Category Archives: Display Picture Dakwah

MUTIARA SALAF : Keutamaan Mendo’akan Orangtua Di Bulan Ramadhan

Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Seyogyanya para penuntut ilmu menjelaskan kepada orang awam, bahwasanya jamuan malam untuk kedua orangtua di bulan Ramadhan bukanlah segalanya..

NAMUN do’a yang engkau panjatkan untuk (kedua) orangtuamu ketika Sholat Tarawih atau Sholat Tahajjud itu jauh lebih utama dibanding engkau menyembelihkan untuknya sepuluh ekor unta..”

[ Liqoo’ Baab al-Maftuuh 115 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Mashun Lc, حفظه الله تعالى
Assunnah Peduli

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

mari perbanyak do’a dan mohon ampunan untuk kedua orangtua di bulan Ramadhan..
.
dan letak do’a saat dalam sholat, baik itu dalam sholat wajib yang 5 waktu maupun dalam sholat-sholat sunnah seperti sholat tarawih atau sholat tahajjud, adalah saat sujud dan sebelum salam sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam dalam banyak hadits shohih, salah satunya sbb :
.
Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,
.
“Jarak paling dekat antara seorang hamba dengan Robb-nya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah do’a (ketika itu)..”
.
[ HR. Muslim, no. 482 ]
.
Di dalam Ash-Shohihayn dari Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam ketika mengajarkan tasyahud kepadanya berkata : “Kemudian hendaknya seseorang memilih permintaan yang dia kehendaki..”
.
Dalam lafazh yang lain, “Kemudian pilihlah do’a yang paling disukai lalu berdo’a..”
.
Hadits-hadits yang semakna dengan ini banyak. Hal ini menunjukkan disyariatkannya berdo’a dalam kondisi-kondisi tersebut dengan do’a yang disukai oleh seorang muslim, baik yang berhubungan dengan akhirat maupun yang berkaitan dengan kemaslahatan duniawiyah.
.
Dengan syarat dalam do’anya tidak ada unsur dosa dan memutuskan silaturahim. Namun yang paling utama adalah memperbanyak do’a dengan do’a yang diriwayatkan dari Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam..
.
lalu bagaimana tata-cara berdo’a..?terutama saat sujud dalam sholat..?
.
simak penjelasannya dalam berbagai (audio) artikel berikut ini :
.
KUPAS TUNTAS TENTANG DO’A
.
klik : https://bbg-alilmu.com/archives/33134
.
Diantaranya membahas :
.
1. Salah satu adab berdo’a, yaitu memulainya dengan memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung lalu bersholawat. (Audio no 11)
klik : https://bbg-alilmu.com/archives/33201
.
2. Apakah membaca sholawat saat hendak berdo’a dalam sujud..? (audio no. 76).
klik : https://bbg-alilmu.com/archives/33401
.
3. Apakah boleh membaca do’a dari Alqur’an dalam sujud..? simak audio no. 31
klik : https://bbg-alilmu.com/archives/33390
.
salah satu do’a memohon ampunan untuk kedua orangtua adalah do’a yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrohiim ‘alayhissalam yang diabadikan dalam Qs. Ibrohiim (14) ayat ke 41..
.

10 RAMADHAN 1442

Pahala besar ini akan didapatkan oleh setiap orang muslim yang melakukan hal tersebut (memandikan mayit) dengan disertai dua syarat, Al-Imam Al-Albani rohimahullah menjelaskan kedua syarat tersebut beliau berkata :

“Bagi orang yang bertugas memandikan ia akan mendapatkan pahala yang sangat besar dengan dua syarat :

1). PERTAMA : Ia hendaknya menyembunyikan aib jenazah, tidak menceritakan sesuatu yang tidak disukai yang terlihat pada jenazah, berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa Salaam : “Barangsiapa memandikan mayit lalu menyembunyikan aib-aibnya, Allah akan mengampuninya dengan 40 kali ampunan. Dan barangsiapa menggali (kubur) untuknya maka akan diberikan pahala untuknya seperti pahala orang yang memberikan tempat tinggal hingga hari kiamat. Dan barangsiapa yang mengkafani mayit, Allah akan mengkafaninya dengan sutra halus dan bludru dari surga di hari kiamat nanti..”

Diriwayatkan oleh Hakim 1/354, 362, Baihaqi ; 3/395, dari haditsnya Abu Rafi’ Rodhiyallahu ‘anhu. Al Hakim berkata : ‘shohih atas syarat Muslim’. Lalu disetujui oleh Adz-Dzahabi dan demikian sebagaimana yang mereka katakan.

Telah diriwayatkan oleh Thobrani dalam “Al Kabiir” dengan lafadz : “40 dosa besar”. Al Mundziri (4/171) berkata, kemudian diikuti oleh Al Haitsami (3/21) : ‘Para perawinya adalah yang dijadikan hujjah dalam hadits shahih’. Al Hafidz dalam “Ad-Duriyyah : 1/40” berkata : ‘sanadnya kuat’.

2). Yang KEDUA : Hendaknya ia melakukan hal tersebut karena mengharap wajah Allah bukan mengharap balasan, ucapan terimakasih, atau hal-hal keduniaan lainnya. Berdasarkan apa yang telah paten di dalam syariat bahwa Allah tiada pernah menerima ibadah kecuali yang dilakukan ikhlas karena-Nya. Dalil atas hal ini sangat beragam di dalam Al-Kitab maupun As-Sunnah..”

(Ahkamul Jana’iz Wa Bida’uha : 69)

08 RAMADHAN 1442

KAPAN DZIKIR AGUNG INI DIBACA..?
.
simak penjelasan Syaikh Prof DR. ‘Abdurrozaq bin ‘Abdil Muhsin al Badr hafizhohullah berikut ini (+ terjemahannya oleh Ustadz Abu Zaid, hafizhohullah mulai menit 02.30 dari audio)
.
➡️ klik : https://bbg-alilmu.com/archives/37793
.
yuuk amalkan segera..
.
Bagaimana bila muadzin nya sudah mengucapkan “hayyaa ‘alash-sholaah” sementara kita belum selesai baca dzikirnya..?
.
Tak mengapa, baca saja terus dan selesaikan dzikirnya karena tidak disebutkan di dalam hadits dan juga tidak ada penjelasan para Ulama bahwa dzikir tsb harus selesai dibaca sebelum muadzin mengucapkan hayyaa ‘alash-sholaah.. Allahu a’lam
.
Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita semua untuk mengamalkannya..