Renungan 15 Ramadhan 1440 H…

RENUNGAN MALAM 15 RAMADHAN 1440 H…
.
.
Syaikh As-Sa’di -rahimahullah menjelaskan ada 4 macam ilmu yang tidak bermanfaat.
.
PERTAMAilmu yang 100% berbahaya, tidak ada manfaat sama sekali, atau minimal bahaya ilmu tersebut lebih besar dibandingkan manfaatnya (kebaikannya). Misalnya ilmu sihir. Contoh lain, seseorang belajar tentang kesesatan (berbagai aqidah / pemahaman yang menyimpang), namun dia belum memiliki ilmu tentang kebenaran (‘aqidah shohihah), dia tidak memiliki “senjata” untuk melindungi dirinya.
.
KE DUAsibuk mempelajari ilmu duniawi (ilmu pengetahuan) yang hukum asalnya adalah mubah, namun kesibukan tersebut menjadikannya lalai dari hal-hal yang bermanfaat untuk kehidupannya, seperti lalai untuk menghadiri sholat berjamaah di masjid bagi laki-laki tanpa ‘udzur (alasan yang dibenarkan syariat). Dalam kasus semacam ini, ilmu tersebut menjadi ilmu yang tidak bermanfaat.
.
KE TIGAilmu syar’i (ilmu agama), yaitu ilmu tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah, namun tidak diamalkan. Sebetulnya dia mengenal ilmu agama, namun dia tinggalkan atau tidak diamalkan. Dia mengenal keburukan namun justru menerjangnya. Ilmu syar’i yang tidak diamalkan, hanya menjadi ilmu yang tidak bermanfaat.
.
KE EMPATmenyibukkan diri dengan ilmu alam atau ilmu modern (seperti biologi, fisika, dan semisalnya) sehingga menyebabkan dirinya cuek dan berpaling dari mempelajari ilmu agama. Orang yang membatasi diri hanya mempelajari ilmu-ilmu alam tersebut, hanya akan menyebabkan pelakunya bingung dan terjatuh dalam kesombongan. Fenomena semacam ini bisa kita saksikan. Seseorang yang hanya sibuk mempelajari ilmu tersebut, bukannya bertambah keimanan kepada Allah Ta’ala, namun akhirnya menjadi pengingkar Tuhan (atheis).
.
Lalu apa ilmu yang bermanfaat? Yaitu ilmu agama (yang diamalkan) dan ilmu yang mendukung untuk mempelajari ilmu agama tersebut, seperti ilmu bahasa Arab dan semacamnya. Demikian pula setiap ilmu yang bisa memperbaiki agama, dunia, dan akhlak manusia. DENGAN SYARAT BAHWA AGAMA-LAH YANG MENJADI POKOK, sedangkan yang lain adalah tambahan dan penyokong untuk perbaikan agama seseorang.
.
[ Majmu’ Al-Fawaaid wa Iqtinaashil Awaabid ]
.
Artikel muslim.or.id
.
#ramadhan1440
.

Mutiara Nasehat…

Nasehat Syekh Ibnu ‘Utsaimin, rohimahullah :

“..Sibukkanlah diri anda dengan aib-aib anda (sendiri), sucikan diri anda darinya semampunya, wajib atas anda dengan diri anda secara khusus, karena seseorang yang SIBUK dengan aib-aib manusia (orang lain) ia akan LELAH..

Semoga kita mampu mengamalkan nasehat beliau…

Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi Lc,  حفظه الله تعالى

 

da2407162026

Renungan 14 Ramadhan 1440 H…

RENUNGAN MALAM 14 RAMADHAN 1440 H…
.
Apakah ada terbetik di hati anda saat ini prasangka buruk terhadap seseorang (muslim)..?! yuuk do’akan kebaikan untuknya setulus mungkin.
.
Betapa banyak orang yang mengumpulkan pahala dari ibadahnya, akan tetapi tak mampu mengikis hatinya dari penyakitnya. Yang tak jarang, membakar habis amalnya bak api memakan kayu bakar dengan lahapnya.
.
Seinglah kita baca do’a berikut dari QS. Al Hasyr (59) – 10 :
.
ROBBANAGH-FIRLANAA
WALI IKHWAANINAL LADZiINA SABAQUUNA
BIL IIMAN.
WALAA TAJ’AL FII QULUUBINAA
GHILLAL-LIL LADZIINA AAMANU
ROBBANAA INNAKA ROUUFUR-ROHIIM
.
Ya Tuhan kami, berilah kami ampunan dan juga kepada saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami. Dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”
.
.
.
#ramadhan1440
#ramadhan2019
#ramadhan2019🌙
#sunnahnabi
#jumat
#dosa
#keburukan
.
.

Makan Sederhana Bisa LEBIH ENAK, Daripada Makan Enak…

“Mereka yang sederhana dalam makanannya, kenikmatan mereka dari makanan tersebut lebih banyak daripada kenikmatan mereka yang bermewah-mewahan dalam makanannya.

Karena jika mereka yang bermewah-mewahan tersebut telah kecanduan dan terbiasa dengannya, makanan tersebut tidak akan menyisakan kelezatan yang wah, padahal mereka tidak bisa bersabar darinya, disamping sakit mereka akan menjadi banyak karenanya.”

[Oleh Syeikhul Islam, dalam kitabnya: Al-Qoidah fil Mahabbah, hal: 154]

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Darini MA. حفظه الله تعالى

da2206141646

Kebanyakan Orang…

Jika kamu menasehati seseorang untuk meninggalkan maksiat, ia akan mengatakan: “KEBANYAKAN orang melakukan itu… aku tidak sendirian.”

Padahal jika kamu mengamati kata-kata “Kebanyakan Manusia” dalam Alqur’an, pasti kamu akan dapati kata-kata setelahnya:
⚉  Tidak Tahu,
⚉  Tidak Bersyukur,
⚉  Tidak Beriman.

Jika kamu mengamati kata-kata “Kebanyakan Mereka” dalam Alqur’an, pasti kamu akan dapati kata-kata setelahnya:
⚉  Pelaku Kefasikan,
⚉  Tidak Mengerti,
⚉  Berpaling,
⚉  Tidak Memahami,
⚉  Tidak Mendengar.

Maka jadilah kamu golongan minoritas, yang Allah katakan dalam firman-Nya (yang artinya):

 “SEDIKIT dari hambaku yang banyak bersyukur” (Surat Saba’: 13).

 “Tidaklah beriman bersamanya, kecuali SEDIKIT saja” (Surat Hud: 40).

⚉ “Sungguh banyak dari orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain, kecuali mereka yang beriman dan mengerjakan amal saleh, tapi mereka itu SEDIKIT” (Surat Shod: 24)

======

Ibnul Qoyyim, rohimahullah, mengatakan:

“Berjalanlah di atas kebenaran… jangan takut dengan sedikitnya orang yang menjalaninya. Dan jauhilah jalan kebatilan… jangan teperdaya dengan banyaknya orang yang binasa ! “

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

 

da2806140559

Menebar Cahaya Sunnah