Akibat Menyelisihi Sunnah

● Sa’id bin Al-Musayyib (w. 94 H) rohimahullahu Ta’ala melihat seseorang sholat dengan banyak roka’at di waktu terlarang, lalu beliaupun melarangnya.

فقال: يا أبا محمد! يعذبني الله على الصلاة؟! قال: لا، ولكن يعذبك على خلاف السنة.

Orang tersebut mengingkari dengan berkata, “Wahai Abu Muhammad, apakah Allah akan meng-adzabku karena sholat..?!”

Beliau berkata, “Tidak .. akan tetapi Allah akan meng-adzabmu dikarenakan engkau menyelisihi sunnah..”

● Asy-Syaikh Al-Albani rohimahullah mengatakan,

وهذا من بدائع أجوبة سعيد بن المسيب وهو سلاح قوي على المبتدعة الذين يستحسنون كثيرًا من البدع ويتهمون أهل السنة بأنهم ينكرون الذكر والصلاة، وهم إنما ينكرون عليهم مخالفتهم للسنة.

Jawaban ini termasuk jawaban yang paling bagus dari Sa’id bin Al-Musayyib. Jawaban ini merupakan senjata yang kuat untuk melawan ahli bid’ah. Mereka banyak menganggap baik sebuah kebid’ahan dan menuduh ahlussunnah mengingkari dzikir dan sholat.

Padahal ahlussunnah hanyalah mengingkari penyelisihan mereka terhadap sunnah.

(Irwa’ul Gholil – 2/hal.236)

HADITS : Seorang Wanita Muslimah Akan Semakin Dekat Kepada Allah Ketika Ia Berada Di Dalam Rumahnya

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

ARTIKEL TERKAIT

  1. Seorang Wanita Muslimah Akan Semakin Dekat Kepada Allah Ketika Ia Berada Di Dalam Rumahnya
  2. Keutamaan Wanita Muslimah Sholat Tersembunyi Di Kamarnya
  3. Sholat Yang Paling Dicintai Allah Bagi Seorang Wanita Muslimah
  4. Sebaik-Baik Masjid Bagi Para Wanita Muslimah

HADITS : Sebaik-Baik Masjid Bagi Para Wanita Muslimah

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

ARTIKEL TERKAIT

  1. Seorang Wanita Muslimah Akan Semakin Dekat Kepada Allah Ketika Ia Berada Di Dalam Rumahnya
  2. Keutamaan Wanita Muslimah Sholat Tersembunyi Di Kamarnya
  3. Sholat Yang Paling Dicintai Allah Bagi Seorang Wanita Muslimah
  4. Sebaik-Baik Masjid Bagi Para Wanita Muslimah

Menggabungkan Niat Sholat Rowatib / Sholat Dhuha Dengan Sholat Tahiyatul Masjid

Pertanyaan berikut ditujukan kepada Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rohimahullahu Ta’ala.

PERTANYAAN

Wahai Syaikh yang mulia, apakah dua roka’at sholat Dhuha bisa digabungkan dengan sholat sunnah tahiyatul masjid..?

JAWABAN

Misalnya seseorang masuk masjid pada waktu Dhuha, lalu ia berniat melaksanakan sholat Dhuha, maka sholat tahiyatul masjid sudah termasuk di dalamnya.

Begitu pula ketika masuk (masjid), lalu ia laksanakan sholat rowatib, maka sholat tahiyatul masjid juga sudah termasuk di dalamnya. Misalnya, seseorang melaksanakan sholat rowatib qobliyah shubuh atau rowatib qobliyah zhuhur, maka sholat tahiyatul masjid pun tercakup di dalamnya.

Akan tetapi sebaliknya, sholat tahiyatul masjid tidak bisa mencukupi sholat rawatib. Seandainya seseorang masuk masjid setelah dikumandangkan adzan zhuhur, lalu ia berniat laksanakan sholat tahiyatul masjid, maka ini tidak bisa mencakup sholat rowatib.

[Liqo’at Al Bab Al Maftuh, Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin, kaset no. 108]

(*) Karena memang dalam hadits yang membicarakan sholat sunnah tahiyatul masjid, sifatnya umum. Asalkan mengerjakan sholat sunnah dua roka’at apa saja, termasuk sholat sunnah rawatib dua roka’at, maka sudah dianggap mendapatkan keutamaan sholat tahiyatul masjid. Lihat saja bagaimana redaksional haditsnya,

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

“Jika salah seorang di antara kalian memasuki masjid, hendaklah ia kerjakan sholat dua roka’at sebelum ia duduk..” (HR. Al Bukhari no. 444 dan Muslim no. 714)

ref: https://rumaysho.com/1285-menggabungkan-niat-shalat-rawatib-dan-tahiyatul-masjid.html

HADITS : Keutamaan Wanita Muslimah Sholat Tersembunyi Di Kamarnya

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT

  1. Seorang Wanita Muslimah Akan Semakin Dekat Kepada Allah Ketika Ia Berada Di Dalam Rumahnya
  2. Keutamaan Wanita Muslimah Sholat Tersembunyi Di Kamarnya
  3. Sholat Yang Paling Dicintai Allah Bagi Seorang Wanita Muslimah
  4. Sebaik-Baik Masjid Bagi Para Wanita Muslimah

HADITS : Kasih Sayang Allah Kepada Hamba-Nya

Dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhu, Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Sesungguhnya Allah menulis kebaikan-kebaikan dan kesalahan-kesalahan kemudian menjelaskannya.

– Barangsiapa berniat melakukan kebaikan namun dia tidak (jadi) melakukannya, Allah tetap menuliskanya sebagai satu kebaikan sempurna di sisi-Nya.

– Jika ia berniat berbuat kebaikan kemudian mengerjakannya, maka Allah menulisnya di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat sampai kelipatan yang banyak.

– Barangsiapa berniat berbuat buruk namun dia tidak jadi melakukannya, maka Allah menulisnya di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna.

– Dan barangsiapa berniat berbuat kesalahan kemudian mengerjakannya, maka Allah menuliskannya sebagai satu kesalahan.

(HR. al-Bukhari no. 6491)

======

● Imam Nawawi rohimahullah mengatakan,

Wahai saudaraku .. semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita semua.

Lihatlah betapa sempurna kelemahlembutan Allah ‘Azza wa Jalla..! Renungilah untaian kalimat-kalimat ini.

– Sabda beliau : عِنْدَهُ (di sisi-Nya) mengisyaratkan perhatian Allah terhadap amalan hamba.
– Kata : كَامِلَةً (kaamilah/sempurna) berfungsi sebagai penegas dan menunjukkan perhatian Allah yang besar terhadapnya.

Kemudian beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang keburukan yang diniatkan oleh seorang hamba namun ditinggalkannya : كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً (Maka Allah ‘Azza wa Jalla mencatatnya sebagai satu kebaikan sempurna). Beliau menguatnya dengan kata “kaamilah” (sempurna).

Sedangkan jika ia tetap melakukan keburukan itu, maka Allah mencatatnya sebagai satu keburukan. Di sini, kecilnya balasan dikuatkan dengan kata “waahidah” (satu) bukan dengan kata “kaamilah”.

(Kitaabul Arba’în an-Nawawiyyah hlm. 106)

Apakah Takbir Dilakukan Langsung Setelah Salam Secara Bersama Ataukah Sendiri-Sendiri..?

● Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Yang disyariatkan ketika selesai sholat adalah membaca dzikir yang sudah dikenal, kemudian bila anda selesai berdzikir silahkan bertakbir.

Begitu pula disyariatkan supaya orang-orang tidak bertakbir bersama, akan tetapi SETIAP ORANG BERTAKBIR SENDIRI-SENDIRI.

Inilah yang disyariatkan sebagaimana di hadits Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, mereka bersama Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam saat haji, diantara mereka ada yang mengeraskan bacaan talbiyah, sebagian lagi bertakbir, mereka tidak dalam satu bentuk..”

(Majmu’ Fatawa wa Rosail 16/261)

PERTANYAAN :

● Syaikh Khalid Al-Musyaiqih hafizhohullah ditanya,

ومتى يكبر ؟ هل يكبر بعد السلام مباشرة أو عقب الذكر ؟
نقول يكبر بعد الاستغفار وقول : ( اللهم أنت السلام ومنك السلام تباركت يا ذا الجلال والإكرام ) ، فيستغفر الله ثلاثاً ثم يقول : ( اللهم أنت السلام ومنك السلام تباركت يا ذا الجلال والإكرام ) ثم يشرع في التكبير ، يكبر ما شاء الله عز وجل ثم بعد ذلك يعود لأذكاره

Kapan mulai takbir setelah sholat..? Apakah langsung bertakbir persis setelah salam ataukah setelah Dzikir..?

JAWAB :
Kami katakan, sebaiknya bertakbir setelah istighfar dan membaca,

اللهم أنت السلام ومنك السلام تباركت يا ذا الجلال والإكرام

Hendaknya dia :
– istighfar 3 kali (Astaghfirullah .. astaghfirullah .. astaghfirullah)
– kemudian membaca dzikir di atas (Allaahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa Dzal Jalaali wal ikroom),
– setelah itu mulai bertakbir.

Dia bisa bertakbir dengan jumlah bebas, kemudian kembali berdzikir lagi.

Wallaahu ta’ala a’lam

(*) Syaikh Prof Dr. Khalid Al-Musyaiqih hafizhohullah adalah dosen Fakultas Syariah di Universitas Muhammad bin Suud KSA. Beliau merupakan murid Imam Ibnu Baz dan Imam Ibnu Utsaimin, rohimahumallah.

ref : https://konsultasisyariah.com/8570-takbiran-dulu-atau-dzikir-dulu.html

Setiap Amalan Tergantung Akhirnya

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Sungguh ada seorang hamba yang menurut pandangan orang banyak mengamalkan amalan penghuni surga, namun berakhir menjadi penghuni neraka. Sebaliknya ada seorang hamba yang menurut pandangan orang melakukan amalan-amalan penduduk neraka, namun berakhir dengan menjadi penghuni surga. Sungguh amalan itu dilihat dari akhirnya..”

[ HR. Al Bukhari no. 6493 ]

KAMIS – 06 DZULHIJJAH – 13 JUNI

sekarang kita telah melewati separuh dari 10 hari terbaik.

untuk mereka yang giat beribadah sejak hari pertama Dzulhijjah, jangan lengah.. justru inilah saatnya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, kenapa demikian..?! karena setiap amalan tergantung pada akhirnya.

dan untuk mereka yang baru serius ibadah, jangan pula bersedih dan kecil hati.. karena, sekali lagi, setiap amalan tergantung pada akhirnya.. masih ada kesempatan di hari ini tanggal 6 dzulhijjah, lalu besok tanggal 7, 8, 9 dan 10 insyaa Allah.

as the saying goes.. it’s not how you start, it’s how you finish..

Menebar Cahaya Sunnah