Category Archives: BBG Kajian

Beramallah…

Dari Jabir rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Suroqoh bin Malik bin Ju’syum datang dan berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ، بَيِّنْ لَنَا دِينَنَا كَأَنَّا خُلِقْنَا الْآنَ، فِيمَا الْعَمَلُ الْيَوْمَ؟ أَفِيمَا جَفَّتْ بِهِ الْأَقْلَامُ وَجَرَتْ بِهِ الْمَقَادِيرُ؟ أَمْ فِيمَا نَسْتَقْبِلُ؟ قَالَ: لَا، بَلْ فِيمَا جَفَّتْ بِهِ الْأَقْلَامُ وَجَرَتْ بِهِ الْمَقَادِيرُ، قَالَ: فَفِيمَ الْعَمَلُ، فَقَالَ: اعْمَلُوا، فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ

“Wahai Rosulullah, berikanlah penjelasan kepada kami tentang agama kami, seakan-akan kami baru diciptakan sekarang. Untuk apakah kita beramal hari ini ? Apakah itu terjadi pada hal-hal yang pena telah kering dan takdir yang berjalan, ataukah untuk yang akan datang ?”

Beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam menjawab, “Bahkan pada hal-hal yang dengannya pena telah kering dan takdir yang berjalan”

Ia bertanya, “Lalu apa gunanya beramal ?” Beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Beramallah kalian, karena masing-masing dimudahkan (untuk melakukan sesuatu yang telah ditakdirkan untuknya)”

[HR Muslim no. 2648]

 

MUTIARA SALAF : Karena Kamu Akan Dibalas Sesuai Perbuatanmu

Abu ad-Darda’ rodhiyallahu ‘anhu berkata,

قال أبو الدرداء رضي الله عنه: “البر لا يبلى، والإثم لا ينسى، والديان لا ينام؛ فكن كما شئت، كما تدين تدان”. *الزهد للإمام أحمد

“Kebaikan tak akan usang, dan dosa tak dilupakan, dan Allah tidak tidur maka jadilah sesuai kemauanmu karena kamu akan dibalas sesuai perbuatanmu”

[ az-Zuhd Lil-Imaam Ahmad Ibn Hanbal ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

 

KITAB FIQIH – Sholat Khouf #2

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Sholat Khouf #1  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan fiqihnya.. masih tentang..

⚉ SHOLAT KHOUF

4⃣ Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam sholat dengan salah satu dari dua kelompok satu roka’at, sementara kelompok yang lain menghadap musuh. Kemudian merekapun pergi (kelompok yang sholat bersama Nabi) menggantikan kelompok kedua yang menghadap musuh.

Kemudian yang menghadap kemusuh datang untuk sholat kemudian Nabipun sholat bersama mereka satu roka’at kemudian makmum semua masing-masing meng-qodho roka’at yang tersisa. (Ini ditunjukkan oleh hadist riwayat oleh Bukhori dan Muslim)

5⃣ Satu kelompok berdiri bersama Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam sementara satu kelompok lagi menghadap kemusuh, ini kalau musuhnya berada dibelakang jadi satu kelompok sholat menghadap kiblat dan satu kelompok lagi sholat menghadap yang dibelakangnya menghadap kemusuh, dan punggung mereka menghadap kekiblat lalu mereka semua bertakbir baik yang kelompok pertama maupun kelompok kedua, kemudian beliaupun ruku’ pas sholat satu roka’at maka kelompok yang berada dibelakang beliau langsung sholat satu roka’at atau ruku’ kemudian beliau sujud lalu (mereka) sujud pula sementara yang menghadap kemusuh masih tetap menghadap kemusuh dan berdiri.

Kemudian beliaupun bangun dari roka’at pertama, lalu setelah satu roka’at pergilah kelompok yang berada dibelakang Nabi menggantikan kelompok yang menghadap kemusuh. Kemudian yang menghadap kemusuh datang lalu sholat bersama Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam, merekapun ruku’ sujud bersama Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam, kemudian sampai selesai sujud 2x kemudian datang kelompok yang tadi menghadap kemusuh merekapun kemudian ruku’ dan sujud sementara Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam menunggu dan kelompok yang dibelakangnya, sampai kemudian mereka selesai tahiyat maka merekapun semuanya salam.

6⃣ Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam sholat dengan satu kelompok satu roka’at, sementara satu kelompok menghadap kemusuh, kemudian Nabipun berdiri kemudian mereka yang ada dibelakang Nabi menyempurnakan sendiri satu roka’at lagi, sementara Nabi masih berdiri lalu kelompok yang menyelesaikan tsb setelah selesai salam pergilah datanglah kelompok yang kedua sholat bersama Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam satu roka’at, kemudian kelompok tsb menyempurnakan jumlah roka’atnya sementara Nabi tetap duduk menunggu mereka, kemudian setelah itu Nabi mengucapkan salam bersama mereka.

⚉ SHOLAT DALAM KEADAAN SANGAT KETAKUTAN

Karena tidak mungkin diadakan sholat khouf secara berjama’ah maka boleh dia sholat dalam keadaan apapun sambil berlari dan yang lainnya.

Ibnu ‘Umar berkata,

فَإِنْ كَانَ خَوْفٌ هُوَ أَشَدَّ مِنْ ذَلِكَ، صَلَّوْا رِجَالًا قِيَامًا عَلَى أَقْدَامِهِمْ أَوْ رُكْبَانًا، مُسْتَقْبِلِي القِبْلَةِ أَوْ غَيْرَ مُسْتَقْبِلِيهَا

“jika takutnya sangat ketakutan luar biasa, maka mereka boleh sholat dalam keadaan berjalan, berdiri diatas kaki kaki mereka ataupun berkendaraan adapun menghadap kiblat ataupun tidak menghadap kekiblat” (HR. Imam Muslim)

Inilah cara daripada sholat khouf.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

KITAB FIQIH – Sholat Khouf #1

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Sholatnya Orang Yang Sakit…  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan fiqihnya.. kita masuk dalam

⚉ SHOLAT KHOUF

Disini beliau menyebutkan beberapa cara daripada sholat khouf yang Nabi lakukan disaat terjadi peperangan.

Dalam kitab Ar raudhoh An Nadiyah jilid 1 hal 63-68 disebutkan beberapa cara sholat khouf sbb ;

1⃣ “Bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam sholat dengan setiap kelompok dua roka’at karena Nabi menjadikannya dua kelompok, dengan satu kelompok dua roka’at, dengan kelompok satu lagi dua roka’at, sehingga setiap kelompok mereka hanya sholat dua roka’at saja sedangkan Nabi empat roka’at.” (HR Bukhori dan Muslim)

Dari hadits Jabir, dimana Jabir berkata, “kami bersama Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam di Ridhaturriqo’, Apabila kami telah mendatangi pohon yang rindang, kami biarkan ia untuk Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam, lalu datanglah seorang musyrikin sementara Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam pedangnya tergantung dipohon lalu kemudian orang itu mengambil pedang Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam dan berkata, “kamu takut kepadaku ?” Kata Rasulullah shollallahu ‘alayhi wasallam, “Tidak.”

“Siapa yang bisa menolongmu ?” Kata Rosulullah, “Allah..” maka orang itupun jatuh, lalu kemudian ditegakkanlah sholat (maksudnya orang tsb pedangnya tiba-tiba jatuh dari tangannya) lalu ditegakkanlah sholat maka Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam sholat dengan satu kelompok dua roka’at, kemudian merekapun mundur dan sholat dengan kelompok kedua dua roka’at dan Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam sholat empat roka’at sementara mereka hanya dua roka’at.”

2⃣ “Bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam, sholat dengan setiap kelompok satu roka’at sehingga Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam sholat dua roka’at sementara kelompok tsb hanya satu roka’at saja.” (HR. Imam an-Nasa’i)
Dan ini dalam keadaan sangat genting.
Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Allah mewajibkan sholat melalui lisan Nabi kalian diwaktu mukim 4 roka’at dan diwaktu safar 2 roka’at dan disaat ketakutan cukup 1 roka’at.” (HR Imam Muslim)

3⃣ “Bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam, sholat dengan mereka semua, beliau bertakbir mereka semua bertakbir, beliau rukuk mereka semua rukuk, beliau bangkit i’tidal mereka semua i’tidal kemudian beliau sujud maka shof yang berada dibelakang Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam sujud sementara shof yang kedua (atau kelompok yang kedua) mereka menghadap musuh tidak ikut sujud, ketika Nabi telah selesai sujud bersama shof dibelakangnya maka shof yang terakhir itu (yang dibelakang yang belum sujud segera sujud), kemudian mereka sujud 2x dan berdiri, kemudian shof yang belakang maju kedepan, shof yang depan mundur kebelakang lalu Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam melakukan lagi satu roka’at demikian, ketika rukuk mereka semua rukuk ketika i’tidal mereka semua i’tidal ketika sujud kemudian yang didepan semua sujud bersama Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam dan yang dibelakang menghadap kemusuh, kemudian setelah mereka duduk maka merekapun kemudian segera duduk yang dibelakangpun sujud 2x kemudian sujud 2x kemudian salam bersama sama.”
(Ini disebutkan dalam hadits Jabir – HR. Muslim)

Dan cara yang ke 4 nanti insyallah akan disebutkan…
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

Cintailah Mereka.. Agar Engkau Bersama Mereka Kelak Di Surga

‏Sahabat Anas bin Malik mengisahkan bahwasanya ada seorang arab badui bertanya kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam tentang hari kiamat seraya berkata: “Wahai Rosulullah, kapan hari kiamat datang ?”

‏Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Apakah yang engkau persiapkan untuk menghadapi hari kiamat ?”

‏Lelaki itu berkata: “Aku tidak membekali diri dengan banyak sholat, puasa, dan sedekah, tiada persiapan spesial kecuali aku mencintai Allah dan Rosul-Nya”

‏Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Sesungguhnya engkau bersama dengan orang yang engkau cintai”

‏Sahabat Anas berkomentar, lalu kami berkata, “Apakah kami juga demikian ?”

‏Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Ya”

‏Seusai menyampaikan riwayat ini, sahabat Anas berkata: “Maka kamipun sangat gembira”

‏Selanjutnya sahabat Anas berkata : “Aku mencintai Nabi, Abu Bakar, dan Umar dan aku berharap, kelak aku dipersatukan bersama mereka meskipun aku tidak kuasa beramal sebagaimana amal sholeh mereka” [Bukhari dan Muslim]

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Kemana Kan Ku Langkahkan Kaki Ini..?

Sahabatku semua, mau kemana engkau melangkah pagi ini ?

Ke pasar berbelanja ?

Ke kantor berkarya ?

Ke taman berwisata ?

Ke istana berfoya foya ?

Ke masjid untuk bersujud kepada-Nya ?

Semua itu terserah kepada anda, namun sadarkah anda bahwa kemanapun engkau kayuhkan langkah kakimu, percayalah bahwa malaikat maut siap menjemputmu di manapun anda berada.

Bisa jadi langkah demi langkahmu ke tempat yang engkau tuju, sejatinya hanya untuk mengantarkan nyawamu kepadanya yang telah menantimu di sana ?

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذا قضى الله لعبد أن يموت بأرض جعل له إليها حاجة أو قال بها حاجة

“Bila Allah menentukan seorang hamba mati di suatu negri, maka Allah menjadikan pada diri hamba-Nya itu rasa perlu atau keinginan untuk mendatangi tempat tersebut.” (At Tirmizy dan lainnya.)

Segerakan taubat, persiapkan bekalmu di akhirat, semoga menyegarkan pagimu sobat.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Apa Karyamu Pagi Ini Sobat..?

Apa karyamu pagi ini sobat..?

Hidupmu adalah rangkaian dari hari, jam, menit, dan detik yang engkau lalui..

untuk apakah harimu engkau lalui..?
dan untuk apakah jam, menit, dan detikmu engkau gunakan..?

Apapun yang kau lakukan, sejatinya engkau telah menukarkan hidupmu dengannya.

Beruntungkah engkau yang telah menghabiskan hidupmu untuk mendapatkan apa yang ada dalam genggamanmu saat ini..?

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَباَئِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوْبِقُهَا
[رواه مسلم]

“Di Setiap pagi, setiap manusia menjual dirinya, apakah ia akan memerdekakan dirinya atau akan membinasakannya.” (HR. Muslim)

Percayalah apapun yang kau dapatkan hari ini semuanya akan kau tinggalkan pada hari esok, kecuali amal Ibadah-ibadahmu..

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

NIKMAT Perusak Kenikmatan

Sobat ! Sadarkah anda bahwa setiap nikmat yang anda dapatkan menghancurkan nikmat lain yang lebih dahulu anda dapatkan..?

Ingat di saat anda memiliki sepeda..? Nikmat sepeda menjadikan anda lupa akan nikmat bisa berjalan kaki.

Selanjutnya, nikmat memiliki kendaraan menyebabkan anda lupa dan bahkan meremehkan nikmat bersepeda.

Nikmat makan sate menjadikan anda lupa dan bahkan meremehkan nikmat makan tempe.

Nikmat memiliki apartemen mewah menyebabkan anda memandang sebelah mata nikmat rumah tipe SS.

Sebaliknya juga demikian setiap derita menyebabkan anda lupa akan derita sebelumnya yang lebih ringan.

Di saat anda memiliki kendaraan butut, mungkin anda merasa menderita. Namun ternyata derita ini terlupakan ketika anda ditimpa derita lain semisal derita lumpuh atau derita menanti kendaraan umum yang tak kunjung datang sedangkan hujan lebat mulai membasahi tubuh anda .

Di saat makan berlaukkan tempe penyet, mungkin anda merasa menderita karena melihat orang lain mampu membeli dan menikmati sate.

Namun demikian derita ini sekejap akan terlupakan disaat anda benar-benar kelaparan namun tidak mendapatkan makanan apapun, walau hanya sepotong tempe.

Karena itu jadilah orang yang selalu cerdas dalam menyikapi setiap keadaan yang menimpa anda.

Di saat mendapat kenikmatan maka lihatlah orang yang ada dibawah anda, agar nikmat yang anda dapatkan semakin terasa nikmat dan tidak menghapuskan nikmat sebelumnya.

Dan sebaliknya, disaat ditimpa kesusahan juga demikian, lihatlah orang yang lebih susah dibanding anda agar kesusahan itu berubah dan terasa nikmatnya.

Inilah kunci hidup bahagia, sederhana bukan..?! 

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

da2203151404