Kabar Gembira Bagi Yang Menuntut Ilmu Dan Mengamalkan Ilmunya

Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Alhamdulillahi wahdah, wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah, wa ‘alaa aalihi wa shohbihi ajma’iin. Amma ba’du!

Saudaraku..inilah di antara kabar gembira bagi seorang muslim atau muslimah yang menuntut ilmu syar’ie dan mengamalkan ilmunya.. 

Pertama, seorang muslim yang menuntut ilmu dan mengamalkan ilmunya termasuk hamba Alloh yang sedang menunaikan salah satu kewajiban syar’ie.

Dari Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata : “Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda , ‘Menuntut ilmu itu adalah kewajiban setiap muslim’ [Shohiehul Jaami’ no. 3913] 

Kedua, termasuk hamba yang sedang menjauhi salah satu larangan Alloh Ta’aala. Bacalah QS. Al ‘Isroo ; 17 : 36] 

Ketiga, termasuk orang yang dikehendaki Alloh kebaikan.
 
Dari Mu’awiyah –rodhiyallohu ‘anhu-, ia berkata : Aku mendengar Rosululloh –shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda :
‫‫
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barangsiapa yang Alloh kehendaki kebaikan maka Alloh akan membuatnya faham terhadap agama. [HSR. Bukhori –rohimahulloh- dalam shohiehnya no. 69]

Keempat, dijanjikan kemuliaan dan ketinggian derajat. [Bacalah firman Alloh dalam surat Al Mujaadilah ; 58 : 11] 

Kelima, termasuk golongan yang dijauhkan dari laknat Alloh Ta’aala.

“Ketahuilah, sesungguhnya dunia dan apa yang ada di dalamnya itu dilaknat Alloh kecuali dzikir kepada Alloh dan ketaatan kepadanya, orang yang berilmu dan orang yang mempelajari ilmu.”    [Shohiehut Targhieb wat Tarhieb  no. 74, Hasan]

Keenam, Alloh Ta’aala akan memudahkannya jalan menuju Surga.

“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Alloh akan memudahkan jalan baginya ke surga. [HSR. Muslim –rohimahulloh- dalam shohiehnya no. 4867] 

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

Kiat-Kiat Mengatasi ‘Kekikiran Jiwa’

Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, mendapatkan kelapangan hati dan kemudahan dalam berzakat, berinfak dan bersedekah adalah salah satu karunia اللّـﮧ yang harus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya. Selain menunjukkan tanda ketakwaan, mengeluarkan harta di jalan اللّـﮧ termasuk amalan yang bermanfaat dalam meraih keridhoan اللّـﮧ Ta’aala.

Lalu bagaimana kiatnya agar kita mendapatkan kelapangan hati tersebut?

Saudaraku seislam yang saya cintai, banyak perkara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekikiran jiwa. Di antaranya :

Pertama, mengingat ganjaran dan keutamaan yang اللّـﮧ janjikan bagi mereka yang mau membelanjakan hartanya di jalan-Nya.

Kedua, mengingat ancaman dan balasan buruk yang اللّـﮧ siapkan untuk mereka yang bakhil/pelit/kikir.

Ketiga, tunaikan sesegera mungkin jika kita akan berinfak. Jangan nunggu menjadi orang kaya dulu baru kemudian berinfak.
Keempat, perbaiki cara pandang kita terhadap objek sasaran zakat, infak dan shodaqoh kita. Berfikirlah positif. Bahwa orang2 yg menerima sasaran ZIS kita hakikatnya mereka telah membantu kita dalam menyalurkan harta yang اللّـﮧ rizkikan kepada kita.

Demikian dapat disampaikan.

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Alloh berikan ‎kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi ‎mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang ‎mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan ‎kepunyaan Alloh-lah segala warisan yang ada di langit dan di bumi. Dan Alloh ‎mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [QS. Ali ‘Imron ; 3 : 180]

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

1011. Menerima Uang Dari Caleg Sebelum Pemilu

1011. BBG Al Ilmu

Tanya:
Kemarin jelang pemilu kami dikasih uang oleh partai x, tapi kami akhirnya memilih partai y, bagaimana status uang tersebut ? Bagaimana solusinya ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Untuk lebih selamatnya uang itu di kembalikan, jangan sampai sekelumit uang menghantarkan anda ke neraka/dihisab dengan berat di hari kiamat, karena uang tersebut di berikan dengan cara yang tidak halal, yaitu suap, yang di haramkan agama. Semoga diampuni Allah ta”ala.

– – – – – •(*)•- – – – –

1010. Hukum Ziarah Kubur

1010. BBG Al Ilmu – 459

Tanya:
Bagaimana hukumnya orang yang berziarah ke makam ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Ziarah kubur adalah sunnah yang di anjurkan, agar kita ingat mati dan tidak terlena dengan dunia, dan dalam ziarah kubur ada adab dan etika yang hendaknya di terapkan agar sesuai dengan sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

1009. Bolehkah Menggambar Makhluk Hidup Untuk Tujuan Pendidikan ?

1009. BBG Al Ilmu – 459

Tanya:
Bagaimana hukum menggambar makhluk hdup ? Apakah dperbolehkan ? Apalagi bidang saya adalah pendidkan yang membutuhkan kreatiftas dalam menggambar untuk anak-anak sekolah dasar.

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى
Mengambar makhluk bernyawa dilarang agama, Nabi صلى الله عليه وسلم
bersabda,
“sesungguhnya manusia yang paling keras siksanya pada hari kiamat adalah orang yang banyak menggambar makhluk bernyawa, dan dikatakan kepada-nya, hidupkan apa yang telah kamu gambar.”

Hadist ini menunjukkan diharamkannya mengambar yang bernyawa, maka jika anda menggambar usahakan yang tidak bernyawa. Agar selamat dari siksa di akhirat.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

1008. Apakah Wasilah/Tawassul Dibolehkan ?

1008. BBG Al Ilmu

Tanya:
Apakah wasilah termasuk syirik ? Dan yang bukan syirik seperti apa ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Washilah/tawassul ada dua.

1. Tawassul dengan nama dan sifat Allah,

2. Tawassul dengan amal sholih.

Yang dilarang adalah yang tidak di ajarkan Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam, seperti tawassul kepada orang mati, benda yang di keramatkan dst.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

1007. Berada Dalam Satu Lift Dengan Lawan Jenis

1007. BBG Al Ilmu – 459

Tanya:
Bagaimana sikap dan tindakan kita sebagai seorang laki-laki muslim ketika sedang naik lift lalu tiba-tiba masuk seorang Akhwat ke dalam lift tersebut ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Jika anda mampu untuk mencegah ia masuk ikut serta maka itu di lakukan. Jika tidak bisa, lebih baik anda yang mengalah keluar, dan keadaan yang terburuk ia masuk bersama anda, maka kewajiban anda untuk jaga pandangan dan perasaan, dan ketahuilah Allah Maha Mengetahui amal dan hati makhluknya.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

Pencela Jahil Jangan Dilayani

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata :
أَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِ السَّفِيه فَكُلُّ مَـا قَـالَ فَهُوَ فِيْهِ

“Berpalinglah engkau dari seorang jahil yang bodoh…semua apa yang ia ucapkan ada pada dirinya…”

مَا ضَرَّ بَحْر الْفُرَاتِ يَوْماً إِنْ خَاضَ بَعْضُ الْكِلاَبِ فِيْهِ

“Lautan Furot seharipun tidak pernah berubah buruk..…meskipun tenggelam di dalamnya beberapa ekor anjing.”

Beliau juga berkata :

يُخَاطِبُنِي السَّفِيْهُ بِكُلِّ قُبْحٍ فَأَكْرَهُ أَنْ أَكُوْنَ لَهُ مُجِيْباً

“Si bodoh berbicara kepadaku dengan segala keburukan…. maka aku benci menjawab pembicaraannya.”

يَزِيْدُ سَفَاهَةً فَأَزِيْدُ حِلْمـاً******كَعُوْدٍ زَادَهُ الْإِحْرَاقُ طِيْباً

“Ia semakin bertambah kebodohannya dan aku bertambah kesabaran…sebagaimana kayu gaharu jika dibakar semakin mengeluarkan bau yang harum”

Oleh: Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

– – – – – •(*)•- – – – –

1006. Apakah Sah Bermakmum Kepada Imam Yang Masih Belum Menutup Aurat Dalam Kesehariannya ?

1006. BBG Al Ilmu – 459

Tanya:
Bagaimana hukumnya kita ber-imam kepada orang yang belum bisa menutup auratnya ? (Masih suka memakai celana pendek jika keluar rumah) ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Imamahnya sah dan kefasikannya di tanggung pribadi orang tersebut.

Walau demikian seyogyanya ber-imam kepada yang faham agama, karena faham agama merupakan kunci kebajikan.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

1005. Menjaga Kehormatan

1005. BBG Al Ilmu – 459

Tanya:
Bagaimana seorang muslim menyikapi tentang QS, An-Nur :32-33 ? Dan tentang menundukkan pandangan ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Ayat diatas sangat jelas, dimana di perintahkan para wali / orang tua /majikan agar menikahkan putri, putra, budak mereka agar dapat menjaga diri dan farji mereka.
Jika ia dalam kondisi tidak mampu maka di wajibkan untuk memberikan bimbingan kesabaran, hingga Allah berikan kecukupan.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

Menebar Cahaya Sunnah