Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.
Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 25) bisa di baca di SINI
Diantara perkara yang menyebabkan seseorang terhalang dari kebenaran yaitu…
الجهل بأهل الباطل و مقالاتهم
⚉ Bodoh terhadap kebathilan dan perkara-perkara yang berhubungan dengan kebathilan.
⚉ ‘Umar bin Khattab rodhiallahu ‘anhu berkata, sebagaimana dikeluarkan oleh Ibnu Sa’ad dalam “Athobaqoot” (jilid 4/ hlm 129), Alhaakim berkata (sanadnya shahih), ‘Umar bin Khattab berkata:
قد علمت و ربَّ الكعبة متَى تَهلك العرب
“Sungguh aku telah mengetahui demi Robb-nya Ka’bah, kapan kaum Arab bangsa Arab ini akan binasa.
إذا وُلَّي أمر هم من لَمْ بصحب الرسولﷺ و لَمْ يعا لِج أمر الجا هلية
Yaitu apabila yang memimpin mereka adalah orang-orang yang tidak pernah bersahabat dengan Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam dan tidak pernah mengetahui perkara jahiliyah.”
⚉ Syaikh ‘Abdullatiif bin ‘Abdurrahman Allusyaikh berkata
و هذا لأن من لا يعر ف الشر ك، و ما عابه القر آن وذمَّه؛ وقع فيه وأقره
“Ini dikarenakan orang yang tidak mengenal kesyirikan, tidak mengenal apa yang dicela oleh Alqur’an dan dicaci oleh Alqur’an biasanya ia akan jatuh kepadanya bahkan ia menyetujuinya.
و هو لا يعر ف أنه الذي عليه أهل الجاهلية
Sementara ia tidak tahu perkara-perkara jahiliyah yang dicela oleh Alqur’an tersebut.
“Seorang muslim yang mengenal tentang agama jahiliyah, itu membuat ia semakin mengenal hakikat agama Islam
الذي بعث اللّٰه به رسله
yang dengannya Allah mengutus para Rosul menurunkan kitab-kitab.
و يعر ف الفر ق بين دين المسلمين الحنفاء أهل التو حيد واﻹخلاص اتَّبا ع الأنبياء و دين غيرهم
Dengan seperti itu ia bisa membedakan antara agama kaum Muslimin yang hanif di atas tauhid, yang iklas dan Ittiba’ dengan agama selain Islam.
و من لَمْ يُميز بين هذا و هذا ؛ فهو فِي جاهلية و ضلال و شرك و جهل
Dan orang yang tidak bisa membedakan antara ini dan itu, ia akan berada dalam jahiliyah, kesesatan bahkan kesyirikan dan kebodohan.”
Memang demikian… benar yang dikatakan oleh para Ulama.
Oleh karena itulah kalau kita lihat di zaman ini ketika banyak orang-orang yang baru hijrah tidak faham tentang jahiliyah, tentang kesesatan, tentang kebathilan… di saat muncul da’i-da’i yang keyakinannya sesat, ternyata keyakinannya (adalah) keyakinan Qodariyah atau keyakinannya (adalah) keyakinan Mu’tazilah atau Asy-ariyah atau yang sejenisnya.
Karena mereka tidak paham tentang hakikat, firqoh-firqoh yang tidak sesuai dengan firqoh Ahlussunnah wal Jama’ah dan tidak pernah belajar tentang aqidah-aqidah selain Ahlusunnah wal Jama’ah.
Akibatnya mereka tertipu, terkena syubhat dan yang lainnya. Akibat daripada apa ? Tidak memahami tentang keyakinan-keyakinan yang bertabrakan dengan keyakinan Ahlusunnah wal Jama’ah.
Yang penting da’i tersebut membawakan Alqur’an, hadits… (lalu) dianggapnya ia di atas Ahlussunah, Walaupun aqidahnya sesuai aqidah Mu’tazilah, walaupun aqidahnya sesuai dengan Qodariyah dan yang lainnya.
Padahal kalau kita perhatikan orang-orang mu’tazilah di zaman dahulupun membawa Alqur’an dan Hadits, tapi mereka mentakwil dan menafsirkan sesuai dengan keinginan mereka, bahkan Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallammensifati orang khowarij :
“Mereka membaca Alqur’an bahkan menghafalnya, tapi tidak sampai kerongkongannya”
Artinya mereka memahami dengan pemahaman yang dangkal… bahkan mereka membawakan hadits-hadits Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam
👉🏼 Maka dari itulah penting sekali kita mempelajari tentang keyakinan-keyakinan yang berseberangan dengan keyakinan Ahlusunnah, apa kebathilan mereka dan kesesatan mereka.
Dengan cara seperti itu, kita akan semakin faham tentang hakikat keyakinan Ahlusunnah, keyakinan yang dibawa oleh Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam dan para sahabatnya walaupun tentunya harus kita kokohkan dulu pengetahuan kita tentang Ahlusunnah dulu, setelah itu baru kita memahami tentang aqidah-aqidah selain Ahlusunnah, dengan cara itu kita semakin paham, semakin bisa membedakan mana Ahlusunnah, mana yang bukan.
.
. Wallahu a’lam 🌴
.
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
. Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page : https://t.me/aqidah_dan_manhaj https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/
masih tersisa waktu dalam sehari sekitar 16-20 jam untukmu sebagai orangtuanya…
untuk walau sekedar makan bersama
untuk walau sekedar bersenda gurau bersama
untuk walau sekedar mengusap keringat di dahinya
untuk walau sekedar menemani tidurnya
untuk walau sekedar memperhatikan perkembangan fisik dan sifat anakmu
Belum lagi yang lebih, lebih dan lebih penting dari itu semua!?!
Memperhatikan Akidahnya
Memperhatikan Ibadahnya
Memperhatikan Keilmuan Agamanya yang jangankan Anakmu, Kamu sendiri haram untuk tidak tahu, seperti bacaan Al-Qur’an nya, masalah bersuci, masalah haid dan junub, dsb…
AYO PARA ORANGTUA; RUBAHLAH GAYA HIDUPMU TERHADAP ANAK-ANAKMU….
LUANGKAN WAKTU LEBIH UNTUK MEREKA INGAT ANAKMU TIDAK HANYA BUTUH SANDANG PANGAN DARIMU, TETAPI MEREKA LEBIH MEMBUTUHKANMU!
MASA PEKERJAAN, GADGET DAN SMARTPHONE, MEDSOS LEBIH KAMU PERHATIKAN DIBANDING DARAH DAGINGMU !!! YANG MUNGKIN NANTINYA DIA LAH ANAKMU YANG MENDOAKANMU TATKALA ANDA SUDAH MENJADI HANYA SATU TULANG EKOR !!!
عن عائشة – رضي الله عنها – ، قالت : قال رسول الله – صلى الله عليه وآله وسلم – : ” إن أولادكم هبة الله لكم…” .
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya anak-anakmu adalah Anugerah Allah bagi kalian…” HR. Hakim.
NB: Jangan jadikan anugerah tersebut malah menjadi siksa
NB: JANGAN JADI ORANGTUA YANG PUNYA ANAK TETAPI SEPERTI TIDAK PUNYA ANAK…!
Sungguh banyak orang yang ingin punya anak tetapi belum diberikan anugerah tersebut.
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.
👉🏼 Bila yakin tidak mungkin digunakan, maka bisa menggunakan dugaan kuat.
⚉ Contoh kaidah ini adalah hadits ibnu Mas’ud, Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إذا شك أحدكم في صلاته فليتحر الصواب ثم ليبن عليه
“Apabila salah seorang darimu ragu dalam sholatnya, hendaklah ia mencari yang benar kemudian lakukan sholat diatasnya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits tersebut Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam menyuruh menggunakan dugaan yang kuat di saat merasa ragu dengan cara mencari indikasi yang menguatkan.
Dan bila dugaan kuat juga tidak mungkin maka hendaklah ia membuang keraguan dengan mengambil yang telah ada keyakinan sebelumnya.
Seperti bila ragu apakah dua roka’at atau tiga roka’at. Berarti yang diragukan adalah tiga. Dan yang telah ada keyakinan sebelumnya adalah 2 roka’at. Sebagaimana telah dijelaskan dalam kaidah sebelumnya.
⚉ Contoh lain bila ada seseorang thowaf dan merasa ragu apakah sudah 5 keliling atau 6, akan tetapi kuat dugaannya 6, maka ia cukup thowaf sekali lagi atas pendapat yang kuat.
.
. Wallahu a’lam 🌴
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
. Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
. Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page: https://t.me/kaidah_ushul_fiqih https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/ . KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.
Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 24) bisa di baca di SINI
Kewajiban seorang muslim adalah berusaha untuk : * Berkeyakinan sesuai dengan keyakinan apa yang diyakini oleh Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam * Tidak berkata sampai Allah dan Rosul-Nya telah memerintahkannya
Sebagaimana Allah berfirman [QS Al- Hujuraat: 1]
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mendahului Allah dan Rosul-Nya”
👉🏼 Artinya, jangan kalian mendahului Allah dan Rosul-Nya dengan keyakinan, dengan ucapan, dengan perbuatan. Artinya jangan kita meyakini dulu sesuatu yang tidak pernah Allah dan Rosul-Nya tetapkan, atau jangan dulu mengucapkan, padahal Allah dan Rosul-Nya tidak pernah mengucapkan.
Demikian seorang muslim berkewajiban.. yaitu mencari dalil dulu, baru kemudian baru meyakininya.
Berbeda halnya dengan orang-orang ahli bid’ah
⚉ Imam Asy Syatibiy rohimahullah dalam kitab Al I’tishom (1/134), berkata :
ولذلك سُمَّي أهل البد ع: أهل الأهواء؛ لأنَّهم اتَّبعوا أهو اءهم فلم يأ خذوا الأدلَّة الشر عية مأخذ الافتقار إليها والتعو يل عليها
“Oleh karena itulah mereka disebut dengan ahli bid’ah dan mereka disebutkan juga ahli hawa,
Dan ahli bid’ah itu, kata beliau disebut dengan ahlil hawa, Kenapa?
karena mereka sebetulnya mengikuti hawa nafsu mereka, dan mereka tidak menjadikan dalil itu sebagai sandaran,
بل قدَّموا أهو اءهم
akan tetapi mereka mendahulukan hawa nafsu mereka dahulu,
واعتمدوا على آرائهم
dan mereka bersandar kepada pendapat-pendapat yang mereka pandang baik,
ثُمَّ جعلوا الأدلة الشر عية منظورًا فيها من وراء ذلك
Kemudian baru mereka mencari dalil untuk membenarkan pendapat dan keinginan mereka tersebut”
Lihat Imam Asy Syatibiy rohimahullah menyebutkan bahwa diantara ciri ahli bid’ah itu meyakini dulu, berpendapat dulu dengan pendapat dia yang dianggap itu benar, kemudian baru cari-cari dalil.. sehingga dalil itu sebetulnya bukan sandaran tapi sebatas perisai saja.
Beliau juga berkata dalam kitab Al I’tishom juga:
المبتد ع جعل الهوى أوَّل مطالبه، و أخذ الأدلَّة بالتَّبع
“Para ahli bid’ah itu menjadikan hawa nafsu sebagai barang pertama cariannya, baru kemudian mencari dalil untuk membenarkannya”
👉🏼 Ini sikap yang tidak dibenarkan bagi siapapun seorang muslim karena apalagi dalam masalah-masalah agama, karena agama ini milik Allah, tidak boleh kita berkata atau berbuat sampai ada dasarnya dari Allah dan Rasul-Nya. Itulah sifat pencari kebenaran.
Maka orang yang mencari-cari dalil untuk membenarkan pendapat… itu tanda dia pengikut hawa nafsu. Sedangkan pengikut kebenaran, kalau ternyata pendapatnya tidak sesuai dengan dalil, dia akan rujuk kepada dalil.
⚉ Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah dalam Minhajussunnah (5/170)
فمبتدعة أهل العلم والكلام طابوا العلم بِما التدعو ه، و لَمْ يتَّبعوا العلم المشروع، ويعملوا به
“Para ahli bid’ah, yang padahal mereka bisa dikategorikan berilmu, mereka suka mencari ilmu atau mencari dalil untuk membenarkan kebid’ahan mereka, dan mereka tidak ittiba’ kepada ilmu yang disyari’atkan, tidak pula mereka mengamalkannya.”
Artinya mereka sebatas berusaha mencari-cari dalil yang sesuai dengan keinginannya saja. Kalau mereka mendapatkan dalil dari Alqur’an dan Hadits, mereka tafsirkan sendiri dengan pendapat yang mereka pandang itu adalah sebagai sebuah kebenaran.
Ini kebiasaan yang harus kita tinggalkan… yang tidak boleh kita lakukan.
. Wallahu a’lam 🌴
.
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
. Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page : https://t.me/aqidah_dan_manhaj https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/