Makan Berjama’ah

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (9: 535) berkata, “Kecukupan itu datang karena keberkahan dari makan secara berjama’ah. Cara jama’ah ini membuat yang menikmati makanan itu banyak sehingga bertambah pula keberkahan.”

طَعَامُ الاِثْنَيْنِ كَافِى الثَّلاَثَةِ ، وَطَعَامُ الثَّلاَثَةِ كَافِى الأَرْبَعَةِ

“Makanan porsi dua orang sebenarnya cukup untuk tiga, makanan tiga cukup untuk empat.” (HR. Bukhari no. 5392 dan Muslim no. 2059, dari Abu Hurairah). Dalam lafazh Muslim disebutkan,

Selengkapnya tentang makan berjama’ah:
http://­rumaysho.com/­belajar-islam/­amalan/­4297-makan-berja­maah.html

Larangan Menutup Dinding

Ust. Badrusalam Lc

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن الله لم يأمرنا أن نكسو الحجارة و الطين

“Sesungguhnya Allah tidak memerintahkan kita untuk memberi pakaian kepada batu dan tanah liat (dinding).” (HR Muslim no 2107).

Abdullah bin Yazid radliyallahu ‘anhu berkata, “Bagaimana aku tidak menangis, aku masih hidup sampai kalian menutupi (dinding) rumah kalian sebagaimana ka’bah yang diberikan penutup.” Atsar shahih Riwayat Al Baihaqi (7/272).

Abu Ayyub ketika mendatangi undangan Walimah Salim bin Abdillah, ia melihat didinding
rumah Salim telah di tutupi dengan penutup berwarna hijau. Maka abu ayyub radliyallahu ‘anhu mengingkarinya. Kisah tersebut disebutkan oleh Al Bukhari dalam shahihnya secara mu’allaq.

(Dari kitab: Mausu’ah al manahi asy syar’iyyah 3/214-215 karya Syaikh Salim Al Hilali).

Bergantunglah Kepada Allah

Diriwayatkan dari Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَصَابَتْهُ فَاقَةٌ فَأَنْزَلَهَا بِالنَّاسِ لَمْ تُسَدَّ فَاقَتُهُ ، وَمَنْ أَنْزَلَهَا بِاللهِ أَوْشَكَ اللهُ لَهُ بِالْغِنَى: إِمَّا بِمَوْتٍ عَاجِلٍ أَوْ غِنًى عَاجِلٍ.

“Barang siapa yang ditimpa suatu kesulitan lalu ia mengadukannya kepada manusia, maka tidak akan tertutup kefakirannya. Dan barangsiapa yang mengadukan kesulitannya itu kepada Allah,
maka Allah akan memberikannya salah satu diantara dua kecukupan: kematian yang cepat atau kecukupan yang cepat”

Shahîh. HR Ahmad (I/389, 407, 442), Abu Dâwud (no. 1645), at-Tirmidzi (no. 2326), dan al-Hâkim (I/408).

Wahai saudaraku…
Orang qona’ah adalah orang yg beruntung.. Jiwanya tak pernah merasa kekurangan dg apa yg ada ditangannya..

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ.

“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberikan rizki yang cukup, dan dia merasa qona’ah dengan apa yang Allah berikan kepadanya”.

HR Muslim (no. 1054) dan lainnya, dari Sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhu.

www.abu-riyadl.blogspot.com
By. Abu RiyadL

Safari Ke Kuburan Para Wali

Ust.Badrussalam, Lc

Tidak ragu lagi bahwa berziarah kubur adalah perkara yang dianjurkan oleh islam, Nabi shallallahu ‘alaiahi wasallam bersabda:

زُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمْ

“Berziarah kuburlah, karena ia mengingatkan kamu kepada kehidupan akhirat”. (HR Ibnu majah).

Akan tetapi yang akan kita bahas adalah melakukan perjalanan jauh (safar) ke kuburan, baik kuburan
para Nabi, atau kuburan para wali dan lainnya.

Imam Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam shahihnya dari hadits Abu Hurairah Radliyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِى هَذَا وَمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الأَقْصَى

“Tidak boleh diadakan perjalan jauh kecuali kepada tiga masjid; masjidku ini dan masjidil haram dan masjid Al Aqsha”.

Dan dalam shahih Muslim dengan
redaksi larangan:

لاَ تَشُدُّوا الرِّحَالَ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِى هَذَا وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَالْمَسْجِدِ الأَقْصَى

“Janganlah kamu mengadakan perjalan jauh kecuali kepada tiga masjid; masjidku ini dan masjidil haram dan masjid Al Aqsha”.

Dan dalam riwayat Ahmad dalam musnadnya terdapat kisah bahwa Abu Bashrah Al Ghifari bertemu dengan Abu Hurairah yang datang dari arah bukit Thur, maka ia berkata: “Dari mana kamu datang?” Abu Hurairah menjawab: “Dari bukit Thur, aku shalat di
sana”. Abu Bashrah berkata: “Kalau tadi kamu bertemu denganku sebelum berangkat ke sana, pasti kamu tidak akan berangkat, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak boleh diadakan perjalan jauh kecuali kepada tiga masjid…alhadits. dan sanadnya shahih.

Baca Selengkapnya di : http://cintasunnah.com/safari-ke-kuburan-para-wali/

Keutamaan Niyat

Ust. Rochmad Supriyadi Lc

Niyat merupakan amal yang sangat lembut, yang tertanam di lubuk hati manusia.

Dengan niyat, suatu amal menjadi sah dan diterima disisi Robb Yang Maha Tinggi, dan tergantung niyat pula amal akan dilipat gandakan berdasarkannya.

Berkata Umar رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ. ” Sebaik-baik amal adalah menegakkan apa yang difardhukan Allah سبحانه وتعالى , waro’ (berhati-hati) terhadap apa yg Allah haramkan, dan niyat yang jujur kepada Allah سبحانه وتعالى “.

Berkata sebagiyan salaf,” Bisa jadi suatu amal yang kecil menjadi besar dan agung karena niyat yang tulus, dan bisa jadi suatu amal yang amat besar menjadi kecil dan hina karena niyat yang salah”.

Berkata Yahya ibnu Abi Katsir,” Belajarlah ketulusan niyat, karena ketulusan niyat lebih berharga dari pada suatu amal”.

– Tazkiyatun Nufus 20 –

Doa Mau Tidur

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ. اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ.

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا

Tips Duduk Dekat Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam Dihari Qiyamat.

Rasulullah shalallhu alaihi wasalam bersabda:

اِنَّ مِنْ اَحَبِّكُمْ اِلَىَّ وَاَقْرَ بِكُمْ مِنِّى مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ اَحْسَنُكُمْ اَخْلاَقًا.

“ Sesungguhnya, orang yang paling aku senangi dan paling dekat kepadaku tempat duduknya pada hari kiamat, adalah orang yang paling baik akhlaknya”. ( HR. Bukhari).

Akhlak Baik menurut Kaum Salaf sebagaimana dikatakan;
Al-Hasan berkata: ”Berakhlak baik
itu adalah bermuka cerah, ramah, dan tidak menyakiti orang lain.”
Abdullah Ibn Al-Mubarak berkata: . ”Berakhlak baik itu terdapat dalam tiga hal, yaitu menjauhi yang haram, mencari yang halal, dan lapang dada terhadap keluarga.”

Sebagian ulama lainnya menyebutkan makna secara rinci tentang akhlaq mulia yaitu:
Pemalu, banyak berbuat baik, jujur, sedikit bicara banyak bekerja, tidak sombong, suka memberi, berwajah ceria dan ramah, sabar, bersyukur, rela dan lemah-lembut, tepat janji, tidak mudah mencela, tidak menyakiti, tidak ghibah(menggunjing), tidak tergesa-gesa, tidak mendendam, tidak dengki, suka menggembirakan orang lain, mencintai karena Allah,
membenci karena Allah, rela karena Allah, dan marah karena Allah.

Kata kata diatas mudah diucap.. Namun berat amalannya.. Kecuali yg Allah berikan kemudahan..

Ya Allah lapangkanlah dada kami untuk berakhlaq mulia.. Agar kami dapat dekat nabiMu dihari qiyamah.

www.abu-riyadl.blogspot.com
By. Abu riyadl.

Menjadi Umat Terbaik

Ust. Fuad Hamzah Baraba’ Lc

Allah Ta’ala berfirman:

كنتم خير أمة أخرجت للناس تأمرون بالمعروف و تنهون عن المنكر و تؤمنون بالله

“Kamu adalah umat Чαπƍ terbaik Чαπƍ dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada Чαπƍ ma’ruf, dan mencegah dari Чαπƍ mungkar, dan beriman kepada Allah”. (QS. Ali Imran:110).

Umar bin Khathab رضي الله عنه berkata:

يا أيها الناس من سره أن يكون من تلك الأمة، فليؤد شرط الله منها

“Wahai manusia, barangsiapa Чαπƍ senang untuk menjadi umat ini (umat terbaik), maka hendaklah dia menunaikan syarat Чαπƍ ‎​δ¡syaratkan Allah padfa ayat ini.” (Fathul Qadir:1/453).

Jika kita ingin menjadi umat Чαπƍ terbaik, maka kita harus melaksanakan apa Чαπƍ diperintahkan Allah Ta’ala, yaitu dengan beramar ma’ruf nahi mungkar.

Dan diantara sifat Чαπƍ harus ada pada orang-orang Чαπƍ beramar
ma’ruf dan nahi mungkar adalah:

1. Ikhlas

2. Berilmu

3. Teladan Чαπƍ baik

4. Kasihan kepada pelaku kemungkaran, dan takut kalau dia akan tertimpa adzab dari Allah Ta’ala

5. Tatsabut dalam setiap tindakan dan tidak dengan prasangka (zhann)

6. Lemah lembut

7. Mampu menimbang maslahat dan mafsadat.

Ikhlas

Ust. Rochmad supriyadi LC

Ibadah adalah urusan yang sakral, dan syarat diterima ibadah tersebut adalah ikhlas dan mutabaah.

Para ulama menjabarkan makna ikhlas diantaranya;

– Memurnikan niyat hanya mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى dan menjauhi dari segala kotoran yg melumurinya.

– Mengesakan Allah سبحانه وتعالى dalam meniyatkan segala ketaatan.

– Melupakan pandangan para makhluk dengan senantiasa melihat Allah سبحانه وتعالى.

Segala bentuk bagiyan dunia senantiasa mengoda jiwa, hati condong padanya, entah disadari atau tidak, sedikit atau banyak.

Tatkala manusia tergerak utk amal, niscaya banyak godaan hingga menghilangkan keikhlasan.

Olih karenanya para salaf mengatakan,” Barang siapa yang selamat sesaat dalam umurnya utk ber-ikhlas untuk wajah Allah sungguh ia akan beruntung”.

Betapa tidak? Ikhlas sangatlah berat dan sukar, dikarenakan berbolak-baliknya hati.

Singkat kata, ikhlas adalah membersihkan hati dari segala noda kotoran semuanya, sedikit dan banyak nya, hingga hati tersebut hanya semata berupaya mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى , hingga tiada niayatan lain.

Perkara ini tidaklah timbul melainkan hanya orang yang cinta Allah dan mengharap perjumpaan akhirat, hingga tidak tersisa untuknya perkara dunia didalam hatinya.

Allah سبحانه وتعالى berfirman,” Katakanlah (wahai Muhammad) Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya? Merekalah orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya”. Al-Kahfi 103-104.

Menjadi Ahli Hadits Karena Mimpi

Ust. Badrusalam Lc

Imam Qutaibah bin Sa’I’d rahimahullah (240H) berkata:
“Dahulu ketika masih muda..
Aku suka menuntut ro’yu..
Kemudian..
Aku bermimpi melihat bejana tergantung di langit..
Aku melihat orang-orang berusaha meraihnya..
Namun mereka tidak mampu..
Akupun datang..
Aku berhasil meraihnya..
Lalu aku melihat apa yang ada dalam bejana itu..
Ternyata aku melihat timur dan barat..
Di pagi hari..
Aku datang kepada seorang ahli ta’wil mimpi..
Aku ceritakan padanya perihal mimpiku..
Ia berkata, “Wahai anak, hendaklah kamu menuntut atsar..
Karena ro’yu tidak mencapai timur dan barat..
Yang dapat mencapainya hanyalah atsar (hadits)…
Semenjak itu aku tinggalkan ro’yu..
Dan menuntut atsar..
(Siyar A’laam An Nubalaa 11/17).

Imam Qutaibah bin Sa’I’d adalah guru para ahli hadits yang tersohor..
Guru imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai ibnu Majah dan ulama-ulama hadits lainnya..
Semoga Allah mengumpulkan kita dengan mereka..

Menebar Cahaya Sunnah