746. Tj Hukum Oral Sex

746. BBG Al Ilmu – 423

Tanya:
Bagaimana hukum oral sex ?

Jawab:
Oral sex adalah terlarang mengingat:

1. Allah berfirman, yang artinya: “Maka setubuhilah mereka di tempat yang Allah perintahkan kepadamu.” (QS. Al-Baqoroh: 222). Tempat yang Allah perintahkan adalah farji dan bukan mulut.

2. Perbuatan tersebut dilakukan oleh orang-orang kafir, dan menyerupai orang-orang kafir adalah haram.

3. Mulut adalah tempat yang mulia, seperti untuk berzikir, baca Al-Qur’an dan lain-lain, sedangkan farji adalah tempat yang kotor (tempat keluarnya air kencing dan madzi). Bagaimanakah tempat yang kotor diletakkan di tempat yang mulia? Atau sebaliknya…

4. Dalil fitrah, oral sex adalah menjijikkan menurut orang-orang yang memiliki fitrah yang bersih dan berakal sehat.

5. Beberapa ulama yang berpendapat bahwa oral sex terlarang (baca: haram -ed), diantaranya Syaikh Al-Albani, Syaikh Bin Baz, Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali dan Syaikh Masyhur Al-Salman.

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://www.konsultasisyariah.com/hukum-oral-sex/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

745. Tj Hukum Anal Sex

745. BBG Al Ilmu – 423

Tanya:
Bagaimana hukum memasukan hasyafah lewat belakang ?

Jawab:
Tidak boleh (haram) menyetubuhi perempuan pada duburnya. Di dalam Qs. Al-Baqarah: 223, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya):
“Isteri-isterimu adalah [seperti] tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki..”

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bolehnya suami untuk mendatangi istrinya (melakukan hubungan suami-istri) sesuai dengan cara yang telah Allah subhanahu wa ta’ala tetapkan, yaitu menyetubuhinya pada kemaluan yang merupakan tempat bercocok tanam. Adapun dubur, adalah bukan tempat bercocok tanam tapi tempat membuang kotoran. Oleh karena itu, tidak boleh menyetubuhi istri pada duburnya, karena hal itu merupakan dosa besar dan maksiat yang terang-terangan dalam syariat yang suci ini.

Dan juga berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Allah Subhanahu wa Ta’ala melaknat orang yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkannya sebanyak tiga kali.” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)

Oleh karena itu, seluruh kaum muslimin wajib menghindari hal itu dan menjauhi segala sesuatu yang telah diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Para suami harus menjauhi perbuatan mungkar ini, begitu juga para istri harus menjauhinya serta tidak memberikan jalan kepada suami mereka untuk melakukan kemungkaran yang besar ini, yaitu bersetubuh pada dubur.

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://www.konsultasisyariah.com/bersetubuh-lewat-dubur/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

744. Tj Hukum Tidak Mengikuti Pemilihan Umum/Daerah (Golput)

744. BBG Al Ilmu – 23

Tanya:
Bagaimana hukumnya golput ?

Jawab:
TIDAK BERDOSA jika tidak ikut dalam pilkada atau pemilu, karena itu hukum asal berpartisipasi di dalam PEMILU/PILKADA adalah TIDAK BOLEH, kecuali dalam kondisi tertentu yang mana pertimbangan adanya maslahat dan tercegahnya mudharat yang lebih besar bagi Islam dan Muslimin hanya ada pada ikut serta dalam pemilu atau pilkada tersebut, maka hukumnya menjadi BOLEH, menurut pendapat sebagian ulama.

Hal ini sesuai dengan kaidah syari’ah yang menganjurkan kita agar mengambil dan memilih madharat yang paling ringan diantara 2 madharat yang ada (Akhoffu Dhororoin) ketika kita dihadapkan dengan perkara dan kondisi yang tidak mungkin lepas dari adanya madharat, dan juga terdapat sebuah kaidah syari’ah yang berbunyi: (Idza tazaahamat al-mafsadataani urtukiba adnaahuma), yang artinya: “Apabila saling berdesakan/berhadapan antara 2 mafsadat (dalam satu perkara dan satu waktu) maka hendaknya yang diambil/dipilih adalah mafsadat yang paling ringan diantara keduanya.”

Akan tetapi, dalam menentukan dan menimbang antara maslahat dan mafsadat ini, hendaknya dikembalikan kepada para ulama robbani yang dikenal akan ketakwaan, ilmu, dan sikap kehati-hatiannya. Bukan ditentukan oleh setiap orang yang awam yang tidak paham ilmu agama, dan jauh dari ketakwaan. Dan para ulama robbani yang ada di suatu negeri atau daerah, merekalah yang paling paham dan mengerti tentang keadaan negara dan daerahnya.

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://m.salamdakwah.com/baca-forum/hukum-tidak-ikut-pilkada–pemilu–golput-dalam-pandangan-islam-.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

743. Tj Perbedaan Tawassul Dan Beramal Sholeh Dengan Mengharapkan Ganjaran Dunia

743. BBG Al Ilmu – 305

Tanya:
Apa berbedaan tawassul melalui amal sholeh yang kita kerjakan dengan beramal sholeh dengan mengharapkan ganjaran dunia? Bagaimana adab yang mubah dalam berharap dalam doa setelah beribadah ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, حفظه الله

Beramal salih dengan mengharap ganjaran dunia maka ia tidak akan mendapat ganjaran akhirat.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
” Sesungguhnya amal tergantung pada niyat nya”.

Amal akan diterima dan mendapat pahala bila ia ikhlas mencari pahala disisi Allah. Bila tidak maka sesuai niyat yang ia niyatkan. Dan apakah ia salah dan terjerumus dalam syirik?

Ulama berbeda pendapat. Di dalam kitab Tauhid bab 37 ( dari bagian syirik adalah kehendak manusia dalam beramal untuk mencari dunia) dijelaskan pembahasan ini.

Adapun tawasul adalah ibadah yang syar’i diantaranya bertawasul dengan Nama & Sifat Allah سبحانه وتعالى.

Tawasul dengan Do’a. Tawasul dengan Amal salih. Itu semua syar’i di bolehkan agama.

Apa bedanya dengan yang diatas? Sangat beda. Tawasul adalah ibadah, ia ikhlas kepada Allah dalam beramal, dan ia bertawasul & berharap & berdo’a hanya kepada Allah semata.

Sedang yang pertama ia beramal akhirat, hanya saja mencari pahala dunyawi. Seperti ia sholat agar sehat karena disamakan dengan senam misal nya. Puasa agar sembuh penyakitnya, karena mengkosongkan perut menyehatkan, dst…itu semua adalah hikmah/ faidah dari suatu ibadah, jangan di jadikan sebagai tujuan utama.

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

742. Tj Gerakan Shalat Tidak Sesuai Tuntunan Karena Cacat Bekas Kecelakaan

742. BBG Al Ilmu – 307

Tanya:
Teman saya memiliki kekurangan pada salah satu kakinya (mohon maaf sedikit cacat) akibat kecelakaan beberapa tahun yang lalu, kekurangan itu menyebabkan dia tak dapat melakukan shalat dengan sempurna dan kesulitan pada setiap gerakan dan posisi yang menggunakan persendian lutut dalam shalat, dia dapat berdiri dan ruku’ dengan sempurna, namun tak dapat sujud dan duduk diantara dua sujud karna salah satu kakinya tidak dapat ditekuk dengan baik, selama ini dia shalat dengan duduk dari awal sampai selesai shalat, apakah shalatnya sah? atau ada cara lain yang lebih baik atau lebih sempurna untuk shalatnya selain hanya sekedar duduk?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, حفظه الله

Jika dia bisa berdiri maka lakukanlah takbirotul ikhrom dengan berdiri, setelah itu duduk tidak mengapa. Karena antum mampu berdiri maka hendaknya dengan berdiri tatkala takbir pertama memulai sholat. Adapun sujud/ duduk diantara dua sujud maka gunakanlah isyarat membungkuk jika tidak bisa sujud. Hal itu sah dan dibenarkan sesuai hadist Nabi صلى الله عليه وسلم.

Yang menjadi catatan hanyalah tatkala takbir, hendaknya dalam posisi berdiri.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

741. Tj Kesulitan Melakukan Duduk Iftirasy

741. BBG Al Ilmu – 307

Tanya:
Ana mempunyai persoalan yang mirip yakni saat duduk iftirasy dan tawaruk jika mengikuti sunnah yang ada kaki kanan ana “melebar” tidak bisa dirapatkan dan terasa sakit sehingga makin susah untuk khusyuk, akibat kecelakaan. Malah ana terpaksa mengikuti cara yang “terlarang” seperti banyak yang digambarkan pada buku2 sunnah…saat iftirasy ana terpaksa duduk diatas kedua tumit dan saat tawaruk, kaki kanan ana tidak bisa ditegakkan melainkan diselonjorkan kebelakang/punggung kaki kanan ana yang menyentuh sajadah/bukan ujung2 jari.

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, حفظه الله

Apa yang anda lakukan sudah maksimal dan benar, adapun duduk diatas tumit ini riwayat di sahihkan oleh imam Al-Albany, maka tidak mengapa di lakukan. Adapun dengan meluruskan kaki jika sakit dan tidak mampu maka itupun sah dan dibolehkan. Semoga Allah menyembuhkan antum.

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

740. Tj Berdosakah Penjual Bila Pembeli Memakai Jasa Leasing ?

740. BBG Al Ilmu – 313

Tanya:
Apakah termasuk pelaku riba apabila saya menjual suatu produk dan kemudian di lesingkan/si pembeli membayar dengan menggunakan perantara lesing yang secara jelas itu riba? Contoh: pedagang mobil/otomotif,furnitur dll yang banyak di jumpai pada saat ini.

Jawab:
Selama itu inisiatif sendiri dari pembeli dan antum tidak terlibat sama sekali dalam proses leasing tersebut dari awal hingga akhir, insya-Allah tidak masalah. Uang penjualan boleh diterima.

والله أعلم بالصواب
Sumber:

Tj Nasabah Memakai Jasa Leasing

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Sumpah Terbanyak

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Tahukah kita..
Dalam surat apa Allah bersumpah yang paling banyak..
Surat Asy Syamsu..
Sebelas kali sumpah..
1. Demi matahari
2. Dan demi waktu dluha..
3. Demi bulan apabila mengiringinya..
4. Demi siang apabila menampakkannya..
5. Demi malam apabila menutupinya..
6. Demi langit..
7. Dan demi pembangunannya..
8. Demi bumi..
9. Dan demi penghamparannya..
10. Demi jiwa..
11. Dan demi penyempurnaannya..

Untuk apa Allah bersumpah sebanyak itu..
Pastilah karena sesuatu yang besar..
“Sungguh telah beruntung orang yang menyucikan jiwanya..
Untuk inilah Allah bersumpah..

Bukankah tujuan ibadah adalah untuk penyucian jiwa..
Bahkan..
Pada hari kiamat..
Harta dan anak-anak tidak bermanfaat..
Kecuali yang membawa hati yang selamat..

Para shahabat terdahulu..
Lebih memperhatikan kesucian hati..
Karena..
Buat apa badan yang kuat dan tegap..
Bila hati rapuh..
Tak ada takwa dan rasa takut..
Tak ada sabar dan tawakal..
Tak ada cinta dan berharap kepada Allah..

Kekuatan yang hakiki adalah kekuatan hati..

Cuci Tangan Setelah Bangun Tidur.

Agama Islam yang mulia mengajarkan kepada kita banyak pelajaran yang begitu gamblang lagi sempurna. Tidak terkecuali ketika kita mau tidur hingga tidur lagi semua Allah ajarkan begitu indahnya.

Kembali kepada kita, adakah kita berusaha memahami dan mengambil pelajaran atau kita anggap sebagai kebiasaan yang biasa-biasa saja,
Hidup Sehat dengan Sunnah ternyata benar-benar indah adanya.

Mari simak artikel di bawah ini, bila bermanfaat maka jangan ragu menyebarkannya kepada semua kontak kita.

Smga Allah catat sebagai amal kebajikan kita pada malam ini. Aamiin

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلاَ يَغْمِسْ يَدَهُ فِى الإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلاَثًا فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ».

“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya maka janganlah dia mencelupkan tangannya ke bejana sampai dia membasuhnya tiga kali, karena sesungguhnya dia tidak mengetahui dimanakah tangannya bermalam.”

(HR. Muslim)

KlikUK.com

Tutupi Kekuranganmu

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

Syeikhul Islam ibnu Taimiyah -Rahimahullah- berkata:

” Apabila seorang hamba mendapati dirinya tidak bisa sempurna dalam menunaikan hak-hak kekerabatan, keluarga, anak dan tetangga serta saudara-saudaranya maka tutupilah dengan doa dan permohonan ampunan untuk mereka”

(Majmu’ Fatawa 11/698).

•Ustadz Kholid Syamhudi Al-Bantani Lc.

Menebar Cahaya Sunnah