Simak penjelasan Ustadz Mubarak Bamualim Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
ARTIKEL TERKAIT
Keutamaan Sholat Isya Dan Shubuh Berjama’ah Di Masjid
Simak penjelasan Ustadz Mubarak Bamualim Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
ARTIKEL TERKAIT
Keutamaan Sholat Isya Dan Shubuh Berjama’ah Di Masjid
simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
simak haditsnya yang dibacakan oleh Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini
Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,
والذي شاهدناه نحن وغيرنا وعرفناه بالتجارب: أنه ما ظهرت المعازف وآلات اللهو في قوم وفشت فيهم واشتغلوا بها إلا سلط الله عليهم العدو، وبُلوا بالقحط والجدب وولاة السوء، والعاقل يتأمل أحوال العالم وينظر، والله المستعان
“Yang kita saksikan, dan selain kita dan kami mengetahuinya berdasarkan pengalaman, bahwa tidaklah tersebar alat alat musik dan alat alat yang melalaikan pada suatu kaum dan mereka sibuk dengannya kecuali Allah berikan kepada musuh kekuasaan atas mereka.
Ditimpa kekeringan, kelaparan, dan pemimpin yang buruk. Orang yang berakal selalu memperhatikan keadaan alam dan melihat. Allah lah tempat meminta pertolongan..”
(Madaarijussalikin 1/500)
Penterjemah,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى tentang hadits keutamaan sholat isya dan shubuh berjama’ah di masjid (Kitab Mukhtashor Shohih Muslim)
ARTIKEL TERKAIT
Perintah Menghadiri Sholat Isya Dan Shubuh Berjama’ah Di Masjid
Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللهَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ وَمَعَالِيَ اْلأَخْلاَقِ وَيُبْغِضُ سِفْسَافَهَا.
“Sesungguhnya Allah Maha Pemurah menyukai kedermawanan dan akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah/hina..”
HR. Al-Hakim (I/48), Dishohihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shohiihah (no. 1378).
Diantara kandungan faidah hadits ini adalah petunjuk untuk bersemangat untuk melakukan perkara-perkara yang tinggi dan besar dalam urusan agama dan urusan dunia dan menjauhi urusan-urusan yang receh dan rendah..
• Sebagai umat Nabi kita berusaha terus dekat dengan al-Qur’an, membaca, dan menghapalkannya
• ikuti acara-acara yang bermanfaat
• hindari menonton hal-hal yang kurang manfaat, semisal, acara makannya youtuber fulan/fulanah, atau tiktoker fulan/fulanah, mereka pergi kemana, liburan dimana, makan apa, minum apa, kenapa fulan atau fulanah cerai, dst..
Hidup kosong, perhatian terhadap hal-hal recehan .. apakah kita dicipta untuk hal ini..?
Siapkanlah bekal yang baik untuk alam kubur kita dan untuk Akhirat kita..
Penulis,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى
Ibnu Muflih -rohimahullah- mengatakan,
“Sungguh mengherankan .. banyak orang meratapi :
– rusaknya negeri,
– sedikitnya rezeki,
– masa yang buruk, dan
– mahalnya barang-barang..
Tapi, tidak pernah sekalipun mereka meratapi :
– terasingnya agama ini,
– matinya sunnah Nabi, dan
– tersebarnya bid’ah.
Mereka juga tidak menangisi kurangnya mereka dalam beramal.
Sebabnya, karena lemahnya iman mereka dan agungnya dunia di mata mereka..”
(Adab Syar’iyyah 3/240)
Penterjemah,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
Dalam hadits dari Qobishoh rodhiyallahu ‘anhu, Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam menyebutkan tiga keadaan bolehnya meminta minta. Lalu diakhir hadits Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
وما سِواهنَّ مِن المَسألةِ يا قَبيصةُ سُحتٌ، يأكُلُها صاحِبُها سُحتًا.
“Meminta minta selain keadaan tersebut wahai Qobishoh adalah suht (keharaman) yang dimakan oleh pelakunya..” (HR. Attirmidzi)
Perhatikanlah sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam, ”yang dimakan oleh pelakunya..” memberikan faidah bahwa meminta minta yang haram itu untuk keuntungan pribadi.
Adapun mengiklankan pembangunan masjid atau memberitahu orang kaya tentang orang yang sedang susah .. maka itu tidak termasuk meminta minta.
Sebagaimana pernah Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam melihat kaum Mudhar yang datang dalam keadaan susah dan fakir. Maka selesai sholat beliau bersabda,
تَصَدَّقَ رَجُلٌ مِن دِينَارِهِ، مِن دِرْهَمِهِ، مِن ثَوْبِهِ، مِن صَاعِ بُرِّهِ، مِن صَاعِ تَمْرِهِ، حتَّى قالَ: ولو بشِقِّ تَمْرَةٍ
“Hendaknya seseorang bersedekah dengan dinarnya, dirhamnya, bajunya, satu sho’ dari gandumnya atau kurma sampai beliau berkata walaupun setengah kurma..” (HR Muslim)
Bahkan itu termasuk menunjukkan orang lain kepada kebaikan. Sebagaimana dalam hadits bahwa ada seorang laki laki datang kepada Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam meminta hewan tunggangan. Lalu Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam menyuruhnya untuk meminta kepada seseorang. Lalu orang itu diberikan hewan tunggangan. Maka beliau bersabda:
إنَّ الدالَ على الخيرِ كفاعلِه
“Sesungguhnya orang yang menunjukkan kepada kebaikan sama seperti melakukannya..” (HR. Attirmidzi)
Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Al Hasan Al Bashri rohimahullah berkata,
يا ابن آدم، إن لك قولا وعملا، وسرا وعلانية، وعملك أولى بك من قولك، وسرك أولى بك من علانيتك
“Wahai anak Adam, engkau memiliki ucapan dan amal, lahir dan batin. Amalmu lebih layak untuk engkau (perbaiki) dari ucapanmu. Dan batinmu lebih layak untuk engkau (perbaiki) dari lahirmu..”
(Az Zuhd karya Imam Ahmad)
Banyak kita yang sibuk menperbaiki lahirnya..
Memperbaiki badannya agar terlihat kekar..
Memperbaiki wajahnya agar terlihat menarik..
Memperbaiki ucapannya dengan mengikuti berbagai kursus..
Namun semua itu tak ada gunanya di sisi Allah..
Yang Allah lihat adalah amal perbuatan dan batin kita..
Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ لا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian. Akan tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian..”
(HR. Al Bukhari dan Muslim)
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rohimahullah ditanya,
“Apakah futur dari amal sholeh setelah Ramadhan menunjukkan bahwa amalku tidak diterima..? Aku merasa futur dan aku khawatir jika amalku tidak diterima..”
Beliau menjawab,
لا، ليس دليلاً على أن الله لم يقبل منك، لكنه دليل على ضعف الهمة وعدم الرغبة، ولذلك ينبغي للإنسان أن يصبر نفسه وأن يحملها على العمل الصالح؛
“Bukan. Itu tidak menunjukkan amalmu tidak diterima. Tapi itu menunjukkan lemahnya semangatmu dan lemah keinginanmu.
Selayaknya seorang insan itu menyabarkan dirinya untuk beramal sholeh..”
(Silsilah Liqo Syahriy)
Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى