Category Archives: BBG Kajian

Kebiasaan Mereka-reka Kapan Datangnya Laylatul Qodr

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Apa Yang Utama Dilakukan Bila Belum Mampu I’tikaf..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Apakah Ada Batasan Waktu I’tikaf..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Tawakkal Bukan Berarti Berpangku Tangan…

Kemenangan harus diupayakan, bukan dengan berpangku tangan.

⚉  Nabi Musa ‘alaihissalam tetap diperintahkan berusaha, walau usahanya menurut nalar manusia dan kebiasaan, tiada artinya, yaitu memukulkan tongkat ke lautan.

Allahu Akbar! tatkala sisa usaha yang bisa ia lakukan diiringi dengan kesempurnaan tawakkal, maka menghasilkan buah yang luar biasa, di luar nalar manusia.

⚉  Maryam ‘alaihassalam, yang sedang lapar, dan dalam kondisi lemah karena baru saja melahirkan, diperintahkan untuk berusaha mendapatkan makanan, yaitu menggoyangkan batang pohon kurma.

Hasilnya sungguh luar bisa, walau dengan sisa-sisa tenaganya yang lemah, buah-buah kurma masak yang segar berjatuhan di hadapan Maryam.

Padahal kalau dipikir, Allah Ta’ala kuasa untuk membelah lautan dan menjatuhkan buah kurma tanpa perlu memerintahkan mereka berdua untuk menjalani usaha yang secara tradisi sangat kecil nilainya.

⚉  Demikian pula dengan Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam ketika berhijrah, sejatinya Allah kuasa menyelamatkan beliau tanpa harus bersembunyi di dalam gua yang sempit dan kecil.

Namun itulah sunnatullah, beliau harus memberi keteladanan bahwa tawakkal bukan berarti berpangku tangan, namun tetap menjalankan usaha bahkan sisa sisa usaha yang masih bisa dilakukan, dan selanjutnya percayakan hasilnya kepada Allah Ta’ala Yang Maha Kuasa .

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Semoga menyegarkan.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى.

Demikianlah Pertolongan Allah…

Musuh menyerang dengan segala cara. Tatkala Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam berhijrah ke kota Madinah, kaum Quraish Mengerahkan segala daya dan cara yang mereka miliki guna membunuh Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam atau minimal menghalanginya dari hijrah ke kota Madinah. Sampai akhirnya mereka menyewa pakar Pendeteksi jejak manusia.

Dan tatkala Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersama sahabat Abu Bakar rodhiyallahu ‘anhu, bersembunyi di gua Tsaur, pendeteksi jejak langkah yang mereka sewa berhasil menemukan jejak jejak Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam, hingga tiba di depan mulut gua.

Semula sahabat Abu Bakar rodhiyallahu ‘anhu mengira bahwa mereka akan berhasil menemukan Nabi dan dirinya.

Namun keyakinan Nabi akan pertolongan Allah tidak pernah padam, sehingga beliau menegaskan kepada sahabat Abu Bakar bahwa Allah selalu bersama mereka berdua.

Dan betul, para pendeteksi jejak yang disawa oleh orang-orang Quraisy beserta seluruh orang yang hadir kalau itu, tidak mampu melihat keberadaan Nabi dan sahabat Abu Bakar.

Demikianlah pertolongan Allah, seringkali bila dinalar dengan akal manusia tak ubahnya bagaikan gajah keluar dari lubang jarum.

Sobat, di saat anda merasa disudutkan dan diserang musuh dari segala arah dan dengan segala cara, maka teruslah berdo’a kepada Allah memohon pertolongan dan perlindungan kepada-Nya dari tipu muslihat musuh-musuh agama Allah, percayalah Allah tiada pernah mengecewakan hamba-Nya.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى.

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Anjuran Untuk Senantiasa Menasehati Kaum Muslimin

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

===============

Bila Ketidak Tahuan Telah Dijadikan Sebagai Ilmu Yang Diajarkan dan Tidak Boleh Dibantah…

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

” أخوف ما أخاف على أمتي الأئمة المضلون “

“Hal yang paling aku takutkan atas kalian adalah para pemimpin yang menyesatkan”  [ Riwayat Abu Nuáim dalam kitab Hilyatul Auliya’dan oleh Al Albani dinyatakan sebagai hadits hasan ]

Beliau juga bersabda:

إن أخوف ما أخاف عليكم رجل قرأ القرآن حتى إذا رئيت بهجته عليه وكان ردءا للإسلام انسلخ منه ونبذه وراء ظهره وسعى على جاره بالسيف ورماه بالشرك .

“Sesungguhnya hal paling aku takutkan atas kalian adalah lelaki y ang rajin membaca Al Qurán, hingga bila indahnya bacaan Al Qurán telah nampak pada dirinya, dan ia telah berjasa membela Islam, namun ia berbalik arah dan mencampakkan Islam di balik punggungnya, kemudian ia memerangi tetangganya sendiri (sesama muslim) dengan senjatanya (pedangnya) dan serampangan menuduh mereka telah menjadi musyrik.

Sahabat Huzaifah bertanya:

قلت : يا نبي الله أيهما أولى بالشرك الرامي أو المرمي ؟ قال : بل الرامي 

‘Wahai Nabi utusan Allah, siapakah dari keduanya yang paling layang menyandang status musyrik, yang menuduh atau yang dituduh ?’ Beliau menjawab: ‘tentu yang serampangan menuduh.’  [ Ibnu Hibban, Al Bazzar dan lainnya ]

Ternyata Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam menakut-nakuti sahabatnya dengan potensi kehadiran para penjahat dan pengkhianat.

Dan ternyata mengatakan: ‘saya tidak tahu’ adalah ilmu yang sangat berharga dan langka.

Selamat merenung, semoga mencerdaskan.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى.

Mutiara Hikmah…

Jika setiap omongan orang yang kau dengar, kau kumpulkan laksana batu-batu kecil yang membentuk gunung dan kau pikul di atas pundakmu, niscaya gunung itu kan menghancurkan pundakmu.

Tetapi jika omongan tersebut kau kumpulkan dan kau susun menjadi benteng yang kokoh di bawah kakimu, niscaya dirimu kan berdiri tegar di atasnya menatap dunia yang luas.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/abufairuzcom/

Kesempatan Amal Jariyah (Lagi) Walhamdulilah…

PERBAIKAN TEMPAT WUDHU DAN WC – MUSHOLLA AL HIDAYAH, SEMBALUN, LOMBOK TIMUR.
.
Alhamdulillah s/d pukul 05.00 WIB Ahad 15 Sya’ban / 21 April, sudah terkumpul dana +/- Rp. 5.5 juta.
.
Masih diperlukan sekitar Rp. 4.5 juta lagi untuk perbaikan tempat wudhu dan pembuatan wc di musholla Al Hidayah, Sembalun, Lombok Timur.
.
Bangunan Mushollanya sendiri sempat rusak saat gempa bumi (gambar no 1) di Lombok Timur bulan Maret 2019 lalu, dan alhamdulillah sudah diperbaiki (gambar no 2). Yang belum adalah tempat wudhu dan wc-nya.
.
Semoga Allah menjadikan infak ini amal jariyah dan pemberat timbangan amal kebaikan anda di akherat kelak, aamiiiin…
.
Perbaikan ini terlaksana dengan kerjasama posko As Sunnah – Lombok Timur.
.
Jazaakumullahu khoyron atas partisipasinya
.
Yang ingin berpartisipasi, silahan transfer ke :

.
Bank Syariah Mandiri (BSM) – (Kode bank 451)
.
748 – 000 – 5559
a.n. Al Ilmu Dana Sosial
.
Konfirmasi (opsional): 0838 – 0662 – 4622
.
Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda (yang artinya):
.
“Sesungguhnya Allah mencatat setiap amal kebaikan dan amal keburukan.” Kemudian Rosulullah menjelaskan: “Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, namun tidak mengamalkannya, Allah mencatat baginya satu pahala kebaikan sempurna. Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, lalu mengamalkannya, Allah mencatat pahala baginya 10 sampai 700 kali lipat banyaknya.”
.
[ HR. Muslim no.1955 ]
.

Silahkan share, karena ada pahala juga bagi seseorang yang menunjukkan kepada kebaikan.
.
Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, hadits dari sahabat Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shollallahu ‘alayhi Wasallam bersabda:

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.


.
#amaljariyah
#masjid
#paving
#pengajian
.