




RABU – 1 ROJAB 1446 / 1 JANUARI 2025


Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
berikut adalah lafazh do’anya :

======
➡️ salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan:
● memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh): yaa Hayyu yaa Qoyyuum
● lalu membaca sholawat (contoh): Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad
● lalu mulailah berdo’a.
SELASA – 1 JUMADAL AAKHIROH / 3 DESEMBER

AHAD – 1 JUMADAL UULA / 3 NOVEMBER


JUM’AT – 1 ROBII’UL AAKHIR / 4 OKTOBER



do’a ini (lihat poster) dibaca di akhir sholat, yaitu di sela waktu antara setelah membaca tahiyat akhir dan sebelum salam.
====
Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,
لاَ يَدْخُلُ أَحَدٌ الْجَنَّةَ إِلاَّ أُرِيَ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ لَوْ أَسَاءَ لِيَزْدَادَ شُكْرًا وَلاَ يَدْخُلُ النَّارَ أَحَدٌ إِلاَّ أُرِيَ مَقْعَدَهُ مِنْ الْجَنَّةِ لَوْ أَحْسَنَ لِيَكُوْنَ عَلَيْهِ حَسْرَةً
Tidak seorang pun masuk ke dalam surga kecuali diperlihatkan kepadanya tempatnya di neraka seandainya ia berbuat jelek, agar bertambah rasa syukurnya.
Dan tidaklah seorang pun masuk ke dalam neraka kecuali diperlihatkan kepadanya tempatnya di surga seandainya ia berbuat baik, agar semakin bertambah atasnya rasa penyesalannya.
(HR. Al Bukhari no. 10557)
KAMIS – 01 ROBII’UL AWWAL / 05 SEPTEMBER


![]()

Al-Imam an-Nawawi rohimahullahu Ta’ala berkata,
قلت: قال العلماء من أصحابنا وغيرهم: ينبغي أن يقول هذا الذكر سرا بحيث يسمع نفسه ولا يسمعه المبتلى لئلا يتألم قلبه بذلك، إلا أن تكون بليته معصية فلا بأس أن يسمعه ذلك إن لم يخف من ذلك مفسدة، والله أعلم
Aku katakan, ‘berkata para ulama dari madzhab kami (Syafi’i) dan yang lainnya’,
‘Semestinya dzikir ini dibaca dengan pelan, yakni hanya didengar oleh dirinya dan tidak didengar oleh yang tertimpa musibah agar hatinya tidak merasa sakit dengan sebab itu.
Kecuali orang tersebut ditimpa musibah berupa kemaksiatan (yang dilakukannya), maka tidak mengapa diperdengarkan kepadanya hal itu, jika tidak dikawatirkan akan muncul kerusakan dari perbuatan ini..’
(Al-Adzkaar no.779)