Category Archives: Musyaffa’ Ad Dariny

Sangat Mengharukan : Pesan Orangtua Untuk Anaknya

Sangat mengharukan, pesan orangtua untuk anaknya..

=======

Anakku.. suatu hari nanti, engkau akan melihatku tua renta, dengan polah yang tidak logis..

Jika hari itu datang, aku mohon berikan sebagian waktumu untuk memperhatikanku.. berikan pula sebagian kesabaranmu untuk memahamiku..

Saat tanganku mulai bergetar-getar, sehingga seringkali makananku jatuh ke dadaku.. saat aku tidak kuat lagi memakai bajuku sendiri.. maka hiasilah sikapmu dengan kesabaran mengurusku..

Ingatlah dahulu ketika aku bertahun-tahun lamanya mengajarimu hal-hal yang tidak bisa kulakukan di hari ini..

Jika aku tidak lagi rapi dan wangi, jangan salahkan aku.. Tapi ingatlah di masa kecilmu, bagaimana aku selalu berusaha menjadikanmu rapi dan wangi..

Janganlah mentertawakanku, bila engkau melihat aku tidak tahu atau tidak paham tentang perkembangan zamanmu.. tapi jadilah engkau sebagai mata dan pikiranku, agar aku bisa menutupi ketertinggalanku..

Aku dahulu yang mendidikmu, aku dahulu yang mengajarimu bagaimana menghadapi hidup ini.. Akulah yang dahulu mengajarimu apa yang harus aku lakukan hari ini, dan apa harusnya tidak aku lakukan hari ini..

Janganlah engkau bosan dengan lemahnya ingatanku, lambatnya kata-kata dan pikiranku saat berbicara denganmu.. karena yang membahagiakanku saat berbicara denganmu sekarang ini, adalah kebersamaanku denganmu saja.. Bantulah aku untuk mendapatkan keinginanku, karena aku masih tahu apa yang kuinginkan..

Saat kedua kakiku tidak patuh lagi untuk membawaku ke tempat yang kuinginkan, jadilah engkau sebagai seorang yang penyayang.. ingatlah bahwa aku dahulu menuntunmu berkali-kali agar engkau mampu berjalan.. maka janganlah engkau malu untuk menuntunku saat ini, karena nanti juga engkau akan mencari orang untuk menuntunmu..

Ingatlah, di umurku ini aku tidaklah menginginkan kehidupan sepertimu.. tapi sederhananya, aku hanya menunggu kematian.. maka temanilah aku.. jangan engkau campakkan aku..

Saat engkau ingat kesalahan-kesalahanku, ingatlah bahwa tidak ada yang kuinginkan darinya kecuali kebaikan untukmu.. maka, sesuatu yang paling baik yang engkau lakukan untukku saat ini adalah memaafkanku, menutupi aibku.. semoga Allah memaafkanmu dan menutupi aibmu..

Sungguh tawa dan senyumanmu masih terus membuatku bahagia seperti dahulu.. oleh karena itu, janganlah halangi aku untuk menemanimu..

Aku dahulu bersamamu saat engkau dilahirkan.. maka, hendaklah engkau bersamaku saat aku mendekati kematian..

———-

Ya Robb, ampunilah aku dan kedua orang tuaku.. Sayangilah mereka berdua, sebagaimana mereka telah mendidikku (dengan kasih sayang) saat aku kecil..

Diterjemahkan dari pesan dalam bahasa Arab oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Bagi Muslimah, Lebih Afdhal Shalat Di RUMAH, Daripada Shalat Di MASJID…

Imam Syafi’i -rohimahulloh- mengatakan:

“Aku tidak mengetahui SATUPUN dari ulama salafnya kaum muslimin yg memerintahkan satu saja dari wanita-wanita mereka untuk mendatangi shalat jum’at dan shalat jama’ah (di masjid), baik di malam hari ataupun siangnya.


Seandainya hal itu ada keutamaannya bagi kaum wanita, tentunya para ulama salaf tersebut sudah memerintahkannya, atau mengizinkan mereka untuk mendatangi (shalat jum’at atau shalat jama’ah di masjid).”

[Kitab: Ikhtilaful Hadits, 8/624].

———

Penjelasan Imam Syafii -rohimahulloh- ini sangat selaras dengan hadits Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-:

“Janganlah kalian larang kaum wanita kalian dari (mendatangi) masjid-masjid Allah, (namun demikian) rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.” [HR. Abu Dawud: 567, dishahihkan oleh Syeikh Albani].

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى 

Kalau Haditsnya Sudah Tidak Valid

Kalau haditsnya sudah tidak valid, maka tinggalkanlah…
begitulah pendapat Imam Syafi’i -rohimahullah-.

=====

Beliau mengatakan:

“Kesimpulan masalah ini, bahwa hadits tidak boleh diterima, kecuali hadits yang valid.

Sebagaimana para saksi tidak boleh diterima persaksiannya kecuali orang yang telah diketahui keadilannya.

Maka apabila haditsnya “tidak diketahui”, atau orang yang membawakannya “dibenci”; maka seakan hadits itu tidak pernah ada, karena hadits itu tidak valid.”

[Kitab: Ikhtilaful Hadits 10/41].
——–

Sungguh, penjelasan yang sangat jelas dan tegas dalam menyikapi hadits yang lemah… Terus terang, penulis sangat takjub dengan perkataan beliau, bahwa hadits yang tidak valid itu seakan tidak pernah ada sama sekali !!

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

Hadits Nabi Harus Didahulukan, Dan Analogi (Qiyas) Harus Ditinggalkan, Jika Keduanya Berseberangan…

Imam Syafi’i -rohimahulloh- mengatakan:

“Allah -azza wajall- telah menjelaskan kepada kita, bahwa telah diwajibkan kepada kita untuk menjadikan sunnah-sunnah Rasul-Nya sebagai batas akhir (garis merah).

Kita tidak boleh memiliki pilihan lain apapun, kecuali menerima sunnah-sunnah itu dan mengikutinya.

Kita tidak boleh mempertentangkannya dengan analogi (qiyas), ataupun dengan hal lainnya.

Dan (Allah juga telah menjelaskan) bahwa semua perkataan anak adam itu (harus) mengikut kepadanya”.

[Kitab Ikhtilaful Hadits 8/32].

——-

Betapa tinggi pengagungan beliau terhadap hadits Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-!

Oleh karenanya, beliau menegaskan dalam beberapa tempat di kitab-kitab beliau, bahwa apapun yang menyelisihi sunnah Nabi haruslah disingkirkan.

Sungguh madzhab yang sangat mulia, sudahkah kita -dan mereka yang mengaku menganut madzhab beliau- mengikuti perkataan beliau ini, terutama di saat membahas masalah-masalah yang diperselisihkan oleh para ulama.

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى 

KUBURAN NABI Shollallohu ‘Alaihi Wasallam Berada Di Masjid Nabawi ..?

KUBURAN NABI shollallohu ‘alaihi wasallam berada di masjid Nabawi …?

Inilah yang diyakini oleh sebagian kaum muslimin, padahal sebenarnya tidak demikian… Lebih jelasnya bisa di simak dari perkataan Syeikh Sholeh Sindi -hafizhohulloh- berikut ini:

Jadi, kuburan Beliau itu KELIHATANNYA di dalam Masjid Nabawi, padahal (sebenarnya) dia itu terpisah dengan sempurna dari Masjid Nabawi.

Karena kuburan beliau -shollallohu alaihi wasallam- itu tetap di dalam rumah (atau hujroh) beliau, sebagaimana keadaannya sebelum adanya perluasan Masjid Nabawi.

Perumpaan Hujroh Nabi dengan Masjid Nabawi adalah seperti tanah milik Zaid yang disampingnya ada tanah milik Amr. Kemudian Zaid membeli tanah yang berada di sekeliling tanah tetangganya itu.

Sehingga jadilah tanahnya Zaid mengelilingi tanahnya Amr dari semua arah, dan tanahnya Amr berada di tengah-tengahnya tanahnya Zaid.

Jadinya, gambaran di lapangan yang mungkin samar bagi orang yang tidak teliti melihatnya; bahwa tanahnya Amr adalah bagian dari tanahnya Zaid, padahal sebenarnya tanah tersebut adalah tanah yang berdiri sendiri tapi dikelilingi oleh tanah tetangganya.

Seperti inilah keadaan Hujroh Nabi dengan Masjid Nabawi, sama persis.”

[Kitab: Al-Jawab ‘An Syubhatil Istidlal bil Qobrin Nabawi ‘Ala Jawazit Tikhodzil Qubur Masajid, hal: 34-35].

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

(( Silahkan save poster dengan resolusi tinggi dari Telegram Channel kami : https://t.me/bbg_alilmu ))

●   Di gambar diatas, ada pembatas antara makam di dalam rumah (hujroh) Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam dengan wilayah masjid yaitu  berupa TIGA lapis dinding: dinding asli hujroh (biru), dan dua dinding setelahnya (merah tua dan merah muda).

●    Yang atas adalah arah utara… yang bawah arah selatan… arah kiblat di masjid nabawi adalah arah selatan.

●    Area berwarna Biru Muda adalah roudhoh

●    Jalur orang yang melewati makam Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam kelihatan di paling bawah gambar itu, jadi kotak simetris (kanan bawah), itu adalah dindng/pagar ke-empat untuk makam beliau, itulah yang sekarang nampak sebagai pagar kuning ke-emasan oleh para peziarah dari luar.

LISAN Adalah Cerminan Hati

Yahya bin Mu’adz -rohimahulloh- mengatakan:

“Hati itu seperti PANCI, dia akan mendidihkan apa yang ada di dalamnya, sedangkan lisannya itu (ibarat) GAYUNGnya.

Maka tunggulah (untuk menilai) seseorang sehingga dia berbicara, karena lisannya akan mengambilkan untukmu apa yang ada dalam hatinya; bisa jadi rasanya manis, atau kecut, atau tawar, atau asin.

Lisannya akan mengabarkan kepadamu tentang rasa hatinya”.

[Kitab: Hilyatul Aulia, 10/63].

———

Oleh karenanya, terapkanlah hadits Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka katakanlah perkataan yang baik, atau (jika tidak) maka diamlah.” [HR. Bukhori Muslim].

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

Allahu YAHDIIIK

Syeikh Binbaz -rohimahulloh- berkata,

“Jangan tersinggung saat dikatakan kepadamu ‘ALLAHU YAHDIIK’ (semoga Allah memberimu hidayah).  Karena engkau memang selalu membutuhkan hidayah,

meski engkau orang yang paling bertakwa, meski engkau orang yang paling berilmu, engkau akan selalu membutuhkan hidayah sampai engkau mati..”

[Al-Fatawa 7/163]

Diterjemahkan oleh, 
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله

 

1396. Soal Operasi Bibir Sumbing…

Pertanyaan:
Assalamualaikum Ustadz … ada seorang dokter yang menanyakan apa hukumnya operasi bibir sumbing. Syukron Ustadz

Jawaban :
Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

Boleh, karena itu masuk bab pengobatan, bukan kecantikan.

Untuk membedakan mana yang masuk bab pengobatan, dan mana yang masuk bab kecantikan, maka harus dilihat, apakah itu untuk mengubah sesuatu yang normal atau tidak.

Jika untuk mengubah sesuatu yang dikategorikan tidak normal, maka itu masuk pengobatan, misalnya: operasi untuk meratakan gigi, operasi untuk mata juling, operasi untuk bibir sumbing, dst.

Bila untuk mengubah sesuatu yang dikategorikan normal, maka ini masuk bab kecantikan, sehingga diharamkan… Misalnya: operasi wajah menjadi tirus, operasi mata menjadi lebar, bibir menjadi tebal atau tipis, dst.

Wallahu a’lam

Tiada Yang Bisa Menghiburku Melebihi Ayat-Ayat Ini

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ

“Bisa jadi kalian membenci sesuatu, padahal itu lebih baik bagi kalian..” [Al-Baqarah: 216]

فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

“Bisa jadi kalian membenci sesuatu, padahal Allah jadikan banyak kebaikan padanya..” [An-Nisa’: 19].

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا * إنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Pada setiap kesulitan, pasti ada kemudahan Pada setiap kesulitan, pasti ada kemudahan..” [Al-Sharh 5-6].

Sungguh keyakinan kita pada ayat-ayat di atas, akan sangat menghibur kita..

Karena apapun yang menimpa, kita akan memandang, itulah yang lebih baik bagi kita.. dan apapun kesulitan yang menghadang, kita yakin akan ada kemudahan-kemudahan yang dijanjikan Allah daripadanya, wallohu a’lam..

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Jangan…

Jangan gantungkan kebahagiaanmu kepada selain ALLAH.

Karena,

Teman kesayangan, bisa menjadi musuh..
Orang dekat, bisa menjauh..

Yang hidup, bisa mati..
Pasangan, bisa mengkhianati..

Kekayaan, bisa habis..
Paras, akan terus terkikis..

Kedudukan, bisa lepas..
Mobil mewah, bisa naas..

Kesehatan, bisa hilang..
Prestasi, bisa usang..

Dan tidak ada yang kekal.. kecuali Allah yang Maha Hidup lagi Maha Mengatur.

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى