Category Archives: BBG Kajian

Puasa Ramadhan Mengangkat Derajat Di Surga

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Marhaban Ya Ramadhan

Dahulu salafush-shalih bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan dan saling mengucapkan selamat diantara mereka..

Karena ia adalah bulan yang mulia dan kesempatan yang agung untuk mendekatkan diri kepada Allah..

Keindahan Ramadhan hanyalah dirasakan oleh orang-orang yang beriman dan berharap pahala Allah ‘Azza wa Jalla..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Sungguh Menakjubkan… Subhaanallah

TIDAK mengherankan bila seorang hamba merendahkan dirinya kepada Allah, dan terus beribadah kepada-Nya, dan tidak bosan berkhidmat kepada-Nya, karena adanya hajat dan butuhnya dia kepada-Nya..

Namun yang MENAKJUBKAN adalah bila seorang RAJA menarik rasa cinta hamba-Nya dengan bermacam-macam kenikmatan, dan menarik hati hamba-Nya dengan berbagai kebaikan, padahal Dia sama sekali tidak membutuhkan hamba tersebut..

Cukuplah sebagai KEMULIAAN, karena Anda adalah hamba-Nya… dan cukuplah sebagai KEBANGGAAN, karena Dia adalah Robb Anda..”

[Oleh: Ibnul Qoyyim -rohimahulloh-, Kitab: Al-Fawaid, hal: 35].

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA. حفظه الله تعالى

0809162214

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Di Hatimu Tersimpan Kunci Sukses Puasa dan Semua Amalanmu

Di hatimu tersimpan kunci sukses puasa dan semua amalanmu.

Bisa jadi amalan anda sama dengan amalan orang munafik, namun anda masuk surga mereka masuk neraka.

Anda beramal karena Allah, mereka beramal karena takut sama manusia.

Anda beramal karena meneladani Nabi sholalahu ‘alaihi wa sallam, namun mereka beramal demi mengamankan harta dan dunianya.

Anda beramal berdasarkan dalil, sedang mereka beramal berdasarkan kepentingan dunianya.

Anda beramal demi menjalankan perintah, sedangkan mereka beramal demi kepentingan dunianya.

Lalu kapan semuanya akan terbuka nyata..?

Di saat ajal menjemput, Allah biasanya akan menampakkan semuanya menjadi nyata, anda husnul khotimah sedangkan orang munafik su’ul khotimah.

Di alam kubur dan kemudian di akhirat, anda dikaruniai nikmat kubur dan surga, sedangkan mereka mendapat siksa kubur dan neraka jahannam.

Selamat bercermin membaca isi hati masing masing.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى.

#COVID_19 : Tentang Tidak Sholat Berjama’ah Di Masjid Saat Pandemi Virus Corona

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz, ana mau bertanya di daerah ana tidak ada yang positif korona, dan pemerintah sudah mengeluarkan surat himbauan agar tidak ada sholat berjamaah di masjid, dan di jalan2 juga mereka menghimbau agar tidak melaksanakan sholat Jum’at. Kemudian ada mesjid di komplex ana tinggal tetap melakukan sholat berjamaah. Dan ana tidak ikut sholat Jum’at dan sholat berjamaah di masjid, apakah perbuatan ana yang melakukan sholat di rumah apakah di terima ibadah sholat ana.

Mohon pencerahannya ustadz.

Jawaban:

Ikuti himbauan pemerintah, tidak adanya yang terjangkit alhamdulillah harus bersyukur kepada Allah, tapi karena ini merupakan pandemi tetap kita berjaga-jaga dan berhati-hati, karena sifat dari virus ini sangat ajiib, orang bisa terjangkiti walaupun ia terkadang tidak merasakannya, yang kasihan para manula dan orang yang sakit sekalinya terjangkiti sangat berbahaya bagi mereka, waspada dalam hal ini lebih diutamakan.. dengan kaedah

المتوقع ينزل منزلة الواقع

➡️ Sesuatu yang diprediksikan bakal terjadi dihukumi dengan sesuatu yang terjadi

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

➡️ Mencegah mafsadah lebih didahulukan daripada mengambil maslahat

Semoga manfaat

Dijawab oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى

ref: https://www.facebook.com/abuyalakurnaedicom/

JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

Bagaimana Menjawab Salam Di Sosial Media..?

PERTANYAAN:

“Assalamu’alaikum, Kita mendengar bahwa jawab salam hukumnya wajib, lalu apa hukum menjawab salam di sms? Dan bagaimana caranya ? Matur nuwun Pak Ustadz..”

Dari: Fulan

JAWABAN:

Wa ‘alaikumussalam

Pertanyaan semacam ini pernah disampaikan kepada Syaikh Abdurahman bin Nashir Al-Barrak. Jawaban yang beliau sampaikan,

الحمد لله؛ نعم يجب رد السلام مشافهة كان أو رسالة كلاما أو كتابة؛ لعموم الأدلة، كقوله تعالى: وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ، ولحديث البراء بن عازب رضي الله عنه قال: أمرنا النبي صلى الله عليه وسلم بسبع؛ وفيه: “ورد السلام”

“Alhamdulillah..,

Betul wajib menjawab salam, baik salam yang disampaikan secara lisan atau melalui surat (baca: sms), baik dijawab dengan ucapan atau melalui tulisan. Berdasarkan keumuman dalil, seperti firman Allah,

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).” (QS. An-Nisa: 86).

Juga berdasarkan hadis dari Al-Barrak bin Azib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk melakukan tujuh hal, diantaranya: “menjawab salam”

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/35181

Dari keterangan beliau, ada dua pelajaran yang bisa kita catat:

1. Salam di SMS atau email atau surat apapun dari orang lain, wajib kita jawab dengan jawaban minimal serupa

2. Cara menjawab salam di SMS atau email atau surat, tidak harus dalam bentuk tulisan. Artinya BOLEH MENJAWAB DENGAN LISAN. Semisal kita mendapat sms, ”Assalamu alaikum warahmatullah, apa kabar ?” Kita boleh balas smsnya dengan jawaban salam secara lisan, dengan mengucapkan wa alaikumus salam warahmatullah, kemudian kita tulis di sms, “Kabar baik.” Tanpa tulisan jawaban salam. Semacam ini dibolehkan dan telah menggugurkan kewajiban.

Dijawab oleh,
Ustadz Ammi Nur Baits, Lc, حفظه الله تعالى

Ref: https://konsultasisyariah.com/17253-cara-menjawab-salam-di-sms.html

Bolehkah Puasa Setelah Pertengahan Sya’ban..?

PERTANYAAN:
Ustadz, apa benar apabila telah lewat pertengahan bulan sya’ban maka tidak boleh berpuasa sunnah ?

JAWAB:
Ada sebuah hadits yang menjadi sebab perselisihan di kalangan ulama. Yaitu sabda Nabi Shollallaahu ‘alaihi Wa sallam :

إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلا تَصُومُوا

“Apabila telah pertengahan bulan sya’ban maka janganlah kamu berpuasa.” (HR Abu Daud dan Attirmidzi)

Menurut jumhur ulama hadits ini lemah. Maka berpuasa sunnah dari pertengahan sya’ban diperbolehkan.

Juga karena ada hadits lain. Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلا يَوْمَيْنِ إِلا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ

“Jangan dahului ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya kecuali orang yang terbiasa melakukan puasa.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bolehnya berpuasa setelah pertengahan sya’ban.

Sedangkan sebagian ulama lain memandangkan hadits larang berpuasa setelah pertengahan sya’ban itu shohih. Ini pendapat yang dibela oleh Ibnul Qoyyim dan Syaikh al-Albani, rohimahumallah

Sehingga atas dasar itu dilarang berpuasa setelah pertengahan sya’ban. Adapun hadits larang mendahului ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari maksudnya bagi mereka yang tidak berpuasa dari awal sya’ban.

Ini ditunjukkan oleh hadits ‘Aisyah:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ ، يَصُومُ شَعْبَانَ إِلا قَلِيلا

“Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sya’ban (hampir) seluruhnya, beliau berpuasa sya’ban kecuali sedikit saja.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dan ini adalah pendapat ulama madzhab syafi’iyah. Dan kepada pendapat ini saya condong.

Wallahu a’lam

Dijawab oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
.
.

Memilih Pasangan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus dinnya, kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari : 5090, Muslim : 1466)

🌸 Wanita yang bagus agamanya akan membantu pasangannya untuk menjalani ketaatan kepada Allah, bagus dalam mendidik anak-anaknya, bisa menjaga dirinya ketika pasangannya tidak berada disampingnya, diapun bisa menjaga harta dan rumahnya, berbeda dengan wanita yang kurang agamanya bisa jadi dapat memudharatkannya dikemudian hari…

🌸 Sebagian orang berkata : saya menikahi wanita yang kurang agamanya semoga Allah memberikan hidayah dengan tanganku, maka kami katakan padanya : kita tidak diberi beban ( taklif ) untuk masa yang akan datang, masa akan datang kita tidak tahu, bisa jadi ketika engkau menikahinya dengan maksud agar Allah memberikan hidayah kepadanya dengan tanganmu, malah justru si wanita itu yang mengubahmu, sehingga engkau menjadi celaka karenanya…

🌸 Begitu juga sebaliknya (untuk wanita) ketika datang kepadanya laki-laki fasik, kemudian mereka berkata : semoga Allah memberikan hidayah kepadanya, yang lebih buruk lagi si laki-laki yang tidak shalat…

🌸 Ketahuilah bahwa kita tidak dibebani dengan hal mustaqbal (masa yang akan datang), taklif yang kita hadapi sekarang, karena bisa jadi laki-laki yang anda kira bisa berubah menjadi baik justru menyesatkan putrimu, karena laki-laki itu sifatnya menguasai wanita, berapa banyak wanita yang baik kemudian menikah dengan laki-laki yang anda kira baik, punya agama baik, setelah tahu ternyata kurang agamanya, kemudian wanita tersebut hidup dalam ketidaknyamanan, mengeluhkan keadaannya, bahkan ia ingin lari darinya menyelamatkan agamanya, walaupun ia memiliki banyak harta, oleh karena itu berhati-hatilah dalam masalah ini, baik pihak laki-laki, demikian juga pihak wanita…”

(lihat penjelasan Syekh Muhammad bin Shalih ‘Utsaimin di kitab AsSyarhul mumti’ : 12 / 13-14 )

Nasehat Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wassalam diatas seluruh nasehat..

Baarakallahu Fiikum

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi Lc, حفظه الله تعالى

#COVID_19 : Bisa Jadi Pada Wabah Ini Banyak Kebaikan

Syekh Shalih Al-Ushaimiy حفظه الله تعالى berkata,

“Berbahagialah dan jangan bersedih, karena bisa jadi Allah menjadikan pada wabah corona ini banyak kebaikan, Allah ta’ala berfirman :

فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

“(Maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” QS An-Nisa : 19

Dan diantara kebaikannya yang paling besar yang kita rasa adalah menguatkan ubudiyah kita kepada Allah dan mempererat hubungan salah satu diantara kita dengan rumahnya yang ia pimpin..”

Dialih-bahasakan oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi Lc, حفظه الله تعالى

JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

 

#COVID_19 : Keutamaan Sedekah Air #2

Imam Al Baihaqi mengisahkan bahwa imam Al Hakim penulis kitab Al Mustadrok terkena borok di wajahnya. Ia sudah berusaha berobat setahun lamanya namun tidak ada hasil.

Beliau meminta imam Ash Shobuni mendo’akan kesembuhan untuknya di hari jum’at. Beliaupun mendo’akannya dan diaminkan oleh banyak manusia.

Di jum’at berikutnya ada seorang wanita melemparkan secarik kertas kepada imam Al Hakim.
Wanita itu berkata, Kemarin aku bersungguh sungguh berdo’a untuk kesembuhanmu. Tadi malam aku bermimpi bertemu dengan Rosulullah. Beliau berpesan kepadaku, ‘Hendaklah Abu Abdillah (Al Hakim) bersedekah air kepada manusia’

Mendengar itu beliau segera membangun tempat untuk air minum manusia.

Seminggu kemudian, borok beliau mulai sembuh dan beliaupun sembuh total.

Dialih-bahasakan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Keutamaan Sedekah Air #1
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19