Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda:
إن ربك يعجبُ من عبده إذا قال : اغفر لي ذنوبي ، يعلم أنه لا يغفرُ الذنوب غيري .
“Sesungguhnya Allah kagum kepada hamba-Nya apabila ia berkata, “ya Allah ampuni dosa-dosaku..” Karena ia yakin bahwa tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Aku..”(HR Abu Dawud)
Dikagumi oleh Allah adalah keberuntungan yang besar.. Adapun dikagumi oleh manusia.. Tidak memberikan apa apa.. Bahkan seringkali menimbulkan penyakit hati..
#PengingatDiri #JanganLupaDzikirPagi
Ditulis oleh, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
وإنما خف الحساب على قوم حاسبوا أنفسهم في الدنيا ، وإنما شق الحساب يوم القيامة على قوم أخذوا هذا الأمر من غير محاسبة
“Hisab menjadi ringan bagi orang yang menghisab dirinya di dunia. Dan hisab menjadi berat pada hari kiamat bagi orang yang melakukan urusan tanpa muhasabah..” (Hilyatul Auliya’ 2/157)
Muhasabah diri itu pada dua tempat:
● YANG PERTAMA : sebelum beramal. Ia memeriksa apakah amalnya sesuai syariat atau tidak. Jika sesuai, apakah ia ikhlas atau mengharapkan selain Allah ‘Azza wajalla..
● YANG KEDUA : adalah setelah beramal.Bila amal kebaikan, ia muhasabah adakah kekurangan yang terjadi padanya..?
Bila amal keburukan, maka ia segera bertaubat dengan taubat nasuha dan membalasnya dengan amal salih..
Bila amal yang mubah, ia mempertanyakan tentang sebab ia berbuat demikian. Mengapa ia melakukan perbuatan tersebut. Kemudian ia melihat bagaimana pengaruhnya untuk keimanan dan ketaatannya..
Ditulis oleh, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Artinya : bersedekah itu bukan hanya dengan harta tapi juga dengan yang lainnya.
⚉ Dari Abu Musa Al Asy‘ari rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Setiap muslim wajib sedekah..” Mereka berkata, “Bagaimana wahai Nabi Allah orang yang tidak mempunyai harta..?” Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Dia bekerja dengan tangannya untuk memberikan manfaat untuk dirinya dan bersedekah..”
Mereka berkata, “Kalau dia tidak bisa..?” Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Ia bantu orang yang sedang berkebutuhan karena ia lemah atau di zholimi dan yang lainnya..”
Mereka berkata, “Bagaimana kalau tidak bisa juga..?” Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Hendaknya ia mengamalkan perkara yang ma’ruf dan menahan diri dari perbuatan buruk. Karena itu sedekah untuk dirinya..” [HR. Bukhari dan Muslim].
⚉ Dari Abu Dzar rodhiyallahu ‘anhu, Ia berkata Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Setiap jiwa pada setiap harinya yang matahari terbit padanya, wajib dia bersedekah pada dirinya..” Lalu aku berkata (kata Abu Dzar), “Wahai Rosulullah, dari mana aku akan bersedekah sementara aku tidak punya harta..?”
Maka Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Diantara pintu-pintu sedekah adalah takbir (Allahu Akbar), mengucapkan Subhaanallah, Alhamdulillah, Laa illaha illallah, Astaghfirullah. Kamu ber amar ma’ruf nahi munkar, menyingkirkan duri dari jalan, demikian pula tulang dan batu. Kamu membimbing orang buta, kamu membimbing orang yang tuli. Demikian pula orang yang bisu supaya dia paham. Kamu menunjukkan kepada orang yang berkebutuhan ke tempat yang kamu tahu tempatnya. Dan kamu berusaha untuk membantu orang-orang yang berada dalam kesusahan. Semua itu termasuk sedekah terhadap dirimu. Bahkan kamu menyetubuhi istrimu pun terdapat pahala padanya..” [HR. Ahmad dalam Musnadnya dan di shohihkan oleh Syaikh Al Bani rohimahullah].
➡️ Ini menunjukkan bahwa sedekah itu, kalau ternyata kita tidak bisa dengan harta, maka dengan berbuat baik kepada manusia atau dengan berdzikir. Atau setidaknya mencegah diri kita dari berbuat buruk.
⚉ Bersedekah Dengan Air
⚉ Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Tidak ada sedekah yang lebih besar pahalanya dari bersedekah dengan air..” [Dikeluarkan oleh Al Imam Baihaqi dan di shohihkan oleh Syaikh Al Bani rohimahullah].
⚉ Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Sa’ad mendatangi Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam dan berkata, “Wahai Rosulullah, ibuku meninggal tapi tidak berwasiat. Apakah bermanfaat kalau aku bersedekah untuk ibuku..?”
Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Iya, hendaklah kamu bersedekah dengan air..” [Dikeluarkan oleh Ath Thobroni dan di shohihkan oleh Syaikh Al Bani rohimahullah].
. Wallahu a’lam 🌻
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
.
. Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
. ARTIKEL TERKAIT Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
. WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah
Ada yang bertanya, “Mengapa orang kafir kekal di neraka sementara kekafirannya terbatas hingga ajal mereka di dunia..? Dan mengapa orang beriman kekal di surga sementara keimanan mereka terbatas hingga ajal mereka di dunia..?”
Jawabannya adalah : karena orang beriman berniat untuk beriman selama lamanya dan tak ingin kafir kepada Allah. Dan orang-orang kafir itupun berniat untuk kafir selamanya dan tak ingin beriman..
Sehingga mereka diberi balasan sesuai niat mereka..
“Seandainya mereka dikembalikan (ke dunia), mereka akan kembali melakukan apa yang dilarang. Sesungguhnya mereka adalah para pendusta..” (Al An’am: 28)
(Ta’thirul Anfas hal 34)
Diterjemahkan oleh, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
فالحق الذي يقتضِيه العمل بما في آيتي النّور والأحزاب ؛ أنّ المرأة يجب عليها إذا خرجت من دارها أنْ تختمر وتلبس الجلباب على الخمار؛ لأنّه كما قلنا : أسْتر لها وأبعد عن أنْ يصف حجم رأسها وأكتافها , وهذا أمر يطلبه الشّارع … واعلم أنّ هذا الجمع بين الخمار والجلباب من المرأة إذا خرجت قد أخلّ به جماهير النّساء المسلمات ؛ فإنّ الواقع منهنّ إمّا الجلباب وحده على رؤوسهن أو الخمار , وقد يكون غير سابغ في بعضهن… أفما آن للنّساء الصّالحات حيثما كنّ أنْ ينْتبهن من غفلتهن ويتّقين الله في أنفسهن ويضعن الجلابيب على خُمرهن
“Maka yang benar, sebagai pengamalan dari dua ayat, An-Nur dan Al-Ahzab, adalah bahwasanya wanita apabila keluar dari rumahnya wajib atasnya mengenakan khimar (kerudung) dan jilbab di atas khimar, karena yang demikian lebih menutup dan lebih tidak terlihat bentuk kepala dan pundaknya, dan ini yang diinginkan Pembuat syari’at..
dan ketahuilah bahwa menggabungkan antara khimar dengan jilbab bagi wanita apabila keluar rumah telah dilalaikan oleh mayoritas wanita muslimah, karena yang terjadi adalah mereka mengenakan jilbab saja atau khimar saja, itu saja kadang tidak menutup seluruhnya..
apakah belum waktunya wanita-wanita sholihah dimanapun mereka berada supaya sadar dari kelalaian mereka dan bertaqwa kepada Allah dalam diri-diri mereka, dan mengenakan jilbab di atas khimar-khimar mereka..?”
(Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah hal: 85-86)
Diterjemahkan oleh, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
عقبة بن عامر الجهني قال سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول : هلاك أمتي في الكتاب واللبن قالوا يا رسول الله ما الكتاب واللبن قال يتعلمون القرآن فيتأولونه على غير ما انزل الله عز و جل ويحبون اللبن فيدعون الجماعات والجمع ويبدون
Dari ‘Uqbah bin ‘Aamir Al Juhaniy rodhiyallahu ‘anhu berkata,
“Saya mendengar Rosulullahi shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kehancuran ummatku di karenakan Al Kitab dan susu..”mereka bertanya, “Wahai Rosulullaah ada apa dengan Al Kitab dan susu..?”
beliau menjawab, “Mereka mempelajari Al Qur’an lalu mentakwil-nya dengan sesuatu yang tidak di turunkan oleh Allaah ‘azza wa jalla. Dan mereka memerah susu, lalu mereka meninggalkan shalat jama’ah dan jum’at, karena pergi ke desa (untuk memerah susu)..”
(Musnad Ahmad 4/155 No. 17451, Musnad Abu Ya’la 3/285 No. 1746, Al Ma’rifah wat Taariikh Al Fasawiy 2/293). (Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata: Sanadnya Hasan. Dan dihasankan juga oleh Syaikh Al Bani dalam As Silsilah Ash Shahiihah 6/277 No. 2778)
Padahal al qur’an adalah hidayah.. Namun menjadi kebinasaan ketika difahami sembarangan..
Padahal susu adalah berkah.. Namun menjadi kebinasaan ketika menjadikan kita lalai dari ketaatan..
Ya Allah.. Jadikan Al Qur’an sebagai hidayah bagi kami.. Luruskan pemahaman kami.. dan jangan Engkau lalaikan hati kami karena sibuk mengejar dunia.. Aamiin..
Ditulis oleh, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
رُبَّ من يحقره الناس لضعفه، وقلة حظِّه من الدنيا؛ وهو أعظم قدرًا عند الله ممَّن له قدرٌ في الدنيا؛ فإن الناس إنَّما يتفاوتون بحسب التقوى؛ كما قال – ﷻ – ﴿ إنَّ أكرَمَكم عِندَ اللهِ أتقاكم ﴾
“Berapa banyak orang yang dianggap remeh oleh manusia karena kelemahannya atau sedikit bagian dunianya, ternyata lebih tinggi derajatnya di sisi Allah dibandingkan orang yang memiliki kedudukan di dunia. Karena perbedaan derajat manusia itu sesuai dengan ketakwaannya. Sebagaimana firman Allah: “Sesungguhnya orang yng paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa..”
(Jami’ul ‘Uluum wal Hikam)
Allah tidak melihat kekayaan dan kedudukan kita.. Tapi Allah melihat ketakwaan kita kepada-Nya..
Berbeda dengan kita.. Melihat manusia dengan mata dunia.. Yang paling mulia dimata kita adalah yang paling kaya dan paling tinggi jabatannya…
Ditulis oleh, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Abu Sa’id Al Khudri rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam melihat keterlambatan pada para shahabatnya. Maka beliau bersabda:
“Majulah dan ikutilah aku dan yang dibelakang mengikuti yang di depannya. Senantiasa suatu kaum terlambat hingga Allah lambatkan mereka..” (HR Muslim no 438)
Syaikh ‘Utsaimin rohimahullah berkata:
وعلى هذا فيخشى على الإنسان إذا عود نفسه التأخر في العبادة أن يبتلى بأن يؤخره الله عز وجل في جميع مواطن الخير اهـ .
“Oleh karena itu, seorang insan yang terbiasa terlambat dalam ibadah dikhawatirkan dijadikan oleh Allah terlambat dalam semua kebaikan..” (Fatawa Syaikh Utsaimin 13/54)
Diterjemahkan oleh, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى