Awas, Jangan Berdusta Saat Bersumpah Atas Nama Allah

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

Awas, jangan berdusta saat bersumpah dengan nama Allah, karena Allah akan menjadi musuhmu…

======

Syeikh Athiyyah Salim -rohimahulloh- mengatakan:

“Jadi arti sebuah sumpah (dalam kontek ini) adalah: menjadikan Allah -subhanah- sebagai saksi untuk menolak tuduhan, bila dia jujur maka Alhamdulillah, namun bila dia dusta, maka Allah-lah yang akan menjadi lawannya.

Oleh karena itu, bila kamu memperhatikan keadaan manusia, dan meneliti orang-orang yang bersumpah DUSTA dengan nama Allah -dan inilah sumpah yang menjerumuskan orangnya ke dalam neraka-, kamu akan dapati Allah (biasa) MENYEGERAKAN hukuman bagi mereka di dunia, dan mungkin banyak orang yang mendengar kisah-kisah dalam hal ini, dan perkara (hukuman) tersebut tidak hanya terbatas pada (hukuman) hari kiamat saja”.

Beliau juga memberikan faedah berharga, ketika mengatakan:

“Dari sini kita tahu makna sebuah hadits shohih: “Barangsiapa bersumpah dengan selain Allah, maka dia telah jatuh dalam kesyirikan”, apa hubungan antara syirik dengan sumpah dengan selain nama Allah?

Karena ketika kamu bersumpah dengan selain Allah, seakan kamu memberikan kepada selain Allah; sebagian sifat Allah.

Ketika kamu bersumpah dengan nabi, atau malaikat, atau orang saleh, atau siapapun, seakan kamu memberikan orang yang kau jadikan sumpah itu; sifat maha tahu, sifat maha melihat, dan kemampuan untuk membalas, padahal ini tidak ada melainkan pada Allah”.

[Kitab: Syarah Arba’in Nawawi, Syarah Hadits: 33].

1236. Mengapa Belajar Agama Dengan Di Iming-Imingi Surga Dan Neraka ?

1236. BBG Al Ilmu – 363

Tanya:
Mengapa selama ini dalam mengajarkan agama kita seringkali di iming-imingi pahala, surga dan ditakut-takuti oleh neraka atau murka Allah lainnya, jadi seolah-olah tidak mengajarkan ibadah secara ikhlas.

Jawab:
Ust. Ali Hasan Bawazer, Lc, حفظه الله تعالى

Beribadah dengan mengharap surga dan menjauh dari api neraka adalah bagian dari bentuk keikhlasan seorang hamba kepada Allah. Bukan malah sebaliknya, seperti anggapan penanya.

Seorang hamba yang tulus dan ikhlas dalam beribadah kepada Allah, dia akan beribadah kepada-Nya dengan penuh cinta, harap dan takut kepada-Nya. Hatinya terpaut dengan apa yang dicintai oleh Allah subhanahu wata’ala. Oleh karena itu, ia senantiasa berupaya untuk mencari ridho-Nya dan menjauh dari murka-Nya.

Ia sadar, bahwa Allah menciptakan Surga dan menjadikannya sebagai tempat bagi hamba-hamba yang diridhoi-Nya, dan menciptakan neraka sebagai tempat bagi hamba-hamba-Nya yang dimurkai-Nya. Maka, hamba ini memautkan ridhonya kepada ridho Allah. Dan inilah bentuk kesempurnaan keikhlasan seorang hamba.

Oleh karena itu, ketika Allah menceritakan hamba-hamba pilihan-Nya, yang menurut anggapan kaum musyrikin, mereka mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadikan manusia-manusia pilihan Allah tersebut sebagai perantara. Allah tegaskan, bahwa manusia-manusia piliha-Nya itu mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh cinta kepada-Nya, mengharap rahmat-Nya dan takut terhadap adzab-Nya, sebagaimana dalam firmannya di QS. Al Isra’: 56-57.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Keutamaan Sayyidul Istighfar

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, حفظه الله تعالى

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu menjalankan ketaatan dan menjauhi larangan, pen) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa pahala). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”

Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum sore hari, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum shubuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari (7/150, no. 6306)

Selengkapnya di website kami Rumaysho.Com

http://rumaysho.com/amalan/bacaan-dzikir-pagi-1636

Mu’asyaroh Bil Ma’ruf

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Sesungguhnya ‎​di antara hal yang dapat menjaga kelanggengan hubungan suami istri adalah bergaul dengan cara yang baik (Mu’asyaroh Bil Ma’ruf).

Allah Ta’ala berfirman:

و عاشروهن بالمعروف

“Dan pergaulilah mereka (istri-istri kalian) dengan cara yang baik (ma’ruf)”. (QS. An-Nisa:19).

Hal itu tidaklah dapat terealisasikan kecuali apabila masing-masing pasangan (suami istri) mengetahui hak dan kewajibannya.

Karena hubungan antara suami istri itu tidak hanya sekedar hubungan materi duniawi, atau hanya sekedar hubungan pemuas nafsu belaka (seperti halnya hewan), namun lebih dari itu, hubungannya adalah hubungan jiwa yαπƍ mulia. Tatkala hubungan itu baik maka akan terus menyatu sampai kehidupan akherat setelah kematian. Allah Ta’ala berfirman:

جنات عدن يدخلونها و من صلح من آبائهم و أزواجهم و ذرياتهم

“(Yaitu) Surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang shaleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya”. (QS. Ar-Ra’du:23).

الله أعلم

Air Musta’mal

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Berkata imam Asy Syaukani rahimahullah: “..dan tidak ada bedanya. Antara air musta’mal dan air ghair musta’mal.”

Syarah:
Terjadi ikhtilaf dikalangan ulama tentang hukum air musta’mal. Yang rajih ia adalah suci dan mensucikan, dan ini adalah pendapat Ali bin Abi Thalib, ibnu Umar, Abu Umamah, yang masyhur dari madzhab Malik, suatu riwayat dari imam Asy Syafi’I, Ahmad, ibnu Hazm, ibnul Mundzir dan dipilih oleh syaikhul islam ibnu Taimiyah.

Dalil-dalilnya:
1. Pada asalnya air itu suci mensucikan, tidak dianggap najis kecuali dengan dalil.

2. Para shahabat menggunakan bekas air wudlu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Abu Juhaifah bahwa Rasulullah keluar di waktu siang, lalu di bawa air wudlu, maka orang-orang mengambil bekas wudlu beliau dan mengusapkannya ke badan mereka.
Al Hafidz ibnu Hajar berkata: “padanya terdapat dalil yang terang sucinya air musta’mal (fathul baari 1/353).

3. Hadits ibnu Abbas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mandi dengan air bekas mandi Maimunah.

4. Ibnul Mundzir berkata: “Dalam ijma’ ulama yang menyatakan bahwa tetesan air wudlu yang jatuh dari badan orang yang mandi dan berwudlu, menjadi dalil sucinya air musta’mal, dan apabila ia suci, maka tidak ada alasan untuk melarang berwudlu dengannya dengan tanpa hujjah”. (Al Ausath 1/288).

Tauhid Pengesaan Allah

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Dahulu manusia merupakan umat yang satu di atas al hak yaitu agama fitrah, islam yang lurus. Dengan berlalunya waktu terjadi perubahan dan muncul kesyirikan sehingga menyelewengkan peribadatan kepada selain Allah Ta`ala, hingga manusia bercerai berai dan berselisih di atas agama mereka.

Allah Ta`ala mengutus nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sebagai penerang dan pembawa cahaya di atas kegelapan dan kejahiliahan, mengembalikan kepada agama yang lurus milah ibrahim yang suci.

Allah Ta`ala berfirman, ” Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud “.(QS. Al Hajj 26).

Allah Ta`ala berfirman, ” Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. (QS. Ibrahim 35).

Allah Ta`ala berfirman, “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (QS. Al Baqarah 132~133).

Allah Ta`ala berfirman,” Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun……..

Hukum Ringtone Pada Handphone

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc حفظه الله تعالى

Sudah amat jelas bahwa hukum musik adalah haram. Di masa silam, kita mungkin jarang mendengar suara musik di rumah-rumah Allah.

Namun saat ini dengan semakin tersebarnya musik, sampai pun di masjid saat shalat kita bisa mendengar musik. Karena musik yang ada tadi keluar dari ringtone HP. Namun ada pula yang menggunakan ayat quran sebagai nada deringnya. Bagaimana hukum ringtone-ringtone semacam ini?

Guru kami, Syaikh Sholih Al Fauzan -semoga Allah menjaga dan memberkahi umur beliau- ditanya mengenai ringtone hp yang mengeluarkan suara Al Qur’an, suara adzan dan suara takbir.

Beliau hafizhohullah menjawab, “Tidak boleh menggunakan berbagai macam dzikir lebih-lebih lagi ayat Al Qur’an di handphone sebagai suara pengingat ketika ada panggilan masuk. Hendaklah menggunakan ringtone yang bukan suara musik. Ringtone yang digunakan adalah suara pengingat biasa untuk telepon, seperti suara jam dan bel yang lirih. Adapun menggunakan dzikir-dzikir, ayat Al Qur’an dan adzan sebagai nada dering, ini terlalu bersikap ekstrim dan termasuk sikap meremehkan (melecehkan) ayat-ayat Allah yang terdapat dalam Al Qur’an, demikian pula termasuk sikap melecehkan dzikir.”

Syaikh Sholih Al Munajjid hafizhohullah berkata, “Menggunakan nada dering HP berupa suara musik adalah suatu keharaman dan kemungkaran. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan tentang haramnya musik dalam sabdanya (yang artinya):

“Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik.  …” (HR. Bukhari no. 5590)”

Ringkasnya, ringtone atau nada dering yang digunakan adalah yang bukan suara musik, bukan pula bentuk dzikir. Sebaiknya menggunakan nada dering biasa seperti nada telepon klasik “kring … kring …

Ref:
http://rumaysho.com/umum/hukum-ringtone-pada-handphone-2863

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Dasar Binatang, Kera, Anjing…..

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Uuukh, kesel banget deh, dan akhirnya terlontarlah makian dan umpatan semisal di atas. Rasanya puas kalau sudah bisa mengumpat seperti di atas, seakan rasa kesalnya terbayarkan.

Umpatan di atas seakan menggambarkan bahwa bila seseorang telah dianggap serupa dengan binatang, kera atau anjing maka ia terhina. Bukankah demikian sobatku?

Di satu sisi, menyerupai perilaku hewan dianggap hina sehingga dijadikan sebagai bahan umpatan. Namun di lain kesempatan meniru hewan dianggap kebanggaan dan kelebihan. Ada yang sengaja meniru gerakan kera, anjing kencing (jurus kera atau anjing kencing) ada pula yang menato tubuhnya agar menyerupai hewan; ular, burung atau lainnya. Dan masih banyak lagi upaya sadar untuk meniru hewan, baik dalam hal penampilan maupun perilakunya.

Mungkinkah fenomena di atas adalah salah satu bentuk hukuman Allah yang disegerakan di dunia sebelum di akhirat kepada orang-orang yang menyimpang dan melanggar syariat-Nya. Dalam beberapa kesempatan Allah menegaskan bahwa orang-orang yang kufur disamakan dengan hewan bahkan lebih hina dari hewan.

أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ إِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا

“Apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka mendengar atau berakal, tiadalah mereka itu melainkan menyerupai hewan, bahkan mereka lebih buruk jalannya.” (Furqan 44)

Bisa saja anda mengutarakan pembelaan atau alasan atas upaya sadar sebagian orang untuk meniru hewan, namun tetap saja anda mengakui bahwa semua itu adalah meniru hewan. Namanya juga meniru, tentu yang ditiru biasanya lebih baik dibanding yang meniru.

Saya yakin anda mengakui bahwa tidak ada manusia yang berakal dengan sadar meniru sesuatu yang ia anggap buruk atau hina.

Aduuh, ngeri juga ya?

1235. Kapankah Wanita Sholat Zhuhur Di Hari Jum’at ?

1235. BBG Al Ilmu

Tanya:
Ada dua pertanyaan:

1. Ada seorang teman wanita dia selalu sholat juma’tan dirumah hanya 2 rakaat. Apakah diperbolehkan ?

2. Kapankan wanita sholat zhuhur di hari Jum’at ? Apakah menunggu hingga pria selesai sholat Jum’at ?

Jawab:
Komisi Fatwa Al Lajnah Ad Daimah di Kerajaan Saudi Arabia pernah ditanya,
“Apa hukum menunaikan shalat jumat bagi wanita? Apakah ia melaksanakannya sebelum atau sesudah shalat para pria atau ia shalat bersama mereka (kaum pria)?”

Jawaban yang disampaikan oleh para ulama komisi fatwa Al Lajnah Ad Daimah,
“Wanita tidak wajib melaksanakan shalat Jum’at. Namun jika wanita melaksanakan shalat Jumat bersama imam shalat Jumat, shalatnya tetap dinilai sah. Jika ia shalat di rumahnya, maka ia kerjakan shalat Zhuhur empat rakaat. Ia boleh mulai mengerjakan shalat Zhuhur tadi setelah masuk waktu Zhuhur, yaitu setelah matahari tergelincir ke barat (waktu zawal). Dan sekali lagi dia tidak boleh laksanakan shalat jumat (di rumah) sebagaimana maksud keterangan sebelumnya.
Wa billahit taufiq. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”

** [Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, 8/212, no. 4147]
 
Kesimpulannya, seorang wanita boleh melaksanakan shalat Zhuhur saat hari Jumat di rumah mulai sejak masuk waktu Zhuhur, tidak mesti menunggu sampai para jamaah pria selesai menunaikan shalat Jumat.

Hal yang sama berlaku bagi orang yang udzur tidak bisa melaksanakan shalat Jumat seperti orang yang sakit.

والله أعلم بالصواب
Ref:

Kapan Wanita Mulai Shalat Zhuhur di Hari Jumat ?

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Nikmat Adalah Bentuk Ujian

Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Akhii Ukhtii 

Masih ingatkah dengan kisa Nabi Sulaiman?

Seorang Nabi dan Raja yan gsangat hebat dan menakjubkan

Allah memberinya kerajaan yang tidak diberikan kepada siapapun sesudahnya

Ia memahami bahasa binatang

Bangsa jin tunduk bahkan menjadi bala tentaranya

Angin juga Allah tundukkan buatnya

Dan berbagai nikmat yang lainnya yang tak dapat dihitung lagi

Ketika ia mendengar ratu semut berbicara kepada rakyatnya, sebagaimana Allah ceritakan di dalam surah An Naml ayat 18, beliau tersenyum mendengarkan ucapannya dan langsung ingat kepada Allah sang Pencipta Yang Maha Kuasa, Yang telah memberinya nikmat tersebut seraya berdoa yang artinya

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Nikmat Allah begitu Besar dan tanpa pertolonganNya tidak mungkin ia dapat mensyukurinya.

Nabi sulaimana tidak lupa daratan dengan kehebatannya, Ia sama sekali tidak congkak dan sombong, bahkan ia merendahkan dirinya depan Allah.

Dan ketika ia meminta agar singgasana ratu balqis dihadirkan ke istananya, sebelum matanya berkedip, singgasana itu telah hadir

Dari jarak yang sangat jauh, Ribuan kilometer antara Yaman Yerusallem

Dia sadar, bahwa yang terjadi adalah karunia Allah

Dan nikmat itu adalah bentuk ujian dariNya

Tidak seperti sebagian yang memandang ujian hanya yang bentuknya musibah

Maka Nabi Sulaiman langsung berkata

هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ]

“Ini termasuk karunia Rabbku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya) (An Naml 40).

Maka bila kau memperoleh nikmat, kesuksesan atau apa saja, sehingga kau merasa hebat

Ketahuilah bahwa dirimu sedang dalam ujian

Berapa banyak yang tidak lulus ketika diuji dengan kenikmatan dunia

Karena dunia membuatmu jauh dan lupa dari sang Pemberi

Semoga engkau bukan salah satunya

Menebar Cahaya Sunnah