Simak penjelasan ringkas Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini tentang : Orang-Orang Yang Masuk Surga Tanpa Di Adzab dan Tanpa Di Hisab
Dari pembahasan kitab FIQIH Ad Da’wah ‘inda Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah – Kaidah-Kaidah dan Batasan-Batasan Dalam Fiqih Berdakwah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah, yang ditulis oleh Syaikh ‘Abid bin ‘Abdillah Ats Tsubati.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – 22 – Tidak Sempurna Kecuali Dengan Ilmu dan Amal – bisa di baca di SINI . =======
Kita lanjutkan.. faedah dari kitab qowaaid dan dhowaabit fiqih ad da’wah.. kemudian beliau masuk kepada pembahasan.. yaitu BATASAN-BATASAN DIDALAM BERDAKWAH
Setelah menyebutkan kaidah-kaidah seputar dakwah, maka beliau akan menyebutkan batasan-batasan dalam berdakwah.
⚉ BATASAN KE-1 : PARA ROSUL SEMUANYA MEMBUKA DAKWAH MEREKA AGAR MANUSIA BERIBADAH HANYA KEPADA ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA
➡️ Yaitu mentauhidkan Allah Subhanahu WaTa’ala
⚉ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Semua Rosul memerintahkan manusia agar hanya beribadah kepada Allah saja.. dan mengikhlashkan ibadah hanya untuk Allah..”
Dimana mereka tidak takut kecuali kepada Allah. .tidak berharap kecuali kepada Allah.. tidak berdoa kecuali kepada Allah Subhanahu WaTa’ala saja.
Dan Allah Subhanahu WaTa’ala tentunya dalam Al Quran menyebutkan tentang dakwah para Nabi dan Rosul seluruhnya kepada tauhid.
“Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thoghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (Rosul-Rosul)..”
➡️ Kenapa para Nabi dan Rosul memulai dakwah dengan tauhid..?
1️⃣ Karena itulah tujuan diciptakannya manusia.. dimana tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah..
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku..”
2️⃣ Bahwasanya seluruh amal tidak akan diterima tanpa tauhid.
Maka dengan tauhidlah semua amal akan diterima oleh Allah. Sholat seseorang.. puasa seseorang.. demikian pula ibadah-ibadah yang lainnya apabila disertai dengan kesyirikan maka amal ibadah itu akan batal.. tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu WaTa’ala
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi..”
3️⃣ Karena dengan mentauhidkan Allah lah akan muncul kekuatan untuk beribadah kepada Allah.
Karena dengan seseorang mentauhidkan Allah saja maka amal-amal yang lainpun akan muncul dari sana. Orang yang tidak mengenal Allah, bagaimana akan beribadah kepada Allah Subhanahu WaTa’ala.. bagaimana akan takut kepada Allah Subhanahu WaTa’ala.. Tentu hal itu mustahil.
Maka dengan mengenal Allah Subhanahu WaTa’ala akan muncul berbagai macam amal yang luar biasa.
4️⃣ Tauhid itu kunci masuk surga. Karena surga hanya untuk orang-orang yang mentauhidkan Allah Subhanahu WaTa’ala saja.
Adapun orang-orang yang mati diatas kesyirikan, mereka kekal selama-lamanya didalam api neraka.
➡️ Maka atas dasar itulah, wajib atas para da’i untuk memulai dakwah dengan tauhid terlebih dahulu sebelum yang lainnya.. agar manusia betul-betul faham tentang tauhid.
Waro’ adalah meninggalkan semua yang dikhawatirkan dapat merusak akherat…
Meninggalkan perkara yang diragukan kehalalannya adalah sikap waro’ yang terpuji…
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi Wa sallam bersabda:
إني لأنقلب إلى أهلي؛ فأجد التمرة ساقطة على فراشي، ثم أرفعها لآكلها ثم أخشى أن تكون صدقة فألقيها
“Sesungguhnya aku pulang ke rumahku, lalu aku menemukan sebutir kurma yang jatuh di atas kasurku. Kemudian aku ambil untuk dimakan tapi aku khawatir ia adalah kurma sedekah maka aku lemparkan..” (HR Bukhari dan Muslim)
Imam Al Baghawi rahimahullah berkata, “Hadits ini adalah dalil sikap waro’. Yaitu sesuatu yang diragukan kehalalannya hendaknya ditinggalkan..”
[Syarhussunnah 6/100]
#Selfreminder #Selfreminder #Selfreminder
Ditulis oleh, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى