Category Archives: Mutiara Salaf

Muliakan Dirimu Dari Orang Yang Meremehkanmu

Ja’far bin Muhammad -rohimahumallah- berkata,

“Siapa yang memuliakanmu, maka muliakanlah ia .. dan siapa yang meremehkanmu maka muliakan dirimu darinya..”

(Roudhotul Uqola hal. 213)

Orang yang memuliakanmu..
Menunjukkan hatinya yang mulia..
Maka ia pantas untuk kamu muliakan..

Dan orang yang meremehkanmu..
Karena di hatinya ada kesombongan atau ketidak sukaan..
Maka muliakan dirimu darinya..
Untuk tidak membalasnya dengan kebodohan..
Karena itu tidak membahayakanmu..
Justru dosa untuk dia..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Sepuluh Malam Terbaik Dari Semua Malam

Syaikh Sholih Fauzan bin ‘Abdillah Al-Fauzan hafizhohullah berkata,

“Diantara keistimewaan sepuluh hari terakhir ini (Ramadhan) ialah dengan bersungguh-sungguh menunaikan sholat Tarawih dan memperpanjangnya saat berdiri, rukuk, sujud, memperpanjang pula dalam bacaan Qur’annya. Demikian pula membangunkan keluarga dan anak-anak agar turut serta dalam syiar Islam ini dalam meraih pahala dan agar mereka terdidik dalam ibadah.

Sungguh, banyak sekali manusia yang melalaikan anak-anaknya. Mereka biarkan anak-anaknya bermain di jalanan, begadang hanya untuk bermain dan hal-hal yang tidak pantas. Akibatnya, mereka tidak memuliakan malam-malam ini. Malam-malam (sepuluh hari terakhir Ramadhan) ini tidak pula memiliki tempat di hati-hati mereka. Ini merupakan pendidikan yang buruk.

Merupakan keharaman yang jelas dan kerugian yang nyata, saat datang malam (sepuluh hari terakhir Ramadhan) ini, manusia masih berpaling dan justru mengerjakan hal-hal yang sia-sia.

Mereka tidak mengutamakan malam-malam ini, tidak pula mengambil kebaikan darinya. Mereka habiskan sepanjang malam atau sebagian besar dari malam-malam tersebut hanya untuk sesuatu yang tak berfaedah, atau mungkin berfaedah tetapi sedikit, yang sebenarnya bisa ia raih di waktu-waktu lainnya..”

(Majalis Syahri Ramadhan Al-Mubarak – 240)

Sebagian Orang Mengatakan : Nanti Malam Saja Sholat Tarawihnya

Sebagian orang menganggap bahwa lailatul qodar itu mulainya setelah pertengahan malam..
Padahal malam itu dimulainya dari semenjak terbenam matahari..

Maka orang yang sholat isya berjama’ah lalu sholat teraweh bersama imam sampai selesai telah mendapatkan bagian dari lailatul qodar.

Imam Malik rohimahullah menyebutkan dalam Muwatho nya dari Said bin Al Musayyib berkata:

من شهد العشاء من ليلة القدر فقد أخذ بحظه منها

“Siapa yang sholat isya di malam lailatul qodar, maka ia telah mendapatkan bagian darinya..”

Ibnu Abdil Barr rohimahullah berkata:

مثل هذا لا يكون رأيا ولا يؤخذ إلا توقيفا، ومراسيل سعيد أصح المراسيل

“Seperti ini tidak mungkin berasal dari pendapat dan tentu diambil dari dalil. Karena mursal Said bin Musayyib adalah mursal yang paling shohih..”

Walaupun tentunya orang yang menghidupkan sepanjang malam lailatul qodar dengan ibadah lebih utama dan sempurna pahalanya.

Wallahu a’lam

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Bekal Yang Sedikit

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Pergunakanlah yang lima sebelum datang yang lima (yaitu) :
● masa mudamu sebelum datang masa tua
● masa sehatmu sebelum datang masa sakit
● masa kayamu sebelum datang masa miskin
● masa luangmu sebelum datang masa sibuk
● masa hidupmu sebelum datang kematian..”

(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya, IV/306; Abu Nu’aim, IV/148; al-Baghawi dalam Syarhussunnah, V/182; Ibnul Mubarak dalam kitab az-Zuhd, no.2; al-‘Ajalûni dalam Kasyful Khafâ, I/167; Ibnu Abi Syaibah, XII/223 dan dicantumkan dalam Shohiihul Jaami’, no.1077)

● Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Menyia-nyiakan waktu itu lebih parah dari kematian. Karena menyia-nyiakan waktu memutuskanmu dari (mengingat) Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanya memutuskanmu dari dunia dan penghuninya..”

(Al Fawaid)

● Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

“Barangsiapa yang mengetahui bahwasanya umur adalah perbekalan yang sangat sedikit yang ia gunakan
untuk perjalanan menuju tempat yang kekal dan terus menerus di dalam jannah (surga), niscaya ia tidak akan menyia-nyiakan umurnya..”

(Hifzhul ‘Umr – hlm. 57)

● Sufyan ats-Tsaury rohimahullah berkata,

“Siapa yang bermain-main dengan umurnya maka dia akan menyia-nyiakan hari-hari yang seharusnya dia gunakan untuk menanam.. dan siapa yang menyia-nyiakan hari-hari untuk menanam maka dia akan menyesal pada hari-hari menuai (akherat)..”

(Hifzhul ‘Umr – hlm 65)

Bahayanya Syahwat

Imam Abu Bakr bin Abi Syaibah rohimahullah berkata,

الشهوة أمرها خطير وشرها جسيم،
‏فكم من عابد لله حولته الشهوة إلى فاسق،
‏وكم من عالم حولته إلى جاهل،
‏وكم أخرجت أناسا من الدين كانوا في نظر من يعرفهم أبعد الناس عن الضلال والانحراف .

“Syahwat itu berbahaya, dan keburukannya besar.
– Berapa banyak ahli ibadah yang berubah menjadi fasiq akibat mengikuti syahwat.
– Berapa banyak ulama menjadi jahil akibat syahwat.
– Berapa banyak orang yang kita kenal jauh dari kesesatan menjadi keluar dari agama akibat syahwat..”

(Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah 4/46)

Syahwat terhadap harta, wanita, tahta, ketenaran, dan pujian manusia..
Seringkali menutupi akal manusia..
Sehingga akal tak berfungi untuk memikirkan kebaikan..
Akibat hanya memikirkan kesenangan syahwat..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tetap Menjawab Adzan Saat Berbuka Puasa

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rohimahullah pernah ditanya sbb :

Pertanyaan:

عندما يكون الشخص صائما سواء في شهر رمضان أو في غيره ونودي لصلاة المغرب هل يفطر مباشرة من أول سماعه للأذان أم يجيب المؤذن الأول ثم يذكر الأدعية الواردة بعد لأذان ويفطر بعد ذلك؟ أفيدونا فضيلة الشيخ

“Ketika seorang yang berpuasa (baik puasa di bulan Ramadhan maupun selainnya) dikumandangkan adzan untuk sholat Maghrib:
– apakah dia langsung berbuka sejak awal mendengar adzan, ataukah dia menjawab adzan terlebih dahulu, lalu berdo’a dengan do’a yang warid dibaca setelah adzan. Kemudian, baru dia berbuka setelah itu..? Berilah kami bimbingan, wahai Syaikh yang mulia.

Jawaban:

لا أعتقد أن في المبادرة بالإفطار وإجابة المؤذن، لا أعتقد أن بينهما تعارضا لأنه يمكن أن يجيب المؤذن وهو يأكل

“Saya tidak yakin bahwa antara bersegera dalam berbuka dan menjawab adzan, saya tidak yakin antara keduanya ada pertentangan. Sebab, sangat mungkin seseorang menjawab adzan dalam keadaan makan.

فنقول إذا سمع المؤذن الثقة الذي لا يؤذن إلا بعد دخول وقت المغرب، أن الإنسان يمكنه أن يأكل تمرة أو تمرتين أو أكثر وهو يجيب المؤذن

Oleh karena itu, kami katakan:
Apabila seseorang telah mendengar adzan dari muadzin terpercaya-yang tidaklah dia adzan kecuali setelah (benar-benar) masuk waktu Maghrib, sangat mungkin baginya untuk (berbuka dengan) makan satu atau dua butir kurma atau lebih, bersamaan dengan itu dia tetap menjawab adzan..”

(As-Suaal ‘ala al-Haatif no. 1221)

Bagi Wanita Muslimah Yang Berhalangan

bagi wanita muslimah yang sedang berhalangan namun semangat beribadah di hari-hari Ramadhan terutama di 10 malam/hari terakhir bulan Ramadhan, berikut adalah beberapa amalan yang anda bisa lakukan :
.
1. membaca al qur’an tanpa menyentuh lembaran mushaf, seperti mengulang-ulang hafalan al qur’an, dan membaca 100 ayat di setiap malamnya ( baca : https://bbg-alilmu.com/archives/21334 )

2. boleh menyentuh ponsel yang ada konten al qur’an. oleh karena benda semacam ini tidak dihukumi sebagai al qur’an, maka wanita muslimah yang sedang haidh dan ingin menjaga rutinitas membaca al qur’an, sementara ia tidak memiliki hafalan, bisa menggunakan alat bantu seperti ponsel, komputer atau semacamnya ( baca https://konsultasisyariah.com/18390-hukum-membaca-al-quran-di-hp-tanpa-wudhu.html )

3. berdzikir dan berdo’a, baik yang terkait waktu tertentu, contoh :
– dzikir pagi dan dzikir sore
– dzikir sebelum tidur/bangun tidur,
– do’a hendak masuk wc,
– dzikir setelah makan/berpakaian,
– dzikir keluar rumah dan naik kendaraan,
– dan dzikir-dzikir lainnya.

4. membaca dzikir mutlak sebanyak mungkin, seperti memperbanyak :
– tasbih (subhaanallah),
– tahmid (alhamdulillah),
– tahlil (laa ilaaha illallah),
– takbir (Allahu akbar), dan
– dzikir lainnya.
berikut adalah lebih dari 10 keutamaan dari 4 kalimat mulia ini ( baca https://bbg-alilmu.com/archives/54812 )

5. memperbanyak bacaan sholawat kepada rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam di setiap hari, terutama di malam dan hari jum’at.

6. belajar ilmu agama, seperti membaca buku-buku islam. meskipun di dalamnya ada kutipan ayat al qur’an, para ulama sepakat bahwa itu tidak dihukumi sebagaimana al qur’an sehingga boleh disentuh.

7. mendengarkan ceramah, bacaan al qur’an dan semacamnya.

8. bersedekah, infaq.

Allahu ta’ala a’lam

ayo semangat..!

referensi :
https://konsultasisyariah.com/

Akibat Ghibah

Al Fudhail bin Iyadh rohimahullah berkata,

إِذَا ظَهَرَتِ الْغِيبَةُ، ارْتَفَعَتِ الْأُخُوَّةُ فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، إِنَّمَا مَثَلُكُمْ فِي ذَلِكَ الزَّمَانِ مَثَلُ شَيْءٍ مَطْلِيٍّ بِالذَّهَبِ، أَوْ بِالْفِضَّةِ دَاخِلُهُ خَشَبٌ وَخَارِجُهُ حَسَنٌ

“Apabila telah tampak ghibah maka akan terangkatlah pertemanan karena Allah ‘Azza wajalla .. dan perumpamaan kalian di zaman tersebut bagaikan sesuatu yang disepuh dengan emas atau perak padahal ia adalah kayu luarnya terlihat bagus..”

(Attaubikh Wattanbih karya Abu Syaikh Al Ashbahani no 183)

Seperti halnya di zaman ini..
Sebagian orang terlihat anggun dengan kesolehannya..

Namun saat bersendirian dengan media sosial..
Ia suka meng-ghibah, mengadu domba dan mejelek jelekkan..
Bahkan dibumbui dengan kedustaan..

Allaahul musta’aan.. (*)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(*) artinya, ‘hanya Allah tempat berlindung’

Tidak Bermanfaat Puasanya

Syaikh Sholih al-Fauzan hafizhohullah berkata,

“Seorang yang berpuasa bisa jadi merasakan lapar yang sangat, kehausan, dan keletihan. Namun, dia tidak mendapatkan pahala di sisi Allah ‘Azza wa Jalla, karena dia :
– mengumbar lisannya untuk mengucapkan perkataan yang haram,
– mengumbar pandangannya untuk melihat yang haram, dan
– mengumbar telinganya untuk mendengarkan yang haram.

Oleh karena itu, orang yang semacam ini hakikatnya dia tidak berpuasa, tetapi dia hanyalah meninggalkan makanan dan minuman saja, sehingga dia hanya merasakan keletihan tanpa ada manfaatnya.

Dengan demikian, puasa itu juga mencakup semua perkara-perkara ini, yaitu :
– puasa perut dari makan dan minum serta semua hal-hal yang membatalkan puasa,
– puasa pendengaran dari semua ucapan yang haram,
– puasa penglihatan dari semua yang diharamkan oleh Allah untuk dilihat, dan
– puasa lisan dari ucapan yang kotor dan dosa, sehingga semua anggota badannya ikut berpuasa..”

(Majalis Syahri Ramadhan al-Mubarak, hlm. 15)

Segera Ke Masjid Untuk Sholat Berjama’ah Setelah Buka Puasa

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz rohimahullah berkata,

فإذا كنت تسمع النداء عليك أن تبادر، تأكل ما تيسر من الفطور ثلاث تمرات، خمس تمرات ثلاث تمرات، ما تيسر ثم تذهب إلى الصلاة

“Apabila engkau mendengar seruan azan, hendaknya engkau bersegera (ke masjid). Engkau bisa berbuka dengan memakan tiga atau lima butir kurma, atau apa yang mudah bagimu (untuk berbuka), kemudian engkau pergi (ke masjid) untuk sholat (berjama’ah).

كان النبي والصحابة يفطرون ثم يذهبون إلى الصلاة، فأنت كذلك تفطر بما يسر الله لك ثم تذهب إلى الصلاة

Dahulu Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat rodhiallahu ‘anhum berbuka, kemudian pergi (ke masjid) untuk sholat (berjama’ah). Demikian pula engkau, hendaknya engkau berbuka (sekadar) dengan apa yang Allah mudahkan untukmu, kemudian engkau (bersegera) pergi (ke masjid) untuk menunaikan sholat (berjama’ah)..”

ref : https://binbaz.org.sa/fatwas/28781/حكم-ترك-صلاة-الجماعة-في-المغرب-بسبب-الانشغال-بالافطار