MUTIARA SALAF : Dunia Itu TIGA Hari

Hasan al-Bashri rohimahullah berkata,

“Dunia itu, bila engkau memikirkannya, maka ada TIGA hari padanya..
satu hari berlalu (kemarin), engkau tidak dapat lagi mengharapkannya,
satu hari yang tengah engkau jalani (hari ini), semestinya engkau memanfaatkannya dengan seksama, dan
satu hari lagi yang akan datang (esok), engkau tidak tahu akan masih mengalaminya atau tidak, dan engkau tidak tahu mungkin engkau akan meninggal sebelumnya..”

[ Hilyatul Auliya’ – 4/36 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

#COVID_19 : Saling Mendo’akan

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Barangsiapa diberi suatu kebaikan, lalu ia mengucapkan kepada orang yang memberi kebaikan tersebut, ‘jazaakallahu khoyron (*), maka sesungguhnya hal itu sudah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya..” [ HR. at-Tirmidzi ] Shohiih at-Targhib wat-Tarhib 969

➡️ mumpung lagi #dirumahaja setiap hari lagi.. biasakanlah saling mengucapkan do’a antara suami/istri, orangtua/anak..

caranya mudah..

ucapkan salam saat masuk rumah, saat bertemu dan juga berdo’a saat ada perbuatan baik yang dilakukan seperti menyiapkan sarapan, membersihkan rumah dll

jazaakallahu khoyron – kepada pria
jazaakillahu khoyron – kepada wanita

jazaakumullohu khoyron – kepada sejumlah pria lebih dari 2 orang
jazaakunnallahu khoyron – kepada sejumlah wanita lebih dari 2 orang

jangan dipotong jadi “jazaakallahu” saja ya.. karena:

1. tidak sesuai ajaran Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam yang terdapat dalam hadits (gambar 2) yaitu mengucapkan “jazaakallahu khoyron” yang artinya “semoga Allah membalasmu dengan kebaikan/khoyron..”

2. kalimat “jazaakallahu” saja itu artinya “semoga Allah membalasmu..” naah.. membalasmu itu dengan apa..? keburukan atau kebaikan..? ya tentunya kita ingin mendo’akan kebaikan.. ya..

wallahu a’lam

#Covid_19
#dirumahaja
#salam

JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

Bagaimana Menjawab Salam Di Sosial Media..?

PERTANYAAN:

“Assalamu’alaikum, Kita mendengar bahwa jawab salam hukumnya wajib, lalu apa hukum menjawab salam di sms? Dan bagaimana caranya ? Matur nuwun Pak Ustadz..”

Dari: Fulan

JAWABAN:

Wa ‘alaikumussalam

Pertanyaan semacam ini pernah disampaikan kepada Syaikh Abdurahman bin Nashir Al-Barrak. Jawaban yang beliau sampaikan,

الحمد لله؛ نعم يجب رد السلام مشافهة كان أو رسالة كلاما أو كتابة؛ لعموم الأدلة، كقوله تعالى: وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ، ولحديث البراء بن عازب رضي الله عنه قال: أمرنا النبي صلى الله عليه وسلم بسبع؛ وفيه: “ورد السلام”

“Alhamdulillah..,

Betul wajib menjawab salam, baik salam yang disampaikan secara lisan atau melalui surat (baca: sms), baik dijawab dengan ucapan atau melalui tulisan. Berdasarkan keumuman dalil, seperti firman Allah,

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).” (QS. An-Nisa: 86).

Juga berdasarkan hadis dari Al-Barrak bin Azib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk melakukan tujuh hal, diantaranya: “menjawab salam”

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/35181

Dari keterangan beliau, ada dua pelajaran yang bisa kita catat:

1. Salam di SMS atau email atau surat apapun dari orang lain, wajib kita jawab dengan jawaban minimal serupa

2. Cara menjawab salam di SMS atau email atau surat, tidak harus dalam bentuk tulisan. Artinya BOLEH MENJAWAB DENGAN LISAN. Semisal kita mendapat sms, ”Assalamu alaikum warahmatullah, apa kabar ?” Kita boleh balas smsnya dengan jawaban salam secara lisan, dengan mengucapkan wa alaikumus salam warahmatullah, kemudian kita tulis di sms, “Kabar baik.” Tanpa tulisan jawaban salam. Semacam ini dibolehkan dan telah menggugurkan kewajiban.

Dijawab oleh,
Ustadz Ammi Nur Baits, Lc, حفظه الله تعالى

Ref: https://konsultasisyariah.com/17253-cara-menjawab-salam-di-sms.html

Do’a Yang Terkandung Dalam Ucapan Salam

Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Jika engkau ucapkan kepada seseorang (Assalaamu’alaikum) maka ini berarti bahwasanya engkau mendo’akan kepadanya agar Allah..
➡️ menyelamatkannya dari segala musibah,
➡️ menyelamatkannya dari penyakit,
➡️ menyelamatkannya dari kegilaan,
➡️ menyelamatkannya dari kejelekan manusia,
➡️ menyelamatkannya dari maksiat dan berbagai penyakit hati dan,
➡️ menyelamatkannya dari api neraka..”

[ Syarhu Riyadhus Sholihin 4/380 ]

Bolehkah Puasa Setelah Pertengahan Sya’ban..?

PERTANYAAN:
Ustadz, apa benar apabila telah lewat pertengahan bulan sya’ban maka tidak boleh berpuasa sunnah ?

JAWAB:
Ada sebuah hadits yang menjadi sebab perselisihan di kalangan ulama. Yaitu sabda Nabi Shollallaahu ‘alaihi Wa sallam :

إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلا تَصُومُوا

“Apabila telah pertengahan bulan sya’ban maka janganlah kamu berpuasa.” (HR Abu Daud dan Attirmidzi)

Menurut jumhur ulama hadits ini lemah. Maka berpuasa sunnah dari pertengahan sya’ban diperbolehkan.

Juga karena ada hadits lain. Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلا يَوْمَيْنِ إِلا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ

“Jangan dahului ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya kecuali orang yang terbiasa melakukan puasa.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bolehnya berpuasa setelah pertengahan sya’ban.

Sedangkan sebagian ulama lain memandangkan hadits larang berpuasa setelah pertengahan sya’ban itu shohih. Ini pendapat yang dibela oleh Ibnul Qoyyim dan Syaikh al-Albani, rohimahumallah

Sehingga atas dasar itu dilarang berpuasa setelah pertengahan sya’ban. Adapun hadits larang mendahului ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari maksudnya bagi mereka yang tidak berpuasa dari awal sya’ban.

Ini ditunjukkan oleh hadits ‘Aisyah:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ ، يَصُومُ شَعْبَانَ إِلا قَلِيلا

“Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sya’ban (hampir) seluruhnya, beliau berpuasa sya’ban kecuali sedikit saja.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dan ini adalah pendapat ulama madzhab syafi’iyah. Dan kepada pendapat ini saya condong.

Wallahu a’lam

Dijawab oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
.
.

Memilih Pasangan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus dinnya, kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari : 5090, Muslim : 1466)

🌸 Wanita yang bagus agamanya akan membantu pasangannya untuk menjalani ketaatan kepada Allah, bagus dalam mendidik anak-anaknya, bisa menjaga dirinya ketika pasangannya tidak berada disampingnya, diapun bisa menjaga harta dan rumahnya, berbeda dengan wanita yang kurang agamanya bisa jadi dapat memudharatkannya dikemudian hari…

🌸 Sebagian orang berkata : saya menikahi wanita yang kurang agamanya semoga Allah memberikan hidayah dengan tanganku, maka kami katakan padanya : kita tidak diberi beban ( taklif ) untuk masa yang akan datang, masa akan datang kita tidak tahu, bisa jadi ketika engkau menikahinya dengan maksud agar Allah memberikan hidayah kepadanya dengan tanganmu, malah justru si wanita itu yang mengubahmu, sehingga engkau menjadi celaka karenanya…

🌸 Begitu juga sebaliknya (untuk wanita) ketika datang kepadanya laki-laki fasik, kemudian mereka berkata : semoga Allah memberikan hidayah kepadanya, yang lebih buruk lagi si laki-laki yang tidak shalat…

🌸 Ketahuilah bahwa kita tidak dibebani dengan hal mustaqbal (masa yang akan datang), taklif yang kita hadapi sekarang, karena bisa jadi laki-laki yang anda kira bisa berubah menjadi baik justru menyesatkan putrimu, karena laki-laki itu sifatnya menguasai wanita, berapa banyak wanita yang baik kemudian menikah dengan laki-laki yang anda kira baik, punya agama baik, setelah tahu ternyata kurang agamanya, kemudian wanita tersebut hidup dalam ketidaknyamanan, mengeluhkan keadaannya, bahkan ia ingin lari darinya menyelamatkan agamanya, walaupun ia memiliki banyak harta, oleh karena itu berhati-hatilah dalam masalah ini, baik pihak laki-laki, demikian juga pihak wanita…”

(lihat penjelasan Syekh Muhammad bin Shalih ‘Utsaimin di kitab AsSyarhul mumti’ : 12 / 13-14 )

Nasehat Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wassalam diatas seluruh nasehat..

Baarakallahu Fiikum

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi Lc, حفظه الله تعالى

#COVID_19 : Bisa Jadi Pada Wabah Ini Banyak Kebaikan

Syekh Shalih Al-Ushaimiy حفظه الله تعالى berkata,

“Berbahagialah dan jangan bersedih, karena bisa jadi Allah menjadikan pada wabah corona ini banyak kebaikan, Allah ta’ala berfirman :

فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

“(Maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” QS An-Nisa : 19

Dan diantara kebaikannya yang paling besar yang kita rasa adalah menguatkan ubudiyah kita kepada Allah dan mempererat hubungan salah satu diantara kita dengan rumahnya yang ia pimpin..”

Dialih-bahasakan oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi Lc, حفظه الله تعالى

JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

 

#COVID_19 : Keutamaan Sedekah Air #2

Imam Al Baihaqi mengisahkan bahwa imam Al Hakim penulis kitab Al Mustadrok terkena borok di wajahnya. Ia sudah berusaha berobat setahun lamanya namun tidak ada hasil.

Beliau meminta imam Ash Shobuni mendo’akan kesembuhan untuknya di hari jum’at. Beliaupun mendo’akannya dan diaminkan oleh banyak manusia.

Di jum’at berikutnya ada seorang wanita melemparkan secarik kertas kepada imam Al Hakim.
Wanita itu berkata, Kemarin aku bersungguh sungguh berdo’a untuk kesembuhanmu. Tadi malam aku bermimpi bertemu dengan Rosulullah. Beliau berpesan kepadaku, ‘Hendaklah Abu Abdillah (Al Hakim) bersedekah air kepada manusia’

Mendengar itu beliau segera membangun tempat untuk air minum manusia.

Seminggu kemudian, borok beliau mulai sembuh dan beliaupun sembuh total.

Dialih-bahasakan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Keutamaan Sedekah Air #1
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

Menebar Cahaya Sunnah