah).” (QS. Al-Anfaal: 33).

Selengkapnya dapat dibaca di Link berikut ini.

KLIK:
http://abufawaz.wordpress.com/2014/02/15/2-penangkal-bencana-dan-azab-allah/

Paling Dicintai Oleh Allah Namun Paling Diuji Dengan Kesedihan

Hasan Al-Bashri rohimahullah berkata :

كَانَ مُنْذُ فَارَقَ يُوسُفُ يَعْقُوبَ إِلَى أن التقيا، ثمانون سنة، لم يفارق في الْحُزْنُ قَلْبَهُ، وَدُمُوعُهُ تَجْرِي عَلَى خَدَّيْهِ، وَمَا عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ عَبَدٌ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ يَعْقُوبَ .

“Selama 80 tahun Nabi Ya’qub berpisah dengan Nabi Yusuf hingga mereka bertemu kembali, kesedihan tidak pernah terlepas dari hati Ya’qub, sementara air mata beliau mengalir ke kedua pipi beliau. Padahal beliau orang yang paling dicintai oleh Allah di atas muka bumi (tatkala itu)..” (Tafsir Ibnu Katsir 4/413)

Jika antum sering mengalami kesedihan.. janganlah suudzon kepada Allah.. siapa tahu antum dicintai oleh Allah..

Jangan berputus asa bagaimanapun juga, sebagaimana Nabi Ya’qub yang selalu berharap Allah mengembalikan Nabi Yusuf kepadanya. Dan setelah 80 tahun.. Allah-pun mengabulkan dan mempertemukan mereka kembali.

Ustadz Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

Menghafal Kini Semakin Mudah

Kajian.

 Menghafal Kini Semakin Mudah.

Bagi anda yang ingin menghafal atau mengulang hafalan surat-surat Al-Qur’an melalui hp, anda bisa mendengarkan audio secara online atau download audio satu persatu surat lengkap (dari Al-Fatihah hingga An-Naas) yang dibaca dengan perlahan (sehingga mudah untuk diikuti) oleh As Syaikh Mahmud Al-Hussary :

Klik :
http://www.tvquran.com/en/Al-Hussary_d.htm

Namun bila anda hanya ingin mendengarkan atau menghafalkan satu ayat saja dari suatu surat, anda juga bisa melakukannya secara online atau download satu ayat saja (dari ayat pertama Al-Fatihah hingga ayat terakhir An-Naas) melalui link berikut:

Klik:
http://www.everyayah.com/data/Husary_Muallim_128kbps/

Contoh :
* 001.001.mp3 (ini artinya surat no 1/Al-Fatihah dan ayat no 1)
* 002.286.mp3 (ini artinya surat no 2/Al Baqoroh, ayat no 286)

Karena yang muncul hanya angka-angka seperti diatas secara berurutan, jadi kami sarankan agar sebelum anda buka wesitenya, anda sudah mengetahui surat no berapa dan ayat no berapa yang ingin anda dengarkan/download, dan ‘scroll down’ untuk mencari ayat yang diinginkan.

Silahkan dicoba dan di share.

Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiykum.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Menjaga Lisan

Ustadz Abu Riyadl, Lc, حفظه الله تعالى

Abdullah bin Mas’ud berkata,
“Demi Allah yang tidak ada tuhan yang berhaq selain Dia, tidak ada sesuatupun butuh cukup lama untuk ditahan selain lisanku.”

Dan ia juga pernah berkata, “Wahai lisan, ucapkanlah kebaikan niscaya engkau akan meraih keuntungan, dan diamlah dari perkataan buruk niscaya engkau akan selamat sebelum engkau menyesal nantinya.”

Dari Abu Hurairah dari Ibnu ‘Abbas ia berkata: “Sesungguhnya manusia tidak mengalami kedahsyatan kekesalan dan kemarahannya terhadap salah satu dari anggota tubuhnya pada hari kiamat selain lisannya, kecuali bila seseorang mengucapkan dengan lisannya kebaikan atau mendiktekan suatu kebaikan.”

Al-Hasan berkata, “Tidak dianggap telah paham agama jika seseorang tidak menjaga lisannya.”

Diriwayatkan dari Abu ‘Ubaidah dari al-Hasan ia berkata, “Di antara tanda bahwa Allah ta’ala berpaling dari seorang hamba, Dia menjadikannya menyibukkan diri dalam hal-hal yang tidak bermanfaat baginya, sebagai bentuk penelantaran dari Allah terhadapnya.”

Sahl menuturkan:
“Barangsiapa yang berkata-kata yg tidak berguna baginya, maka sukar baginya untuk jujur.”

*** Lihat saudaraku.. lisan ini bisa merubah air laut jadi tawar.. maka berhematlah dalam bicara. Dan jangan bicara susuatu yang tidak ada manfaatnya untukmu.. ghibah akan merugikanmu..

Inilah Manusia Terbaik Dan Terburuk Di Muka Bumi

Ustadz Muhammad Wasitho, MA, حفظه الله تعالى

» Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu menceritakan: “Ada dua orang Arab badui datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Salah satunya bertanya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang terbaik?’ Rasulullah menjawab: “Yang panjang umurnya dan baik amalannya.” Kemudian yang satu lagi bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ajaran Islam terlampau banyak bagi kami, maka perintahkan kepada kami suatu perkara kebaikan yang dapat kami tekuni?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Usahakan agar lisanmu selalu basah dengan berdzikir kepada Allah ‘Azza Wajalla.”. (Diriwayatkan oleh Ibnu Muflih di dlm Al-Adab Asy-Syar’iyyah I/425, dan imam Ahmad dengan sanad yang shohih. Dan hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah IV/452).

» Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu menceritakan:

أن رجلا قال : يا رسول الله أي الناس خير ؟ ‍ قال : من طال عمره وحسن عمله ، قال : فأي الناس شر ؟ ‍ قال : من طال عمره وساء عمله .

Artinya: “Ada seorang lelaki bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang terbaik?” Beliau jawab: “Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.” Ia bertanya lagi: “Lalu siapakah orang yang terburuk?” Beliau jawab: “Orang yang panjang umurnya dan buruk perbuatannya.”
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Haitami di dalam Az-Zawajir II/239. Dan dinyatakan SHOHIH Li Ghoirihi oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhib no.3363, Shohih At-Tirmidzi no.2330, dan Takhrij Misykatul Mashobih no.5215).

*** Oleh karena itu, marilah kita berupaya menjadi hamba Allah yang selalu bertakwa dan berdzikir kepada-Nya, dan tidak melewatkan sedikit pun sisa waktu dari umur kita di dunia tanpa meraih pahala dan ridho Allah meskipun hanya dengan ucapan istighfar, tasbih, tahmid, takbir dan tahlil.

Menebar Cahaya Sunnah