Busana Muslimah Yang Syar’i

Pertanyaan :
 
Assalamualaikum.
Sebenarnya bagaimanakah busana muslimah yg syar’i? Apakah harus memakai jilbab yang panjangnya sebetis/lutut/paha,atau cukup menutup dada?
 
fenny puspa dewi
fe****@yahoo.com
 
Jawab :
 
Wa’alaikumsalam
Jilbab yang syar’i adalah yang menutupi aurat wanita dari ujung kepala sampai ujung kaki (kecuali wajah dan telapak tangan yang masih diperselisihkan) dan tidak tipis menggambarkan bentuk tubuh. 

http://m.klikuk.com/jilbab-syari/

**

Ayo tunggu apa lagi, penuhi dahaga keilmuan Anda dengan aktif di “Tanya UK”

Semoga bermanfaat
Sebarkan ..

klikUK.com
titian ilmu penyejuk qalbu

Menepis Syubhat Pembela Tawassul Yang Haram…

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Tawassul diambil dari wasilah yang artinya menjadikan sesuatu sebagai perantara antara dia dengan Allah Tabaraka wa Ta’ala. Dan tawassul dibagi oleh para ulama menjadi dua macam:

Tawassul yang syar’iy yaitu tawassul yang diidzinkan oleh syari’at dan ia mempunyai beberapa macam:

Pertama: Tawassul dengan melalui asmaul husna.

Ini berdasarkan firman Allah Ta’ala yang artinya:

“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”. (Al A’raaf: 180).

Kedua: Tawassul dengan melalui amal shalih.

Berdasarkan hadits yang mengkisahkan tiga orang yang masuk ke dalam goa, lalu jatuh batu besar dari gunung dan menutup mulut goa tersebut, lalu masing-masing mereka bertawassul dengan menyebutkan amalan shalih yang mereka pernah lakukan.

Ketiga: Tawassul dengan melalui orang shalih yang masih hidup dan hadir.

Berdasarkan hadits orang buta yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam minta dido’akan agar disembuhkan matanya.

Dari Utsman bin Hanif bahwa ada seorang laki-laki buta datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata: “Berdo’alah kepada Allah agar menyembuhkanku”. Beliau bersabda: “Jika kamu mau aku akan berdo’a dan jika kamu mau bersabar itu lebih baik”. Ia berkata: “Do’akanlah”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruhnya berwudlu dan membaguskan wudlunya dan berdo’a dengan do’a ini: “Ya Allah, aku memohon kepadaMu melalui NabiMu Nabi rahmat, wahai Muhammad aku menghadap kepada Rabbku melalui kamu agar hajatku dipenuhi, ya Allah berilah syafa’at untuknya terhadapku”. Maka penglihatannyapun kembali seperti semula”. (HR Ibnu Majah dan lainnya).

Baca selengkapnya di :
http://cintasunnah.com/menepis-syubhat-pembela-tawassul-yang-haram-bag-1/

Dzikir Pagi

Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x) HR. Tirmidzi (5/466, no. 3391). Lihat Shahih At Tirmidzi (3/142).

 

BEBERAPA DOSA YANG TERKENA ADZAB KUBUR

Ikhwan dan akhwat sekalian yang berada diatas hidayah dan rahmat ALLAH subhaanahu wa ta’ala.

Pada pagi ini saya akan membawa beberapa dosa dan ma’siyat yang menjadi sebab seseorang diazab dalam kuburnya, dan hadits ini juga sebagai hujjah bagi orang-orang yang mendustai tentang azab kubur.

Kami jelaskan seperti ini agar senantiasa kita menjauhkan perbuatan tersebut dan kita senantiasa istighfar dan bertaubat atas setiap perbuatan dosa dan ma’siyat yang kita lakukan.

Dianatara perbuatan dosa dan ma’siyat yang terkena azab kubur, ialah:

1.Adapun orang pertama yang 
engkau datangi, ia dipecah 
kepalanya dengan batu, maka 
sesungguhnya itulah orang yang mengambil al-Quran lalu  menyisihkannya (meremehkan)  yakni menolaknya sesudah mengerti isi dan maknanya-, juga itulah orang yang tidur yakni lalai- dari melakukan shalat-shalat  yang  diwajibkan.

2. Orang yang engkau datangi,  ia sedang dipotong-potong  ujung mulutnya sampai ke tengkuknya dan dari lobang hidung  sampai ketengkuknya dan juga  dari matanya sampai 
ketengkuknya itu ialah orang-orang yang pergi dari rumahnya lalu membuat kata-kata dusta  dengan kedustaan yang  sampai mencapai ke segala penjuru.

3. Adapun orang-orang  lelaki dan perempuan yang  berada di dalam tempat 
semacam tungku besar itu 
adalah para pezina lelaki dan 
wanita.

4.Adapun orang lelaki yang 
Engkau datangi sedang 
berenang dalam sungai dan 
dilempari batu di mulutnya itu 
ialah pemakan riba.

5.Adapun orang yang sebagian 
mukanya bagus dan sebagian 
lagi buruk, maka mereka itu 
ialah orang-orang  yang  mencampur-adukkan  antara  amal perbuatan yang shalih  sedang yang lainnya jelek, tetapi
Allah telah memberikan pengampunan kepada mereka itu.” ( Ringkasan hadits bukhary 1386, hadits ini sangat panjang).

Semoga memberikan manfaat untuk kita.

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Tadabbur

Allah berfirman

{فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ} ..

“Jika engkau (ibu Musa) mengkhawatirkan Bayimu Musa (yg hendak dibunuh oleh Fir’aun-pen) maka lemparkanlah ke al-yamm /laut….”

Dalam ayat lain:

{فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُ فَنَبَذْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ} ..

“Maka kamipun mengadzab fir’aun dan bala tentaranya lalu kami tenggelamkan mereka ke al-yamm /lautan)

Nabi Musa dalam kondisi sangat lemah, bayi yg tak berdaya, teronbang ambing oleh laut/sungai akan tetapi tdk mampu laut/sungai memberi mudorot kepadanya.
Adapun Fir’aun dipuncak kekuatan dan kesombongan bersama bala tentaranya akan tetapi akhirnya ditenggelamkan oleh lautan…

Dari sini kita mengambil kaidah :
“Hendaknya engkau berbuat karena Allah, niscaya Allah bersamamu, dan kelemahanmu tdk akan memudorotkanmu. Dan jika sebaliknya maka kekuatanmu dan pasukanmu tdk akan menolongmu jika telah tiba hukuman dan siksa Allah”
(Faedah dari sahabatku Abu Ja’far dari Libia)

Ust. Firanda

Kedudukan Hati

Ust. Rochmad Supriyadi LC

Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam ayat Nya,” Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya “.QS Al-Isra’ 36.

Sesungguhnya hati memiliki kedudukan mulya dlm anggota badan, ia sebagai pengatur, segala perintah datang darinya, menggerakkan badan sesuai kehendaknya, semua dibawah kendalinya, disana pula isyarat untuk istiqomah dalam kebenaran dan kluar dari ketaatan. Semua tergantung apa yang diyakini sang hati dan dikehendaki.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Ketahuilah, sesungguhnya didalam anggota badan terdapat segumpal darah, bila ia baik maka seluruh anggota badannya akan berperilaku baik, bila ia buruk, maka anggota badannya akan berperilaku buruk “. HR Bukhary-Muslim.

Singkat kata, Hati adalah raja dan penguasa, dan anggota badan bergerak karenanya, dan tidak akan melahirkan pahala di akhirat kelak, melainkan bila niyat yang didalam hati lurus.

Hati yang kelak akan dilihat Allah dan diminta pertanggungjawaban, olih karena nya perhatian akan bersihnya hati dan terhindar dari noda-noda yang akan merusak nya serta mengobati hati yang berpenyakit, lebih utama untuk kita bersibuk dari amal selainnya.

Sulit Bangun Untuk Sholat Shubuh

Ada yg punya otot besar, namun tidak bisa mengangkat kelopak matanya untuk bangun shubuh.

Sayang sekali …

Padahal siapa yang menjaga shalat ini maka ia berada dalam jaminan Allah. -HR Muslim-

Rumaysho.com

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Waktu

Ulama terdahulu membagi waktu mnjadi 3:
1- belajar Quran dan hadits
2- menyibukkan diri dg keluarga
3- bekerja mencari rizki
Selain dari tiga itu disebut Atho bin Abi Robbah sebagai amalan yg sia-sia (fudhulul kalam).

Rumaysho.com

Hikmah Dibalik Pelarangan Emas Dan Sutra Bagi Kaum Pria

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya orang kafir mereka bisa mengenakan emas dan perak di dunia. Adapun di akhirat, mereka tidak akan mendapatkan bagian apa-apa. Sedangkan orang muslim, mereka akan mengenakan perak dan emas di surga. Dan mereka akan mendapatkan kenikmatan yang lain yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar telinga dan tidak pernah terbetik dalam hati.” (Syarh Shahih Muslim, 14: 36)

Dari Abu Musa Al Asy’ari, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‫حُرِّمَ لِبَاسُ الْحَرِيرِ وَالذَّهَبِ عَلَى ذُكُورِ أُمَّتِى وَأُحِلَّ لإِنَاثِهِمْ‬

“Diharamkan bagi laki-laki dari umatku sutera dan emas, namun dihalalkan bagi perempuan.” (HR. Tirmidzi no. 1720).

Di antara hikmah kenapa sampai emas dan sutera dilarang:

1- Tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang kafir sebagaimana disebutkan dalam hadits Hudzaifah di atas.

2- Tasyabbuh (penyerupaan) dengan wanita.

3- Berlebihan dalam mengenakan sutera bukanlah sifat jantan dari laki-laki. Memang laki-laki dituntut pula untuk berhias diri namun tidak berlebih-lebihan. (Lihat

Al Minhatul ‘Allam fii Syarh Bulughil Marom karya Syaikh ‘Abdullah bin Sholih Al Fauzan, 4:
207)

Masih berlanjut pada pakaian sutera dalam kadar bagaimana yang dibolehkan …

Hanya Allah yang memberi taufik.

Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 29 Jumadal Ula 1434 H

www.rumaysho.com 

Nasehat Untuk Pemuda

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Tiga hal yang seriusnya dianggap benar-benar serius dan bercandanya dianggap serius : nikah, cerai dan ruju’ ” (Diriwayatkan oleh Al Arba’ah kecuali Nasa’i).

Karena menikah berarti mengikat seseorang untuk menjadi teman hidup tidak hanya untuk satu-dua hari saja bahkan seumur hidup insyaAllah. Jika demikian maka kita tidak asal asalan.

Kriteria yang paling utama adalah agama yang baik. Setiap muslim atau muslimah yang ingin beruntung dunia akhirat hendaknya mengidam-idamkan sosok suami atau istri yang baik agamanya, ia memahami aqidah Islam yang benar, ia menegakkan shalat, senantiasa mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menganjurkan untuk memilih istri yang baik agamanya:“Wanita dikawini karena empat hal : ……. hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-Islamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka”. [HR. Bukhari- Muslim].

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga mengancam orang yang menolak lamaran dari seorang lelaki shalih “Jika datang kepada kalian lelaki yang baik agamanya (untuk melamar), maka nikahkanlah ia. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi” [HR. Tirmidzi, Ibnu Majah].

Selain itu ada beberapa kriteria lainnya yang menjadi pertimbangan untuk memilih calon istri atau suami:

Sebaiknya (walaupun bukan wajib) ia berasal dari keluarga yang baik nasabnya (bukan keluarga pezina atau ahli maksiat)

Sebaiknya ia sekufu. Sekufu maksudnya tidak jauh berbeda kondisi agama, nasab dan kemerdekaan dan kekayaannya
Gadis lebih diutamakan dari pada janda. Walau janda itu juga sangat boleh dan menolong.

Subur : krn akan menjadikan kebanggan nabi dihari qiyamat.
Cantik: Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkan jika engkau pandang…” [HR. Thabrani]

Shalatlah Istikharah Agar lebih mantab

Abu riyadL, Lc

Menebar Cahaya Sunnah