Category Archives: BBG Kajian

Hakikat Ujian

Dahulu..
Para shahabat Nabi diuji oleh Allah..

Disaat berihram, binatang buruan mendekat..
Amat mudah ditangkap tanpa susah payah..

Di zaman ini kita pun diuji..
Gambar telanjang dan video porno..
Amat mudah dibuka..
Melalui smartphone, komputer dan lainnya..

“Agar Allah mengetahui siapa yang takut kepadaNya di saat sendirian. barang siapa yang berbuat zalim setelah itu, maka baginya adzab yang pedih.” (Al Maidah: 94)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

da2608140636

Bagi Yang Ingin Istiqomah Dalam Kebaikan

Bagi yang ingin istiqomah dalam kebaikan…

Maka, hendaklah diantara target utamanya menjauhi teman buruk.

Ibrahim bin Adham pernah mengatakan:

“Barangsiapa ingin bertaubat… maka hendaklah dia meninggalkan pertemanannya dengan orang (buruk) yang dulu pernah menjadi temannya.

Jika tidak demikian, dia tidak akan dapat meraih (taubat) yang diinginkannya.”

[Tarikh Dimasyq, karya: Ibnu Asakir, 6/288]
——–

Teman buruk, bukan hanya pada hal-hal yang berhubungan dengan syahwat dan hawa nafsu…

Tapi teman buruk juga ada pada hal-hal yang bersifat syubhat, bid’ah, dan kesyirikan.

Maka, jangan dekati mereka lagi, kecuali bila engkau lebih kuat pengaruhnya terhadap mereka.

Gantilah dengan sahabat yang saleh dan bisa membawamu dan menguatkanmu di atas kebaikan.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da1604160954

Tanda Dunia Telah Masuk Ke Hati

Bila kita lebih gembira ketika mendapat dunia..
Namun tak begitu gembira ketika mendapat akhirat..

Ketika kita semangat mencari dunia..
Namun tak semangat mencari akhirat..

Menjadi semangat ibadah di saat ada keuntungan dunia..
Namun ketika mendengar pahala akhirat tak seperti semangat mengharapkan keuntungan dunia..

Bila itu ada..
Ucapkanlah inna lillahi wa inna ilaihi raji’un..
Karena itu adalah musibah.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

da1403151637

Renungkan Sejenak Ni’mat Allah Yang Ada Pada Hidangan Di Depanmu

Akhi/ukhti…‬‬
‪‪Hari ini…‬‬
‪‪Kalau boleh aku meminta‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Bila kau hendak menyantap hidangan yang tersaji atau kau beli…‬‬
‪‪Cobalah merenung sejenak…‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Disebutkan oleh sebagian ulama’ “Tidaklah suatu makanan disajikan kepadamu melainkan di dalamnya ada 360  nikmat “(Syarhul Mumti’ 1/100).‬‬

‪‪Mulai dari Malaikat Mikail yang bertugas menakar hujan…

sampai ke petani yang menanam, memupuk, memanen, memikul, menjemur…‬‬

‪‪Sampai akhirnya dimasak, pakai api, gas, kuali, bumbu-bumbunya, ada garam, dll‬‬
‪‪Entahlah… sampai mana lagi…‬‬

‪‪Tapi ketahuilah… bahwa nikmat Allah itu banyak sekali…‬‬
‪‪Dan kita tak mungkin menghitungnya…‬‬

‪‪Belum lagi setelah kita makan, bagaimana proses makanan itu sampai ke seluruh tubuh kita…‬‬
‪‪Itu juga nikmat-nikmat yang sering kita lupa…

coba diskusikan bersama teman yang lagi makan bersamamu…‬‬

‪‪Tapi yang jelas, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:‬‬

‪‪ ‫إِنَّ اللهَ سبحانه و تعالى لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ: يَأْكُلُ اْلأَكْلَةَ فَيَحْمَدُهُ عَلَيْهَا، وَيَشْرَبُ الشُّرْبَةَ فَيَحْمَدُهُ عَلَيْهَا. ‬‬‬

 ‘Sesungguhnya Allah Subhanahu waTa`ala benar-benar ridha kepada hamba bila ia makan makanan lalu memuji-Nya atas hal itu, dan minum minuman lalu memuji-Nya atas hal itu”‬‬

‪‪Dan nikmat keridhaan Allah kepada kita adalah jauh lebih besar dari segala nikmat…‬‬

‪‪Maka jangan lupa untuk selalu memuji Allah setelah makan dan minum‬‬

‪‪Jangan lupa baca bismillah‬‬
‪‪Dan dengan tangan kananmu…‬‬

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى

da1011130103

Sayang Itu..

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata:

تفكرت في قول شيبان الراعي لسفيان: يا سفيان، عد منع الله لك عطاء منه لك، فإنه لم يمنعك بخلاً، إنما منعك لطفًا، فرأيته كلام من عرف الحقائق.

“Aku memikirkan perkataan Syaiban Arra’iy kepada Sufyan:

‘Wahai Sufyan, anggaplah tidak memberinya Allah kepadamu sebagai pemberian. Karena Dia tidak memberi bukan karena bakhil, tapi Dia tidak memberimu karena sayang..’

Ternyata aku dapati ucapan ini adalah ucapan orang yang memahami hakikat (ilmu)..”

[Shoidul Khothir hal. 285]

Iya..
Terkadang kita memahami sayang itu dengan selalu diberi..

Ketika Allah tidak memberi..
Hati sering suudzon kepada-Nya..
Lalu berpaling dan merasa bahwa Allah tak sayang..

Padahal bisa jadi pemberian itu membuat kita lalai..
Dan bisa jadi saat tidak diberi..
Kita terselamatkan dari banyak fitnah dunia..

Namun..
Yang memahami ini hanyalah yang yakin..
Bahwa ilmu Kita hanyalah setetes dibandingkan samudra ilmu Allah…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Cinta Berbuah Surga

Sobat ! dengan cinta, semua urusan terasa indah dan juga berbuah indah. Karenanya, letakkan cinta anda dengan bijak, agar anda tidak menyesal.

Sahabat Anas rodliaallahu ‘anhu mengisahkan bahwa: pada suatu hari ada seorang lelaki yang bertanya kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam perihal hari qiyamat.

“Kapankah qiyamat tiba ?” Nabi menjawab: “Memangnya apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya ?” Lelaki itu menjawab: “Tidak ada yang telah aku persiapkan, selain cintaku kepada Allah dan Rosul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawaban lelaki tersebut dengan bersabda: “Engkau akan senantiasa bersama-sama dengan orang yang engkau cintai.” 

أَنَّ رَجُلا سَأَلَ النبي صل الله عليه وسلم عن السَّاعَةِ، فقال مَتَى السَّاعَةُ؟ قال: وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لها؟ قال: لا شَيْءَ إلاَّ أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ صل الله عليه وسلم. فقال: (أنت مع من أَحْبَبْتَ)

Setelah meriwayatkan hadits ini, sahabat Anas rodhiallahu ‘anhu berkata: Kami tidak pernah merasa senang dengan suatu hal seperti kesenangan kami dengan sabda Nabi : “Engkau akan senantiasa bersama-sama dengan orang yang engkau cintai.” Selanjutnya sahabat Anas berkata: Aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan Umar, dan aku berharap semoga kelak aku dapat bersama-sama dengan mereka selalu, berkat cintaku kepada mereka, walaupun aku tak kuasa untuk beramal seperti amalan mereka.” [Riwayat Bukhari]

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

da1011160646

MUTIARA SALAF : Jangan Tertipu

Jangan tertipu dengan kepandaian orang dalam berbicara

Umar bin Khoththob rodhiyallahu ‘anhu berkata:

لا يعجبنكم من الرجل طَنْطَنَتُه، ولكن من أدى الأمانة وكف عن أعراض الناس فهو الرجل.

“Jangan sekali-kali kalian terkagum dengan bagusnya seseorang dalam menyampaikan ucapan (retorika), tetapi seseorang yang menunaikan amanah dan menahan diri dari membicarakan kehormatan orang lain, dialah orang yang benar-benar mulia.”

[As-Sunan al-Kubra, karya al-Baihaqy, jilid 6 hlm. 288]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

KEBAHAGIAAN… Yang Merasakannya Adalah HATI

KEBAHAGIAAN… yang merasakannya adalah HATI…

Oleh karenanya, hati menjadi KUNCI kebahagiaan seseorang… Sayang, banyak orang salah jalan, dan mencari kebagiaan dengan memanjakan jasmaninya.

Padahal harusnya dia HANYA membutuhkan SATU KUNCI kebahagiaan!!

Kunci tersebut adalah: DEKATNYA dia dengan Allah ta’ala.

1️⃣ Oleh karena itulah, Allah ta’ala berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlahlah bahwa dengan ber-DZIKIR (mengingat-Ku); hati-hati akan menjadi tenang” [Surat: Arro’d: 28]… karena dengan berdzikir mengingat Allah kita akan dekat dengan-Nya, dan kedekatan kita dengan-Nya akan menjadikan hati kita tenang dan bahagia.

2️⃣ Oleh karena itu pula, Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- mengatakan kepada sahabat tercintanya Abu Bakar, saat puncak kecemasan menghampirinya di dalam goa, sebagaimana dalam Alqur’an:

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

“Janganlah BERSEDIH, karena sungguh Allah BERSAMA kita” [Attaubah: 40]… Ya, dengan menyadari bahwa Allah bersama kita, dekat dengan kita, maka puncak kecemasan hati akan lenyap oleh kebahagiaan yang datang.

3️⃣ Oleh karena ini pula, Allah memerintahkan kepada mereka yang terkena musibah untuk mengatakan:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Sungguh kami milik ALLAH, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali” [Albaqoroh: 156]… Karena ketika kita ingat bahwa kita milik Allah, tentu kita akan merasa dekat dengan-Nya dan terhibur karenanya.

4️⃣ Oleh karenanya, ketika memerintahkan bersabar, Allah berfirman:

وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Bersabarlah kalian, karena sesungguhnya Allah BERSAMA orang-orang yang bersabar” [Al-Anfal: 46]… karena bersabar itu berat, namun rasa berat itu akan sirna dengan kebahagiaan hati karena dekatnya seseorang kepada Allah.

5️⃣ Oleh karena itu pula, hati kita merasa sangat sejuk dan bahagia, ketika kita bisa menyendiri di malam sunyi, BERSAMA Allah dalam munajat-munajat kita, sampai-sampai salah seorang ahli ibadah mengatakan:

لو يعلم الملوك وأبناء الملوك ما نحن فيه من السعادة لجالدونا عليها بالسيوف

“Seandainya para raja dan anak-anak mereka tahu KEBAHAGIAAN yang kami rasakan, tentunya mereka akan mendera kami dengan pedang-pedangnya”

6️⃣ Oleh karena ini pula, mereka yang baru MASUK ISLAM akan merasakan kebahagiaan yang tiada tara, karena kontrasnya jarak mereka dengan Allah, antara sebelum masuk Islam dengan sesudah masuk Islam… sebelum masuk Islam dia sangat jauh dari Allah, tapi setelah masuk Islam, ia jauh lebih dekat kepada Allah.

Bahkan orang yang baru bertaubat atau mengenal sunnah, biasanya sangat bahagia sekali, karena sebelumnya dia sangat jauh dari Allah, dan setelah itu dia sangat dekat kepada Allah ta’ala.

7️⃣ Kebahagiaan itu ketika KITA semua dekat dengan KEKASIH HATI KITA… Allah yang Maha Pengasih dan Maha Mengasihi.

Ya Allah sayangilah kami, dan ampunilah kami, karena kebodohan kami tentang-MU… Sungguh Engkau Maha Dekat dan sudi memperkenankan do’a kami.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da1011150042