Saling Mendukung Dalam Kebaikan Antara Sesama Anggota Keluara

Inginkah anda dikumpulkan dg kekasih(istri/suami)mu diakhirat?

Cintailah dia karena Allah.. Sayangilah ia karena Allah
Dg demikian kita akan dibangkitkan bersamanya..

Almaru’ ma’a man ahabba
(Seseorang akan dikumpulkan bersama orang yg ia cintai)

Marilah tumbuhkan rasa cinta itu karena Allah Ta’ala..

Maksudnya:
Dengan cara saling dukung mendukung dlm kebaikan..dan saling mengingatkan jika salah satunya tergelincir.. Selalu mengajak pasangan anda untuk berbuat kebaikan sebagai bekal diakhirat..

Dg cara ini maka cinta ini bukan berasal dari hawa nafsu..namun ia tumbuh dari hati yg ikhlas karna Allah Ta’ala..

Tidak layu dimakan usia..
Ia selalu berbunga dan berbuah walaupun sudah tua renta..

Indahnya keluarga ini..karena mereka akan selalu merasakan manisnya iman

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الْإِيْمَانِ وَ طَعْمَهُ: أَنْ يَكُوْنَ اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا, وَ أَنْ تُحِبَّ فِي اللهِ وَ تُبْغِضَ فِي اللهِ

“Ada tiga hal, barangsiapa ada padanya maka ia merasakan manis dan rasanya iman, (Yaitu) Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, mencintai karena Allah dan benci juga karena Allah.”

Shahih, diriwayatkan Al-Bukhari (6941) dan Muslim (43).

Maka bagi anda yg sedang mencari pasangan..carilah
pasangan yg sholeh atau sholehah.. Krn kebahagiaan itu
bukan dari materi..
Tapi Ia ada di dalam dada..

Semoga kebahagiaan iman ini selalu menyelimuti keluarga kita..
Dan berlanjut ke kampung akhirat..
آمــين ​اَللّهُمَّ آمــين
www.abu-riyadl.blogspot.com
By. Abu riyadl

Masalah 298: ADAKAH TUNTUNAN SHOLAT TAUBAT DAN SHOLAT HAJAT DI DALAM SYARI’AT ISLAM ?

Tanya:
Dari member MHA 7 :
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Ustadz mau nanya apa sholat taubat dan sholat hajat itu ada tuntunannya? Apa itu bukan bi’dah? Terima kasih.

Jawab:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Sholat TAUBAT ada tuntunannya dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Hal ini berdasarkan hadits berikut:

Diriwayatkan dari Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
« مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ». ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ (وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ

Artinya: “Tidaklah seorang hamba melakukan suatu dosa kemudian ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan sholat dua raka’at, kemudian ia meminta ampunan kepada Allah, melainkan
Allah akan mengampuni (dosa)
nya.” Kemudian beliau membaca
ayat ini (yg artinya): “Dan (juga) orang-orang yang apabila
mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (HR. Abu Daud no. 1521, At-Tirmidzi no. 406, n Ibnu Majah no. 1395. Dan hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah).

Adapun sholat HAJAT, maka TIDAK ADA TUNTUNANNYA dalam syari’at Islam, karena hadits-hadits yg menerangkan tentang sholat Hajat n tata caranya TIDAK ADA YANG SHOHIH. Sebagian hadits-hadits tsb derajatnya Maudhu’ (PALSU), DHO’IF JIDDAN (sangat lemah), n ada jg yg derajatnya DHO’IF (Lemah). Sehingga dengan demikian, tidak ada satu hadits pun yg dapat dijadikan hujjah atau landasan hukum utk melaksanakan sholat Hajat.

Oleh karena itu, seorang muslim/muslimah apabila memiliki suatu hajat, maka hendaknya ia berdoa kpd Allah dengan hati yg ikhlas n yakin, serta memperhatikan adab2 berdoa serta syarat2 terkabulnya doa. Dan akan lebih baik n utama, serta lebih besar harapannya utk dikabulkan doanya bilamana ia mengawali doanya dengan puja-puji syukur kpd Allah, bersholawat kpd Nabi, berdzikir, istighfar, bersedekah, atau melakukan amal-amal sholih yg lain. Hal ini sbgmn firman Allah ta’ala:

(Wa idza sa-alaka ‘ibaadii ‘annii fa innii Qoriibun ujiibu da’wata ad-daa’I idzaa da’aan)

Artinya: “Apabila hamaba-hamba-Ku bertanya kepadamu (hai Muhammad) tentang Aku, maka (beritahukanlah) bahwa sesungguhnya Aku Maha Dekat. Aku mengabulkan doa orang yg berdoa apabila ia berdoa hanya kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah).

Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Smg mudah dipahami n menjadi ilmu yg bermanfaat. Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq.

» SUMBER: BBG Majlis Hadits, chat room Tanya Jawab.

(*) Blog Dakwah Kami:
http://abufawaz.wordpress.com

(BM 2/2. Selesai) 🙂

Biasakanlah Mengatakan Tidak Tahu Jika Memang Tidak Tahu

Abdullah bin Mas’ud berkata,

يا أيها الناس من علم شيئا فليقل به ومن لم يعلم فليقل الله أعلم فإن من العلم أن يقول لما لا يعلم الله أعلم

“Wahai manusia barangsiapa yang berilmu tentang sesuatu maka hendaklah ia berkata dengan ilmunya tersebut dan barangsiapa yang tidak berilmu (tidak mengetahui) maka hendaklah ia berkata “Allahu A’lam” (Allahlah yang labih mengetahui) karena sesungguhnya merupakan ilmu seseorang berkata “Allahu A’lam” tentang perkara yang ia tidak mengetahui ilmunya”[ Atsar riwayat Al-Bukhori dalam
shahihnya 4/1809 no 4531]

Beliau juga berkata,

إن الذي يفتي الناس في كل ما يستفتونه فيه مجنون

((Sesungguhnya orang yang berfatwa kepada manusia pada setiap perkara yang mereka tanyakan maka ia adalah orang gila))[Atsar riwayat At-Thobroni dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 9/188 no 8923, berkata Al-Haitsami “Para perawinya terpercaya” (Majma’
Az-Zawaid 1/183) dan juga Al-Baihaqi dalam Al-Madkhol ila As-
Sunan Al-Kubro 1/432, dan
perkataan yang semisal ini juga dikatakan oleh Ibnu Abbas sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Al-Madkhol 1/433]
Disebarkan di WA +6285326571234
By abu riyadl.

AJARAN-AJARAN MADZHAB SYAFI’I YANG DITINGGALKAN OLEH SEBAGIAN PENGIKUTNYA

(Oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله )

Berikut ini beberapa ajaran madzhab syafi’iyah yang ditinggalkan (tidak dikerjakan) oleh sebagian penganutnya, padahal begitu getolnya mereka mengaku-ngaku sebagai pengkut madzhab syafi’iyah yang setia !!!

PERTAMA : MEMANJANGKAT JENGGOT

Merupakan perkara yang aneh adalah semangatnya sebagian ustadz dan kiyai (yang mengaku bermadzhab  syafi’iyah) untuk memangkas habis jenggot mereka…, bahkan sebagian mereka mencela orang yang memanjangkan jenggotnya, atau mengecapnya sebagai teroris. Padahal Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah mengharamkan mencukur habis jenggot.

Banyak sekali hadits yang menunjukkan wajibnya memelihara jenggot, diantaranya:

1. Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، وَفِّرُوا اللِّحَى، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ! (رواه البخاري: 5892)ـ

Dari Ibnu Umar r.a., Rosul -shollallohu alaihi wasallam- pernah bersabda: Selisihilah kaum musyrikin, biarkanlah jenggot kalian panjang, dan potong tipislah kumis kalian! (HR. Bukhori: 5892)

2. Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

انْهَكُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى! (رواه البخاري: 5893)ـ

Dari Ibnu Umar r.a., Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: Potong tipislah kumis kalian, dan  biarkanlah jenggot kalian! (HR. Bukhori: 5893)

3. Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، أَحْفُوا الشَّوَارِبَ، وَأَوْفُوا اللِّحَى! (رواه مسلم: 259)ـ

Dari Ibnu Umar, Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Selisilah Kaum Musyrikin, potong pendeklah kumis kalian, dan sempurnakanlah jenggot kalian!”. (HR. Muslim: 259)

Silahkan baca selengkapnya di :
http://www.firanda.com/index.php/artikel/fiqh/437-ajaran-ajaran-madzhab-syafi-i-yang-ditinggalkan-oleh-sebagian-pengikutnya

Jaga Pandangan Anda

Mata merupakan karunia yang Allah سبحانه وتعالى kepada hamba, sepantasnya hamba tersebut menjaga dan memelihara, serta menggunakan nya sejalan dengan Aturan dan rambu-rambu agama.

Didalam atsar disebutkan,” Pandangan adalah panah beracun yang dilemparkan iblis, maka barang siapa yang menundukkan dan menahan pandangan nya karena Allah niscaya ia akan merasakan kemanisan dan ketentraman dihati nya hingga hari perjumpaan dengan Nya “. HR At-Thobrony dengan sanad yg lemah.

Berkata para salaf,” Antara mata dan hati terdapat celah dan jalan, bila mata rusak dan busuk, niscaya busuk pula hati manusia tersebut bak layaknya tong sampah yg diisi penuh dengan najis dan kotoran, hingga tidak dapat lagi merasakan makrifat dan kecintaan Allah, tidak kenal lagi inabah dan mahabah, dan akan senantiasa melakukan apa yg berlawanan itu semua”. Membiarkan mata secara bebas adalah dosa dan melanggar aturan agama, Allah سبحانه وتعالى berfirman,” Katakanlah kepada para mukminin laki-laki agar mereka menahan pandangan mereka dan menjaga farji-farji mereka, hal itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha mengetahui dengan apa yg mereka lakukan “. QS An-Nur 30.

Berkata salaf,” Barang siapa yg memakmurkan bagian dhohir tubuh nya dengan menampakkan sunnah, dan memenuhi bathin nya dg senantiasa terus-menerus murokobah, menahan pandangan dari penglihatan haram, menjaga diri dari syubhat, memakan barang halal, niscaya firasat nya tidak akan kliru “.

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

KERINDUAN ORANG-ORANG YANG BAIK, KEPADA TEMPAT YANG PALING BAIK

Surga…dia adalah harapan/tujuan yg sangat tinggi yg senantiasa diusahakan agar dapat diraih oleh kaum mukminin sepanjang zaman.

Surga…adalah yang menjadi penggerak jiwa-jiwa para salafus shaleh untuk mencontohkan pengorbanan mereka yg sangat tinggi untuk meraihnya.

Surga…adalah tujuan seorang mukmin yg paling mulia, yg senantiasa selalu diamati oleh pandangan-pandangan yg menyejukkan. Dan yg membuat segenap jiwa yang merindukannya menjadi tergesa-gesa disetiap tempat, waktu & keadaan untuk meraihnya.

Surga..adalah harapan yang paling agung bagi seorang mukmin. Masuk kedalamnya & hidup didalamnya merupakan cita-cita serta angan-angan yg senantiasa menghantui hati seorang mukmin sepanjang kehidupannya didunia ini!

Surga… membuat seseorang untuk bersegera bertaubat dari segala dosa lalu merekapun bersegera untuk berbuat kebajikan,kebenaran dari setiap amal-amal perbuatannya perbuatannya.
Wahai saudara-saudariku…Walaupun terkadang jalan menujunya dipenuhi dengan mara bahaya, ujian yg sgt berat, kesusahan, sesuatu yang terkadang kita berat untuk meninggalkan bahkan terkadang perlu dilalui dengan kematian.

Akhirnya kemohon kepada ALLAH memasukkan diri-diri kita kedalam surga.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

” فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ، وَأَعْلَى الْجَنَّةِ…..

“Apabila kalian memohon kepada Allah, maka mohonlah surga Firdaus, karena ia adalah surga yg terletak paling tengah & paling tinggi”
[HR al-Bukhari: 2790]

Panjatkanlah doa-doa Anda di sepanjang hari, terutama nanti di sepertiga malam terakhir.

Jangan lupa, sertakan kami dalam doa Anda.

Dan semoga Allah mengumpulkan kita di Surga Firdaus.

Semoga bermanfaat.

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Manfa’at Do’a Yang Kita Panjatkan Untuk Kawan Kita

Doamu untuk kawanmu merupakan doa yg mustajab untuk dirimu sendiri..

Sabda nabi shalallahu alaihi wasalam:

“Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya, adalah doa yang akan dikabulkan.
Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin’ dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan.”

(Shahih Muslim no. 2733)

Jangan enggan mendoakan untuk mereka..

www.abu-riyadl.blogspot.com
Disebarkan via WA 085326571234

By. Abu riyadL.

Hadits Dusta Mengenai Bulan Rajab

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
“Setiap hadits yang membicarakan puasa Rajab dan shalat pada sebagian malam (seperti shalat setelah Maghrib pada malam-malam pertama bulan Rajab), maka itu adalah berdasarkan hadits dusta (PALSU).” [Al Manar Al Munif, hal. 49].

 Ditulis oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Keutamaan Surat Al Fatihah

Ust. Badrusalam LC

Ada beberapa keutamaan Surat Al Fatihah:

1. Surat yg paling agung dalam Al Qur’an.
Berdasarkan hadits Abu Sa’I’d bin Al Mu’alla bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Sungguh aku akan mengajarkanmu surat yang paling agung dalam Al Qur’an sebelum engkau keluar dari masjid”. Yaitu Al Fatihah”. (HR Bukhari Muslim).

2. Sebagai ruqyah.
Berdasarkan hadits riwayat Muslim bahwa Abu Sa’I’d Al Khudri meruqyah kepala kampung yg tersengat kala jengking dan sembuh. Ketika dilaporkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersaba: “Tidakkah ia mengetahui bahwa Al Fatihah adalah ruqyah?

3. Surat yg tidak pernah diberikan kepada Nabi selain Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Dasarnya hadits ibnu ‘Abbas yg diriwayatkan oleh Muslim dlm sahihnya, beliau berkata: “Ketika Jibril berada di sisi Rasulullah, tiba-tiba terdengar suara dari atas, lalu Jibril melihat ke langit dan berkata: “Ini pintu langit yg baru dibuka yg sbelumnya tdk pernah dibuka”. Lalu turun seorang malaikat dan berkata: “Bergembiralah dengan dua cahaya yg diberikan kpdmu yg tdk pernah diberikan kpd nabi sblummu: Al Fatihah dan (2 ayat) akhir surat Al Baqarah”.

4. Org yg membacanya akan dijawab oleh Allah.
Dasarnya hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah, Nabi bersabda: “Allah berfirman: “Aku membagi shalat (al fatihah) menjadi dua.. Bila hambaKu berkata: AlHamdulillah Rabbil’alamiin. Allah berfirman: “HambaKu memujiKu”…

HADITS PALSU TENTANG LARANGAN MEMUKUL ANAK KECIL YANG MENANGIS

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

(*) Diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda:

لا تضربوا أولادكم على بكائهم ، فبكاء الصبي أربعة أشهر : شهادة أن لا إله إلا الله ، وأربعة أشهر : الصلاة على محمد صلى الله عليه وسلم ، وأربعة أشهر : دعاء لوالديه

Artinya: ”Janganlah kamu pukul anak-anak kamu disebabkan
mereka menangis (dalam masa setahun, pent). Karena pada empat bulan pertama kelahirannya ia bersyahadat LAA ILAAHA ILLALLAH. Pada empat bulan kedua ia bersholawat kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam. Dan pada empat bulan berikutnya ia mendoakan (kebaikan) bagi kedua orang tuanya.”. (Diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Umar radhiyallahu anhu).

(*) DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya PALSU (Maudhu’) sebagaimana dinyatakan oleh imam Ibnul Jauzi di dlm kitab Al-Maudhuu’aat (I/233), dan Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolani di dlm kitab Lisaan Al-Miizaan.

» Dan Al-Khothib Al-Baghdadi menilainya sebagai hadits yg sangat Munkar. (Lihat Tarikh Baghdad XI/336).

Demikian keterangan singkat tentang derajat hadits ini yg sering beredar melalui Broadcast maupun selainnya. Wallahu a’lam bish-showab. (Jumat, 10 Mei 2013).

» SUMBER: BBG Majlis Hadits, chat room Hadits Dho’if dan Palsu.

(*) Blog Dakwah Kami:
http://abufawaz.wordpress.com

Menebar Cahaya Sunnah