Bayarlah Hutang Segera

Ust. Abu RiyadL Lc

Mumpung tanggal muda…
Mari yg punya hutang lekas disisihkan buat bayar.. Sebelum ajal menjemput..

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “مَطْل الغنيِّ ظلم…” متفق عليه.

Dari abi hurairoh rodhiallhu ‘anhu berkata: Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
Menunda bayar hutang dalam kondisi mampu adalah suatu kezhaliman…” [Al-Bukhari III/55, 85 Muslim III/1197 nomor 1564,]

Jangan ditunda tunda..
Kelak kalo kebawa sampai akhirat bisa menyesal..

Penuhi hak orang lain atas kita.

Walaupun mungkin kita punya hak yg masih dipegang orang lain.. Itung itung tabungan akhirat.. Hal tsb tidaklah sia-sia.. Akan tertulis di akhirat…

Semoga jika memiliki hutang dg mendahulukannya disaat kita sudah ada harta maka anda akan hidup nyaman tanpa hutang..

بَارَكَ اللَّهُ فِيْك
Semoga Allah memberkahi kegiatan antum hari ini..

Tj Melepas Cadar

32. Tj – 359
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ.
Pertanyaan:

Assalaamu’alaikum. Ustadz, istri sy ini baru pake cadar tp mertua blm bisa menerima. Beliau memnta agar istri sy membuka cadar’y saat plg ke kampng hlmn. Kami sdh berusaha menjelaskn tp beliau tdk bs menerima bhkn mengancam akan memutuskn tali silaturahim.. Bgm ustadz? Apa yg hrs kami lakukan. Syukran.

Jawaban:
Ust Fath El Bari LC

وَ عَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Untuk Istri yg baru bercadar.
Cadar hukumnya fadhilah menurut sebagian para ulama’, dan ada yang mewajibkan.

Maka cadar adalah masalah yang telah dan masih diperselisihkan.
Kami lebih condong hukumnya adalah fadhilah dan tidak wajib.

– Seandainya menjalankan fadhilah ini akan menimbulkan mudhorot yang lebih besar maka meninggalkannya untuk maslahat yang lebih besar di dukung oleh dalil.

Jadi, sambil berjalan dengan waktu dan proses berdakwah kepada mereka, maka tidak mengapa melepas cadar karena mudhorot yang besar tersebut. Seperti orangtua memutus tali
silaturrahmi dan memusuhi kita karena ketidaktahuan mereka.

– Teruslah bermuamalah bersama mereka dengan baik, amalkan sunnah-sunnah Nabi yang kita ketahui di atas ilmu. Tunjukkan akhlak yang mulia, dengan kelembutan dan hikmah.

– Hindari sebaiknya debat atau adu mulut dengan mereka yang tidak mengerti, karena akan melahirkan masalah yang lain. Cukup amalkan sunnah-sunnah Rasululloh, tampakkan akhlak dan peringai jiwa-jiwa yang telah tersentuh cahaya sunnah lillahi ta’ala.

Dan terakhir, jangan lupa BERDOA kepada Alloh.

Karena semuanya berhujung pada taufiqnya, sebagaiman yang dijelaskan oleh Syekhul Islam Ibnu Taimiyah dalam “Istiqomah”nya.
Semoga Allah memberikan hidayah dan mempermudah urusan kita semua.

Banyak Mengingat Mati

Jika orang banyak mengingat mati maka ia akan raih tiga keutamaan:
1- bersegera bertaubat
2- hati selalu qona’ah (selalu merasa cukup dengan nikmat yang Allah beri)
3- semangat dalam ibadah

Disebutkan oleh Qurthubi dalam At Tadzkiroh dari perkataan Ad Daqoq

Rumaysho.Com, Depok, 22 Rajab 1434 H

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Keutamaan Tauhid Dan Bahaya Syirik

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

A. MAKNA TAUHID

» TAUHID, yaitu seorang hamba meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam rububiyah (ketuhanan), uluhiyah (ibadah), Asma` (nama-nama) dan Sifat-Nya.

» Atau dengan kata lain, TAUHID ialah seorang hamba meyakini dan mengakui bahwa Allah Ta’ala Maha Esa, Rabb (Tuhan) segala sesuatu dan rajanya. Sesungguhnya hanya Dia yang menciptakan, mengatur alam semesta, membagikan rezeki kepada para makhluk-Nya, menurunkan hujan, menghidupkan dan mematikan. Hanya Dia-lah yang berhak disembah, tiada sekutu bagi-Nya. Dan setiap yang disembah selain-Nya adalah sesembahan yang batil. Sesungguhnya Dia tersifati dengan segala sifat kesempurnaan, Maha Suci dari segala aib dan kekurangan. Dia mempunyai nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang tinggi.

B. KEUTAMAAN TAUHID

Tauhid memiliki banyak keutamaan n keistimewaan di dunia n akhirat, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Tauhid merupakan kewajiban pertama yang Allah wajibkan kepada para hamba-Nya. Dan sebaliknya, larangan pertama yang Allah larang kepada mereka adalah Syirik.

Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala (yg artinya): “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, Padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 21-22).

2. Tauhid adalah Hak Allah Ta’ala Yang Wajib Ditunaikan oleh Setiap Hamba.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bertanya kepada Mu’adz bin Jabal radhiyallahu anhu: “Wahai Mu’adz, apakah hak Allah yang wajib ditunaikan oleh para hamba-Nya?” Jawab Mu’adz: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Lalu Rasulullah menyatakan bahwa “Hak Allah yang wajib ditunaikan oleh para hamba-Nya adalah hendaknya mereka beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya (dalam beribadah) dengan sesuatu apapun.” (HR. Imam Al-Bukhari dan Muslim).

3. Tauhid adalah Tujuan dan Hikmah Teragung Diciptakannya Jin dan Manusia.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala (yg artinya): “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (menyembah) hanya kepada-Ku”. (QS. Adz-Dzaariyaat: 56).

4. Tauhid adalah Tingkat Keimanan Yang Tertinggi.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam (yg artinya): “Iman itu memiliki enam puluh sekian cabang, paling tingginya adalah perkataan / ucapan Laa Ilaaha Illallah, dan cabang iman yg paling rendah adalah menyingkirkan gangguan (seperti duri n semisalnya) dari jalan.” (HR. Muslim).

Perlu diketahui bahwa kalimat (Laa Ilaaha Illallah) tidak cukup hanya diucapkan di lisan saja. Akan tetapi harus bersumber dari hati yang ikhlas dan kemudian dibuktikan dengan pengamalan terhadap apa yang dikandung oleh kalimat (Laa Ilaaha Illallah) tsb, yaitu memurnikan ibadah hanya untuk Allah semata dan menjauhi segala bentuk kesyirikan.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

فَإِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَإِلهَ إِلاّ الله يَبْتَغِي بِذَ لِكَ وَجْهَ اللهِ ( متفق عليه )

“Sesungguhnya Allah mengharamkan bagi neraka orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dengan mengharap wajah Allah semata.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

5. Tauhid Merupakan Syarat Utama Diterimanya Semua Amal Ibadah.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya): “Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-An’aam: 88).

6. Tauhid Merupakan Sebab Utama Dihapuskannya Dosa-dosa.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya): “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (QS. An-Nisaa’: 48 & 116).

7. Orang Yang Tauhidnya Benar dan Bersih dari Syirik Dijamin Pasti Akan Masuk Surga.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

مَنْ لَقِيَ اللهَ لاَ يُشْرِكُ بِه شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ ( رواه مسلم )
“Barangsiapa berjumpa Allah (yakni meninggal dunia, pent) dalam keadaan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya, maka ia pasti masuk Surga.” (HR. Muslim).

8. Orang Yang Tauhidnya Benar dan Murni dari Kesyirikan dan Kekufuran Dijamin Mendapatkan Hidayah dari Allah di Dunia dan Keamanan dari Siksa-Nya di Akhirat.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya): “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezholiman (yakni syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-An’aam: 82).

Berkata Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah: “Orang-orang yang mengikhlaskan ibadah mereka hanya untuk Allah saja dan mereka tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, mereka itu akan mendapatkan keamanan (dari siksa Allah, pent) pada hari kiamat dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk di dunia dan akhirat.”. (Lihat Fathul Majid Syarhu Kitab At-Tauhid, hal. 36).

Yang dimaksud dengan kezholiman pada ayat di atas adalah syirik sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata: ”Tatkala ayat ini turun, para shahabat berkata: “Siapa diantara kami yang tidak pernah berbuat zholim kepada dirinya sendiri ?” Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Bukan demikian maksudnya. Apakah kalian tidak pernah mendengar perkataan Luqman (Al-Hakim kepada putranya): “(Wahai anakku, janganlah engkau berbuat syirik kepada Allah), sesungguhnya kesyirikan itu adalah kezholiman yang sangat besar.” (HR. Al-Bukhari).

Demikianlah beberapa keutamaan dan keistimewaan
TAUHID yang dijelaskan oleh Allah dan Rasul-Nya di dalam Al-Quran Al-Karim dan Hadits-hadits yang Shohih.

(Bersambung dengan Kajian tentang “BAHAYA SYIRIK DI DUNIA DAN AKHIRAT, إِنْ شَاءَ اللّهُ ) 🙂

RENUNGAN UNTUK PENUNTUT ILMU SYAR’I

Ust. Ferry Nasution Lc

Wahai saudara-saudariku para penuntut ilmu…
Sungguh kalian adalah orang yang terhormat,kalian adalah para pejuang pembela serta pemelihara agama yang mulia ini…
Kalian adalah sebagai seorang dokter bagi manusia yang terkena penyakit syahwat dan syubhat!…

Untuk itu wahai saudara-saudariku…
Hindarilah sejauh mungkin perbuatan dosa dan maksiyat,
fokuskan dan Sibukanlah dirimu untuk senantiasa mempelajari ilmu agama yang mulia ini serta mengamalkannya…
Dan memohonlah kepada ALLAH agar dimudahkan untuk mendapatkannya serta mengamalkannya…

Ikhwan dan akhwat sekalian…
Hiasilah dirimu.. dengan akhlak yg mulia nan terpuji…

Dan janganlah engkau mencemari dirimuu dengan akhlak-akhlak yg buruk…

Akhlak-akhlak yg akan menurunkan martabatmu menuju kepada kehinaan serta kerendahan dirimu dengan sebab akhlakmu yang buruk nan tercela!…

Wahai para penuntut ilmu, bergaullah dengan manusia dengan akhlak yg mulia, mereka sangat menanti belaian tanganmu! Sapaanmu…

Nasehatilah mereka dengan ilmu yg benar! Serta da’wahkan kepadanya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan padanya…

Karena pada hakekatnya penuntut ilmu adalah manusia yg paling faham tentang kebenaran dan yg paling sayang kepada makhluk.

Semoga ALLAH subhaanahu wa ta’ala memajukan da’wah yang haq ini, yg bersumber murni dari Alqur’an dan sunnah sesuai dengan apa yang difahami oleh para sahabat Nabi yg mulia صلى الله عليه وسلم.

Akhirnya, kami memohon kepada ALLAH subhaanahu wa ta’la agar memberikan kepadaku dan kepada antum serta antunna agar diberikan taufiq untuk istiqomah dijalan yg haq ini serta diberikan kemudahan untuk dapat mengamalkan dari ilmu yg telah kita miliki yang dengannya اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ akan memberikan manfaat untuk kita semua baik ketika kita hidup di dunia yang fana ini maupun ketika kita berada didalam kubur kita masing-masing ketika tidak ada sesuatu yang dapat membahagiakan kita didalam kubur kita!

Saudaramu
Ahmad Ferry Nasution.

Memperhatikan Ibadah Anak Kita

Anda akan ditanya diakhirat.. Atas tanggung jawab ini,

Ust Abu RiyadL Lc

Lihatlah bagaimana nabi shalallhualaiwasalam mengajarkan kita untuk memperhatikan ibadah anak anak kita..

Disaat anak yang telah memasuki usia tujuh tahun diperintahkan untuk shalat berdasarkan sabda Nabi shalallhu alaihiwasalam:
(( مُرُوْا أَبْنَاءَكُمْ بِالصَّلاَةِ لِسَبْعٍ, وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا لِعَشْرٍ, وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ ))
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat ketika usia tujuh
tahun, dan pukullah mereka (jika tidak mau) mengerjakan shalat ketika usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.”

HR. Abu Dawud no. 495 dan 496, Ahmad (2/187), dan Al-Hakim (1/198). Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa-ul Ghalil no. 247.

Namun ketika mendidik jangan hanya menyuruh dan memerintah..
Mereka akan lebih terbentuk dari cara anda memberi contoh..

Bagaimana anak mau tepat waktu sholat berjama’ah sedangkan anda bermalas malas..

Bagaimana anak akan rajin baca qur’an padahal anda tergolong malas baca qur’an, mungkin hanya sekali setahun khatam.. Atau 5 tahun sekali khatam.. Atau bahkan seumur hidup cuma khatam sekali…

Wahai ayah dan bunda..
Kami ingin contoh darimu untuk aku tiru..
Kami lebih mengerti bahasa tubuh dari pada bahasa lisan..

Semoga kalimat ini menggugah fikiran dan semangat kita untuk mendapat anak sholeh dan sholehah.. Yg mana doa mereka akan sampai manfaatnya ke alam qubur kita..
آمــين ​اَللّهُمَّ آمــين

Www.abu-riyadl.blogspot.com

Tj Harta Dari Judi On-Line

29. Tj – 357

Pertanyaan:
Ust, apakah haram jika saya mendapatkan uang dengan cara judi online lalu saya byk menang,hingga akhirnya saya memilki rumah, kebun, kendaraan,tp saya sudah berhenti dari perlakuan tersebut,apaka masih haram harta saya pak?” جزاك الله خيرا

Jawaban:
Ust. Abdussalam Busyro Lc

Harta yg diperoleh dari perjudian adaLah haram, jika ada harta lain selain dr hasil judi maka manfaatkan yg jls2 halal dan jika tdk ada harta selain harta dr hasil judi maka sedekahkanlah sebagian da pertahankanlah sebagian sbg bekal utk hidup. Jika keadaan membaik maka sisa harta hsl judi bs disedekahkan semua shg hidup dgn harta yg halal.

Semoga Allah سبحانه وتعالى selalu memudahkan urusan kita dan menjadikan apa yg kita raih mendapatkan ridhoNya,
آمين يا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Tj Tanggung Jawab Nafkah Ada Pada Laki-Laki

28. Tj – 343

Pertanyaan:

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Ana Mau tanya..
Apakah ada dalilnya bahwa tanggungjawab terhadap orang tua sebenarnya adalah anak laki-laki.
ﺷﻜﺮﺍﹰ

Jawaban:
Ust. Fath El Bari Lc

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Dalilnya keumuman ayat yg
memerintahkan dan menjelaskan beban nafkah kepada lelaki.
“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Alloh telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka ..” [An-Nisa’ ayat 34].

Oleh karena, seorang laki-laki
datang kepada Rasululloh, dari
Abu Hurairoh beliau mengatakan:

“Datang seorang lelaki kepada Rasululloh, kemudian berkata:
Wahai Rasululloh aku memiliki dinar? Beliau menjawab: nafkahkanlah dengannya untuk dirimu.

Dia mengatakan lagi: dan aku punya yang lain? Rasululloh menjawab: nafkahilah anakmu.
Aku punya yang lain? Rasululloh menjawab: nafkahi keluargamu.
Aku punya yang lain? Beliau menjawab: nafkahi pembantumu.
Aku punya yang lain? Beliau menjawab: engkau lebih mengetahui siapa yang berhak”
[Lihat “Bulughul Marom”: no 1175 dengan Syarahnya “Badrut Tamam” IV/261]

Dan dalam riwayat Bahz bin Hakim, dari bapaknya dari kakeknya, beliau mengatakan: Aku bertanya kepada Rasululloh, wahai Rasululloh: siapakah yang berhak aku berikan kebaikan kepadanya? Beliau menjawab: Ibumu, … Sampai 3 kali, kemudian siapa? Beliau menjawab: Bapakmu. Kemudian siapa: beliau menjawab, yang terdekat ” [ibid no 1176]

Keumuman perintah nafkah atas kaum lelaki.

‎​والله أعلم بالصواب

Tj Memakai Pakaian Jas

27. Tj – 252

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum,mau nax ukhty,apakah memakai jas d acara walimahan trmasuk prkara tasyabbuh? Walimahanx dri keluarga dekat yg masih awam

Jawaban:
Ust Fuad Hamzah Baraba’ LC

وَ عَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Hukum asal pakaian adalah dibolehkan kecuali jenis pakaian yang dikecualikan oleh syariat secara mutlak semisal emas dan sutra untuk laki-laki.

Karena jas sdh menjadi pakaian umum manusia, dan sdh bkn ciri khas orang kafir lg, maka hukum memakainya jg boleh, kecuali dia meniatkan memakainya dalam rangka meniru2 orang kafir, maka dihukumi tasyabbuh.

By ust Fuad Hamzah Baraba’ LC

والله أعلم بالصواب

Tj Sekolah Atau Menikah

Pertanyaan AI 319:

Mau nanya, tentang pilihan seorang akhwat.ada seorang akhwat baru lulus sma,beliau berkeinginan utk menikah. sedangkan orang tuanya berkenginan untuk melanjutkan kepondok terlebih dahulu.tolong bantu mana yang lebih utama ya?
جزاك الله خيرا

Jawaban:
Ust. Fuad Hamzah Baraba’ Lc

Hendaknya dimusyawarahkan antara anak tersebut dengan orang tuanya, dan dipilihkan jalan keluar yang terbaik. Hendaknya anak mempertimbangkan keinginan orang tuanya. Dan orang tuanya melihat kemaslahatan anak gadisnya, jangan terlalu memaksakan kehendak anaknya harus melanjutkan sekolah, namun si anak sudah berkeinginan untuk menikah. Karena ditakutkan si anak nanti terjerumus kepada hal² yang tidak diinginkan. Dan orang tua berkewajiban untuk menjaga kehormatan anak²nya.

Menebar Cahaya Sunnah