“Siapa yang memuliakanmu, maka muliakanlah ia .. dan siapa yang meremehkanmu maka muliakan dirimu darinya..”
(Roudhotul Uqola hal. 213)
Orang yang memuliakanmu..
Menunjukkan hatinya yang mulia..
Maka ia pantas untuk kamu muliakan..
Dan orang yang meremehkanmu..
Karena di hatinya ada kesombongan atau ketidak sukaan..
Maka muliakan dirimu darinya..
Untuk tidak membalasnya dengan kebodohan..
Karena itu tidak membahayakanmu..
Justru dosa untuk dia..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
(tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya)
Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdo’a dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya..”
(HR. At Tirmidzi no. 3505)
Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih
• Do’a Nabi Yunus ‘alayhissalam ini juga disebutkan dalam ayat,
(Ingatlah pula) Dzun Nuun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdo’a dalam kegelapan yang berlapis-lapis :
(tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya)
Bukan lagi tentang “siapa yang mendapatkan Lailatul Qadar” .. tapi bagaimana dapat sebanyak mungkin kemuliaan dari malam itu..?
=====
Semua yang mukmin dan beramal salih di malam Lailatul Qadar akan mendapatkan keutamaannya .. Yang berbeda adalah kadar yang dia dapatkan dari kemuliaan malam itu.
Siapa yang lebih banyak amal salihnya di malam itu, maka ia mendapatkan lebih banyak kemuliaan darinya.
Jika sekedar untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar saja .. tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak perlu i’tikaf dan menghidupkan malamnya dengan shalat, membaca Alquran dan ibadah lainnya.
Tidaklah beliau seperti itu kecuali karena beliau ingin mendapatkan kemuliaan semaksimal mungkin darinya.
Logika sederhananya, bila ada sebuah mall mengumumkan ada diskon 70 persen di semua itemnya pada 1 malam tertentu .. maka dengan membeli 1 item saja kita sudah mendapatkan keuntungan .. dan semakin banyak kita memanfaatkan diskon itu untuk membeli kebutuhan kita, maka semakin banyak kadar manfaat yang kita dapatkan darinya.
Begitu pula dengan malam Lailatul Qadar.
Pilihan ada di tangan kita .. silahkan memilih, ingin dapat banyak ataukah hanya ingin dapat sedikit dari kemuliaan malam tersebut.
Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita, amin.
Silahkan dishare, semoga bermanfaat dan Allah berkahi.
Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
مَن أنعَمَ الله عليه بقوَّةٍ أو بجمالٍ أو نحو ذلك إذا اتَّـقى الله فيه؛ كان أفضل ممَّن لم يُؤْتَ ما لم يَمْتَحِنَ فيه، فإنَّ النِّعَم مِحَنٌ
“Siapa yang diberikan oleh Allah kekuatan dan keindahan fisik dan sebagainya, apabila ia bertaqwa kepada Allah maka ia lebih utama dari orang yang tidak diberikan ujian tersebut. Karena kenikmatan itu adalah ujian..”
(Al Istiqomah 1/372)
Badan yang kuat tidak ada manfaatnya jika tidak digunakan untuk mentaati Allah..
Paras yang cantik dan ganteng akan menjadi malapetaka jika tidak disertai ketakwaan..
Semua itu adalah ujian..
Maka janganlah tertipu..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Imam Abu Bakr bin Abi Syaibah rohimahullah berkata,
الشهوة أمرها خطير وشرها جسيم،
فكم من عابد لله حولته الشهوة إلى فاسق،
وكم من عالم حولته إلى جاهل،
وكم أخرجت أناسا من الدين كانوا في نظر من يعرفهم أبعد الناس عن الضلال والانحراف .
“Syahwat itu berbahaya, dan keburukannya besar.
– Berapa banyak ahli ibadah yang berubah menjadi fasiq akibat mengikuti syahwat.
– Berapa banyak ulama menjadi jahil akibat syahwat.
– Berapa banyak orang yang kita kenal jauh dari kesesatan menjadi keluar dari agama akibat syahwat..”
(Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah 4/46)
Syahwat terhadap harta, wanita, tahta, ketenaran, dan pujian manusia..
Seringkali menutupi akal manusia..
Sehingga akal tak berfungi untuk memikirkan kebaikan..
Akibat hanya memikirkan kesenangan syahwat..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu : “Sesungguhnya aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut..” (Qs Al-Anfaal/8:9)
Sebanyak 14 sahabat rodhiyallahu ‘anhum, gugur sebagai syahid di jalan Allah dalam pertempuran ini, nama-nama mereka adalah (lihat foto).
Syaikh Abdul Qodir Al Jilani rohimahullah berkata,
كن مع الحق بلا خلق وكن مع الخلق بلا نفس
“Hendaklah saat bersama Allah tanpa makhluk. Dan saat bersama makhluk tanpa ego pribadi..”
Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,
فتأمل. ما أجل هاتين الكلمتين، مع اختصارهما، وما أجمعهما لقواعد السلوك ولكل خلق جميل؟ وفساد الخلق إنما ينشأ من توسط الخلق بينك وبين الله تعالى.
وتوسط النفس بينك وبين خلقه. فمتى عزلت الخلق – حال كونك مع الله تعالى – وعزلت النفس – حال كونك مع الخلق – فقد فزت
“Perhatikanlah betapa agungnya dua kalimat ini padahal amat ringkas, namun mencakup kaidah kaidah suluk dan akhlak yang mulia.
Karena rusaknya akhlak adalah akibat hubungan antara hamba dengan Allah dirusak oleh makhluk. Dan adanya ego pribadi saat berhubungan dengan makhluk.
Saat engkau fokus kepada Allah dan tidak mengingat makhluk saat bermunajat kepada-Nya, dan engkau tinggalkan ego pribadi saat berhubungan dengan makhluk, maka kamu akan sukses..”
(Madarijussalikin 2/310)
Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى