Pelit

Ustadz Abu Riyadl, Lc, حفظه الله تعالى

Betapa banyak seorang lelaki yang pelit kepada orangtuanya…

Wahai para wanita ingatkan suamimu untuk membahagiakan kedua orangtuanya… janganlah dirimu membuat lupa statusnya sebagai anak…

Ingatlah suatu masa engkau akan cemburu disaat putramu hanya bisa memanjakan istrinya sedangkan dirimu dalam keadaan tua renta dilupakan oleh putramu..

Apa Yang Terjadi Bila Seseorang Terkena Syubhat Tentang Agama Hingga Akhir Hayatnya ?

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Salah satu dari 3 pintu neraka adalah syubhat, lalu apa yang akan terjadi bila seseorang terkena syubhat tentang agama hingga akhir hayatnya ?

Simak jawaban  Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى  sebagai berikut :

Meraih Fadhilah Amalan Di Hari Jum’at

Ustadz Muhammad Wasitho, MA, حفظه الله تعالى

Bismillah. Hari Jumat merupakan hari yang agung dan memiliki banyak keistimewaan, diantaranya:

1. Hari Jumat merupakan hari raya pekanan umat Islam.

2. Pada hari Jumat Allah ciptakan nabi Adam.

3. Pada hari Jumat, nabi Adam dimasukkan oleh Allah ke dalam surga. Dan pada hari Jumat pula nabi Adam dikeluarkan dari surga.

4. Pada hari Jumat Kiamat akan terjadi.

5. Hari Jumat merupakan hari penghapusan dosa-dosa bagi setiap muslim yang bertakwa kepada Allah.

6. Di penghujung hari Jum’at, yaitu sesudah sholat Ashar hingga menjelang Maghrib terdapat waktu mustajabah untuk berdoa.
Barangsiapa berdoa kepada Allah di waktu tersebut, niscaya Allah akan mengabulkan doanya.

Di hari Jumat Allah mensyari’atkan kepada hamba-hambaNya yang beriman agar mengisi hari Jumat dengan amalan-amalan yang mulia dan memiliki keutamaan.

1. KEUTAMAAN MEMBACA SURAT AL-KAHFI PADA MALAM DAN HARI JUMAT.

» http://abufawaz.wordpress.com/2011/12/09/hadits-hadits-shohih-tentang-keutamaan-surat-al-kahfi-

2. KEUTAMAAN SHOLAWAT DAN CARA MEMBACANYA YANG BENAR

» http://abufawaz.wordpress.com/2012/10/12/keagungan-membaca-sholawat-kepada-nabi-muhammad-berdasarkan-hadits-hadits-shohih/

3. KEUTAMAAN ORANG MUSLIM YANG MENINGGAL DUNIA PADA HARI ATAU MALAM JUMAT.

» http://abufawaz.wordpress.com/2013/04/27/keutamaan-orang-muslim-yang-meninggal-dunia-pada-hari-atau-malam-jumat/

4. HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN POTONG KUKU PADA HARI JUMAT

» http://abufawaz.wordpress.com/2012/11/30/hadits-palsu-tentang-keutamaan-memotong-kuku-pada-hari-jumat-dan-hari-hari-lain/

5. HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN ZIARAH KUBUR ORANGTUA PADA HARI JUMAT

» http://abufawaz.wordpress.com/2012/01/19/hadits-hadits-palsu-tentang-keutamaan-menziarahi-kuburan-orang-tua-dan-kerabat-pada-hari-jumat/

6. http://abufawaz.wordpress.com/2014/03/28/ancaman-keras-bagi-yang-meninggalkan-sholat-jumat/

7. http://abufawaz.wordpress.com/2014/08/21/bolehkah-menjamak-sholat-jumat-dengan-sholat-ashar/

Semoga Bermanfaat Bagi Kita.

1260. Bolehkah Wanita Mengikat Rambut Ketika Sholat ?

1260. BBG Al Ilmu

Tanya:
Apa hukumnya mengikat rambut saat shalat bagi perempuan ?

Jawab:
Ustadz Fuad Hamzah Baraba’, Lc, حفظه الله تعالى

Boleh. Larangan tersebut (mengikat rambut ketika sholat) hanya bagi pria.

Tambahan:
Al-Imam Al-Muhaddits Al-Albani rahimahullahu berkata, :
“Tampaknya hukum ini khusus bagi laki-laki, tidak berlaku bagi wanita , sebagaimana dinukilkan oleh Asy-Syaukani rahimahullahu dari Al-’Iraqi rahimahullahu.”. (Ashlu Shifati Shalatin Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, 2/743).

Al-’Iraqi rahimahullahu berkata, “Hukum ini khusus bagi laki-laki, tidak bagi wanita. Karena rambut mereka (para wanita) adalah aurat, wajib ditutup di dalam shalat. Bila ia melepaskan ikatan rambutnya bisa jadi rambutnya tergerai dan sulit untuk menutupinya hingga membatalkan shalatnya. Dan juga, akan menyulitkannya bila harus melepaskan rambutnya tatkala hendak shalat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah memberikan keringanan kepada kaum wanita untuk tidak melepaskan ikatan rambut mereka ketika mandi wajib, padahal (hal ini) sangat perlu untuk membasahi seluruh rambut mereka di saat mandi tersebut.” (Nailul Authar 2/440)

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Tiada Kenikmatan Bagi Orang Yang Serakah Dan Tamak Terhadap Dunia

Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA حفظه الله تعالى
 
قال أبو الدرداء – رضي الله عنه-: من لم يعرف نعمة الله عليه إلا في مطعمه ومشربه فقد قل عمله وحضر عذابه ومن لم يكن غنياً عن الدنيا فلا دنيا له

» Abud Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa yang tidak mengenali kenikmatan Allah terhadap dirinya selain urusan makanan dan minumannya, maka sungguh sedikit ilmunya dan telah datang adzab untuknya. Dan barangsiapa tidak pernah merasa cukup dengan (harta) dunia, maka ia tidak akan memperoleh (kenikmatan) dunia.” (Lihat Al-Muntaqo An-Nafis Min Kitab Hilyatil Auliya’ Wa Thobaqootil Ashfiya’, I/210, dan kitab Az-Zuhd karya Ibnu Abi Hatim, hal. 48).

Yang mesti kita pahami bahwa nikmat Allah yang paling agung bagi seorang hamba di dunia ialah nikmat meraih hidayah Islam, Iman, Tauhid dan Sunnah, serta dapat memahami agama Islam dengan baik dan benar.

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yang dapat kami sampaikan pada pagi hari ini. Semoga kita menjadi hamba Allah yang mengenali nikmat-nikmat-Nya dan rajin bersyukur kpda-Nya, serta selalu merasa ridho dan puas dengan apa yang Allah anugerahkan kepada kita.

Amiin.
(Klaten, 4 September 2014).

Hisab Orang Mukmin Jauh Lebih Ringkas Dibanding Hisab Orang Kafir

Islam Tanya & Jawab
Syeikh Muhammad Sholih Al-Munajid, حفظه الله تعالى

Pertanyaan :
Apakah berbeda masa hisab bagi orang mukmin dengan masa hisab bagi orang kafir setelah hari kiamat ?
Jawaban :
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah.
Tidaklah diragukan bahwa Allah Ta’ala telah berbicara tentang hari kiamat:“Kerajaan yang haq pada hari itu kepunyaan Allah Yang Rahman. Dan hari itu adalah hari yang sukar bagi orang yang kafir.”

(QS. Al-Furqon : 26).

Dikhususkannya kesulitan pada hari itu bagi orang kafir menunjukkan bahwa orang-orang mukmin tidaklah demikian.
Juga firman Allah:

“Maka hari itu adalah hari yang sangat sulit. Bagi orang-orang kafir tidaklah mudah.” (QS. Al-Mudatsir: 9-10).

Ayat inipun menunjukkan bahwa hari tersebut mudah bagi orang mukmin dan tidak sulit, sebagaimana ditunjukkan oleh ayat lain :

“Mereka datang dengan segera kepada yang memanggil itu. Orang-orang kafir berkata: “Ini adalah hari yang amat berat.” (QS. Al-Qomar : 8).

Ini berarti bahwa hari kiamat sangat panjang bagi orang kafir dan sangat ringkas bagi orang mukmin.

Allah pun telah menerangkan di dalam kitab-Nya tentang panjangnya masa hisab pada hari kiamat. Hal ini Allah terangkan di dalam firman-Nya :

“Para ahli surga pada hari itu lebih baik tempat menetapnya dan lebih indah tempat istirahatnya (maqiil).” (Al Furqon : 24).

Ayat yang mulia ini menunjukkan selesainya hisab (bagi penduduk surga-red) dalam masa setengah hari karena lafazh ‘maqiil’ artinya qailulah (tidur tengah hari) atau tempat tidur di pertengahan hari, maksudnya adalah mereka beristirahat pada tengah hari di saat panas. Di antara orang yang mengatakan bahwa selesainya hisab pada waktu tengah hari adalah Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Ikrimah, dan Ibnu Jubair berdasarkan ayat ini sebagaimana dikutip oleh Ibnu Katsir dan yang lainnya.

(Lihat Daf’u Iham al idhtirob karya As-Sinqithi hal. 172).

Di antara dalil yang lebih menunjukkan dengan jelas tentang diringankannya hisab bagi orang mukmin pada hari kiamat adalah hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam dia berkata,

“Hari kiamat bagi orang mukmin sebanding dengan masa antara Dhuhur dengan Ashar.” [HR Al Hakim di dalam Al Mustadrak dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Sahih Al Jami’ 8193.]

Wallahu A’lam.

Ref: http://islamqa.info/id/2180

Mana Bekal Anda..?

Kita hidup di dunia, tidak lama..

Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- telah bersabda:

“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yang bisa melampui umur tersebut.”

Dan ternyata dalam waktu yang sebentar itu, kita memerlukan bekal yang banyak untuk mengarunginya.. BAHKAN kadang kita harus BANTING TULANG demi mencari bekal untuk kehidupan ini.

Jika untuk waktu +-70 tahun saja kita harus BANTING TULANG untuk mencari bekalnya, lalu sudahkah kita banting tulang untuk kehidupan alam barzakh yang mngkin bisa sampai RIBUAN TAHUN ?!

Setelah alam barzakh juga kita harus dibangkitkan dan hidup dalam waktu yang sangat lama, SATU HARINYA = 50 RIBU TAHUN..

Ingat, ketika itu tak ada yang berguna kecuali amal baik kita.. Tak ada pakaian, tak ada sandal, matahari hanya berjarak 1 mil dan tak ada naungan kecuali naungan-Nya.

Sungguh, kehidupan setelah kehidupan dunia ini jauh lebih lama, dan jauh lebih berat… tentu itu memerlukan usaha mengumpulkan BEKAL yang jauh lebih banyak dan jauh lebih intens.

Oleh karena itu, lihatlah diri Anda, sudahkah dia mempersiapkannya…?!

Allah ta’ala berfirman (yang artinya):

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan LIHATLAH DIRI MASING-MASING apakah yang sudah dia PERSIAPKAN untuk KEHIDUPAN ESOK..” [Al-Hasyr:18]

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Waah, Tambah Muda Saja Anda!

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Sobat! Apa dan bagaimana perasaan anda tatkala mendapat pujian semisal di atas? Teman yang telah sekian lama berpisah, lalu ketika berjumpa ia dengan sungguh-sungguh berkata: waah, engkau awet muda atau bahkan lebih muda daripada dulu?

Anda Merasa senang? anda merasa tersanjung? Dan ketika anda mendapatkan cermin, segera anda bercermin memperhatikan dengan seksama wajah anda. Sambil senyam senyum, dan tersipu dengan penuh rasa girang atau bangga. Anda terbuai oleh sanjungan : lebih muda atau awet muda, apalagi bila yang memuji anda adalah lawan jenis yang tampan atau cantik jelita. Waah, bisa klepek klepek dan salah tingkah.

Sobat! Percayalah, bahwa siapapun yang mengatakan sanjungan tersebut kepada anda sejatinya ia telah salah atau bahkan dusta. Dan lebih mengherankan lagi, anda yang sepenuhnya mengetahui bahwa sanjungan itu adalah dusta dan menyelisihi fakta, namun ternyata bangga. Bangga ditipu atau bangga dibodohi?

Sobat! Sadarilah bahwa urusan tua atau muda yang menentukan bukanlah persepsi atau pujian orang, namun umur anda. Dan anda pasti menyadari bahwa umur anda tiada pernah berputar mundur. Alih alih mundur, sekedar berhenti saja tidak mungkin, sehingga dapat dipastikan pujian di atas adalah dusta dan membodohi.

Bila demikian halnya, mengapa anda merasa senang dan kadang kala hingga lupa daratan dengan pujian dusta tersebut?

Sobat, ketahuilah bangga atau senang dengan pujian dusta semacam di atas adalah salah satu penyakit kronis yang harus segera diobati. Sikap pandir semacam ini adalah salah satu indikasi nyata bahwa diri kita sedang dijangkiti penyakit pandir yang telah membelenggu orang orang Yahudi .

Allah Ta’ala berfirman:

لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَوا وَّيُحِبُّونَ أَن يُحْمَدُوا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا فَلَا تَحْسَبَنَّهُم بِمَفَازَةٍ مِّنَ الْعَذَابِ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Jangan engkau kira bahwa orang orang yang girang dengan perbuatan mereka dan senang untuk dipuji dengan sesuatu yang tidak mereka lakukan, maka janganlah engkau mengira bahwa mereka dapat selamat dari siksa, dan mereka itu pastilah mendapat siksa yang pedih.” (Ali Imran 188)

Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Alhamdulilah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Sesungguhnya kemungkaran jika sering melintas di hati, terpandang di mata, niscaya akan tercabut cahaya hati, dan tertutup pintu hidayah pada nya.

Sementara manusia tatkala mengarungi kehidupan duniawi, senantiasa akan menjumpai banyak godaan dan ajakan untuk berbuat keburukan, sehingga disana sangat dibutuhkan uluran tangan agar seseorang selamat dari keterpurukan dan ketergelinciran dan tidak menjadi tawanan syaitan.

Puncak kebaikan adalah seseorang berbuat ketaatan serta mengajak sekitarnya agar turut menjalankan ketaatan.

Sesungguhnya amar makruf nahi munkar merupakan pondasi agama islam yang paling utama dan mulia, sehingga sifat sempurna ini ada dalam jiwa nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam agar menjadi teladan bagi umat nya.

Allah Ta`ala berfirman, ” (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung “. (QS.Al A`raf 157).

Umat ini diberikan limpahan ampunan dan keselamatan dikarenakan menjalankan ibadah mulia ini.

Allah Ta`ala berfirman, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik “. (QS Al Imran 110).
……….

Menebar Cahaya Sunnah