Hadits ke 12 “LALAT”

Hadits 12

 

# LALAT #

Ust. Badrusalam LC

 

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila lalat jatuh di minuman seseorang dari kamu hendaklah ia tenggelamkan kemudian buang, karena salah satu sayapnya terdapat penyakit dan sayap lainnya terdapat penawarnya”. (Bukhari dan Abu Dawud dan Abu Dawud menambah: “Sesungguhnya ia jatuh dengan mendahulukan sayap yg ada padanya penyakit”.

Fawaid hadits:

1. Lalat itu suci baik hidup maupun mati.

2. Semakna dengan lalat adalah setiap binatang yg darahnya tidak mengalir, hukumnya sama yaitu suci.

3. Disunnahkan/diwajibkan menenggelamkan lalat dalam air bila jatuh padanya lalu dibuang, dan meminum airnya.

4. Salah satu sayap lalat terdapat penyakit dan pada yg lainnya terdapat penawar, dan ini adalah mu’jizat yg menunjukkan kenabian beliau.

5. Kewajiban aqal adalah tunduk kepada dalil, terutama bila aqal menganggap tidak masuk diakal suatu dalil, karena Allah maha Tahu segala sesuatu sedangkan aqal manusia terbatas.

———

Tuntunan Disaat Minum Susu

Anda suka susu…?

Mari kita simak sekelumit tentang susu.

A. Keutamaan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan,

ﻟﻴﺲ ﺷﻲﺀ ﻳﺠﺰﺉ ﻣﻦﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ﻭﺍﻟﺸﺮﺍﺏ إلا ﺍﻟﻠﺒﻦ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiada satupun makanan dan minuman yang setara dengan susu”
(Hasan, HR al-Baihaqi Syu’bul
Iman: 5957, Shahihul Jami’ al-Albani: 381)

Susu dapat disajikan di pagi hari sebagai kawan sarapan.

Bisa pula dinikmati di siang dan sore hari sebagai selingan.

Maupun di malam hari menjelang tidur kita dan si buah hati.

Namun tahukah Anda, ada doa khusus setelah meminum susu..?

B. Doa Minum Susu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang meminum susu maka ucapkanlah:

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻟﻨﺎ ﻓﻴﻪ ﻭﺯﺩﻧﺎ ﻣﻨﻪ

“Allahumma barik lana fiih wa zidna minhu”

“Ya Allah berkahilah kami dalam (susu ini) dan tambahanlah untuk kami”
(Hasan, HR al-Baihaqi Syu’bul Iman: 5957, Shahihul Jami’ al-Albani: 381)

C. Apabila Usai

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan tuntunan, “Apabila
kalian (usai) meminum susu maka berkumur-kumurlah. Karena sesungguhnya susu meninggalkan rasa masam di mulut”
(HR Ibnu Majah: 499, Shahihul Jami’ al-Albani: 628).

Sungguh indah ajaran Islam.
Ada doa dan kebaikan di setiap perbuatan.

@SahabatIlmu

Luangkanlah Waktu Anda

Ust. Abu Riyadl

BB tidak lepas dari manfaat dan madhorot (positif/negatif)

Jika anda yakin terhadap bc/bm seseorang yg menyampaikan nasehat atau hukum agama..

Maka luangkanlah waktu untuk membaca bc tersebut dan menghayatinya..

Janganlah kita anggap angin laluuuu..

Siapa tau tak sempat anda dapati nasehat tersebut dikemudian hari..

Atau hal tersebut sering ada didepan mata namun kita tidak mampu memanfaatkannya..

Karena sudah tak peka lagi untuk meresapi ilmu..
Atau menghayati sebuah nasehat..

Jangan biarkan fikiran dan hati kita berkarat krn sering mendapat nasehat namun mengangapnya sepele..

Semoga Allah merahmati kita semua..
آمــين ​اَللّهُمَّ آمــين

Seperti Bangkai Keledai

Ust. Badru Salam Lc

Kehidupan manusia..
Tak lepas dari acara ngobrol..
Duduk bersama..
Tertawa dan bercanda..
Asyik rasanya..

Tapi..
Keasyikan itu mengkhawatirkan..
Karena sebuah hadits:

ما من قوم يقومون من مجلس لا يذكرون الله تعالى فيه إلا قاموا عن مثل جيفة حمار وكان ذلك المجلس عليهم حسرة يوم القيامة

“Tidaklah suatu kaum berdiri dari sebuah majlis yang tidak mereka tidak mengingat Allah Ta’ala padanya kecuali mereka berdiri dari seperti bangkai keledai, dan majelis itu akan menjadi penyesalan untuk mereka pada hari kiamat.” Riwayat Abu Dawud..
Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani..
Dalam shahih jami’ no 10688..

Duh..
Betapa seringnya kita melakukan itu..
Belum lagi..
Sering diwarnai gibah..
Susah juga ya..

PERHIASAN TERINDAH UNTUKMU WAHAI MUSLIMAH

Wahai saudariku muslimah….

Sesungguhnya perhiasan yang paling indah dan yang paling sempurna yang harus engkau kenakan didunia ini wahai saudariku muslimah…adalah keimanan yang benar dan jujur kepada RABBnya serta ketakwaan kepada-Nya, ya’ni engkau hidup didunia penuh ketaatan kepadaNya.

Saudariku…
Banyak kita saksikan pada zaman kita ini banyaknya wanita yang lebih mengutamakan, bahkan menyibukkan dirinya untuk menghiasi dirinya siang dan malam dengan berbagai macam dari perhiasan-perhiasan dunia, seperti emas, dan pakaian-pakaian yang sangat mahal namun mereka meninggalkan perhiasan termahal yaitu iman dan takwa.

Seandainya kenikmatan dunia yg ALLAH berikan kepadanya justru akan menambah ketaatan kepadaNya, maka kebahagian bagimu wahai muslimah…

Akan tetapi…
kita saksikan mereka tidak mensyukurinya dengan cara melaksanakan ketaatan kepada ALLAH سبحانه وتعالى justru yang demikian ini akan membuat mereka merugi dan sangat menyesal. Karena mereka tertipu darinya, bahkan diantara mereka ada yang bertambah jauh dari ALLAH سبحانه وتعالى .

Dan orang yang seperti ini dia akan menyesal dengan penyesalan yang tdk berguna lagi ketika mereka berada dikampung akhirat kelak, bahkan mereka meminta kepada ALLAH سبحانه وتعالى agar dikembalikan kedunia lagi agar mereka bisa bertaubat dan dapat memperbaiki dirinya dengan beramal sholeh, tetapi keinginan tersebut adalah keinginan yang mustahil.

Sebagaimana ALLAH jelaskan dalam kitabNya yang mulia:
Dan ( alangkah ngerinya) , jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya dihadapan RABB-nya (mereka berkata), ” Yaa RABB kami, kami telah melihat dan mendengar,maka kembalikanlah kami (kedunia), kami akan mengerjakan amal sholeh, sesungguhnya kami adalah orang yang yakin ( surah assajdah : 12)

Kemudian apakah permintaan mereka dijawab oleh ALLAH? Ya, permintaan mereka dijawab oleh ALLAH, namun dengan jawaban sebagaimana yang ALLAH abadikan dalam surah: faathir : 37

“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk(mu) berfikir bagi orang-orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan??? Maka rasakanlah (adzab kami) dan tidak ada bagi orang-orang zhalim seorang penolongpun.

Saudariku renungkanlah…
Bagaimana menurutmu kalau seandainya wanita yang sengsara/yg menyesal tersebut adalah keluargamu ??? Apakah engkau tidak berbelas kasihan kepadanya ?? Lantas bagaimana, apabila yang sengsara/ menyesal adalah dirimu sendiri ???? Camkanlah wahai saudariku!

Untuk itu, maka berusahalah semaximal mungkin dari sisa-sisa umur kita yang makin mendekatkan kepada kubur kita utk segera bertaubat kepada ALLAH, dan memintalah kepadaNya agar Dia menambah keimananmu, menganugerahi kepada ketakwaan, sebab tdk ada yang dapat menyelamatkan dari siksa ALLAH kecuali dengannya. Begitu pula, tdk ada keberuntungan dan kemenangan kecuali dengannya juga.

Kalian wahai saudariku…
senantiasa berada pada masa penantian, sementara malakul maut telah menjemput nyawa saudaramu….

Maka senantiasa kita selalu memohon kepada ALLAH agar akhir kehidupan kita semua adalah kebaikan.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

Indahnya Duduk Bersama Ulama

Ust. Syafiq Riza Basalamah
 
Disebutkan dalam kitab al Mukhtar fi Fara-idil Uquul wal Akhbaar(hal 55):

Telah berkata Abdullah bin Abi Musa Tusturi, “pernah ada yang berkata kepadaku, “Di mana pun kamu berada, berusahalah untuk berada di dekat orang yang alim”.
Maka aku pergi ke Bairut dan di sana aku mendatangi Majlis Imam Awza’I.

Pada suatu hari tatkala aku berada bersamanya, tiba-tiba ia bertanya tentang aku, maka aku menjelaskan kepadanya tentang diriku. (di mana dahulunya ia adalah orang Majusi lalu memeluk islam).

Kemudian beliau bertanya, “Apakah ayahmu masih hidup?”.

“Iya, aku meninggalkannya di Irak dalam kondisi masih beragama majusi”, jawabku.

“Bisakah Kamu pulang kepada ayahmu, moga Allah memberinya hidayah lewat kamu”. Kata beliau.

“Apakah kamu memandang bahwa hal itu baik?, tanyaku.

“iya, jawab beliau”.

Maka aku kembali ke Irak menjumpai ayahku, ternyata aku mendapatinya dalam kondisi sakit.
Dia berkata kepadaku, “Wahai ananda, ajaran apa yang kamu ikuti?”.

Maka aku terangkan kepadanya, bahwa aku telah masuk islam. Lalu ia berkata, “Jelaskan kepadaku tentang agamamu itu!.

Aku pun menguraikan tentang agama islam dan orang-orang islam, lalu ia berkata, “Aku mempersaksikanmu bahwa aku telah masuk islam”.

Subhnalllah, tidak berapa lama setelah itu ia meninggal dunia… dan setelah aku menguburkannya, aku kembali ke Bairut dan di sana aku ceritakan kepada Awza’i tentang apa yang telah terjadi.

Akhi/Ukhti…
sudah saatnya kita melihat dengan siapa kita bersahabat dan berkumpul???.

Kapankah Negeri Islam Menjadi Negeri Kafir ?

Ust.Badrusalam, Lc

Bila kita telah mengetahui bahwa tidak semua yang berhukum dengan hukum islam kafir keluar dri islam, namun disesuaikan dengan keadaannya, maka ketahuilah sesungguhnya kaum muslimin berbeda pendapat mengenai negara islam kapan menjadi negara kafir menjadi lima pendapat :

Pertama : bahwa negeri islam tidak akan menjadi nergeri kafir secara mutlak, ini adlah pendapat ibnu hajar Al Haitami dan beliau menisbatkannya kepada Asy Syafi’iyyah.

Kedua : Negeri islam menjadi negeri kafir dengan diperbuatnya dosa-dosa besar, ini adalah pendapat kaum khowarij dan mu’tazilah.

Ketiga : negeri islam tidak berubah menjadi negeri kafir dengan sebatas dikuasai orang kafir, namun sampai syi’ar-syi’ar islam terputus sama sekali. Ini adalah pendapat Ad Dasuki Al maliki.

Keempat : Negeri islam berubah menjadi negeri kafir dengan dikuasai oleh orang kafir secara sempurna. Ini adalah pendapat Abu hanifah.

Kelima : Negeri islam berubah menjadi negeri kafir apabila dikuasai oleh orang-orang kafir dimana mereka menampakkan hukum-hukumnya, dan ini pendapat Abu Yusuf dan Muhammad bin Al hasan.[1]

Pendapat terakhir ini yang rajih dan paling kuat, berdasarkan beberapa dalil diantaranya hadits ketika Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim pasukan beliau besabda :

… ادْعُهُمْ إِلَى الإِسْلاَمِ فَإِنْ أَجَابُوْكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى التَّحّوُّلِ مِنْ دَارِهِمْ إِلىَ دَارِ الْمُهَاجِرِيْنَ.

 “…dakwahilah mereka kepada islam, jika mereka menjawab maka terimalah mereka dan tahanlah dari mereka kemudian serulah agar hijrah ke negeri muhajirin…” (HR Muslim no 1731).

Baca Selengkapnya di : http://cintasunnah.com/kapankah-negeri-islam-menjadi-negeri-kafir/

Sewa Beli (Leasing) dan IMBT

Oleh Ustadz Kholid Syamhudi al Bantani

Krisis iman dan krisis ekonomi dewasa ini ditambah dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang demikian tinggi di negara ini. Semakin besar kebutuhan pribadi yang harus dipenuhi dengan keterbatasan dana dan keuangan, kadang mendorong seorang muslim untuk mencari kesempatan dan cara yang dianggapnya tepat dan pas tanpa bertanya hukumnya dahulu. Apalagi dipacu oleh upaya produsen dan industri  dalam memasarkan produknya kemasyarakat yang tanpa memandang halal dan haram lagi. Maka bermunculanlah beragam mu’amalah dengan beranekaragam cara dan coraknya. Diantaranya adalah sewa beli atau dikenal dengan istilah leasing di masyarakat kita dan mulai dikenalkan dengan istilah lain oleh lembaga keuangan syariat dengan nama Ijaarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT).

Lebih lanjut tentang leasing dan IMBT Lihat
http://klikuk.com/hukum-sewa-beli-atau-imbt/

Silakan bantu sebarkan info dakwah ini. Semoga bermanfaat

KlikUK.com
titan ilmu penyejuk qalbu

Amalan Yang Meringankan Perkara Akhirat

Ada Beberapa amalan yang memperingan akhirat yang seharusnya kita berfikir sungguh sungguh untuk melaksanakannya..

Toh hidup didunia hanya sementara..

Ingatlah orang yang akrab dengan anda…namun ia telah wafat..

Mungkin dalam benak kita pasti terfikir bahwa kelak pasti aku seperti dia..

Entah esok, lusa, atau beberapa waktu kemudian..

Tapi itu pasti terjadi..

Maka ketika kita mendapat rizqi dari harta dan jiwa.. Marilah berfikir untuk akhirat..

Sebuah hadits yang terlihat ringan.. Namun ia mengingatkan kita bahwa kita butuh akan rahmat Allah dan amalan kita…dikampung akhirat..

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيه » .

Dari Abu Hurairah juga, dari Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Barangsiapa melepaskan dari seorang mukmin satu beban dari
beban-beban dunia, maka Allah melepaskan darinya satu beban dari beban-beban akhirat. Barangsiapa memberi kelonggaran orang yang kesulitan (membayar hutang), maka Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa menutup aib seorang muslim, maka Allah menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba sebagaimana hamba itu menolong saudaranya.”
Shahih Muslim (2699).

Semoga renungan ini akan bermanfaat bagi diri yang selalu butuh kepda Allah.

Doaku mengiringi langkahmu wahai saudaraku seiman.

www.abu-riyadl.blogspot.com
Abu riyadl nurcholis

KEUTAMAAN QIYAMUL-LAIL (SHOLAT TAHAJJUD)

Ust M. Wasitho Lc MA

PELAJARAN KELIMA:
KEUTAMAAN QIYAMUL-LAIL (SHOLAT TAHAJJUD)

Qiyamul-Lail merupakan ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan sebagaimana diterangkan di dalm Al-Quran dan As-Sunnah. Berikut ini kami akan sebutkan beberapa keutamaannya, diantaranya:

1. Qiyamul-Lail merupakan sholat sunnah yang paling utama setelah sholat wajib yang 5 waktu.

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم: أي الصلاة أفضل بعد المكتوبة؟ قال: (الصلاة في جوف الليل))

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya: “Sholat apakah yang paling utama setelah sholat fardhu (yang lima waktu, pent) ?” beliau menjawab: “Sholat yang paling utama setelah sholat
fardhu adalah shalat di tengah malam (sholat tahajjud).”. (Diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari dan Muslim).

2. Barangsiapa menunaikan Qiyamul-Lail, berarti ia telah mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya.

Hal ini sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan pada sebagian malam hari, sholat tahajjudlah kamu sebagai
ibadah nafilah bagimu, mudah-mudahan Rabb-mu
mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isro’:79).

Dr. Muhammad Sulaiman Abdullah Al-Asyqor menerangkan:
“At-Tahajjud adalah sholat di waktu malam sesudah bangun tidur. Adapun makna ayat “sebagai ibadah nafilah” yakni sebagai tambahan bagi ibadah-ibadah yang fardhu. Disebutkan bahwa sholat lail itu merupakan ibadah yang wajib bagi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan sebagai ibadah tathowwu’. (sunnah) bagi umat beliau.” (Lihat Zubdatut Tafsir, hal. 375 dan Tafsir Ibnu Katsir: III/54-55).

3. Melaksanakan Qiyamul Lail itu adalah kebiasaan orang-orang sholih dan calon penghuni Surga.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ , آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ , كَانُوا قَلِيلاً مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ, وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah
orang-orang yang berbuat kebaikan, (yakni) mereka sedikit
sekali tidur di waktu malam, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS.Adz-Dzariyat: 15-18)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

نِعْمَ الرَّجُلُ عَبْدُ اللهِ لَوْ كَانَ يُصَلِّيْ مِنَ

“Sebaik-baik orang adalah Abdullah (yakni Abdullah bin Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhuma, pent) seandainya ia mau sholat di waktu malam.”. (HR. Muslim No.2478 dan 2479)

Dan diriwayatkan dari Abdullah
bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah
menasihatiku dengan sabdanya:

يا عبد الله لا تكن مثل فلان كان يقوم الليل فترك قيام الليل

“Wahai Abdullah, janganlah engkau menjadi seperti si fulan, ia dahulu mengerjakan sholat malam, lalu ia meninggalkannya.”(HR. Imam al-Bukhari III/31, dan Muslim II/185).

4. Mengerjakan Qiyamul-Lail (sholat Tahajjud) adalah salah satu sebab dihapuskannya kesalahan-kesalahan dan terhindar dari dosa-dosa.

Hal ini berdasarkan sabda
Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam:

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِـحِيْنَ قَبْلَكُمْ وَهُوَ قُرْبَةٌ لَكُمْ إِلَى رَبِّكُمْ وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الْإِثْمِ.

“Hendaklah kalian melakukan sholat malam karena ia adalah kebiasaan orang-orang sholih sebelum kalian, ia sebagai amal taqorrub bagi kalian kepada Allah, menjauhkan dosa, dan penghapus kesalahan.”. (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no.3549), al-Hakim (I/308), n al-Baihaqi (II/502), dari jalan Abu Umamah al-Bahili radhiyallaahu anhu).

5. Mengerjakan Qiyamul-Lail
(sholat Tahajjud) merupakan kemuliaan dan kewibawaan bagi
seorang Mukmin.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam:

أَتَانِـيْ جِبْـرِيْلُ فَقَالَ: يَا مُـحَمَّدُ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ شَرَفَ الْـمُؤْمِنِ قِيَامُهُ بِاللَّيْلِ، وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ.

“Malaikat Jibril mendatangiku, lalu berkata: “Hai Muhammad, hiduplah sekehendakmu karena kamu (pasti) akan mati. Cintailah
seseorang sekehendakmu karena kamu (pasti) akan berpisah
dengannya. Dan beramallah sekehendakmu karena kamu (pasti) akan diberi balasan (oleh Allah pd hari Kiamat, pent). Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang Mukmin itu ada pada sholat malamnya, dan ia tidak merasa butuh kepada manusia.” (Diriwayatkan oleh al-Hakim IV/325, dan ia menshohihkannya, serta
disepakati oleh imam adzDzahabi. Derajat Hadits ini dinyatakan HASAN oleh al-Mundziri dalam at-Targhiib wa at-Tarhiib I/640, dan Syaikh al-Albani dalam Silsilah Al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 831).

6. Barangsiapa yang mengerjakan Qiyamul Lail (sholat Tahjjud) dengan niat ikhlas karena Allah semata dan sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, maka ia akan terpelihara dari gangguan setan, dan ia akan bangun di pagi hari dalam keadan segar dan bersih jiwanya. Namun sebaliknya, barangsiapa yang meninggalkan Qiyamul Lail (sholat Tahajjud), Maka dia akan bangun di pagi hari dalam keaadan jiwanya dililit kekalutan (kejelekan) dan malas untuk beramal sholih.

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ: عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ. فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ

“Setan mengikat tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga tali ikatan, dimana pada tiap ikatan tersebut dia meletakkan godaan, “Kamu
mempunyai malam yang sangat panjang, maka tidurlah dengan nyenyak.” Jika dia bangun dan
mengingat Allah, maka lepaslah satu tali ikatan. Lalu jika dia berwudhu, maka lepaslah tali ikatan yang lainnya. Dan jika dia mendirikan sholat (malam), maka lepaslah seluruh tali ikatannya sehingga pada pagi harinya dia akan merasakan semangat & baik jiwanya. Namun bila dia tak melakukan hal itu, maka pagi harinya jiwanya menjadi jelek & menjadi malas beraktifitas”. (HR. Imam Al-Bukhari no. 1142, & Muslim no. 776).

Dan pada suatu hari pernah diceritakan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang seseorang yang tidur semalam suntuk hingga pagi (yakni tiba waktu Subuh tanpa melakukan Qiyamul-Lail, pent), maka beliau bersabda:

ذاك رجل بال الشيطان في أذنيه

“Orang tersebut telah dikencingi setan di kedua telinganya.” (HR. Imam al-Bukhari dan Muslim).

7. Barangsiapa yang mengerjakan Qiyamul Lail (sholat Tahajjud), maka ia berkesempatan mendapatkan 1/3 (sepertiga) malam terakhir yang merupakan waktu dimana doa akan dikabulkan, dan dosa-dosa
akan diampuni Allah Ta’ala bila ia memohon ampunan kepada-Nya.

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu dia memohon kebaikan kepada Allah Ta’ala dari urusan dunia maupun akhirat, melainkan
Allah akan memberikannya
kepadanya. Demikian itu terjadi
pada setiap malam.” (HR. Muslim no. 757).

Di dalam hadits shohih yang lain disebutkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda (yang artinya):

“Rabb kita (Allah tabaroka wata’ala) turun setiap malam ke langit dunia ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: “Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya. Barangsiapa yang memohon (sesuatu) kepada-Ku, niscaya Aku
pun akan memberinya. Dan barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya.” (HR. Imam al-Bukhari).

8. Orang yang mengerjakan Qiyamul Lail secara kontinue (istiqomah) akan digolongkan ke dalam golongan orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah.

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

مَنْ اسْتَيْقَظَ مِنْ اللَّيْلِ وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ جَمِيعًا كُتِبَا مِنْ الذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ

“Barangsiapa yang bangun malam dan membangunkan istrinya, kemudian mereka berdua
melaksanakan shalat dua rakaat, maka mereka berdua akan digolongkan ke dlm golongan para lelaki n para wanita yg banyak berdzikir (mengingat) kepada Allah.”. (HR. Abu Daud no. 1309, Ibnu Majah no. 1335, dan dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani di dalam Misykaatu al-Mashoobiih: I/390)

Demikian beberapa keutamaan Qiyamul-Lail (sholat Tahajjud) yang dapat kami sebutkan. Semoga Allah Ta’ala memberikn
taufiq dan kemudahan kepada kita semua agar bersemngat dalam mengerjakannya dengan istiqomah hingga akhir hayat.

Menebar Cahaya Sunnah