Category Archives: BBG Kajian

Jilbab Itu Berbeda Dengan Kerudung

Berkata Syeikh Al-Albany rohimahullah:

فالحق الذي يقتضِيه العمل بما في آيتي النّور والأحزاب ؛ أنّ المرأة يجب عليها إذا خرجت من دارها أنْ تختمر وتلبس الجلباب على الخمار؛ لأنّه كما قلنا : أسْتر لها وأبعد عن أنْ يصف حجم رأسها وأكتافها , وهذا أمر يطلبه الشّارع … واعلم أنّ هذا الجمع بين الخمار والجلباب من المرأة إذا خرجت قد أخلّ به جماهير النّساء المسلمات ؛ فإنّ الواقع منهنّ إمّا الجلباب وحده على رؤوسهن أو الخمار , وقد يكون غير سابغ في بعضهن… أفما آن للنّساء الصّالحات حيثما كنّ أنْ ينْتبهن من غفلتهن ويتّقين الله في أنفسهن ويضعن الجلابيب على خُمرهن

“Maka yang benar, sebagai pengamalan dari dua ayat, An-Nur dan Al-Ahzab, adalah bahwasanya wanita apabila keluar dari rumahnya wajib atasnya mengenakan khimar (kerudung) dan jilbab di atas khimar, karena yang demikian lebih menutup dan lebih tidak terlihat bentuk kepala dan pundaknya, dan ini yang diinginkan Pembuat syari’at..

dan ketahuilah bahwa menggabungkan antara khimar dengan jilbab bagi wanita apabila keluar rumah telah dilalaikan oleh mayoritas wanita muslimah, karena yang terjadi adalah mereka mengenakan jilbab saja atau khimar saja, itu saja kadang tidak menutup seluruhnya..

apakah belum waktunya wanita-wanita sholihah dimanapun mereka berada supaya sadar dari kelalaian mereka dan bertaqwa kepada Allah dalam diri-diri mereka, dan mengenakan jilbab di atas khimar-khimar mereka..?”

(Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah hal: 85-86)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Menyikapi Anak Yang Tidak Sholeh

Syaikh Al ‘Utsaimin rohimahulloh berkata,

“Sebaiknya bagi orang yang dianugerahkan oleh Allah anak yang tidak sholeh, hendaknya ia terus berusaha mendidiknya seraya berdo’a dengan sungguh-sungguh agar Allah memperbaiki anaknya, dan hendaknya ia tidak berputus asa dari rahmat Allah..

betapa banyak anak-anak yang berubah menjadi sholeh setelah sebelumnya mereka berperangai buruk..”

[ Syarah Bulughul Marom – 10/289 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Mashun Lc, حفظه الله تعالى
Assunnah Lombok

Allah Ta’ala berfirman tentang do’a Nabi Ibrohim ‘alaihissalam :

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Robbku..! Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat..! Wahai Robb kami.. Perkenankanlah do’aku..” [Ibrohim/ 14: 40]

dan Allah Ta’ala berfirman tentang Nabi Zakariya ‘alaihissalam :

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“Ya Robbi..! Berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a..” [Aali Imron/3:38]

Panjatkanlah untaian do’a seperti yang dipanjatkan para hamba pilihan:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Robb kami..! Anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa..” [Al-Furqon/ 25: 74]

Tak mungkin anak-anak bisa menjadi sholeh kecuali dengan taufiq dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.. Sungguh, betapa anak-anak kita sangat membutuhkan do’a kita sebagai orang tua. Mohonlah agar mereka dijadikan anak yang sholeh..! Berdo’alah kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar anak-anak kita dianugerahi kebaikan dan ke-istiqomahan.

Dan perlu diingat juga, bahwa terbentuknya anak sholeh, disamping dengan banyak berdo’a juga diawali dengan qudwah (contoh) yang baik, teladan yang baik dari bapak dan ibu. Bila anak melihat bapak ibunya sosok yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka anak pun akan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla..

Bila orang tua tekun mendirikan sholat, maka anak pun akan tekun sholat. Mereka akan terpola menjadi orang pilihan dan sholeh. Maka teladan yang baik, merupakan obor penerang bagi anak keturunan kita. Teladan adalah cahaya yang menerangi hati sang anak..

Referensi: https://almanhaj.or.id/11223-keshalihan-anak.html

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

Hadits At-Targhiib Wat-Tarhiib # 10

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى berikut ini tentang hadits-hadits anjuran dan hadits-hadits ancaman : Ancaman bagi orang-orang yang riya’ #3

ARTIKEL TERKAIT
Hadits At-Targhiib Wat-Tarhiib # 9
KUMPULAN Artikel Serial HADITS AT-TARGHIIB WAT-TARHIIB

Hadits At-Targhiib Wat-Tarhiib # 9

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى berikut ini tentang hadits-hadits anjuran dan hadits-hadits ancaman : Ancaman bagi orang-orang yang riya’ #2

ARTIKEL TERKAIT
Hadits At-Targhiib Wat-Tarhiib # 8
KUMPULAN Artikel Serial HADITS AT-TARGHIIB WAT-TARHIIB

Kerusakan Ummatku

عقبة بن عامر الجهني قال سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول : هلاك أمتي في الكتاب واللبن قالوا يا رسول الله ما الكتاب واللبن قال يتعلمون القرآن فيتأولونه على غير ما انزل الله عز و جل ويحبون اللبن فيدعون الجماعات والجمع ويبدون

Dari ‘Uqbah bin ‘Aamir Al Juhaniy rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Saya mendengar Rosulullahi shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kehancuran ummatku di karenakan Al Kitab dan susu..” mereka bertanya, “Wahai Rosulullaah ada apa dengan Al Kitab dan susu..?”

beliau menjawab, “Mereka mempelajari Al Qur’an lalu mentakwil-nya dengan sesuatu yang tidak di turunkan oleh Allaah ‘azza wa jalla. Dan mereka memerah susu, lalu mereka meninggalkan shalat jama’ah dan jum’at, karena pergi ke desa (untuk memerah susu)..”

(Musnad Ahmad 4/155 No. 17451, Musnad Abu Ya’la 3/285 No. 1746, Al Ma’rifah wat Taariikh Al Fasawiy 2/293).
(Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata: Sanadnya Hasan.
Dan dihasankan juga oleh Syaikh Al Bani dalam As Silsilah Ash Shahiihah 6/277 No. 2778)

Padahal al qur’an adalah hidayah..
Namun menjadi kebinasaan ketika difahami sembarangan..

Padahal susu adalah berkah..
Namun menjadi kebinasaan ketika menjadikan kita lalai dari ketaatan..

Ya Allah.. Jadikan Al Qur’an sebagai hidayah bagi kami..
Luruskan pemahaman kami..
dan jangan Engkau lalaikan hati kami karena sibuk mengejar dunia..
Aamiin..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

MUTIARA SALAF : Perbedaan Derajat Manusia Sesuai Dengan Tingkat Ketakwaan Kepada Allah

Ibnu Rojab Al Hanbali rohimahullah berkata:

رُبَّ من يحقره الناس لضعفه، وقلة حظِّه من الدنيا؛ وهو أعظم قدرًا عند الله ممَّن له قدرٌ في الدنيا؛ فإن الناس إنَّما يتفاوتون بحسب التقوى؛ كما قال – ﷻ – ﴿ إنَّ أكرَمَكم عِندَ اللهِ أتقاكم ﴾

“Berapa banyak orang yang dianggap remeh oleh manusia karena kelemahannya atau sedikit bagian dunianya, ternyata lebih tinggi derajatnya di sisi Allah dibandingkan orang yang memiliki kedudukan di dunia. Karena perbedaan derajat manusia itu sesuai dengan ketakwaannya. Sebagaimana firman Allah: “Sesungguhnya orang yng paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa..”

(Jami’ul ‘Uluum wal Hikam)

Allah tidak melihat kekayaan dan kedudukan kita..
Tapi Allah melihat ketakwaan kita kepada-Nya..

Berbeda dengan kita..
Melihat manusia dengan mata dunia..
Yang paling mulia dimata kita adalah yang paling kaya dan paling tinggi jabatannya…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

HADITS : Sering Terlambat Dalam Sholat Berjama’ah

Abu Sa’id Al Khudri rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam melihat keterlambatan pada para shahabatnya. Maka beliau bersabda:

تَقَدَّمُوا فَأْتَمُّوا بِي وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ ، لا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمْ اللَّهُ

“Majulah dan ikutilah aku dan yang dibelakang mengikuti yang di depannya. Senantiasa suatu kaum terlambat hingga Allah lambatkan mereka..” (HR Muslim no 438)

Syaikh ‘Utsaimin rohimahullah berkata:

وعلى هذا فيخشى على الإنسان إذا عود نفسه التأخر في العبادة أن يبتلى بأن يؤخره الله عز وجل في جميع مواطن الخير اهـ .

“Oleh karena itu, seorang insan yang terbiasa terlambat dalam ibadah dikhawatirkan dijadikan oleh Allah terlambat dalam semua kebaikan..” (Fatawa Syaikh Utsaimin 13/54)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL
Kumpulan HADITS
NASEHAT BAGI YANG SERING DATANG TERLAMBAT DAN MASBUK DALAM SHOLAT BERJAMA’AH…

KITAB FIQIH – Keutamaan Sedekah Saat Kita Pelit Dan Sehat

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى.

PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Hukum Memberikan Zakat Kepada Orang Yang Dikira Mustahik Padahal Bukan  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

kita lanjutkan fiqihnya..

Keutamaan Sedekah Saat Kita Pelit Dan Sehat

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu (semoga Allah meridhoinya), “Datang seorang laki-laki kepada Rosullullah shollallahu ‘alayhi wa sallam dan berkata, “Wahai Rosullullah shollallahu ‘alayhi wa sallam sedekah apa yang paling besar pahalanya..?”

Maka Rosullullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :

أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ ، تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى ، وَلاَ تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ قُلْتَ : لِفُلاَنٍ كَذَا ، وَلِفُلاَنٍ كَذَا ، وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ

“Kamu bersedekah dalam keadaan kamu sehat, kikir dan khawatir kefakiran dan sedang berharap kekayaan. Jangan kamu tunda-tunda sedekah hingga nyawa sampai ke kerongkongan, baru kamu berkata, ini untuk si fulan.. itu untuk si fulan.. andaikan ini untuk si fulan..” [HR. Bukhari dan Muslim]

➡️ Ini menunjukkan bahwa sedekah yang paling utama itu saat kita pelit dan takut fakir. Karena saat itu memang berat sekali untuk bersedekah..

Larangan Menganggap Remeh Sedekah Yang Sedikit

⚉ Dari ‘Adi bin Hatim rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rosullullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Takutlah engkau dari api neraka walaupun dengan bersedekah setengah kurma..” [HR. Bukhari dan Muslim].

➡️ Maka dari itu, ini menunjukkan walaupun setengah kurma, jangan kita anggap remeh.

⚉ Dan dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Wahai para wanita muslimah jangan menganggap remeh sedekah tetangga untuk tetangganya atau hadiah tetangga untuk tetangga yang lainnya walaupun itu tulang yang sedikit dagingnya dari kambing..” [HR. Bukhari dan Muslim]

Bolehkah Membeli Sedekah Kita Sendiri..?

Artinya : kalau misalnya kita sedekah ke orang, lalu orang itu menjual sedekah yang kita berikan kepada dia.. bolehkah kita membelinya..?
Jawabannya : TIDAK BOLEH

⚉ Berdasarkan hadist Ibnu Umar rodhiyallahu ‘anhumaa, “Bahwa Umar bin Khotthob pernah bersedekah dengan kuda dijalan Allah Subhanahu Wata’ala dan ternyata ia mendapati kudanya di jual. Lalu beliau ingin membelinya. Ia datang kepada Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam untuk bertanya. Maka Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Jangan kamu kembali kepada sedekahmu..” (artinya Rosullullah shollallahu ‘alayhi wa sallam melarangnya) [HR. Bukhari dan Muslim]

➡️ Namun kalau sedekah itu milik orang lain, boleh di beli.

⚉ Sebagaimana dalam hadist Abu Sa’id rodhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda tidak halal sedekah untuk orang kaya kecuali dalam keadaan 5 keadaan. Salah satunya yaitu, seseorang membeli sedekah tersebut dengan hartanya maka itu boleh.. atau ada orang miskin yang diberikan sedekah, lalu sedekah itu ia hadiahkan kepada orang kaya. Maka orang kaya itu boleh menerimanya.

⚉ Berdasarkan hadist Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam diberikan hadiah daging oleh Bariroh dimana Bariroh mendapatkan itu dari sedekah. Maka Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Buat dia sedekah tapi buat kita hadiah..” [HR. Bukhari]
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

Utusan Setan

عن الفضل بن أبي عياش قال : كنت جالسًا مع وهب بن منبه ، فأتاه رجل، فقال : إني مررت بفلان وهو يشتمك. فغضب، فقال: ما وجد الشيطان رسولًا غيرك؟ فما برحت من عنده حتى جاءه ذلك الرجل الشاتم، فسلم على وهب، فرد عليه، ومد يده، وصافحه، وأجلسه إلى جنبه .

Dari Al Fadhl bin Abi Ayyasy berkata, “Aku duduk bersama Wahb Bin Munabbih. lalu ada seorang Laki laki datang. Ia berkata, “Sesungguhnya aku melewati si fulan dan ia mencaci maki kamu.”

Maka Wahb marah dan berkata, “Apakah setan tidak menemukan utusan selain kamu..?”

Tak lama orang yang mencaci itu datang dan mengucapkan Salam kepada Wahb. Maka wahb membalas salamnya, menyambutnya dan menyalaminya serta mendudukkannya di sampingnya..”

(Sifatush Shofwah 1/457)

Kalau kita..
Mungkin marah dan balas mencacinya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

Jangan Tergesa-Gesa

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُسْتَجابُ لأحَدِكُمْ ما لَمْ يَعْجَلْ، يقولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي.

“Senantiasa do’a seorang hamba di-ijabah oleh Allah selama ia tidak tergesa-gesa dengan mengatakan, “Aku sudah berdo’a tapi belum di-ijabah..” (HR Al Bukhari)

Padahal Allah yang lebih mengetahui kapan waktu yang terbaik untuk meng-ijabah do’a kita..

Tugas kita hanya berdo’a..
Lalu menyerahkan ijabah kepada sang pencipta..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى