EDISI – 01 Ramadhan 1441 / 2020 M
Marhaban Ya Ramadhan
Dahulu salafush-shalih bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan dan saling mengucapkan selamat diantara mereka..
Karena ia adalah bulan yang mulia dan kesempatan yang agung untuk mendekatkan diri kepada Allah..
Keindahan Ramadhan hanyalah dirasakan oleh orang-orang yang beriman dan berharap pahala Allah ‘Azza wa Jalla..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
MUTIARA SALAF : Sungguh Menakjubkan… Subhaanallah
“TIDAK mengherankan bila seorang hamba merendahkan dirinya kepada Allah, dan terus beribadah kepada-Nya, dan tidak bosan berkhidmat kepada-Nya, karena adanya hajat dan butuhnya dia kepada-Nya..
Namun yang MENAKJUBKAN adalah bila seorang RAJA menarik rasa cinta hamba-Nya dengan bermacam-macam kenikmatan, dan menarik hati hamba-Nya dengan berbagai kebaikan, padahal Dia sama sekali tidak membutuhkan hamba tersebut..
Cukuplah sebagai KEMULIAAN, karena Anda adalah hamba-Nya… dan cukuplah sebagai KEBANGGAAN, karena Dia adalah Robb Anda..”
[Oleh: Ibnul Qoyyim -rohimahulloh-, Kitab: Al-Fawaid, hal: 35].
Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA. حفظه الله تعالى
0809162214
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
Di Hatimu Tersimpan Kunci Sukses Puasa dan Semua Amalanmu
Di hatimu tersimpan kunci sukses puasa dan semua amalanmu.
Bisa jadi amalan anda sama dengan amalan orang munafik, namun anda masuk surga mereka masuk neraka.
Anda beramal karena Allah, mereka beramal karena takut sama manusia.
Anda beramal karena meneladani Nabi sholalahu ‘alaihi wa sallam, namun mereka beramal demi mengamankan harta dan dunianya.
Anda beramal berdasarkan dalil, sedang mereka beramal berdasarkan kepentingan dunianya.
Anda beramal demi menjalankan perintah, sedangkan mereka beramal demi kepentingan dunianya.
Lalu kapan semuanya akan terbuka nyata..?
Di saat ajal menjemput, Allah biasanya akan menampakkan semuanya menjadi nyata, anda husnul khotimah sedangkan orang munafik su’ul khotimah.
Di alam kubur dan kemudian di akhirat, anda dikaruniai nikmat kubur dan surga, sedangkan mereka mendapat siksa kubur dan neraka jahannam.
Selamat bercermin membaca isi hati masing masing.
Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى.
MUTIARA SALAF : Bersabarlah
Ibnul Mubarok rohimahullah berkata,
“Barangsiapa mau bersabar, sungguh betapa kecil kesabaran itu (dibandingkan dengan akibat baiknya).. barangsiapa tidak bisa bersabar, sungguh betapa kecil kesenangan yang dia rasakan (dibandingkan dengan akibat buruknya)..”
[ Jami’ul ‘Ulum wal Hikam – 237 ]
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
MUTIARA SALAF : Perumpamaan Orang Mukmin
Malik bin Dinar rohimahullah berkata,
“Perumpamaan orang mukmin itu bagaikan mutiara, dimana pun ia
berada, maka keindahan bersamanya..”
[ Hilyatul Auliya’ – 5/380 ]
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
MUTIARA SALAF : Tidak Dapat Diukur Harganya dan Bandingannya
Hasan al-Bashri rohimahullah berkata,
“Sesungguhnya umur yang tersisa itu tidak dapat diukur harganya dan tidak pula bandingannya.. Jika engkau mengumpulkan dunia semuanya, maka itu tidak setara dengan satu hari yang tersisa dari umur pemiliknya..”
[ Hilyatul Auliya’ – 4/38 ]
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
#COVID_19 : Tentang Tidak Sholat Berjama’ah Di Masjid Saat Pandemi Virus Corona
Pertanyaan:
Assalamualaikum ustadz, ana mau bertanya di daerah ana tidak ada yang positif korona, dan pemerintah sudah mengeluarkan surat himbauan agar tidak ada sholat berjamaah di masjid, dan di jalan2 juga mereka menghimbau agar tidak melaksanakan sholat Jum’at. Kemudian ada mesjid di komplex ana tinggal tetap melakukan sholat berjamaah. Dan ana tidak ikut sholat Jum’at dan sholat berjamaah di masjid, apakah perbuatan ana yang melakukan sholat di rumah apakah di terima ibadah sholat ana.
Mohon pencerahannya ustadz.
Jawaban:
Ikuti himbauan pemerintah, tidak adanya yang terjangkit alhamdulillah harus bersyukur kepada Allah, tapi karena ini merupakan pandemi tetap kita berjaga-jaga dan berhati-hati, karena sifat dari virus ini sangat ajiib, orang bisa terjangkiti walaupun ia terkadang tidak merasakannya, yang kasihan para manula dan orang yang sakit sekalinya terjangkiti sangat berbahaya bagi mereka, waspada dalam hal ini lebih diutamakan.. dengan kaedah
المتوقع ينزل منزلة الواقع
➡️ Sesuatu yang diprediksikan bakal terjadi dihukumi dengan sesuatu yang terjadi
درء المفاسد مقدم على جلب المصالح
➡️ Mencegah mafsadah lebih didahulukan daripada mengambil maslahat
Semoga manfaat
Dijawab oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى
ref: https://www.facebook.com/abuyalakurnaedicom/
JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19
#COVID_19 : Berniat Mengharapkan Pahala Dari Musibah Dunia
Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya musibah-musibah menggugurkan dosa-dosa, meninggikan derajat, dan menghasilkan pahala, dengan syarat mengharapkan pahala..
oleh karena inilah sepantasnya bagi seseorang ketika ditimpa musibah-musibah dunia untuk meniatkan mengharapkan pahala kepada Allah dengan hal itu, jadi jika dengan hal itu dia mengharapkan pahala maka di samping menggugurkan dosa-dosa padanya juga terdapat pahala dan meninggikan derajat..”
[ Syarh Mukhtashor at-Tahrir, hlm. 636 ]
JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19





