KITAB FIQIH – Zakat : Muallaf

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى.

PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Zakat : Aamilin  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan fiqihnya..
Kemudian orang-orang yang berhak mendapatkan zakat yang ke.. 

4️⃣ Al Muallafatu Quluubuhum (Muallaf)

Siapa itu muallaf..?

Yaitu, mereka yang diberikan zakat karena hatinya itu sedang diambil.. dan ini ada beberapa macam :

1. Orang yang diberikan zakat karena diharapkan keislamannya, sebagaimana Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam memberi kepada Shofwan bin Umayyah dari ghonimah Hunain.

2. Orang yang diberikan zakat agar Islamnya semakin bagus dan agar hatinya semakin kokoh diatas keislaman. Sebagaimana disebutkan dalam hadist dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

‎إِنِّي َلأُعْطِيَ الرَّجُلَ، وَغَيْرَهُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْهُ, خَشْيَةَ أَنْ يَكُبَّهُ اللهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ

“Sesungguhnya aku memberi kepada seseorang, dan yang lainnya lebih aku sukai dari dia, karena aku khawatir Allah akan memasukkannya ke dalam api Neraka..” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Orang yang diberikan zakat kepada mereka karena di khawatirkan akan memberikan mudhorot terhadap kaum muslimin.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah dalam Majmu Fatawa, membawakan perkataan Abu Ja’far Ath Thobari. Beliau berkata,

“Yang benar bahwasannya Allah menjadikan zakat itu untuk 2 makna yaitu..

1. Menutup kebutuhan kaum muslimin,
2. Untuk membantu Islam dan mengokohkannya..”

Jadi ini 2 makna daripada disyariatkannya zakat. Maka orang-orang yang dikhawatirkan akan bermudhorot untuk kaum muslimin, dengan diberikan zakat agar mereka tidak memberikan mudhorotnya, maka itu diperbolehkan.

Ini adalah 3 macam muallaf. Al muallafatu quluubuhum artinya :
Hati mereka itu diambil untuk supaya masuk Islam atau semakin kuat keislamannya atau setidaknya ia tidak memberikan gangguan kepada kaum muslimin.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

Jiwa Mukmin Itu Mulia

Fudhail bin Iyadh berkata:

المؤمن يستر وينصح، والفاجر يهتك ويعير

“Mukmin itu suka menutupi aib (saudaranya) dan memberi nasehat. Sedangkan orang fajir itu suka membuka aib dan memburuk burukkan..”

(Jami’ul Ulum wal Hikam 1/224)

Jiwa mukmin itu mulia..
Dan menyukai perbuatan yang mulia..

Bila melihat aib saudaranya, ia tutupi..
Dan memberi nasehat dengan cara yang indah..
Walaupun ia sedang kurang baik hubungannya dengannya..

Karena banyak orang yang mudah menutupi aib saudaranya saat cinta kepadanya..
Namun saat benci..
Amat mudah membongkar aib dan memburuk burukkannya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Bersedekahlah Walaupun Sedikit

Dari Adiy bin Hatim, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ سَيُكَلِّمُهُ اللّهُ، لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ تُرْجُمَانٌ، فَيَنْظُرُ أَيْمَنَ مِنْهُ فَلاَ يَرَى إِلاَّ مَا قَدَّمَ، وَيَنْظُرُ أَشْأَمَ مِنْهُ فَلاَ يَرَى إِلاَّ مَا قَدَّمَ، وَيَنْظُرُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلاَ يَرَى إِلاَّ النَّارَ تِلْقَاءَ وَجْهِهِ، فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

“Tidak ada seorangpun dari kalian kecuali akan diajak berbicara oleh Allah tanpa penerjemah antara ia dengan Allah. Ia melihat ke kanan, tidak melihat kecuali amal yang telah ia lakukan. Ia melihat ke kiri, tidak melihat kecuali apa yang telah ia amalkan. Ia melihat ke depan, tidak melihat kecuali api Neraka di hadapannya.. Maka selamatkan diri kalian dari api neraka walaupun dengan bersedekah setengah kurma..”
(HR Bukhari dan Muslim)

Sedekah walaupun sedikit…
Amat bermanfaat pada hari kiamat kelak…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Jadilah Di Dunia Seperti Lebah

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Jadilah di dunia ini seperti lebah..
jika dia makan maka dia makan makanan yang baik (sari bunga)..
jika dia memberi makan maka dia juga memberikan makanan yang baik pula (madu)..
dan jika dia hinggap pada suatu benda maka dia tidak merusaknya dan tidak pula mengoyaknya..”

[ Al-Fawaid – 118 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

Hartamu Yang Sesungguhnya

Syaikh al-Utsaimin rohimahullah berkata,

“Yang saya inginkan dari saudara-saudara saya kaum muslimin adalah mereka jangan menyangka bahwa sedekah atau zakat akan hilang sia-sia, (tetapi) hal itu justru merupakan kebaikan..

Sebab, hartamu hanyalah yang engkau belanjakan di jalan Allah, sedangkan sisanya akan menjadi milik orang lain (ahli waris)..”

[ Liqo’ Babil Maftuh – 22 ]

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Husnuzhon Kepada Allah

Husnuzhon (berbaik sangka) kepada Allah itu bukan dengan meninggalkan kewajiban, bukan pula dengan melakukan kemaksiatan. Barangsiapa yang mengira demikian, maka dia telah tertipu dan merasa aman dengan makar Allah.

Ibnul Qoyyim -rohimahullah- mengatakan:
“Telah jelas perbedaan antara Husnuzhon dengan keadaan tertipu.. Bila Husnuzhon menjadikan seseorang beramal, mendorongnya, membantunya, dan menggiringnya kepada kebaikan, maka itulah Husnuzhon yang benar..

Tapi bila Husnuzhon kepada Allah, mengajaknya untuk malas-malasan dan bergelimang dalam kemaksiatan, maka itu keadaan tertipu..”

[Aljawabul Kafi 1/38]

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Amal Sholeh Berpahala Besar # 39 – Terakhir

Simak penjelasan ringkas Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini tentang : Bertekad Melakukan Amal Kebaikan atau Keburukan

Artikel Sebelumnya
Amal Sholeh Berpahala Besar # 38 : Menghilangkan Segala Yang Mengganggu  Dari Jalan Kaum Muslimin 
Amal Sholeh Berpahala Besar – KOMPILASI ARTIKEL

Amal Sholeh Berpahala Besar # 38

Simak penjelasan ringkas Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini tentang : Menghilangkan Segala Yang Mengganggu  Dari Jalan Kaum Muslimin

Artikel Sebelumnya
Amal Sholeh Berpahala Besar # 37 : Berbuat Baik Kepada Anak-Anak Perempuan 
Amal Sholeh Berpahala Besar – KOMPILASI ARTIKEL

MENGAKU SALAH Jauh Lebih Baik dan Terhormat

Mengaku salah jauh lebih baik dan terhormat… daripada berusaha membenarkan yang salah karena kita tidak mampu menjalankannya, atau tidak mau meninggalkannya.

=====

Misalnya ketika anda merasa berat memanjangkan jenggot, atau terpaksa harus mencukurnya sampai habis karena sesuatu hal, maka jangan berusaha mencari pembenaran untuk hal itu.

Tapi hendaklah anda mengakui kesalahan itu, agar diri anda terdorong untuk selalu memohon ampun atas kesalahan itu, dan agar pada saatnya nanti anda bisa meninggalkan kesalahan itu.

Syeikh Ali Thontowi -rohimahulloh- pernah mengatakan, ketika beliau belum bisa memanjangkan jenggotnya:

“Adapun masalah memangkas habis jenggot (yang kulakukan), maka demi Allah aku tidak akan mengumpulkan pada diriku (dua keburukan, yakni); perbuatan buruk dan perkataan buruk, Aku tidak akan menyembunyikan kebenaran karena aku menyelisihinya, aku juga tidak akan berdusta atas nama Allah dan berdusta kepada manusia.

Aku mengakui bahwa diriku salah dalam hal ini, sungguh aku telah berusaha berkali-kali untuk meninggalkan kesalahan ini, tapi aku kalah oleh nafsu syahwatku dan kekuatan adat (masyarakat).

Dan aku terus memohon kepada Allah agar memberikan pertolongan kepada diriku sehingga aku bisa memanjangkannya, dan mintalah kalian kepada Allah agar aku bisa memanjangkannya, karena do’a seorang mukmin kepada mukmin lainnya -jika dilakukan tanpa sepengetahuannya-; tidak akan ditolak in-syaAllah”

[Kitab: Ma’an Nas, karya: Sy. Ali Thontowi, hal: 177-178].

Dan alhamdulillah di akhir hayatnya, beliau bisa memanjangkan jenggotnya.. Lalu beliau menjelaskan hal itu dalam catatan kaki pada halaman tersebut, beliau mengatakan:

“Dan Allah telah memberikan pertolongannya kepadaku (untuk memanjangkannya), maka hanya bagi-Nya segala pujian”

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

2511160631

Menebar Cahaya Sunnah