All posts by BBG Al Ilmu

Jatuh Cinta…

kata orang..
jatuh cinta itu lumrah..
sudah fitrah manusia..
tapi menyibukkan hati dari berdzikir..
selalu ingat si dia..
dalam banyak aktivitas..
padahal kata ulama..
mengingat manusia itu penyakit..
sedangkan mengingat Allah itu penawar kegundahan hati..

kata orang..
jatuh cinta itu indah..
tapi membuat mabuk kepayang..
sebetulnya jatuh cinta itu siksaan batin..
tersiksa oleh kekhawatiran..
tersiksa oleh kerinduan..
tersiksa oleh khayalan dan angan angan..
padahal belum tentu jodoh..
apalagi lelaki yang sudah beristri..
ketika jatuh cinta kepada wanita lain..
ia dijadikan lupa kepada yang halal..
dan sibuk dengan yang haram..

bertepuk sebelah tangan.. 
jatuh cinta tak berguna..
menderita di dunia sebelum di akhirat..
bagai mengejar fatamorgana..
padahal ada cinta yang tak kan pernah bertepuk sebelah tangan..
ia adalah cinta kepada Allah..
cinta yang memberi keindahan hidup..
cinta yang tak ada lagi di atasnya cinta..
rindu kepada Ar Rahman..
merasakan kenikmatan batin ketika asyik berduaan denganNya..

untuk itulah kita hidup..
untuk itu pula kita meninggal..
ya Rabb..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 

Tak Ingin Ku Ucapkan…

Aku tak ingin mengucapkan selamat untukmu..
Karena tuhanku hanya satu..
Pencipta langit dan bumi..
Dan pencipta sesembahanmu selain Dia..

Tuhanku Maha Esa..
Ia tidak melahirkan dan tidak dilahirkan..
Dan tidak ada yang sebanding dengan-Nya..
Tuhanku adalah Allah, Robbku dan Robb kalian..
Bukan Nabi Isa..
Bukan matahari..
Bukan pula makhluk lain yang lemah..

Tak pantas aku ucapkan selamat untukmu..
Karena kamu mempersekutukan Allah yang sempurna..
Dengan makhluk yang tidak sempurna..
Kamu rayakan kelahiran tuhanmu..
Padahal tuhan tak pernah dilahirkan tidak pula melahirkan..

Dia Allah tidak membutuhkan anak..
Tidak juga semua makhluk-Nya..
Justru semua makhluk-Nya butuh kepada Dia..
Kamu mengatakan Nabi Isa ‘alayhissalam itu Tuhan..
kelak di hari kiamat kamu akan melihat siapa Tuhan sebenarnya..
Bahkan Nabi Isa ‘alayhissalam pun akan ditanya oleh Allah..
“Hai Isa..
apakah kamu dahulu pernah mengatakan..
Ambil aku dan ibuku sebagai tuhan selain Allah..”
Nabi Isa ‘alayhissalam menjawab : “Maha suci Engkau ya Allah..
Tak berhak aku mengatakan demikian..
Yang aku katakan adalah yang Engkau perintahkan kepadaku..
Agar kamu hanya menyembah Allah saja..
Tuhanku dan tuhanmu..”

Demikian yang diceritakan oleh Allah tuhanku..
Dalam kitab-Nya yang suci..
Yang tak pernah berubah sepanjang masa..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

 

da2312162225

Sanksi Terberat…

.
.
WASPADALAH…!
.
Contoh:
.
Adakah rasa gembira di hati anda ketika melihat rekening koran di akhir bulan dan mendapatkan bahwa nilai tabungan anda bertambah karena pihak bank memberikan riba dan sejenisnya..?
.
Jika iya, maka waspadalah saudaraku… Segera memohon ampun kepada Allah ‘azza wa jalla karena ini termasuk sangsi dari Allah… Iya sangsi, karena Allah telah mengharamkan riba (Al Baqoroh : 275) dan Allah beserta Rosul-Nya memerangi riba (Al Baqoroh : 278-279)… lalu kita bergembira dengan harta haram ini ?!.. Segeralah keluarkan harta riba tsb…
.
Semoga bermanfa’at, baarakallahu fiik
.
.
#riba
#haram
#bank

Diantara Tanda Kebahagiaan…

Berkata Al-Imam Asy-Syatibi rohimahullah :

من علامات السعادة على العبد :

❶ – تيسير الطاعة عليه.
❷ – وموافقة السنة في أفعاله.
❸ – وصحبته لأهل الصلاح.
❹ – وحسن أخلاقه مع إخوانه.
❺ – وبذل معروفه للخلق.
➏ – واهتمامه للمسلمين.
➐ – ومراعاته لأوقاته.

Diantara tanda-tanda kebahagiaan seorang hamba :

⚉  Kemudahan dalam melakukan keta’atan.
⚉  Amal perbuatannya yang sesuai sunnah.
⚉  Berteman dengan orang yang sholeh.
⚉  Akhlak yang baik terhadap saudaranya.
⚉  Mencurahkan kebaikan/manfa’at kepada makhluk.
⚉  Perhatiannya terhadap kaum muslimin.
⚉  Penjagaannya terhadap waktu.

Al-I’tishom : 2/152.

Ustadz Fachruddin Nu’man MA,  حفظه الله تعالى 

KITAB FIQIH – Apakah Sujud Tilawah Harus Dalam Keadaan Berwudhu..?

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Keutamaan Sujud Tilawah bisa di baca di SINI

=======

⚉   Apakah disyaratkan dalam sujud tilawah harus diatas kesucian/ berwudhu sebagaimana halnya sholat ?

Dalam Shohih Bukhori disebutkan secara mu’alaq bahwa Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhumaa sujud dengan tanpa/diatas wudhu, ini pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Hazm rohimahullah dalam kitabnya Al Muhala’ dimana ia mengatakan : “Dan sujud tilawah di syari’atkan baik dalam sholat fardhu maupun sholat sunnah, baik dalam sholat maupun diluar sholat, baik diatas wudhu maupun tidak diatas wudhu.”

Dan Ibnu Taimiyah rohimahullah juga menyebutkan dalam kitabnya Al Ikhtyaarod nya hal-60 bahwa : “Sujud tilawah itu tidak sama dengan sholat, sehingga tidak di syaratkan padanya syarat-syarat sholat, maka boleh walaupun tidak diatas kesucian.”

Imam Asy Syaukani rohimahullah juga berkata ; “tidak ada satupun dalam hadits-hadits mengenai sujud tilawah yang menunjukkan bahwa orang yang sujud tilawah harus dalam keadaan berwudhu.”

Dan inilah pendapat yang paling rojih bahwa : Sujud tilawah, tidak disyaratkan harus diatas kesucian apabila itu diluar sholat.

⚉  Apakah disyari’atkan takbir untuk sujud tilawah apabila itu diluar sholat ?

Yang rojih: Tidak di syaratkan takbir dan tidak di haruskan, adapun di dalam sholat maka yang shohih tetap di syariatkan untuk takbir.

⚉  Ketika sujud tilawah apakah ada bacaan khusus ?

Ada satu hadits yang diikhtilafkan apakah ia shohih atau dho’if ;

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ

“Wajahku bersujud pada Dzat Yang menciptakannya, serta membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya serta kekuatan-Nya.”

Di shohihkan oleh Syaikh Albani Rohimahullah namun kebanyakan ulama mendho’ifkan hadits ini.

Ada juga do’a :

“اَللّهُمَّ احْطِطْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا، وَاكْتُبْ لِي بِهَا أَجْرًا، وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا.”

“Ya Allah, hapuslah dosaku dengannya. Catatlah ia sebagai pahalaku. Dan jadikanlah ia simpananku di sisi-Mu.”

Ini juga yang di shohihkan oleh Syaikh Albani Rohimahullah, dan banyak ulama juga mendho’ifkan, sehingga sebagian ulama mengatakan bahwa sujud tilawah cukup membaca seperti apa yang dibaca dalam sujud kita.

⚉  Apakah orang yang mendengarkan bacaan orang sedang membaca disyari’atkan juga untuk sujud ?

Ini mengikuti keadaan orang yang membacanya, apabila yang membacanya sujud maka kita sujud, apabila yang membacanya tidak sujud maka kita tidak ikut sujud.

Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhu ia berkata, “adalah Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam membacakannya kepada kami surat yang didalamnya ada sujud tilawah, lalu beliaupun sujud kamipun sujud.” HR Bukhari dan Muslim

Dalam sholat jahriah (yang keras), disyari’atkan untuk imam demikian pula untuk orang yang sholat sendirian untuk sujud ketika melewati ayat sajdah.

Dan apabila imam sujud maka ma’mum wajib untuk mengikuti imam tersebut.

Disebutkan didalam hadits Abu Roofi’ rodhiyallahu ‘anhu ia berkata, Aku sholat bersama Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu sholat isya’ dan membaca surat Al Insyiqoq maka beliaupun sujud, lalu aku berkata, “apa ini ?” Kata Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu, “aku sujud dibelakang Rosullullah shollallahu ‘alayhi wasallam ketika beliau membaca surat ini, maka akupun senantiasa sujud jika membaca surat ini sampai aku meninggal dunia.”

Adapun sholat yang sirriyah (yang tidak dikeraskan) maka Imam Malik mengatakan itu makruh, dan ini adalah pendapat sebagian Hanafiyah.

Syaikh Albani Rohimahullah mengatakan : “Bahwa inilah yang Haq dan itu adalah merupakan lahiriyah pendapat Imam bin Hambal.”
.
.
Wallahu a’lam
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Apakah Harus Menutup Aurat Saat Sujud Tilawah..?
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…

Kubur, BUKAN Tempat Peristirahatan Terakhir…

Kubur, BUKAN tempat peristirahatan terakhir
======================

“Salah, orang yang mengatakan tentang orang mati, bahwa dia telah pindah ke tempat tinggal terakhirnya !

Karena tempat tinggal terakhir itu surga atau neraka.

Jika seseorang benar-benar meyakini kalimat itu, tentu dia KAFIR, karena orang yang mengatakan bahwa tempat tinggal terakhir itu kuburan, berarti dia mengingkari hari ba’ats (dibangkitkannya manusia dari kubur)…

Dan sayangnya, kalimat itu telah menyebar di tengah-tengah manusia, makanya kita sering mendengarnya, baik di media cetak maupun di media lainnya, padahal ini kesalahan.”

[Syaikh ‘Utsaimin -rohimahullah- dalam kitab beliau Syarah Akidah Ahlussunnah wal Jamaa’ah, hal 394].

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

 

da1705161611

Kaidah Ushul Fiqih Ke 51 : Terkadang Ibadah Yang Tidak Utama Menjadi Lebih Utama Dalam Keadaan Tertentu…

Pembahasan ini merujuk kepada kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-50) bisa di baca di SINI

=======

🍀 Kaidah yang ke 51 🍀

👉🏼  Terkadang ibadah yang tidak utama menjadi lebih utama dalam keadaan tertentu.

Contohnya :
⚉  Sholat Zhuhur lebih utama di awal waktu. Tapi ketika sangat panas maka yang lebih utama diakhirkan.

⚉  Dzikir yang paling utama adalah membaca al qur’an. Tetapi ketika adzan berkumandang maka yang paling utama adalah menjawab adzan.

⚉  Di saat suatu ibadah lebih mengena di hati, maka menjadi lebih utama. Seperti ketika berdzikir lebih khusyu dan terasa di hati, maka itu lebih utama dari membaca alqur’an dalam keadaan tidak bisa khusyu.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page:
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/
.
KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-19

Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 18) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 19 🌿

Diantara perkara yang menghalangi seseorang dari kebenaran yaitu…

⚉   Keadaan orang yang menyampaikan kebenaran [ حال المتكلم بالحق ]

Maksudnya.. terkadang orang yang menyampaikan kebenaran itu jatuh misalnya kepada sebagian dosa besar.
Gara-gara itu, karena yang menyampaikan kebenaran ini ternyata jatuh kepada dosa besar, maka orang-orang menjadi lari darinya. Dan orang-orang itu tidak mau menerima apa yang ia sampaikan walaupun itu kebenaran.

Oleh karena itulah.. orang-orang benci kepada kebenaran.
Diantara cara mereka untuk menghalang-halangi manusia dari kebenaran, yaitu mencari-cari kesalahan orang yang menyampaikan kebenaran tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh Fir’aun ketika di dakwahi oleh Nabi Musa ‘alaihish-sholatu wassalam kepada Tauhid, apa kata Fir’aun kepada Nabi Musa ?! Allah berfirman [QS Asyu’ara : 18-19]

أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًا وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ
‎وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ الَّتِي فَعَلْتَ وَأَنْتَ مِنَ الْكَافِرِينَ

“Bukankah kami sudah membesarkan kamu semenjak kecil dan kamu tinggal kepada kami pada waktu yang panjang, lalu kamu melakukan perbuatan kamu itu”

Maksudnya yaitu: Nabi Musa waktu itu pernah memukul salah satu kaumnya Fir’aun sampai mati. Maka Fir’aun pun mengingatkan hal itu, menyebutkan hal itu bahwa Nabi Musa melakukan perbuatan itu,

Allah mengatakan:

‎وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ الَّتِي فَعَلْتَ وَأَنْتَ مِنَ الْكَافِرِينَ

“Kalau kamu melakukan perbuatan yang kamu telah perbuat tersebut, dan kamu termasuk orang-orang kafir waktu itu.”

Disini Fir’aun sengaja menyebutkan kesalahan Nabi Musa terdahulu untuk menghalang-halangi manusia dari menerima dakwah beliau.

Persis seperti di zaman ini, dimana di zaman ini, orang-orang yang benci kepada kebenaran berusaha mencari-cari ucapan atau perkataan atau kesalahan-kesalahan seorang ustadz yang menyampaikan kepada kebenaran lalu di viralkan.
Tujuannya apa ?
Supaya membuat orang lari dari ustadz tersebut, agar orang tidak mau menerima kebenaran tersebut.

Padahal kalau kita mencari kesalahan semua orang, setiap orang pasti akan ada kesalahan.

Maka dari itulah pernah orang-orang Mesir datang kepada ‘Umar bin Khothhob rodhiyallahu ‘anhu.
Diceritakan oleh Al Hasan Al Basri rohimahullah bahwa ada orang-orang datang kepada Abdullah bin ‘Amr di Mesir dan berkata: Kami menemukan dalam Alqur’an perkara-perkara yang di perintahkan untuk diamalkan, tapi banyak orang Islam yang tidak mengamalkan”.

Kami ingin bertemu dengan Amir al-Mu’minin, lalu kemudian orang-orang Mesir itu pergilah kepada ‘Umar, kemudian ‘Umar pun mengumpulkan mereka, kemudian ‘Umar berkata kepada mereka orang-orang mesir itu, “Aku mau tanya kalian, apakah kalian sudah membaca Alqur’an ? Seluruhnya ?”.
Kata mereka, “Sudah”
Kata ‘Umar, “Apakah kalian sudah mengamalkan semua pada diri kalian ?”
Kata mereka, “Tidak”
Kata ‘Umar, “Apakah kamu sudah mengamalkan dalam matamu, dalam lafazmu, dalam kehidupanmu sehari-hari ?” Maka mereka pun diam.”

(Kisah tersebut dikeluarkan oleh ath-Thobariy dalam kitab Jaami’ul Bayaan, dan Ibnu Katsir mengatakan sanadnya shohih.)

Maksudnya bahwa orang yang membawa kebenaran pasti tidak lepas dari kesalahan, suatu ketika ia akan jatuh kepada dosa kecil ataupun dosa besar bahkan.., tapi ketika ia berusaha untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tentu itu kebaikan buat dia, namun kemudian orang yang tidak suka, berusaha mencari kesalahan-kesalahan tersebut untuk diviralkan dengan tujuan supaya manusia lari dari pembawa kebenaran tersebut.
Allahulmusta’aan

Ini adalah salah satu tata cara iblis dan bala tentaranya menghalang-halangi manusia dari kebenaran.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN