Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini :
Ancaman Allah…
Yang Terbaik Dan Yang Terlupakan
“Dan sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan ALLAH, Al Muharrom”
Sabda yang disampaikan Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dalam riwayat Imam Muslim.
Puasa sunnah bulan Al Muharrom adalah amalan yang disunnahkan oleh Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, namun sayangnya ia sering terlupakan, banyak orang tidak sadar bahwa di bulan Al Muharrom inilah bulan terbaik untuk berpuasa sunnah.
Setiap hari dari bulan ini dapat kita isi dengan berpuasa (*). Banyak ulama yang menganjurkan kita berpuasa di mayoritas hari-harinya bahkan sebulan penuh bagi yang sanggup (**).
Bagi yang sanggup berpuasa 29 hari, silahkan.
Bagi yang sanggup berpuasa 28 hari, silahkan.
Bagi yang sanggup berpuasa 27 hari, silahkan.
Begitu seterusnya, dan minimal ia berpuasa pada tanggal 10, atau 9 dan 10 atau 9,10,11 (***).
Catatkan diri anda sebagai penghidup sunnah Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dengan memperbanyak puasa di bulan ini sesuai kemampuan anda, dan niatkan berpuasa sunnah di bulan Al Muharrom.
Selamat berpuasa.
Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى
* Syarh Zaadul Mustaqni’ li Syinqiithii.
** Al Majmu’ Imam Nawawi 6/387, Al Fatawa Ibnu Hajar Al Haitami 2/54, Al Mubdi’ Ibnu Muflih 3/54, Fatwa Syeikh bin Baz, Fatwa Syeikh Shalih Al ‘Utsaimin, Fatwa Syaikh Shalih Fauzan, Fatwa Syaikh Sa’ad Asy Syatsri, Fatwa Syaikh Muhammad Al Mukhtar Asy Syinqiithii.
*** Terjadi khilaf diantara ulama tentang hari puasa yang ditekankan di bulan Al Muharrom, apakah 2 hari (9,10 atau 10,11) atau 3 hari (9,10,11).
Menyampaikan Hadits Lemah atau Palsu…
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini :
Puasa 9 dan 10 Muharram Jatuh Pada Hari…
Fawaid Umdatul Ahkaam – Daftar Isi Lengkap
Fawaid Umdatul Ahkaam (kitab Taisirul Allam)
Fawaid Umdatul Ahkaam : Hadits ke 9
Fawaid Umdatul Ahkaam : Hadits ke 8
Fawaid Umdatul Ahkaam : Hadits ke 7
Fawaid Umdatul Ahkaam : Hadits ke 6
Fawaid Umdatul Ahkaam : Hadits ke 5
Fawaid Umdatul Ahkaam : Hadits ke 4
Fawaid Umdatul Ahkaam : Hadits ke 3
Fawaid Umdatul Ahkaam : Hadits ke 2
Fawaid Umdatul Ahkaam : Hadits Pertama
Keunggulan Shahih Bukhari di Atas Shahih Muslim…
Al Hafidz ibnu Hajar Al Asqolani menyebutkan 6 keunggulan shahih Bukhari di atas shahih Muslim. yaitu:
1. Ada 430 lebih perawi yang bersendirian imam Bukhari dalam meriwayatkannya. Yang diperbincangkan akan kelemahannya hanya 80 orang lebih. Sedang jumlah perawi yang imam Muslim bersendirian mengeluarkannya ada 620 orang dan yang diperbincangkan ada 160 orang. Tidak ragu lagi bahwa meriwayatkan perawi yang tidak diperbincangkan sama sekali lebih baik dari meriwayatkan perawi yang diperbincangkan.
2. Perawi perawi Bukhari yang diperbincangkan tersebut tidak sering diriwayatkan oleh Bukhari hadits hadits mereka kecuali naskah Ikrimah dari ibnu Abbas.
Berbeda dengan Muslim. Ia sering meriwayatkan hadits perawi perawinya yang diperbincangkan kelemahannya. Seperti periwayatan AbuZubair dari Jabir, Suhail dari ayahnya dan sebagainya.
3. Perawi perawi Bukhari yang diperbincangkan tersebut kebanyakan adalah guru langsung imam Bukhari yang beliau telah mengetahui betul hadits haditsnya dan memilahnya antara yang shahih dan yang tidak.
Berbeda dengan Muslim. Kebanyakan perawinya yang diperbincangkan tersebut adalah dari kalangan tabi’in dan setelahnya yang tentunya imam Muslim tidak sezaman dengannya.
4. Imam Bukhari meriwayatkan perawi perawi tingkatan kedua dengan dipilih pilih. Sedang Muslim meriwayatkan mereka sebagai pokok sebagaimana dikatakan oleh Abu Bakr Al Hazimi.
5. Bukhari mensyaratkan seorang perawi harus benar benar bertemu dengan gurunya dalam isnad yang mu’an’an. Sedangkan Muslim hanya mencukupkan sezaman antara murid dan guru dan ada kemungkinan bertemu. Walaupun pendapat Muslim bisa diterima namun tentu syarat Bukhari lebih kuat.
6. Hadits hadits shahih Bukhari dan Muslim yang dikritik oleh para ulama seperti imam Ad Daroquthni semuanya berjumlah 210 hadits. 80 kurang dalam shahih Bukhari dan selebihnya dalam shahih Muslim. Tentu yang lebih sedikit dikritik hadits haditsnya lebih baik dari yang lebih banyak dikritik.
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Fawaid Umdatul Ahkaam : Hadits ke 9…
Hadits ke 9
عن عائشة قالت كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعجبه التيمن في تنعله وترجله وطهوره وفي شأنه كله
Dari Aisyah radliyallahu anha ia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyukai mendahulukan kanan saat memakai sendal, menyisir, bersuci dan pada semua urusannya (yang baik).
HR Bukhari dan Muslim.
Fawaid hadits:
1. Menggunakan kanan dalam perkara perkara yang baik itu afdlol secara syariat, akal dan kedokteran.
imam An Nawawi rahimahullah berkata, “Kaidah syariat yang tetap adalah disukai memulai yang kanan dalam perkara perkara yang mulia. Adapun kebalikannya maka dengan memakai yang kiri.” (Syarah shahih Muslim (3/160)
2. Sunnahnya mendahulukan anggota yang kanan ketika berwudlu.
imam An Nawawi rahimahullah berkata, “Telah ijma ulama bahwa mendahulukan yang kanan dari yang kiri ketika mencuci dua tangan dan dua kaki ketika berwudlu adalah sunnah. Siapa yang terluput maka ia terluput dari keutamaan dan wudlunya sah.” (Syarah Shahih Muslim 3/160).
3. Islam memberikan bimbingan kepada perkara yang paling baik untuk kebaikan manusia. Dan mencegah mereka dari hal hal yang membahayakan.
Badru Salam, حفظه الله تعالى




