Agar Tidak Memilih Pendapat Sesuai Dengan Hawa Nafsu…

قال المعلمي:
“ينبغي لطالب الحق أن يقدِّم قبل النظر في المسألة محاسبةَ نفسه، بأن يتجسس فيها: هل لها ميلٌ إلى وجهٍ معيّن في تلك المسألة، أو إلى أي وجه يكون ذهب إليه فلان أو أصحاب هذا المذهب أو هذه الفرقة. 
فإن وَثِقَ بأنه لا ميلَ له البتةَ فالظاهر أنه الآن بريء من الهوى”

Al Mu’allimi rahimahullah berkata:

“Selayaknya bagi pencari kebenaran untuk muhasabah terlebih dahulu sebelum membahas suatu permasalahan dan memeriksa: Adakah di hatinya kecondongan kepada suatu pendapat dalam masalah tersebut, atau condong kepada pendapat si fulan atau madzhab tertentu atau kelompok tertentu ??

Jika ia yakin bahwa dirinya tidak ada kecondongan kepada salah satunya, berarti ia telah bersih dari hawa nafsu.”

Ustdaz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Allah Ta’ala Maha Tahu Atas Segala Sesuatu

⚉   Banyak orang bertanya: mengapa terjadi gempa di Lombok, padahal di sana banyak orang-orang baik, salih, dan agamis ?

Jawaban paling logisnya adalah karena banyaknya kemaksiatan yang dibiarkan di sana .. terutama di pinggir-pinggir pantainya yang katanya di sepanjang pantainya ada “sumur-sumur” yang siap di minum.

Ini mengingatkan kita tentang hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam ketika ditanya: “apakah kita akan binasa, padahal ada orang-orang saleh di tengah-tengah kita ?!“, Beliau menjawab: “iya, jika keburukan sudah banyak !

⚉   Mungkin ada yang bertanya: bukankah di negara kafir lebih parah keadaannya, kenapa mereka tidak ditimpa gempa ?!

Jawabannya:

a.  Tidak benar di sana tidak ada gempa, ada juga gempa di negara-negara kafir.

b.  Adzab Allah tidak hanya berupa gempa, tapi ada juga adzab Allah yang lainnya yang Allah timpakan kepada mereka, seperti angin topan, banjir, tanah longsor, bumi yang tiba-tiba “ndelesep” ke bawah, jiwa yang gersang, hati yang mati dan terkunci, dll.

c.  Jangan samakan antara kasih sayang Allah kepada kaum muslimin dengan kasih sayang Allah kepada orang-orang kafir.

Allah menyayangi kaum muslimin dengan memberikan peringatan kepada mereka, agar mereka segera bertaubat dan kembali kepada jalan yang benar .. sehingga siksa di akhirat ringan, atau bahkan bebas dari siksaan.

Adapun orang-orang kafir, maka bisa saja Allah membiarkan mereka dalam keburukannya hingga ajal menjemput mereka, sehingga nantinya mereka akan menerima azab yang jauh lebih berat .. dan ini tanda TIDAK sayangnya Allah kepada mereka.

⚉   Mungkin ada juga yang bertanya: bukankah sebab gempa itu proses alami dari bergesernya lempengan-lempengan tektonik ?!

Jawabannya: memang itu proses alam .. tapi kita harus tahu bahwa proses alam itu tidak berjalan sendiri .. ada yang mengaturnya, Dialah Sang Pencipta alam semesta ini .. dan Dia telah berkehendak, bahwa peringatan-Nya akan didatangkan kepada hamba-Nya yang pantas menerimanya .. dan diantara peringatan itu adalah gempa bumi.

Jika demikian adanya, maka harusnya kita ingatkan diri akan pentingnya syiar “amar ma’ruf nahi mungkar” .. mari kita GENCARKAN kembali syiar ini .. terutama orang-orang yang sudah diberi kekuasaan .. tujuannya agar kita selamat semuanya .. agar kita terhindar dari peringatan Allah ta’ala sebelum Allah menimpakannya .. atau mengangkatnya setelah kedatangannya.

Allah ta’ala berfirman:

لَمَّا آمَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَىٰ حِينٍ

[Surat Yunus 98]

Ketika kaum Yunus itu beriman, Kami hilangkan dari mereka AZAB yang menghinakan dalam kehidupan DUNIA, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu

Silahkan dishare .. semoga bermanfaat.

Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى.

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah Ke-52

Dari buku yang berjudulAl Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
.
KAIDAH SEBELUMNYA (KE-51) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 52 🌼

⚉   Mereka meyakini bahwa Allah menjadikan kepemimpinan dalam agama itu hasil dari kesabaran dan keyakinan, dan keyakinan itu tidak mungkin di hasilkan kecuali dari ilmu yang dalam dan kuat.

Allah Ta’ala berfirman [QS As Sajadah : 24]

‎وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا۟ ۖ وَكَانُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا يُوقِنُونَ

Dan Kami jadikan di antara mereka pemimpin-pemimpin dalam agama yang memberikan hidayah dengan perintah Kami disaat mereka sabar dan mereka yakin dengan ayat-ayat Kami.”

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah:
“Agama ini seluruhnya adalah berilmu tentang kebenaran dan mengamalkannya. Dan mengamalkan ilmu harus dan membutuhkan kesabaran. Bahkan menuntut ilmu sendiri juga membutuhkan kesabaran, sebagaimana dikatakan oleh Mu’adz bin Jabal, “…hendaklah kalian menuntut ilmu karena mencari ilmu itu ibadah dan mengenalnya adalah menimbulkan rasa takut. Dan membahasnya termasuk jihad. Mengajarkan ilmu kepada orang yang tidak tahu itu shodaqoh. Dan mengulang ilmu adalah tasbih. Dengan ilmu Allah di kenal dan di ibadahi. Dengan ilmu juga Allah di agungkan, di muliakan dan di tauhidkan…

Allah mengangkat dengan ilmu itu suatu kaum, maka Allah jadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin untuk manusia.
Dimana manusia mengambil hidayah dengan mereka. Dan mengambil pendapat mereka.

Kata beliau, disini beliau menganggap membahas ilmu itu termasuk jihad. Sementara untuk berjihad itu butuh kesabaran.

Oleh karena itu Allah berfirman [QS Al’Ashr : 1-3]

‎وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2)

Demi masa sesungguhnya manusia dalam kerugian

‎إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

kecuali orang yang beriman dan beramal sholeh, sering bertawashi, saling berwasiat tentang kebenaran dan berwasiat tentang kesabaran

Maka ilmu yang bermanfaat itu pokok hidayah. Dan mengamalkan kebenaran itulah jalan kebenaran, jalan yang terbimbing, maka kebalikan dari ilmu yang bermanfaat itu adalah kesesatan, sementara kebalikan dari mengamalkan kebenaran itu adalah kerugian.

👉🏼  Jadi kesesatan itu hakikatnya beramal dengan tanpa ilmu. Sementara penyimpangan hakikatnya adalah mengikuti hawa nafsu.

Allah Ta’ala berfirman [QS An Nazm]

‎وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى . مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى

Demi bintang apabila telah “hawa” (telah muncul atau telah terbenam). Maka teman kalian itu tidak tersesat (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam), tidak pula menyimpang

👉🏼  Maka hidayah tidak mungkin diraih kecuali dengan ilmu, sementara bimbingan tidak akan diraih kecuali dengan kesabaran.

Oleh karena itu Ali bin Abi Talib rodhiyallahu ‘anhu berkata,

‎الصَّبْرُ مِنَ الإِيْمَانِ بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنَ الجَسَدِ، وَلَا إِيْمَانَ لِمَنْ لاَ صَبْرَ لَهُ

Ketahuilah sabar dalam iman itu bagaikan kepala untuk badan, apabila kepala putus dari badan, maka akan matilah jasad, demikian pula iman pun akan mati tanpa kesabaran.” Kemudian Ali bin Abi Thalib mengangkat suaranya dan berkata, “ketahuilah tidak ada iman bagi orang yang tidak punya kesabaran.” (Dalam Majmu Fatawa jilid 10 halaman 40)
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

4.700 Kebaikan Plus Rumah Di Surga..?? Tunggu Apa Lagi..?!

.
.
QS Al Ikhlas terdiri dari 47 huruf, kalikan dengan 10 kebaikan, maka anda akan mendapat 470 kebaikan hanya dengan membacanya 1 x.
.
Apalagi jika membacanya 10 x, in-syaa Allah anda akan dapat 4.700 kebaikan plus bonus Rumah sangat indah yang Allah bangunkan di Surga.. Allahu Akbar.
.
TUNGGU APA LAGI…?! YUK AMALKAN SEGERA..
.
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi ALIF SATU HURUF, LAAM SATU HURUF dan MIIM SATU HURUF.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)
.
Dari Mu’adz bin Anas Al-Juhaniy radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) حَتَّى يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللَّهُ لَهُ بيتا في الجنة

“Siapa yang membaca qul huwallahu ahad sampai ia merampungkannya (surat Al-Ikhlas, pen.) sebanyak sepuluh kali, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ahmad, 3: 437. Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguat)
.
Yuk share ke kerabat, teman, dll, untuk bekal akhirat kita yaitu sharing ilmu agama plus bonus sebagai berikut :
.
Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhumaa, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.”
.
(HR. Muslim no. 1893).
.
Sungguh Allah MahaPengasih… Amalan yang ringkas ini membuahkan pahala sangat besar. Allahu Akbar…
.
#rumah
#surga
#janji
#sepuluh
.
Follow IG: @bbg_alilmu
Follow IG: @bbg_alilmu
Follow IG: @bbg_alilmu
.
http://instagram.com/bbg_alilmu

Kaidah Ushul Fiqih Ke 33 : Boleh Membatalkan Ibadah Yang Sunnah, Kecuali…

Pembahasan ini merujuk kepada kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-32) bisa di baca di SINI

=======

🍀 Kaidah yang ke 33 🍀

👉🏼   Boleh membatalkan ibadah yang sunnah kecuali haji dan umroh tidak boleh diputuskan.

Dalil kaidah ini adalah hadits Aisyah, ia berkata:

دخل علي النبي صلى الله عليه وسلم ذات يوم فقال : هل عندكم شيء ؟ فقلنا : لا ، قال : فإني إذن صائم ، ثم أتانا يوما آخر فقلنا : يا رسول الله أهدي لنا حيس ، فقال أرينيه فلقد أصبحت صائما ، فأكل

“Suatu hari Nabi shallallahu alaihi wasallam masuk ke rumahku lalu bertanya: Apakah ada makanan? Kami berkata: Tidak ada. Beliau bersabda: Kalau begitu aku berpuasa.
Di hari yang lain beliau datang. Kami berkata: Telah dihadiahkan kepada kita hais. Beliau bersabda: Perlihatkan kepadaku, pagi ini aku sedang puasa. Lalu beliau memakannya.”
(HR Muslim 1154)

⚉    Hadits ini menunjukkan bolehnya membatalkan ibadah sunnah.

⚉    Namun para ulama menyatakan bahwa membatalkan ibadah sunnah tanpa keperluan adalah makruh, karena itu seakan berpaling dari keta’atan.

Bahkan kata syaikh Utsaimin, kalau bukan karena hadits tersebut, haram hukumnya membatalkan ibadah bila telah memulainya. Karena ia menyerupai nadzar pada sebagian sisinya.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page:

https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/
.
KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP

Do’a Memohon Kemudahan…


.
.
FAEDAH SINGKAT DARI DO’A memohon kemudahan (lihat gambar):
.
1. Yang namanya kemudahan hanya datang dari Allah. Sesuatu yang sulit sekalipun bisa menjadi mudah jika Allah kehendaki.
.
2. Hendaklah hati selalu bergantung pada Allah, bukan bergantung pada diri sendiri yang lemah. Jika hati terlalu yakin atau terlalu PD (percaya diri) sehingga melupakan Rabb di atas sana, maka sungguh urusan tersebut akan semakin sulit. Ingatlah bahwa barangsiapa yang senantiasa bertawakkal pada Allah, maka Allah akan mempermudah urusannya.
.
3. Manusia punya kehendak. Namun kehendak tersebut bisa terealisasi dengan baik dan sempurna, jika Allah menghendakinya. Oleh karena itu, hati seharusnya bersandar pada Sang Kholiq, Allah Ta’ala.
.
4. Perlunya beriman kepada takdir ilahi dengan baik sehingga tidak membuat seseorang semakin sedih atas musibah atau kesulitan yang menimpanya.
.
5. Takdir di satu sisi terasa menyakitkan. Namun jika kita memandang dari sisi lain, pasti ada yang terbaik dan hikmah yang besar di balik itu semua. Yakinlah!
.
Semoga kita bisa mengamalkan do’a ini di kala kita sulit dan di saat mengharap kemudahan dari Allah. Semoga sajian singkat ini bermanfaat.
.
Alhamdulillah alladzi bi-ni’matihi tatimmush-shoolihaat (segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna)
.
.
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى
.
JANGAN LUPA SALAH SATU ADAB BERDO’A : mulailah dengan memuji Allah dengan Nama-Nama-Nya Yang Agung lalu ber-sholawat lalu berdo’a.
.
Silahkan di share, save, copy, re-post..
.
#doa
#doanabi
#sunnah
#mudah
#susah
.
.
Follow IG: @bbg_alilmu
Follow IG: @bbg_alilmu
Follow IG: @bbg_alilmu
http://instagram.com/bbg_alilmu

Apakah Patokan Safar Itu Jarak Ataukah Waktu Tempuh.?

Simak penjelasan Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah Ke-51

Dari buku yang berjudulAl Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
.
KAIDAH SEBELUMNYA (KE-50) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 51 🌼

⚉   Bahwa Ahlussunnah wal Jama’ah menyeru kepada apa yang di seru oleh Alqur’an yaitu akhlak yang mulia.

Allah berfirman [ QS Al-A’raf : 199]

‎خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Ambillah maaf dan perintahkanlah kepada yang ma’ruf dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh

Ibnul Qayyim berkata:
Perhatikanlah ayat ini apa yang terkandung padanya berupa akhlak yang baik dan melaksanakan hak Allah pada mereka dan selamat dari keburukan mereka.

Kalaulah manusia seluruhnya mengambil dan mengamalkan ayat ini tentu itu akan mencukupi mereka, karena sifat maaf itu menyebabkan akhlak mereka itu menjadi selamat, tabiat mereka pun menjadi lembut, demikian pula untuk memberikan harta.”

Demikian pula sikap yang baik, maka itu adalah sikap mereka kepadanya, adapun sikap ia kepada mereka yaitu menyuruh kepada mereka kepada yang ma’ruf, dan itu sesuatu yang sifatnya disaksikan oleh akal akan kebaikannya bahwasanya itu adalah perkara yang baik, demikian pula apa yang Allah perintahkan. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh kita untuk berpaling dari orang-orang yang bodoh supaya kita selamat daripada kebodohan mereka.

Orang bodoh kalau kita layani pasti mereka akan membalas dengan yang lebih, maka sehingga akhirnya kitapun ikut berbuat bodoh, tapi dengan cara kita berpaling dari orang bodoh maka kita selamat dari kebodohan mereka.

Beliau melanjutkan lagi, “Maka adakah kesempurnaan bagi seorang hamba dari belakang ini semua, maka adakah pergaulan dan siasat yang lebih baik daripada pergaulan dan siasat seperti ini.

👉🏼  Ini merupakan ayat yang luar biasa, memberikan kepada kita pendidikan bagaimana kita bersikap kepada makhluk, yaitu dengan sikapi mereka dengan maaf. Dan maaf itu tidak sama sekali tidak menjatuhkan harga diri kita, bahkan menambah kemulian.

👉🏼  Yang kedua, memerintahkan mereka kepada yang ma’ruf, kemudian berpaling dari orang yang bodoh. Terkadang banyak orang-orang yang mencaci maki kita ataukah sikap-sikap lainnya yang merupakan kebodohan, tidak perlu kita ladeni, tidak perlu kita layani. Kita berpaling dari orang yang bodoh itu adalah lebih baik.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Bolehkah Puasa Sunnah di Hari-Hari Tasyriq..?

.
.
Yang terbiasa puasa ayyamul bidh bisa puasa di tanggal 14, 15 Dzulhijjah. Dan ini kurang satu. Maka sebagai gantinya, dia bisa puasa di tanggal 16 Dzulhijjah.
.
Karena inti dari puasa ayyamul bidh adalah mengamalkan anjuran puasa 3 hari tiap bulan. Dan bukan syarat puasa 3 hari tiap bulan harus dilakukan di ayyamul bidh.
.
An-Nawawi mengatakan,

وثبتت أحاديث في الصحيح بصوم ثلاثة أيام من كل شهر من غير تعيين لوقتها، وظاهرها أنه متى صامها حصلت الفضلية، وثبت في صحيح مسلم عن معاذة العدوية أنها سألت عائشة: أكان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصوم من كل شهر ثلاثة أيام؟ قالت: نعم، قالت: قلت: من أي أيام الشهر؟ قالت: ما كان يبالي من أي أيام الشهر كان يصوم

Terdapat banyak hadis sahih tentang anjuran puasa 3 hari tiap bulan, tanpa menentukan tanggal pelaksanaannya. Dan yang dzahir, selama orang itu puasa 3 hari tiap bulan, dia telah mendapat keutamaanya. Disebutkan dalam shahih Muslim bahwa Mu’adzah al-Adawiyah pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Apakah Rasulullah puasa 3 hari tiap bulan ?” jawab A’isyah, “Ya.”
.
Tanggal berapa beliau puasa ?” tanya Muadzah.
.
Jawab A’isyah,

ما كان يبالي من أي أيام الشهر كان يصوم

Beliau tidak memperhatikan tanggal berapa beliau puasa.” (al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 6/384).
.
Sehingga, siapa yang tidak bisa melaksanakan puasa ayyamul bidh di tanggal 13 Dzulhijjah, bisa diganti di tanggal setelahnya.
.
Wallahu a’lam

Ustadz Ammi Nur Baits, حفظه الله تعالى

Ref : https://konsultasisyariah.com/28331-puasa-ayamul-bidh-di-hari-tasyriq.html

Sadarlah Wahai Saudaraku…

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- berkata:

Mungkin saja engkau memakai jam tanganmu, lalu yang melepaskannya dari tanganmu itu pewarisnya…

Mungkin saja engkau menutup pintu mobilmu, lalu yang membukakannya untukmu petugas ambulan…

Mungkin saja engkau memasang kancing bajumu, lalu yang membukakannya untukmu pemandi mayat…

Mungkin saja engkau memejamkan mata saat berbaring di kamarmu, lalu mata itu tidak terbuka lagi melainkan di hadapan Allah Penakluk langit dan bumi pada hari kiamat…

Tidakkah kita melihat bagaimana kita menghidupkan waktu kita, dengan apa kita mengisinya, dan dengan apa hidup kita akan ditutup ?!

Ya Allah… sadarkanlah kami dari kelalaian ini!

Penterjemah:
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

 

da110717-2032

Menebar Cahaya Sunnah