Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Apakah Tawakkal Identik Dengan Tindakan Nekat..?
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Berangan-Anganlah Kebaikan…
Berbicara tentang angan-angan atau cita-cita kita yang baik dan indah sudah mendatangkan kebahagiaan…,
Maka bagaimana lagi jika terwujudkan angan-angan dan cita-cita tersebut…?
Berangan-anganlah dan bercita-citalah kebaikan, karena pada cita-cita tersebut pahala yang menanti.
Jika engkau belum mampu beramal kebajikan maka berniatlah untuk mengamalkannya, karena niat baik dicatat pahala oleh Allah…
Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى
da2304140731
KITAB FIQIH – Sholat Di Belakang Orang Fasik…
Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Bolehkah Makmum Yang Berwudhu Bermakmum Kepada Imam Yang Tayamum..? – bisa di baca di SINI
=======
Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…
Kita lanjutkan fiqihnya…
⚉ SHOLAT DIBELAKANG ORANG FASIK / AHLI BID’AH DAN PEMIMPIN YANG ZHOLIM
Dari Ibnu ‘Umar, “bahwa ia sholat dibelakang Hajjaj (panglima yang sangat zholim)” dan ini menunjukkan bahwa sholat dibelakang pemimpin yang zholim yang muslim itu sah.
Imam Bukhari didalam shahihnya yaitu bab “Orang yang menjadi imam adalah orang yang suka berbuat maksiat dan ahli bid’ah.”
Berkata Hasan al Basri, “sholatlah dibelakangnya dan untuk dia ke bid’ahannya”,
Artinya sholat dibelakang ahli bid’ah itu sah selama bid’ahnya tidak mengeluarkan pelakunya dari islam.
Imam Bukhari meriwayatkan juga dari Ubaidillah bin ‘Adi bin Khiyar bahwa, ia masuk kepada ‘Utsman bin Affan dalam keadaan beliau sedang dikepung oleh orang-orang Khawarij maka beliau berkata, ‘sesungguhnya engkau imam kaum muslimin dan engkau sedang diuji oleh Allah subhaanahu wata’ala, yang sekarang menjadi imam kami adalah imam fitnah dan kami tidak suka’, ‘Utsman berkata, ‘sholatlah.., sholat adalah merupakan amalan yang paling baik, apabila orang-orang berbuat baik berbuat baiklah bersama mereka… apabila mereka berbuat buruk jauhilah perbuatan buruk mereka tetaplah kamu sholat dibelakang mereka.’
Imam As Syaukani (didalam As Si’il Jarrar jilid 1 hal. 347) berkata, ‘orang fasik dari kaum muslimin, boleh ia menjadi imam dalam sholat. Siapa yang mengatakan bahwasanya ia tidak berhak untuk menjadi imam padahal ia seorang yang qori’, maka hendaknya ia mendatangkan dalil yang bisa diterima, karena tidak ada dalil sama sekali dari Al Qur’an, tidak pula sunnah (dan) tidak pula qiyas yang shahih yang menunjukkan bahwa mereka tidak boleh menjadi imam.’ Kata beliau, ‘na’am (iya)… memang yang paling bagus yang menjadi imam itu adalah yang terpilih, kalau seperti itu semua ‘Ulama sepakat’, kata beliau. ‘Cuma permasalahannya adalah orang fasik, apabila ia menjadi imam apakah itu boleh ?’ Maka kata beliau, ‘itu diperbolehkan dan sholat dibelakangnya sah’
Adapun orang yang mengimami suatu kaum sementara kaum itu tidak menyukainya, maka Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam telah mengabarkan sholatnya tidak diterima.
Dari hadits Abu Umamah radhiallahu ‘anhu ia berkata, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُجَاوِزُ صَلاَتُهُمْ آذَانَهُمْ: الْعَبْدُ الْآبِقُ حَتىَّ يَرْجِعَ وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ، وَإِمَامُ قَوْمٍ وَهُمْ لَهُ كَارِهُوْنَ
“Ada tiga orang yang sholatnya tidak melewati telinganya (tidak diterima) yaitu,
1. Hamba sahaya yang lari dari tuannya sampai ia kembali.
2. Wanita /istri yang menolak diajak suaminya sehingga suaminya marah.
3. Imam suatu kaum, sementara kaum itu tidak menyukai imam tersebut.” [HR Imam at Tirmizi]
Yang dimaksud dengan ‘kaum itu tidak menyukai imam tersebut’ artinya karena kefasikannya atau kebodohannya… bukan karena keshollihannya.
Adapun kalau imam itu tidak disukai karena kesholihan dan ketaqwaannya tentu yang disalahkan kaumnya dan ia tetap berhak dan tetap diterima sholatnya.
Jadi yang dimaksud bahwa orang yang ‘sholatnya tidak diterima oleh Allah’ yaitu imam yang dibenci oleh kaumnya karena kefasikannya.
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
Larangan Mencela Angin…
Ketika angin sedang bertiup, orang-orang mencelanya, maka ‘Abdullah bin ‘Abbas berkata:
لا تسبوها فإنها تجيء بالرحمة وتجيء بالعذاب، لكن قولوا: اللهم اجعلها رحمة ولا تجعلها عذابا.
“Janganlah kalian mencelanya, karena sesungguhnya dia datang membawa rahmat dan datang membawa adzab (dengan perintah Allah), tetapi ucapkanlah:
‘Yaa Allah, jadikanlah angin ini sebagai rahmat, dan jangan menjadikannya sebagai adzab.’“
[Shohih, diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, no. 29830]
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى
Tak Butuh Terima Kasih…
Allah Ta’ala berfirman:
[ إنما نطعمكم لوجه الله لا نريد منكم جزاء ولا شكوراً ]
“Sesungguhnya kami memberimu makan karena semata-mata mengharap wajah Allah. Kami tidak menginginkan balasan dari kalian tidak juga terima kasih.”
⚉ Berinfak mengharapkan do’a fakir miskin..
⚉ Atau mengharapkan ucapan terima kasih..
Tidak sesuai dengan ayat ini..
Cukuplah pujian dari Allah dan pahala yang besar dariNya..
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
da2708130937
Renungkanlah Tentang Mereka…
Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rohimahullah berkata :
“Setiap kali hatimu lalai dan terlarut dalam kehidupan dunia, keluarlah engkau menuju kuburan. Dan renungkanlah tentang mereka-mereka ini (para penghuni kubur).
Kemarin mereka seperti dirimu berada diatas bumi, mereka makan, minum dan bersenang-senang. Dan sekarang kemana mereka pergi ?
Sekarang mereka tergadaikan dengan amalan-amalan mereka (di dalam kubur). Tidak bermanfaat bagi mereka kecuali amalan-amalan mereka.”
[Syarh Riyadhus Sholihin 3/473]
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى
Apa Bedanya..?
Apa beda orang yang wisata ke pantai kidul dari orang yang memuji nyi roro kidul ?
Bedanya ada pada dua hal:
1. Niat orang pertama sekedar wisata, tanpa menyakini nyi roro kidul. Ia ke pantai dalam rangkau mengagumi ciptaan Allah Ta’ala, bukan menanti uluran tangan atau takut kepada murka nyi roro kidul.
Sedangkan orang kedua, datang ke pantai dengan niat memuja nyi roro kidul, takut kepadanya, dan mengharap bantuannya.
2. Amalan orang pertama sebatas menikmati keindahan alam dan merdunya debur ombak pantai selatan. Dan bisa jadi lisannya melafalkan pujian kepada Allah setiap kali menyaksikan indahnya alam atau merdunya debur ombak yang terus menerus menari dan menari hingga tiba di tepi pantai.
Kalaupun ia melemparkan sesuatu ke pantai, maka itu sebatas buang sampah atau bermain main menggoda ombak lautan yang terus menderu deru.
Sedangkan orang yang kultus kepada nyi roro kidul, ia sering kali melemparkan atau melarung sesuatu sebagai bentuk sesajian atau persembahannya kepada nyi roro kidul.
Jadi tindakan bisa jadi serupa namun nyatanya berbeda, seiring dengan perbedaan niatnya. Dan kadang kala perbedaan niat tersebut juga diiringi dengan perbedaan sikap.
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى.
HAKIKAT BID’AH dan Hukum-Hukumnya – Berpegang Teguh Dengan Sunnah…
Dari kitab yang berjudul “Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa“, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Syarat-Syarat Amal Yang Diterima…) bisa di baca di SINI
=======
🌿 Berpegang Teguh Dengan Sunnah 🌿
Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…
Kemudian beliau (penulis Kitab) membahas yaitu tentang pentingnya berpegang kepada sunnah.
الا عتصام باسنة
⚉ Berpegang teguh dengan sunnah
Ini adalah merupakan poros agama Islam, bahkan ia adalah talinya yang paling kuat, bahkan ia adalah istana yang paling kokoh untuk mempertahankan agama ini.
Ia adalah tali yang sangat kokoh yang takkan putus, bagi orang yang berpegang kepada sunnah Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam
Bahkan ia adalah sebab diturunkannya risalah.. yaitu dimana risalah berupa sunnah Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam adalah : “Memperbaiki hamba dalam hidupnya didunia dan akhirat.”
Maka tidak ada kebaikan di akhirat kecuali dengan mengikuti risalah, sebagaimana tidak ada kebaikan di dalam kehidupan di dunianya kecuali dengan mengikuti risalah, dengan menegakkan sunnah Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam
Karena yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan kepada Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam itulah syari’at yang paling baik, yang berasal dari cahaya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Adil, maka dunia ini semuanya terlaknat kecuali dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kecuali yang sesuai dengan risalah Sunnah Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam…
Apa itu ?
Al I’tishom : yang mempunyai makna Al imsak (berpegang)
👉🏼 Maksudnya ini yaitu berpegang kepada Sunnah Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam di dalam seluruh urusan-urusan, baik urusan dunia maupun urusan akhirat.
Kita berusaha untuk berpegang kepada Sunnah Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam, karena Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam telah menjelaskan segala sesuatu. Semua sudah dijelaskan oleh Rosulullah, sudah disampaikan oleh Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam
Allah Ta’ala berfirman [QS Al-Imran : 103]
وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا
“Berpeganglah kepada tali Allah seluruhnya”
Yang dimaksud dengan tali Allah yaitu AlKitab wal Sunnah
Allah juga berfirman [QS Aali-Imron : 101]
وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Siapa yang berpegang kepada agama Allah, sungguh ia telah diberikan hidayah kepada jalan yang lurus”
⚉ Abu Su’ud dalam tafsirnya berkata
“Siapa yang berpegang teguh dengan agamanya yang haq, yang Allah jelaskan dengan ayat-ayatnya melalui lisan Rosul-Nya shollallahu ‘alayhi wasallam, itu agama Islam dan Tauhid, maka ia telah diberikan hidayah kepada jalan yang lurus”
Allah juga berfirman [QS Az-Zukhruf: 43]
فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Peganglah kuat-kuat wahyu yang diwahyukan kepada engkau, sesungguhnya engkau diatas jalan yang lurus”
Maka ini adalah merupakan tali yang harus kita pegang, yaitu tali Sunnah Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam, itu adalah jalan satu-satunya menuju surga, jalan satu-satunya menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka siapa yang berpegang kepada selain sunnah ia telah sesat dan ia telah menjauh dan menyimpang.
Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda (dalam riwayat Tarmidzi dari Zaid bin Arkom) :
“Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kalian selama kalian berpegang kepadanya, kalian tidak akan tersesat setelah aku.
Yang satu lebih agung daripada yang lain. Ia adalah Kitabullah, tali Allah yang Allah pancangkan dari langit menuju bumi.”
Inilah jalan yang lurus yang harus kita pegang kuat-kuat, apabila kita tidak berpegang tali sunnah ini, kita akan tersesat.
Selama kita berpegang kepada tali sunnah ini in-syaa Allah kita akan terbimbing hidup kita.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul “Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa“, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/
Artikel TERKAIT :
⚉ PEMBAHASAN LENGKAP – Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa – Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya
⚉ PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil Haq – Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉ PEMBAHASAN LENGKAP – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN
Hafalkanlah..!
Dari Abu Kabsyah Al Anmaari rodliyallahu ‘anhu bahwa ia mendengar Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Ada tiga perkara yang aku bersumpah atasnya, aku akan sampaikan, maka hafalkanlah !
⚉ Harta seorang hamba tidak akan berkurang karena sedekah.
⚉ Tidaklah seorang hamba di zalimi, lalu ia bersabar kecuali Allah akan tambahkan kemuliaan untuknya.
⚉ Tidaklah seorang hamba membuka pintu minta-minta, kecuali Allah akan membukakan untuknya pintu kefaqiran.
Aku akan menyampaikan sebuah hadits, hafalkanlah ! Dunia itu untuk empat orang :
⚉ Seorang hamba yang diberikan oleh Allah rizki berupa harta dan ilmu, dengannya ia bertaqwa kepada Allah, menyambung silaturahim dan melaksanakan hak Allah. Ini adalah kedudukan yang paling utama.
⚉ dan hamba diberikan oleh Allah ilmu dan tidak diberikan harta, namun niatnya benar, ia berkata: jika aku mempunyai harta, aku akan berinfaq seperti si fulan, maka dengan niatnya ia mendapat pahala yang sama dengannya.
⚉ dan hamba yang diberikan harta dan tidak diberikan ilmu, ia habiskan hartanya dengan tanpa ilmu, tidak bertaqwa kepada Rabbnya, tidak menyambung silaturahmi dan tidak melaksanakan hak Allah, maka ini kedudukan yang paling buruk.
⚉ dan hamba yang tidak diberikan harta tidak juga ilmu, dan ia berkata: jika aku mempunyai harta aku akan beramal (buruk) seperti si fulan, maka dengan niatnya tersebut ia mendapat dosa yang sama dengannya.”
[HR Ahmad dan at Tirmidzi dan ia berkata: hasan shahih, dan dishahihkan oleh Syaikh al Bani dalam shahih targhib no 16]
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
da2612131905