Category Archives: BBG Kajian

Menghisab Diri Di Dunia

Al Hasan Al Bashri rohimahullah berkata,

وإنما خف الحساب على قوم حاسبوا أنفسهم في الدنيا ، وإنما شق الحساب يوم القيامة على قوم أخذوا هذا الأمر من غير محاسبة

“Hisab menjadi ringan bagi orang yang menghisab dirinya di dunia. Dan hisab menjadi berat pada hari kiamat bagi orang yang melakukan urusan tanpa muhasabah..” (Hilyatul Auliya’ 2/157)

Muhasabah diri itu pada dua tempat:

● YANG PERTAMA : sebelum beramal. Ia memeriksa apakah amalnya sesuai syariat atau tidak. Jika sesuai, apakah ia ikhlas atau mengharapkan selain Allah ‘Azza wajalla..

● YANG KEDUA : adalah setelah beramal. Bila amal kebaikan, ia muhasabah adakah kekurangan yang terjadi padanya..?

Bila amal keburukan, maka ia segera bertaubat dengan taubat nasuha dan membalasnya dengan amal salih..

Bila amal yang mubah, ia mempertanyakan tentang sebab ia berbuat demikian. Mengapa ia melakukan perbuatan tersebut. Kemudian ia melihat bagaimana pengaruhnya untuk keimanan dan ketaatannya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

Hadits At-Targhiib Wat-Tarhiib # 13

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى berikut ini tentang hadits-hadits anjuran dan hadits-hadits ancaman : Syirik yang tersembunyi #2

ARTIKEL TERKAIT
Hadits At-Targhiib Wat-Tarhiib # 12
KUMPULAN Artikel Serial HADITS AT-TARGHIIB WAT-TARHIIB

Hadits At-Targhiib Wat-Tarhiib # 12

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى berikut ini tentang hadits-hadits anjuran dan hadits-hadits ancaman : Syirik yang tersembunyi #1

ARTIKEL TERKAIT
Hadits At-Targhiib Wat-Tarhiib # 11
KUMPULAN Artikel Serial HADITS AT-TARGHIIB WAT-TARHIIB

Hadits At-Targhiib Wat-Tarhiib # 11

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى berikut ini tentang hadits-hadits anjuran dan hadits-hadits ancaman : Ancaman bagi orang-orang yang memperdengarkan manusia akan amalannya

ARTIKEL TERKAIT
Hadits At-Targhiib Wat-Tarhiib # 10
KUMPULAN Artikel Serial HADITS AT-TARGHIIB WAT-TARHIIB

KITAB FIQIH – Sedekah Dengan Bukan Harta

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى.

PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Keutamaan Sedekah Saat Kita Pelit Dan Sehat  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

kita lanjutkan fiqihnya..

⚉ Sedekah Dengan Bukan Harta

Artinya : bersedekah itu bukan hanya dengan harta tapi juga dengan yang lainnya.

⚉ Dari Abu Musa Al Asy‘ari rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Setiap muslim wajib sedekah..” Mereka berkata, “Bagaimana wahai Nabi Allah orang yang tidak mempunyai harta..?” Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Dia bekerja dengan tangannya untuk memberikan manfaat untuk dirinya dan bersedekah..”

Mereka berkata, “Kalau dia tidak bisa..?” Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Ia bantu orang yang sedang berkebutuhan karena ia lemah atau di zholimi dan yang lainnya..”

Mereka berkata, “Bagaimana kalau tidak bisa juga..?” Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Hendaknya ia mengamalkan perkara yang ma’ruf dan menahan diri dari perbuatan buruk. Karena itu sedekah untuk dirinya..” [HR. Bukhari dan Muslim].

⚉ Dari Abu Dzar rodhiyallahu ‘anhu, Ia berkata Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Setiap jiwa pada setiap harinya yang matahari terbit padanya, wajib dia bersedekah pada dirinya..” Lalu aku berkata (kata Abu Dzar), “Wahai Rosulullah, dari mana aku akan bersedekah sementara aku tidak punya harta..?”

Maka Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Diantara pintu-pintu sedekah adalah takbir (Allahu Akbar), mengucapkan Subhaanallah, Alhamdulillah, Laa illaha illallah, Astaghfirullah. Kamu ber amar ma’ruf nahi munkar, menyingkirkan duri dari jalan, demikian pula tulang dan batu. Kamu membimbing orang buta, kamu membimbing orang yang tuli. Demikian pula orang yang bisu supaya dia paham. Kamu menunjukkan kepada orang yang berkebutuhan ke tempat yang kamu tahu tempatnya. Dan kamu berusaha untuk membantu orang-orang yang berada dalam kesusahan. Semua itu termasuk sedekah terhadap dirimu. Bahkan kamu menyetubuhi istrimu pun terdapat pahala padanya..” [HR. Ahmad dalam Musnadnya dan di shohihkan oleh Syaikh Al Bani rohimahullah].

➡️ Ini menunjukkan bahwa sedekah itu, kalau ternyata kita tidak bisa dengan harta, maka dengan berbuat baik kepada manusia atau dengan berdzikir. Atau setidaknya mencegah diri kita dari berbuat buruk.

Bersedekah Dengan Air

⚉ Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Tidak ada sedekah yang lebih besar pahalanya dari bersedekah dengan air..” [Dikeluarkan oleh Al Imam Baihaqi dan di shohihkan oleh Syaikh Al Bani rohimahullah].

⚉ Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Sa’ad mendatangi Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam dan berkata, “Wahai Rosulullah, ibuku meninggal tapi tidak berwasiat. Apakah bermanfaat kalau aku bersedekah untuk ibuku..?”

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Iya, hendaklah kamu bersedekah dengan air..” [Dikeluarkan oleh Ath Thobroni dan di shohihkan oleh Syaikh Al Bani rohimahullah].
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

HADITS : Posisi Terdekat Seorang Hamba Dengan Robb-nya

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Posisi terdekat seorang hamba dengan Robb-nya adalah ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah do’a..”

[ HR. Muslim – no. 482 ]

==========

⚉ diantara do’a saat sujud, perbanyaklah do’a dan istighfar untuk orangtua dan do’a untuk anak..

contoh do’a untuk orangtua :
Qs. Ibrohiim/14 : 41

contoh do’a untuk anak :
Qs. Ibrohiim/I4 : 40
Qs. Aali Imron/3 : 38
Qs. Al Furqon/25 : 74
.
APAKAH MEMBACA SHOLAWAT DAHULU SEBELUM MEMBACA DO’A SAAT SUJUD..?

Iya, wallahu a’lam. Simak 2 penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

1. https://bbg-alilmu.com/archives/33201
2. https://bbg-alilmu.com/archives/33401

AGAR TERHINDAR DARI IKHTILAF PARA ULAMA TENTANG MEMBACA DO’A DARI AL QUR’AN DALAM SUJUD

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

https://bbg-alilmu.com/archives/33390

APAKAH DO’A DIKHUSUSKAN DI SUJUD TERAKHIR SAJA..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

https://bbg-alilmu.com/archives/9978

Allahu a’lam

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Mengapa Orang Beriman Kekal Di Surga..?

Ada yang bertanya, “Mengapa orang kafir kekal di neraka sementara kekafirannya terbatas hingga ajal mereka di dunia..? Dan mengapa orang beriman kekal di surga sementara keimanan mereka terbatas hingga ajal mereka di dunia..?”

Jawabannya adalah :
karena orang beriman berniat untuk beriman selama lamanya dan tak ingin kafir kepada Allah. Dan orang-orang kafir itupun berniat untuk kafir selamanya dan tak ingin beriman..

Sehingga mereka diberi balasan sesuai niat mereka..

Allah berfiman:

وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

“Seandainya mereka dikembalikan (ke dunia), mereka akan kembali melakukan apa yang dilarang. Sesungguhnya mereka adalah para pendusta..” (Al An’am: 28)

(Ta’thirul Anfas hal 34)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jilbab Itu Berbeda Dengan Kerudung

Berkata Syeikh Al-Albany rohimahullah:

فالحق الذي يقتضِيه العمل بما في آيتي النّور والأحزاب ؛ أنّ المرأة يجب عليها إذا خرجت من دارها أنْ تختمر وتلبس الجلباب على الخمار؛ لأنّه كما قلنا : أسْتر لها وأبعد عن أنْ يصف حجم رأسها وأكتافها , وهذا أمر يطلبه الشّارع … واعلم أنّ هذا الجمع بين الخمار والجلباب من المرأة إذا خرجت قد أخلّ به جماهير النّساء المسلمات ؛ فإنّ الواقع منهنّ إمّا الجلباب وحده على رؤوسهن أو الخمار , وقد يكون غير سابغ في بعضهن… أفما آن للنّساء الصّالحات حيثما كنّ أنْ ينْتبهن من غفلتهن ويتّقين الله في أنفسهن ويضعن الجلابيب على خُمرهن

“Maka yang benar, sebagai pengamalan dari dua ayat, An-Nur dan Al-Ahzab, adalah bahwasanya wanita apabila keluar dari rumahnya wajib atasnya mengenakan khimar (kerudung) dan jilbab di atas khimar, karena yang demikian lebih menutup dan lebih tidak terlihat bentuk kepala dan pundaknya, dan ini yang diinginkan Pembuat syari’at..

dan ketahuilah bahwa menggabungkan antara khimar dengan jilbab bagi wanita apabila keluar rumah telah dilalaikan oleh mayoritas wanita muslimah, karena yang terjadi adalah mereka mengenakan jilbab saja atau khimar saja, itu saja kadang tidak menutup seluruhnya..

apakah belum waktunya wanita-wanita sholihah dimanapun mereka berada supaya sadar dari kelalaian mereka dan bertaqwa kepada Allah dalam diri-diri mereka, dan mengenakan jilbab di atas khimar-khimar mereka..?”

(Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah hal: 85-86)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Menyikapi Anak Yang Tidak Sholeh

Syaikh Al ‘Utsaimin rohimahulloh berkata,

“Sebaiknya bagi orang yang dianugerahkan oleh Allah anak yang tidak sholeh, hendaknya ia terus berusaha mendidiknya seraya berdo’a dengan sungguh-sungguh agar Allah memperbaiki anaknya, dan hendaknya ia tidak berputus asa dari rahmat Allah..

betapa banyak anak-anak yang berubah menjadi sholeh setelah sebelumnya mereka berperangai buruk..”

[ Syarah Bulughul Marom – 10/289 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Mashun Lc, حفظه الله تعالى
Assunnah Lombok

Allah Ta’ala berfirman tentang do’a Nabi Ibrohim ‘alaihissalam :

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Robbku..! Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat..! Wahai Robb kami.. Perkenankanlah do’aku..” [Ibrohim/ 14: 40]

dan Allah Ta’ala berfirman tentang Nabi Zakariya ‘alaihissalam :

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“Ya Robbi..! Berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a..” [Aali Imron/3:38]

Panjatkanlah untaian do’a seperti yang dipanjatkan para hamba pilihan:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Robb kami..! Anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa..” [Al-Furqon/ 25: 74]

Tak mungkin anak-anak bisa menjadi sholeh kecuali dengan taufiq dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.. Sungguh, betapa anak-anak kita sangat membutuhkan do’a kita sebagai orang tua. Mohonlah agar mereka dijadikan anak yang sholeh..! Berdo’alah kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar anak-anak kita dianugerahi kebaikan dan ke-istiqomahan.

Dan perlu diingat juga, bahwa terbentuknya anak sholeh, disamping dengan banyak berdo’a juga diawali dengan qudwah (contoh) yang baik, teladan yang baik dari bapak dan ibu. Bila anak melihat bapak ibunya sosok yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka anak pun akan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla..

Bila orang tua tekun mendirikan sholat, maka anak pun akan tekun sholat. Mereka akan terpola menjadi orang pilihan dan sholeh. Maka teladan yang baik, merupakan obor penerang bagi anak keturunan kita. Teladan adalah cahaya yang menerangi hati sang anak..

Referensi: https://almanhaj.or.id/11223-keshalihan-anak.html

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL