All posts by BBG Al Ilmu

Berbeda Namun Sejatinya Bersepakat…

⚉  ‎Imam Malik berfatwa anjing tidak najis walau jilatannya wajib dibasuh 7x dan salah satunya dengan menggunakan tanah.

Mayoritas ulama’ berfatwa jilatan anjing najis besar.

⚉  ‎Imam Abu Hanifah tidak mensyaratian bacaan fatihah dalam sholat.

Mayoritas ulama menganggap bacaan fatihah sebagai rukun shalat.

Dan masih banyak lagi kasus serupa.

Mereka berbeda fatwa namun sejatinya mereka bersepakat, dalam:
1. Sumber agama mereka adalah Al Qur’an dan As Sunnah.

2. Fatwa fatwa mereka di atas dihasilkan dari kajian terhadap dalil dengan metodologi yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.

3. Tidak ada unsur hawa nafsu atau argumen lain yang lebih diutamakan di atas Al Qur’an dan As Sunnah.

4. Metodologi yang mereka gunakan untuk mengkaji dalil mereka dapatkan dari ulama’ terdahulu sebelum mereka.

5. Beda pendapat tidak menumbuhkan kesombongan atau kebencian kepada ulama’ lain yang menyelisihi fatwanya. Karena yang menjadi tinjauan utama mereka adalah alasan/dalil dan metodologi masing masing dalam memahami dalil, bukan hasil akhir dari kajiannya. Sehingga dahulu di kalangan ulama’ bila terjadi perbedaan pendapat, masing masing menanyakan dalil saudaranya dengan berkata:

ما حملك على هذا ؟

“Apa dalil yang mendorongmu berpendapat/melakukan demikian ?”

Bila telah mengetahui dalil dan cara pendalilan saudaranya maka tidak dilanjutkan dengan tuduhan sesat atau lainnya.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Amalan Yang Lebih Baik Dari Jihad..?

Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhuma ditanya tentang jihad. Beliau menjawab :

ألا أدلك على خير من الجهاد؟ تبني مسجدا وتعلم فيه الفرائض والسنة والفقه في الدين.

“Maukah engkau aku tunjukkan amalan yang lebih baik daripada jihad..?
Engkau membangun masjid, lalu di dalamnya engkau ajarkan hal-hal yang wajib, yang sunnah, dan fikih (mendalami) agama.”

Jami’ Bayani al-‘Ilmi wa Fadhlihi 1/38 ]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

Benci Tidak Selalu Menjauhi Atau Menghukumi

Benci tidak selalu menjauhi atau menghukumi.

Anda benci kepada kebodohan, namun bukan berarti anda harus menjauhi mereka, kadang kala anda harus mendatangi mereka untuk mengajari mereka.

Benci kepada pelaku kesyirikan sering kali menuntut anda untuk mendatangi mereka untuk mendakwahi mereka.

Namun kadang kala anda tak kuasa untuk banyak berbuat apalagi melawan, anda hanya kuasa untuk diam, karena ternyata pelaku kekufuran atau kemaksiatan tersebut adalah orang tua anda.

Atau mereka adalah masyarakat sekitar anda, sehingga anda tetap berinteraksi sosial dengan mereka.

Diam bukan berarti menyetujui, namun tetap benci.

Walaupun bisa jadi anda kuasa melakukan pengingkaran atau menunjukkan sikap, satu hal yang belum tentu kuasa dilakukan oleh orang selain anda.

Sesatkah orang yang karena suatu alasan apalagi tidak menunjukkan sikap atau kebencian dan pengingkaran ?

Bila semua itu dilakukan karena tujuan yang dibenarkan, bukan sekedar kemalasan atau kepentingan dunia semata, maka keduanya tidak layak dicela.

Bahkan kadang kala anda benci namun tetap bermanis muka demi kepentingan yang lebih besar atau menghindari kerugian yang lebih berat.

Nabi shollalahu ‘alaihi wa sallam mengurungkan atau menunda keinginan untuk memugar bangunan Ka’bah demi menghindari kekacauann yang lebih berat.

Sebagaimana beliau tidak mengizinkan para sahabat untuk meng-eksekusi orang orang munafiq, demi menghindari kesan buruk terhadap Islam dan ummat Islam; tega membunuh kawan sendiri.

Jadi manhaj itu bukan produk kaku namun sebaiknya luwes dan sangat akomodir terhadap perubahan dan perbedaan kondisi, figur dan tujuan.

Semoga mencerahkan.

Penulis,
Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Gallery – Renungan 1 s/d 30 Ramadhan 1440/2019…

Selama bulan ramadhan 1440/2019, kami posting tausiyah harian dari tanggal 1 s/d 30 ramadhan. Bila anda belum sempat mengikutinya, kami mencoba menghadirkannya kembali dalam bentuk gallery

Silahkan KLIK gambar pertama, lalu setelah itu gambar bisa digeser ke kiri/kanan. Untuk kembali ke page semula, klik tanda X yang tampak di kanan atas gallery.  Semoga bermanfa’at, baarokallahu fiik
.

Jadilah Seperti Butiran Gula Pasir

Akhi Ukhti…

Orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat buat orang lain (begitulah pesan Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam)

Berapa banyak manfaat yang kau berikan pada orang lain ?
Orang tuamu
Pasangan hidupmu
Keluargamu
Kerabatmu
Tetanggamu
Sahabatmu
Masyarakatmu
Dan negerimu ?

Jangan dibalik pertanyaannya, apa yang diberikan orang padaku ?

Ada yang berpesan:
JADILAH SEPERTI BUTIRAN GULA PASIR
WALAUPUN DIA TELAH LARUT DAN MENGHILANG WUJUDNYA
DIA TETAP MENINGGALKAN RASA MANIS

Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى

Katakan Tidak Tahu Bila Memang Tidak Tahu

Jangan sampai kita menipu dan mengkhianati saudara sendiri .. katakan: “saya tidak tahu”, bila memang tidak tahu.

Syeikh Utsaimin -rohimahullah- mengatakan:

“Seandainya ada orang bertanya tentang jalan menuju daerah tertentu, lalu kamu katakan: ‘Jalannya lewat sini..’, padahal kamu tidak tahu, tentu orang-orang akan menganggap itu sebagai tindakan khianat dan menipu.

Bagaimana kamu akan mengatakan tentang jalan menuju Surga -yaitu syariat yang diturunkan Allah-, padahal kamu tidak tahu tentang itu sama sekali !”

[Ad-Dhiya’ Al-Lami’ 322]

Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

 

Kesyirikan Biang Suburnya Hizbiyah…

Fanatisme kepada apapun selain kebenaran, adalah bentuk nyata dari hizbiyah kepada selain Allah dan Rasul-Nya.

Bila fanatisme anda kepada guru kelewat batas, walaupun dia adalah seorang Imam semisal Imam Malik bahkan kepada seorang sahabat semisal sahabat Abu Bakar atau Umar, maka anda pasti terjerumus dalam kesyirikan.

Fanatisme anda menyebabkan anda mengutamakan pendapat dan sikap figur tersebut walau terbukti menyelisihi dalil.

Kalaupun anda tidak membela minimal anda benci kepada yang menentang pendapat atau sikap tersebut.

Inilah sejatinya kesyirikan yang sering terlupakan.

Sebagaimana gaji dan jabatan yang menyebabkan anda buta mata membela juragan anda, tanpa peduli salah atau benar, maka itulah bentuk dari kesyirikan, walaupun yang mengangkat anda sebagai pejabat adalah seorang raja apalagi sekedar seorang juragan atau pesuruh perkumpulan.

Jadi syirik itu bukan hanya urusan kuburan atau sesajian, namun syirik itu adalah sikap menduakan Allah dalam jiwa anda, yang terefleksi pada ucapan atau tindakan.

Semoga bermanfaat.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Buat Yang Mau Nazhor Akhwat…

Syaikh Utsaimin rohimahullah menyebutkan 5 syarat :

Pertama: Mempunyai keinginan yang kuat untuk menikah. Bukan hanya sekedar pilih pilih.

Kedua: Kuat dugaan diterima oleh wali si akhwat. Ini jika tidak ada kesepakatan sebelumnya dengan wali akhwat.

Ketiga: Tidak berdua-duaan. Wajib ditemani mahramnya.

Keempat: Melihat bagian tubuh yang biasa tampak di rumahnya di hadapan mahramnya. Seperti wajah, rambut, hasta, tangan, kaki dan sebagian betis.

Kelima: Tidak berlezat-lezatan dengan mengobrol dengannya. Termasuk ngobrol di telphon atau chattingan dan sebagainya.

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى