Category Archives: BBG Kajian

Obat Kehidupan

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: لما كان يوم حُنين آثر رسول الله صلى الله عليه وسلم ناسًا في القِسْمَة، فأعطى الأَقْرَع بن حَابِس مئة من الإبل، وأعطى عُيينة بن حِصن مثل ذلك، وأعطى نَاسًا من أشراف العَرب وآثَرَهُم يومئذ في القِسْمَة. فقال رجل: والله إن هذه قِسْمَة ما عُدل فيها، وما أُريد فيها وجه الله، فقلت: والله لأُخبرن رسول الله صلى الله عليه وسلم فأتيته فأخبرته بما قال، فتغير وجهه حتى كان كالصِّرفِ. ثم قال: «فمن يَعْدِل إذا لم يعدل الله ورسوله؟» ثم قال: «يَرحم الله موسى، قد أُوذي بأكثر من هذا فصبر». فقلت: لا جَرم لا أرفع إليه بعدها حديثًا. [متفق عليه]

Dari Abdullah bin Mas’ud roḍiyallahu ‘anhu, ia berkata,

“Ketika perang Ḥunain, Rosulullah ṣhollallahu ‘alaihi wasallam memberi bagian lebih hasil rampasan perang untuk beberapa sahabat. Beliau memberi Al-Aqra’ bin Ḥaabis seratus unta. Memberi ‘Uyainah bin Ḥiṣn juga seperti itu. Dan memberi bagian lebih kepada beberapa pemuka Arab.

Lantas seseorang berkata, “Demi Allah, ini pembagian yang tidak adil dan tidak menginginkan wajah Allah..”

Maka aku berkata, “Demi Allah, aku akan melaporkannya kepada Rosulullah ṣhollallahu ‘alaihi wasallam..” Aku pun melaporkan apa yang dia katakan tadi.

Maka wajah beliau berubah dan memerah. Kemudian beliau bersabda, “Lalu siapa yang bisa adil jika Allah dan Rosul-Nya tidak adil..?!”

Lantas beliau melanjutkan, “Semoga Allah merahmati Nabi Musa; beliau disakiti lebih dari ini, dan dia tetap bersabar..”

Maka aku pun berkata, “Tidak ada dosa, bila aku tidak melaporkan lagi kepada beliau suatu pembicaraan setelahnya..”

(Muttafaq ‘alaih).

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari hadits ini, diantaranya :

• Beliau shollallahu ‘alaihi wasallam menghibur dirinya dengan saudara-saudaranya dari para Nabi sebelumnya ketika disakiti oleh manusia.

• Maka dari sini jika salah satu dari kita memiliki anak yang durhaka dan membangkang, ambillah pelajaran dari Nabi Nuh yang memiliki putra yang durhaka.

• Jika salah satu dari kita punya ayah yang bermaksiat, ambillah pelajaran dari Nabi Ibrahim yang punya ayah yang durhaka sama Allah.

• Jika salah satu dari kita punya istri yang tidak sholihah kadang bikin jengkel, ambillah pelajaran dari Nabi Luth yang memiliki istri yang durhaka.

• Jika salah satu dari kita punya suami yang tholih (*) bahkan sering membuat sempit dan sesak dada, ambillah pelajaran dari Asiya yang punya suami fir’aun manusia yang paling durjana.

• Jika salah satu dari kita ditimpa sakit yang menahun, ambillah pelajaran dari Nabi Ayyub yang diuji sakit selama 18 tahun yang semua meninggalkannya.

• Jika salah satu dari kita kehilangan orang yang dicintainya, ambillah pelajaran dari Nabi Ya’qub yang kehilangan Nabi Yusuf sejak kecilnya.

Ketika bersabar, Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang sabar..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى

(*) Tholih memiliki makna : yang buruk/ jelek, jahat, dan keji (Kamus Al-Munawwir Hal : 858-859)

Allah Maha Mengetahui

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُوْنَ اَنْ يَّشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَآ اَبْصَارُكُمْ وَلَا جُلُوْدُكُمْ وَلٰكِنْ ظَنَنْتُمْ اَنَّ اللّٰهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيْرًا مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ (٢٢)

“Dan kamu tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu, bahkan kamu mengira Allah tidak mengetahui banyak tentang apa yang kamu lakukan.

وَذٰلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِيْ ظَنَنْتُمْ بِرَبِّكُمْ اَرْدٰىكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ (٢٣)

Dan itulah dugaanmu yang telah kamu sangkakan terhadap Tuhanmu, (dugaan itu) telah membinasakan kamu, sehingga jadilah kamu termasuk orang yang rugi..”

(Qs. Fussilat ayat 22-23)

Akibat buruk sangka kepada Allah..
Bahwa ilmu Allah tidak meliputi segala sesuatu..
Membuat binasa dan merugi di dunia dan akherat..

Maka beriman bahwa Allah Maha mengetahui, menimbulkan banyak kemuliaan..
– yakin bahwa ketentuan Allah itu yang terbaik,
– waspada untuk tidak berbuat maksiat walaupun sedang sendiri,
– mengimani semua yang dikabarkan oleh Allah walaupun akal kita tak mampu menjangkaunya,
– dan lain sebagainya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kabar Gembira

Uqbah bin Amir rodhiyallahu ‘anhu berkata,

خَرَجَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ وَنَحْنُ في الصُّفَّةِ، فَقالَ: أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَومٍ إلى بُطْحَانَ، أَوْ إلى العَقِيقِ، فَيَأْتِيَ منه بنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ في غيرِ إثْمٍ، وَلَا قَطْعِ رَحِمٍ؟ فَقُلْنَا: يا رَسولَ اللهِ، نُحِبُّ ذلكَ، قالَ: أَفلا يَغْدُو أَحَدُكُمْ إلى المَسْجِدِ فَيَعْلَمُ، أَوْ يَقْرَأُ آيَتَيْنِ مِن كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، خَيْرٌ له مِن نَاقَتَيْنِ، وَثَلَاثٌ خَيْرٌ له مِن ثَلَاثٍ، وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ له مِن أَرْبَعٍ، وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الإبِلِ.

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam keluar dan saat itu kami berada di Shuffah.

Beliau bersabda, “Siapa diantara kalian yang mau pergi ke Buthan atau ke Aqiq lalu pulang membawa dua ekor unta betina yang besar tanpa melakukan dosa dan memutuskan silaturahim..?”

Kami berkata, “Kami menyukai itu wahai Rosulullah..”

Beliau bersabda, “Tidaklah seseorang dari kalian pergi ke Masjid lalu ia berilmu atau membaca :
– dua ayat dari kitabullah ‘azza wajalla itu lebih baik dari dua ekor unta betina,
– tiga ayat lebih baik dari tiga (ekor unta betina),
– empat ayat lebih baik dari empat (ekor unta betina),
– dan sesuai jumlah ayat yang ia baca lebih baik dari unta..”

(HR. Muslim no 803)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(*) Buthan dan Aqiq adalah nama dua pasar perdagangan unta di Madinah.

(*) Unta merupakan kendaraan dan harta yang sangat istimewa di zaman Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam.

Orang Yang Dijaga Oleh Allah

Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

من حَفِظَ الله في صباه وقوته؛ حفظه اللهُ في حال كبره، وضعف قوته، ومتّعه بسمعه، وبصره، وحولِه، وقوته، وعقله

“Siapa yang menjaga Allah di masa muda dan kuatnya, maka Allah akan menjaganya di masa tua dan lemahnya. Memberinya kenikmatan pendengaran, penglihatan, kekuatan dan akal..”

(Jami’ul Uluum wal Hikam hal. 348)

Menjaga Allah dengan menjaga perintah dan larangan-Nya..
Menjaga batasan batasan syari’at-Nya..
Maka Allah pun akan menjaga dunia dan akheratnya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Ketaatan Yang Mendatangkan Kemurkaan Allah

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

وأنين المذنبين أحبُّ إلى الله مِن زجل المسبحين المدِلِّين

“Rintihan penyesalan sang pendosa lebih disukai oleh Allah dari suara tasbih orang yang ujub..”

(Madarijussalikin 1/177)

Terkadang..
Perbuatan dosa membawa pelakunya kepada keridhoan Allah..

Saat dosanya membuat ia menyesal dan kembali kepada Allah..
Saat dosanya menghancurkan keangkuhan dan kesombongannya..
Sehingga hatinya selalu merunduk malu dan tunduk di hadapan Robbnya..

Dan terkadang..
Ketaatan mendatangkan kemurkaan Allah ‘Azza wajalla..
Saat ketaatan itu disertai ujub dan meremehkan orang lain..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Muliakan Dirimu Dari Orang Yang Meremehkanmu

Ja’far bin Muhammad -rohimahumallah- berkata,

“Siapa yang memuliakanmu, maka muliakanlah ia .. dan siapa yang meremehkanmu maka muliakan dirimu darinya..”

(Roudhotul Uqola hal. 213)

Orang yang memuliakanmu..
Menunjukkan hatinya yang mulia..
Maka ia pantas untuk kamu muliakan..

Dan orang yang meremehkanmu..
Karena di hatinya ada kesombongan atau ketidak sukaan..
Maka muliakan dirimu darinya..
Untuk tidak membalasnya dengan kebodohan..
Karena itu tidak membahayakanmu..
Justru dosa untuk dia..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Do’a Nabi Yunus ‘Alayhissalaam

Simak Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى tentang beberapa kalimat yang kita dianjurkan mengucapkannya sebagai pembuka awal do’a :

DO’A NABI YUNUS ‘ALAYHISSALAM

• Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Do’a Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah,

LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH-ZHOOLIMIIN

(tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya)

Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdo’a dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya..”

(HR. At Tirmidzi no. 3505)
Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih

• Do’a Nabi Yunus ‘alayhissalam ini juga disebutkan dalam ayat,

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ ۝٨٧

(Ingatlah pula) Dzun Nuun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdo’a dalam kegelapan yang berlapis-lapis :

LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH-ZHOOLIMIIN

(tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya)

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـنْجِى الْمُؤْمِنِيْنَ ۝٨٨

Kami lalu mengabulkan (do’a)-nya dan Kami menyelamatkannya dari kedukaan. Demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang mukmin.

(Qs Al Anbiyaa 87-88)

Sebagian Orang Mengatakan : Nanti Malam Saja Sholat Tarawihnya

Sebagian orang menganggap bahwa lailatul qodar itu mulainya setelah pertengahan malam..
Padahal malam itu dimulainya dari semenjak terbenam matahari..

Maka orang yang sholat isya berjama’ah lalu sholat teraweh bersama imam sampai selesai telah mendapatkan bagian dari lailatul qodar.

Imam Malik rohimahullah menyebutkan dalam Muwatho nya dari Said bin Al Musayyib berkata:

من شهد العشاء من ليلة القدر فقد أخذ بحظه منها

“Siapa yang sholat isya di malam lailatul qodar, maka ia telah mendapatkan bagian darinya..”

Ibnu Abdil Barr rohimahullah berkata:

مثل هذا لا يكون رأيا ولا يؤخذ إلا توقيفا، ومراسيل سعيد أصح المراسيل

“Seperti ini tidak mungkin berasal dari pendapat dan tentu diambil dari dalil. Karena mursal Said bin Musayyib adalah mursal yang paling shohih..”

Walaupun tentunya orang yang menghidupkan sepanjang malam lailatul qodar dengan ibadah lebih utama dan sempurna pahalanya.

Wallahu a’lam

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى