Category Archives: BBG Kajian

Syirik Tidak Kenal Nabi dan Orang Sholeh – Dalil Ke-LIMA…

Dalil sebelumnya, yaitu DALIL KE-EMPAT bisa disimak di SINI

Dalil berikutnya, yaitu DALIL KE-ENAM bisa disimak di SINI
=====================

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

🌿 DALIL KE-LIMA 🌿

Firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam QS Al Qoshos – 56 : (30) “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” 

 

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Pertanyaan Pedih…

Ust, boleh minta nasehatnya sedikit ?

Begini, kakak saya mengadu pada saya, suaminya kan aktif sekali di medsos. Setiap pagi bangun tidur yang dipegang hp duluan, buka twitter atau fb. Sebelum sholat shubuh & sesudahnya, juga liat hp, bahkan kadang dzikir paginya terlewat. Jika ditegur, alasannya berdakwah. Semua-semua dikomentari & ditanggapi. Nanti ditempat kerja juga demikian, sampai sore dan malam menjelang tidur. Kakak saya liat yang difollow pun banyak akhowat.

Bagaimana sebaiknya sikap kakak saya terhadap suaminya ini?

jawabanku untuknya..
hendaklah bertaqwa kepada Allah..
sibukkanlah dengan yang lebih bermanfaat..
berapa banyak ilmu yang belum kita kuasai..
berapa banyak ayat dan hadits yang belum kita hafal..
akankah kita sibuk di dunia maya..
lalu sunnah sunnah Nabi kita lalaikan..
hak Allah kita gampangkan..
dimanakah hak istri dan keluarga..
dimanakah tanggung jawab amanah dalam pekerjaan..

saudaraku..
janganlah tertipu dengan tipu daya setan..
ia datang kepadamu dibalik alasan yang mentereng..
katanya untuk dakwah..
katanya untuk kebaikan..
seakan kebaikan hanya ada pada media sosial..
lantas..
dimanakah mushaf al qur’an..
dimanakah shahih bukhari dan muslim..
jiwa yang hanif tak akan pernah puas dari al qur’an..

saudaraku..
kesibukkan di medsos..
membuat lalai dari berdzikir kepada Allah..
hati pun sibuk untuk berfikir memberi komentar..
lalu seringkali jatuh dalam perdebatan..
menimbulkan kekeruhan hati..
padahal salaf terdahulu berkata..
mengingat manusia adalah penyakit..
sedangkan mengingat Allah adalah obat..

saudaraku..
komentar komentarmu kelak akan ditanya oleh Allah..
berfikirlah sejenak dengan keilmuan..
dengan hati yang dingin..
bukan dengan ego dan kemarahan..
apakah kesibukanmu di medsos lebih baik..
atau sibuk duduk mengkaji ilmu..
mendalami al quran dan hadits..
tanyalah dirimu..
renungkanlah..
semoga Allah memberi taufiq..
kepadamu dan kepadaku.

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

da1501161927

Syirik Tidak Kenal Nabi dan Orang Sholeh – Dalil Ke-EMPAT..

Dalil sebelumnya, yaitu DALIL KE-TIGA bisa disimak di SINI

Dalil berikutnya, yaitu DALIL KE-LIMA bisa disimak di SINI
=====================

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

🌿 DALIL KE-EMPAT 🌿

Firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam QS Az Zumar – 30-31 :

(30) “Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula). (31) Kemudian sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantah di hadapan Tuhanmu” 

FAEDAH :

1. Bahwasanya Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam mati seperti manusia biasa. Maka tidak layak bergantung kepada yang mati.

2. Ayat ini menerangkan kebenaran Tauhid dan bathilnya syirik, sebab manusia kelak akan berbantah-bantahan di hadapan Allah tentang Tauhid dan Syirik, dan Allah  akan menengahi bahwa Tauhid itu yang benar dan syirik itu yang bathil.

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Syirik Tidak Kenal Nabi dan Orang Sholeh – Dalil Ke-TIGA…

Dalil sebelumnya, yaitu DALIL KE-DUA bisa disimak di SINI

Dalil berikutnya, yaitu DALIL KE-EMPAT bisa disimak di SINI
=====================

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

🌿 DALIL KE-TIGA 🌿

Firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam QS Al A’rof – 188 :

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfa’atan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” 

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Syirik Tidak Kenal Nabi dan Orang Sholeh – Dalil Ke-DUA…

Dalil sebelumnya, yaitu DALIL PERTAMA bisa disimak di SINI

Dalil berikutnya, yaitu DALIL KE-TIGA bisa disimak di SINI
=====================

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

🌿 DALIL KE-DUA 🌿

Firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam QS Al Maidah – 75 :

Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).” 

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Syirik Tidak Kenal Nabi dan Orang Sholeh – Dalil PERTAMA…

Dalil berikutnya, yaitu DALIL KE-DUA bisa disimak di SINI
=====================

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

🌿 DALIL PERTAMA 🌿

Firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam QS Ibrahim – 11 :

“Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka: “Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakkal.”

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Dimanakah Tempatmu Di Sisi Allah..?

Mungkin penjelasan di bawah ini bisa menjawabnya..

Ada seseorang bercerita :

Aku pernah sholat di salah satu masjid kotaku yang besar..

Usai sholat ada seorang tua yang menoleh kepadaku dan berbisik di telingaku: ‘lihatlah jama’ah yang ada di shof pertama, dan perhatikan wajah mereka..’

Aku pun melakukannya, kemudian aku menoleh kepadanya dan bertanya, ‘apa maksudmu..?’

Dia mengatakan: ‘apakah kau lihat orang kaya, atau orang penting, atau orang yang berkedudukan tinggi..?’

‘sedikit.. kebanyakan atau bahkan seluruhnya para pekerja, supir, kuli, karyawan..’ Jawabku.

Dia mengatakan: ‘begitu pula posisi kita di sisi Allah..!’

Dia menambahi: ‘lihatlah tempatku dan tempatmu sekarang ini, di shof ke-empat… begitu pula nanti tempat kita di hari kiamat..!’

Dia menambahi lagi: ‘sungguh menakjubkan masjid-masjid Allah, dia membuka tabir dan mengabarkan kepada kita posisi kita di sisi Allah..’

Sungguh, apa yang dikatakan orang tua itu seakan membangunkanku dan memberi tamparan keras ke wajahku..

Ya Allah, semoga Engkau mengampuni kami, dan memberikan semangat kepada kami untuk memperbaiki tempat kami di sisi-Mu.. Amin.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

2004161101

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-21

Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 20) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 21 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosulillah…

Kemudian… yang selanjutnya yang menghalangi seseorang dari kebenaran, yaitu…

⚉   Bergaul dengan orang-orang yang bathil… bergaul dengan orang-orang yang buruk. [خلطة أهل الباطل]

Kata beliau (penulis kitab – Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman):

الخلطة شأنُها كبير فِي التأثير على أخلاق المختلط بِهم، وعاداتهِم، وعقائدهم

“Begaul itu mempunyai pengaruh yang besar, pada akhlak orang yang bergaul, kebiasaan dan bahkan aqidah mereka.”

⚉   Oleh karena itu Al-haafidz Ibnu Rojab rohimahullah berkata dalam kitab Lathoiful Ma’arif (halaman 138) :

‎إن النفوس تتأ سى بِما تشاهده من أحوال أبناء الجنس

“Jiwa itu akan mengikuti apa yang ia saksikan dari penduduk/ lingkungan sekitar.”

⚉   Ibnu Taimiyyah rohimahullah dalam kitab Al Istiqomah (jilid 2 halaman 254) berkata:

‎وهذه الأ مور مِمَّا تعظم بِها الْمِحنة على المؤ منين

“Ini merupakan perkara yang besar ujiannya atas kaum Mu’minin”

‎فإنَّهم يَحتاجون إلَى شيئين

“Karena mereka membutuhkan dua perkara”

Untuk apa ?

‎لدفع الفتنة الَّتِي ابتلي بِها نظر اؤ هم من فتنة الدين والد نيا عن نفو سهم، مع قيام المقتضي لَها

“Untuk menolak fitnah yang mereka di uji dengan yang semisal dengan mereka berupa fitnah agama dan dunia dari jiwa mereka, disertai adanya sebab-sebab yang mengharuskan atau menjerumuskannya.”

‎فإن معهم نفو سًا و شياطينَ كما مع غيرهم

“Karena bersama mereka ada jiwa dan ada syaitan juga.”

Maka manusia bisa memberikan pengaruh kepada orang lain, sebagaimana juga syaitan berusaha mempengaruhi.

Maka kita berusaha agar jiwa kita tidak terpengaruh dengan keburukan… tentu tiada lain adalah dengan cara bergaul dengan orang-orang yang sholeh.

‎ومن أجل تأثير الخلطة جاء الشرع با لحميَّة من خلطة أهل البدع

“Maka untuk mencegah kita supaya tidak terpengaruh oleh keburukan, syari’at menyuruh kita untuk tidak bergaul dengan ahli bid’ah wa ahlil fasad dan orang-orang yang rusak.”

⚉   Allah berfirman (QS An-Nisaa : 140 )

‎وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ ۗ

“Dan sesungguhnya telah diturunkan kepada kalian dalam Al-Quran bahwa apabila kalian mendengarkan ayat-ayat Allah yang dikufuri/diperolok maka jangan kalian duduk bersama mereka. Sampai mereka berbicara kepada pembicaraan yang lain, sesungguhnya jika kalian lakukan itu berarti kalian sama saja dengan mereka.”

⚉   Allah juga berfirman ( QS Al-An’am :68 )

وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ

“Apabila kamu melihat orang-orang yang tenggelam di dalam memperolok ayat-ayat kami, berpalinglah dari mereka.”

Ayat ini menunjukan tidak boleh kita duduk-duduk bersama orang-orang yang memperolok ayat-ayat Allah.

⚉   Dan Ibnu Jarir atthobari rohimahullah mengatakan : “masuk dalam ayat ini duduk bersama orang-orang yang menyimpang pemikirannya, yang memahami ayat dengan pemahaman yang salah sesuai dengan hawa nafsu mereka.” Karena itu semakna dengan memperolok.

⚉   Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam juga menyuruh untuk memilih teman. Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

‎المرء على دين خليله

“Seseorang itu bergantung di atas agama temannya.”

‎فلينظر أحدكم من يخالل

“Hendaklah seseorang melihat dengan siapa dia berteman”
(Diriwayat Abu Dawud).

⚉   Bundaar bin Al Husaini rohimahullah berkata :

‎صحبة أهل البدع تورث اﻹعر اض عن الحقَّ

“Bersahabat dengan ahli bid’ah itu menyebabkan kita berpaling dari kebenaran.”

⚉   Imam Malik rohimahullah berkata:

‎الدنو من الباطل هلكة

“Mendekati kebathilan itu kebinasaan.”

‎و القول فِي الباطل يصدُّ عن الْحَقَّ

“Dan mengucapkan kebathilan itu menghalangi dari kebenaran.”

⚉   Al Fudhayl bin ‘Iyadh rohimahullah berkata :

من جالس صا حب بدعة لَمْ يُعطَ الحكمة

“Siapa yang suka duduk-duduk bersama ahli bid’ah (atau duduk di majelis ahli bid’ah) ia tidak akan diberikan hikmah.”

⚉   Ibnul Qayyim rohimahullah berkata

‎إن العبد إذا اعتاد سَماع الباطل وقبوله؛ أكسبه ذلك تَحر يفًا للحقَّ عن مواضعه

“Seorang hamba kalau terbiasa mendengarkan kebathilan dan menerimanya… itu akan menyebabkan dia akan bengkok dari kebenaran. Dia akan menyimpang dari kebenaran”

👉🏼  Maka berhati-hatilah jangan sampai kita bergaul dengan orang-orang ahli bathil dari orang pelaku maksiat, pelaku bid’ah, demikian pula orang-orang yang menyeru kepada kebathilan.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Dzikir Yang Kerap Terlupakan Saat Melepas dan Memakai Pakaian

ADALAH BENAR BAHWA JIN BISA MELIHAT KITA SEMENTARA KITA TIDAK BISA MELIHAT JIN.
.
Allah tegaskan dalam al-Quran,

يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ …

“Wahai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan, sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu-bapakmu dari surga; ia menanggalkan pakaiannya dari keduanya untuk memperlihatkan–kepada keduanya–‘auratnya. Sesungguhnya, iblis dan golongannya bisa melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (Qs. Al-A’raf:27)
.
Ayat ini berlaku umum. Artinya, jin bisa melihat kita dalam semua keadaan, baik ketika kita memakai pakaian atau melepas pakaian. Sehingga jika dibiarkan, jin bisa melihat aurat manusia ketika dirinya tidak mengenakan pakaian.
.
SOLUSI AGAR AURAT TIDAK DILIHAT JIN
.
Bagian dari kasih sayang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya, beliau ajarkan kepada mereka berbagai macam sunah yang akan menyelamatkan mereka dari bahaya dunia dan akhirat. Tak terkecuali bahaya jin yang berada di sekitarnya.
.
Cara yang beliau ajarkan, agar aurat kita tidak dilihat jin adalah dengan MEMBACA BASMALAH ketika :
1. membuka pakaian (foto di atas)
2. sebelum masuk kamar mandi/wc (foto di bawah)
.
Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):
.
“Tabir antara pandangan mata jin dengan aurat bani adam (manusia) adalah apabila seseorang melepas pakaiannya, DIA MEMBACA: BISMILLAH.” (HR. Ibnu Adi, at-Thabrani dalam al Mu’jam al-Ausath).
.
Demikian pula, ketika seseorang hendak masuk kamar mandi, dia dianjurkan untuk membaca basmalah, sebagai tabir auratnya dari pandangan jin. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) :
.
“Tabir antara pandangan mata jin dengan aurat bani adam (manusia) adalah apabila seseorang masuk kamar mandi, DIA MEMBACA: BISMILLAH.” (HR. at Tirmidzi 606, dan dishahihkan al-Albani).
.
.
Ustadz Ammi Nur Baits, حفظه الله تعالى

Kaidah Ushul Fiqih Ke-53 : Setiap Yang Telah Diketahui…

Pembahasan ini merujuk kepada kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-52) bisa di baca di SINI

=======

🍀 Kaidah yang ke 53 🍀

👉🏼  Setiap yang telah diketahui ada atau tidak adanya, maka pada asalnya ditetapkan sesuai yang telah diketahui tersebut.

⚉  Bila yakin adanya wudlu namun ragu apakah berhadats setelahnya atau tidak, maka tidak perlu berwudlu kembali karena telah diketahui adanya wudlu.

⚉  Ketika sahur, kita ragu apakah sudah masuk waktu shubuh atau belum, maka boleh terus bersahur karena pada asalnya malam masih ada sampai yakin bahwa waktu shubuh telah benar benar masuk.
Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata, “Makan sahurlah selama kamu ragu sampai tidak ragu.”

⚉  Bila merasa ragu apakah sudah mengqodlo sholat apa belum, maka wajib ia mengqodlo karena pada asalnya ia belum melakukan.

⚉  Bila ragu apakah telah jatuh talaq apa belum, maka pada asalnya pernikahan itu ada dan talaq tidak ada.

Dan contoh-contoh lainnya.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page:
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/
.
KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP