Kemuliaan Yang Hakiki

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

Tidak ada yang bisa mengangkat derajatmu di dunia, seperti agama dan imanmu.

Maka, barangsiapa silau dengan kedudukannya; ingatlah Raja Fir’aun.

Barangsiapa silau dengan hartanya, maka ingatlah Qarun dan hartanya.

Barangsiapa silau dengan nasabnya, maka ingatlah, putra Nabi Nuh yang durhaka, ayah Nabi Ibrohim yang musyrik, dan Abu Lahab paman Nabi kita -shollallohu ‘alaihi wasallam-.

Kemuliaanmu yang hakiki hanyalah ada pada agamamu. Semakin tinggi agamamu, semakin tinggi kemualiaanmu.

Allah taala berfirman (yang artinya):

“Sungguh orang yang paling mulia dari kalian adalah orang yang paling bertakwa” [Hujurot: 13].

Allah juga berfirman (yang artinya):

“Barangsiapa ingin kemuliaan, maka hanya milik Allah semua kemuliaan” [Fathir:10]

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Mengusap Ubun-Ubun Sorban & Khuff

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Dari Al Mughirah bin Syu’bah sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berwudlu, beliau mengusap ubun-ubunnya, sorban dan dua khuffnya.” (HR Muslim).

Fawaid hadits:
1. Hadits ini tidak menunjukkan bolehnya hanya mengusap ubun-ubun saja, sebagaimana yang dilakukan banyak kaum muslimin di indonesia, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap ubun-ubun ketika beliau memakai sorban.

2. Ibnu Qayyim berkata: “tidak shahih Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hanya mengusap sebagian kepalanya saja.

3. Bolehnya mengusap sorban.

4. Bolehnya mengusap dua khuff.

5. Wajibnya mengusap seluruh kepala bila tidak mengenakan sorban, sebagaimana dalam hadits yang telah berlalu.

Wallahu a’lam

Nyanyian

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Syaikhul Islam berkata, “Kamu akan mendapati orang yang mendengarkan qasidah untuk memperbaiki hati, berkurang keinginannya untuk mendengarkan Al Qur’an.”
(Al Iqtidla hal 327).

Nyanyian bukan obat hati..
Bukan pula pelipur lara..
Justru seringkali menambah penyakit hati..

Cukuplah Al Qur’an sebagai air penyejuk qolbu..

Siapa yang tidak merasa cukup dengan Al Qur’an bukan dari golongan kami..
demikian sabda Nabi..

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Cemburu Buta

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc حفظه الله تعالى

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari perasaan cemburu buta :

1. Selalu mengikatkan hati, lisan dan perbuatan pada aturan Allah. Ucapkan hanya kalimat-kalimat yang baik pada pasangan sekalipun sedang cemburu, sebab ucapan pun adalah doa. Hindari dari lisan yang mencaci maki, menghujat apalagi menghinakan, karena pasti akan menyakiti hati pasangan.

2. Perbanyaklah berdzikir untuk menenangkan hati. Sibukkan diri dengan membaca alquran, dan kalimah dzikrullah yang dituntunkan seperti subhanallah alhamdulillah laa illaha illallah Allahu Akbar.

3. Memilih sabar dalam mengendalikan cemburu. Sesungguhnya sabar adalah penolong dan memiliki pahala tanpa batas.

4. Berdoa memohon pertolongan Allah Subhana Wata’ala dan membasahi hati serta lisan dengan istighfar. Pahami bahwa tanpa Allah, kita tak punya daya apa-apa.

5. Selalu mengingat mati. Ini akan menjaga kita dari memilih perbuatan dosa dan mendholimi pasangan.

6. Bersikap qona’ah, menerima segala ketentuan Allah dengan lapang dada. Cemburulah hanya jika Allah pun cemburu.

7. Bersyukur pada pasangan. Ingatlah segala kebaikannya dan maafkan kekhilafannya yang tidak disengaja. Sadari seutuhnya pasangan pun manusia biasa yang tidak luput dari kekurangan dan keterbatasan.

8. Membangun kepercayaan dan keterbukaan dengan pasangan. Panggillah pasangan dengan kata-kata yang indah dan penuh cinta, seperti rasulullah memanggil humaira pada ibunda Aisyah.

9. Jauhi sifat dan perilaku dendam, apalagi dengan memanfaatkan kelembutan dan kebaikan hati pasangan. Jauhi mengandalkan bisikan setan seperti ini, “Sedendam apapun aku, sedholim apapun aku….suatu saat nanti, beberapa tahun lagi…ia pasti akan memaafkanku dan membuka pintu hati untukku…karena cintanya padaku..selalu ada cara ia tak bisa melupakanku….ia akan kembali padaku.” Hemm sayang kita hidup di dunia nyata, bukan sinetron. Jadi berhentilah bermimpi dan berangan-angan.

10. Jadilah manusia yang kuat, yang mampu menundukkan diri sendiri. Sederas apapun angin menerpa, sekuat apapun tekanan menghujam, sebesar apapun badai dan gelombang menghantam jangan pernah bawa dan menceritakan masalah pribadi dan pasangan pada orang lain, dunia luar yang sejatinya tak tahu apa-apa tentang kehidupan kita. Kita adalah pakaian bagi pasangan. Menyebarkan aib pasangan sama saja dengan mempertontonkan aib diri sendiri. Jangan salahkan siapapun jika suatu saat nanti bisa menusuk balik pada diri kita. Ingatlah sebuah peribahasa, “mulutmu adalah harimaumu..” mulut kita sendiri yang justru akan menerkam diri.

11. Senantiasa melakukan introspeksi diri. Jujurlah untuk menilai diri sendiri dengan patokan hukum syara. Katakan benar jika memang benar, dan berbesar hatilah mengakui jika memang salah. Jangan pernah menjadikan orang lain sebagai kambing hitam atas pilihan perbuatan kita, atas apa yang terjadi pada kita atau atas maksiat/ketidaktaatan yang pernah kita lakukan. Ali bin Abu Tholib menasihati, ” kalau lupa dengan kesalahan diri, maka kesalahan orang lain akan lebih besar terlihat.” Wallohu’alam

Keimanan Sumber Kebahagiaan

Ustadz Fuad Hamzah Baraba’, Lc, حفظه الله تعالى

Kebahagian adalah dambaan setiap orang. Tak seorangpun yang ingin hidup sengsara.

Kebahagiaan merupakan sebuah cita-cita yang semua orang berusaha untuk meraihnya.

Lalu bagaimana meraih kebahagian yang hakiki?

Keimanan kepada Allah merupakan faktor utama dalam meraih kebahagiaan.

Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah menjelaskan 3 tanda kebahagian:
1. Bersyukur
2. Sabar
3. Beristighfar

Keadaan seseorang akan selalu berputar, antara mendapat karunia yang melimpah, di timpa musibah atau terjerumus dalam lubang dosa.

Seorang yang beriman tatkala memperoleh sebuah kenikmatan, ia mengetahui bahwa itu semua datangnya dari Allah ‘Azza wa jalla, kemudian dia memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya.

Jika ditimpa musibah, dia yakin
bahwa itu semua atas kehendak Allah ‘Azza wa jalla, lalu dirinya ridha dan sabar.

Dan bila pada suatu waktu ia terkalahkan oleh nafsunya dan terjatuh ke dalam jurang dosa, ia menyadari bahwa dirinya telah melanggar batasan-batasan Allah ‘Azza wa jalla dan kemudian segera bertaubat dan beristighfar.

Ketiga hal tersebut menunjukan, bahwa kebahagian hanya dapat diraih dengan beriman kepada Allah ‘Azza wa jalla.

Keimanan merupakan tempat bersandar seorang Muslim pada setiap keadaan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
” Sungguh sangat menakjubkan perkara (kondisi) seorang Mukmin. Seluruh perkara (kondisinya) baik, dan itu tidak ada pada seseorang kecuali pada seorang Mukmin. Jika mendapat nikmat, ia pun bersyukur dan itu adalah terbaik baginya. Jika ditimpa musibah, ia bersabar dan itulah yang terbaik bagi dirinya. (HR. Muslim)

Semoga kita dapat meraih kebahagian yang hakiki.

Ooo, Dasar Tidak Pernah Makan Bangku Sekolah!

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى

Di masyarakat ada celaan yang unik yaitu : “Tidak pernah makan bangku sekolah” . Celaan ini biasanya di arahkan kepada orang-orang yang berpikir atau bersikap bodoh. Namun demikian, celaan ini tentu saja sangat aneh, karena bila dipahami secara terbalik, berati orang pandai adalah orang yang pernah makan bangku sekolah.

Bila ini benar, maka tidak ada orang yang layak disebut pandai, karena sepandai apapun anda, saya yakin tidak pernah makan bangku sekolah. Bahkan kalau anda benar-benar pernah memakan bangku sekolah, maka saya meragukan kepandaian anda.

Anda bisa bayangkan, betapa pusing dan bingungnya orang asing baru belajar bahasa Indonesia, bila mendengar ucapan di atas. Bisa jadi mereka salah persepsi dan beranggapan bahwa bangsa indonesia ganas dan rakus, sampai bangku sekolahpun dilahap hingga habis.

Saudaraku! Bisa saja anda membela dan berusaha menjelaskan maksud ucapan di atas, namun munurut saya ucapan di atas tetap saja menyisakan keunikannya tersendiri.

Sobat! Kejadian di atas, hanyalah contoh sederhana bahwa untuk dapat memahami satu ucapan, sampaipun ucapan sederhana bahkan celaan semacam ini, anda harus memahami budaya dan berbagai hal lainnya. Sekedar memahami arti kata per kata tidaklah cukup.

Bila anda memahami dan menyadari hal ini, tentu sudah sepantasnya andapun menyadari bahwa untuk memahami Al Qur’an, Hadits, dan juga perkataan ulama’ dibutuhkan keahlian dan berbagai disiplin ilmu pendukung lainnya atau yang sering disebut dengan ilmu alat. Ada ilmu usul tafsir, ushul fiqih, musthalah hadits, maqashid as syar’iyah, qawaidh fiqhiyah dll.

Karena itu sudah sepatutnya kita semua mawas diri, bahwa ilmu agama bukanlah murah atau hina lebih murah atau lebih hina dibanding ilmu bahasa indonesia. Karena itu hormatilah ilmu agama kita melebihi penghormatan anda kepada ilmu sastra bahasa indonesia atau lainnya.

Adab Mengucapkan Dan Menjawab Salam Dalam Pesan Singkat (SMS, BBM Dll)

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Bagaimana adab mengucapkan dan menjawab salam yang disampaikan melalui pesan singkat seperti sms, bbm, dll ? apakah wajib diucapkan atau dijawab penuh ?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى  sebagai berikut :

Tidak Usah Ngumpet-Ngumpetan Dengan Istri Kedua …

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc حفظه الله تعالى

Sebagian ikhwan yang saya dengar langsung melakukan poligami seacra diam-diam (nikah sirri), tanpa pengetahuan istri pertama. Walaupun kami katakan nikah seperti itu sah selama memenuhi syarat nikah seperti adanya wali.

Namun …

Menurut kami, ketidak terus terangan seperti ini dapat berakibat:

1- Tidak jujurnya suami pada istri ketika suaminya sering pergi keluar kota menemui istri kedua.

2- Membuat kecurigaan pada orang-orang, mereka akan bertanya apakah hubungan dengan istri kedua sudah halal ataukah belum. Jangan-jangan wanita kedua adalah perempuan simpanan yang tidak halal.

3- Muncul komentar jelek pada syariat poligami itu sendiri.

Kalau berani poligami, harus berani juga terang-terangan, tak usah ngumpet-ngumpetan.

Baca >

Tentang Poligami:
http://rumaysho.com/keluarga/poligami-wahyu-ilahi-yang-ditolak-613

Kewajiban Suami:
http://rumaysho.com/keluarga/kewajiban-suami-1-2260

Nikah Namun Berpisah Jauh dari Pasangan:
http://rumaysho.com/keluarga/nikah-misyar-berpisah-jauh-dari-pasangan-2232

Sahkah Nikas Sirri:
http://rumaysho.com/keluarga/sahkah-nikah-sirri-872

Menebar Cahaya Sunnah