Amal Sholeh Berpahala Besar # 2

Simak penjelasan ringkas Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini tentang : Dzkir Setelah Wudhu

Artikel Sebelumnya
Amal Sholeh Berpahala Besar # 1
Amal Sholeh Berpahala Besar – KOMPILASI ARTIKEL

ARTIKEL SEBELUMNYA
Amal Sholeh Berpahala Besar # 1 : Do’a Setelah Adzan
Amal Sholeh Berpahala Besar – KOMPILASI ARTIKEL

KITAB FIQIH – Zakat Hewan Kambing

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى.

PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Zakat Hewan Unta dan Sapi  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan fiqihnya.. kita masuk ke..

⚉ Zakat Kambing

Nishobnya adalah 40 ekor :
1️⃣ jika telah sampai 40 ekor sampai 120 ekor, maka (zakatnya) 1 kambing.
2️⃣ Apabila telah sampai 121 ekor sampai ke 200 ekor, maka (zakatnya) 2 kambing
3️⃣ jika sampai 201 sampai 300 ekor, maka (zakatnya) 3 ekor kambing
4️⃣ Lebih dari itu, maka setiap 100 ekor adalah (zakatnya) 1 kambing
5️⃣ Apabila kurang dari 40 ekor maka tidak ada zakatnya sama sekali.

➡️ Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah, “apabila kambing-kambing tsb berbeda-beda jenisnya yang satu lebih mahal dari pada yang lain maka sebagian ulama mengatakan boleh mengambil yang mana saja, dan sebagian mengatakan diambil yang pertengahan..”

⚉ Yang Tidak Diambil Zakatnya

➡️ Kata beliau, “tidak boleh mengambil harta yang paling berharga dari orang yang membayarkan zakat kecuali dengan keridhoan mereka..” Ini ditunjukkan oleh dalil yaitu, Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda kepada Mu’adz bin Jabal, “Jauhi oleh kamu harta mereka yang paling berharga..” (HR Bukhori dan Muslim)

➡️ Dan juga tidak boleh mengeluarkan yang cacat, diriwayatkan oleh Anas, “bahwasanya Abu Bakar menulis dalam suratnya bahwasanya inilah yang Allah perintahkan dan RosulNya, “tidak boleh dikeluarkan zakat (harimah) yang sudah tua bangka binatang yang (dzatu awath) matanya juling, dan (tais) pejantan, kecuali apabila si pembayar zakat ridho dengannya..” (HR Bukhori)

➡️ Dalam hadits ‘Abdullah bin Mu’awiyah al Gadhiri, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam menyebutkan tentang sifat yang dikeluarkan padanya zakat binatang kata beliau, “akan tetapi keluarkanlah dari pertengahan harta kalian (bukan yang sakit dan bukan yang jelek)..” (HR Abu Daud)

⚉ Disunnahkan orang yang mengambil sedekah untuk mendo’akan dengan keberkahan kepada orang yang membayar zakat,

➡️ Dari Huwar bin Hujar, bahwasanya Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam mengutus orang yang hendak mengambil zakat suatu kaum, kemudian ia mendatangi seorang laki laki, lalu ternyata laki laki itu mengeluarkan binatang yang kurus-kurus sebagai zakat, maka Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam dilaporkanlah kepada beliau tentang itu maka beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam mengatakan, “kita sudah mengutus orang untuk mengambil zakat dan ternyata si fulan malah mengeluarkan binatang yang kurus, ya Allah jangan engkau berkahi ia demikian pula pada untanya tsb”, maka sampailah do’a Nabi tsb kepada orang itu lalu kemudian ia datang membawa unta yang bagus, dan ia berkata, “aku bertaubat kepada Allah..”, lalu Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “ya Allah berkahilah padanya dan pada unta-untanya tsb..” (HR Imam Nasa’i)

⚉ Adapun kuda/bighol/keledai maka ini telah ada dalil yang menunjukkan bahwa itu tidak dikeluarkan padanya zakat, sebagaimana dalam hadits Ali yang dikeluarkan oleh Abu Daud, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “aku telah memaafkan dari kuda dan hamba sahaya..”

Demikian pula ini merupakan perbuatan ‘Umar bin Khotthob, Abu Bakar, ‘Utsman, Ali, Khulafa ar rosyidin semuanya mereka tidak mengambil zakat kuda demikian pula keledai tidak juga budak atau hamba sahaya.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

HADITS : Menunggu Sholat Berikutnya

‘Abdullah bin Amru rodhiyallahu ‘anhu berkata,

صلَّينا معَ رسولِ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ المغربَ فرجعَ من رجعَ وعقَّبَ من عقَّبَ فجاءَ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ مُسرِعًا قد حفَزهُ النَّفسُ وقد حسرَ عن ركبتيهِ فقالَ أبشِروا هذا ربُّكم قد فتحَ بابًا من أبوابِ السَّماءِ يباهي بكمُ الملائكةَ يقولُ انظروا إلى عبادي قد قضَوا فريضةً وهم ينتظِرونَ أُخرى

“Kami telah sholat maghrib bersama Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Diantara kami ada yang pulang dan ada juga yang tetap berada di masjid..

Tiba-tiba Rosulullah datang dengan tergesa-gesa dan nafasnya tersengal-sengal sambil mengangkat kainnya hingga terlihat lututnya..

Beliau bersabda,
“Bergembiralah ! Ini Robb kalian telah membuka salah satu pintu langit sambil membangga-banggakan kalian kepada malaikat-Nya seraya berfirman, “Lihatlah hamba-hambaKu ! Mereka telah menyelesaikan satu sholat dan sekarang mereka menunggu sholat berikutnya..”

(HR Ahmad dan Ibnu Majah. Ini adalah lafadz ibnu Majah)

Subhanallah…
Allah membanggakan mereka kepada malaikat-Nya…

Manusia apakah mereka..?
Apakah karena jabatan mereka..?
Atau karena kekayaan mereka..?
Atau karena ketampanan mereka..?

Tidak..
Tetapi karena mereka menunggu sholat berikutnya di masjid..
Karena mereka mencintai masjid..
Dan hati mereka terpaut dengannya..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

MUTIARA SALAF : Berhias Kepada Manusia Dengan Sesuatu Yang Tidak Dimilikinya

Sufyan Ats Tsaury rohimahullah berkata,

من تزين للناس بشيء يعلم الله تعالى منه غير ذلك شانه الله

“Siapa yang berhias kepada manusia dengan sesuatu dan Allah mengetahui ia tidak demikian, maka Allah akan menjadikannya buruk..” (Tahdzib Hilyah 2/425)

Ingin terlihat alim padahal sebenarnya ilmunya dangkal..
Ingin terlihat punya banyak kelebihan padahal ia tidak demikian..
Seperti dalam hadits, Nabi Shollallaahu ‘alaihi Wa sallam bersabda,

المُتَشَبِّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَ كَلاَبِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ

“Orang yang merasa puas dengan apa yang ia tidak miliki bagaikan memakai dua pakaian kedustaan..” (HR Bukhari dan Muslim)

Ibnu Hajar Al Asqolani rohimahullah menjelaskan,

المتزين بما ليس عنده، يتكثر بذلك ويتزين بالباطل،

“Artinya berhias dengan sesuatu yang ia tidak miliki dan merasa puas dengannya..” (Fathul Bari syarah shahih Bukhari)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Manusia Amat Kanud Kepada Robbnya

Allah Ta’ala berfirman,

إنَّ الإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُود

“Sesungguhnya manusia itu amat kanud kepada Robbnya..”
.
Al Hasan Al Bashri rohimahullah berkata, “Kanud adalah orang yang suka menghitung-hitung musibah dan melupakan nikmat nikmat..” (Tafsir Ath Thobari)

Maka banyaklah mengingat nikmat nikmat Allah..
Agar kita menjadi hamba yang bersyukur..

Dan bersabarlah dengan musibah yang menerpa..
Karena musibah itu hakikatnya adalah kebaikan untuk hamba..

Namun.. ketika hati amat menginginkan dunia..
Seringkali lupa kepada nikmat Allah yang amat banyak..
Dan tidak ridha dengan ketentuan-Nya yang pahit..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Di Jalan Allah

Dari Abu Musa Al Asy’ariy rodhiyallahu ‘anhu berkata,

سُئِلَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الرَّجُلِ يُقَاتِلُ شَجَاعَةً، وَيُقَاتِلُ حَمِيَّةً، وَيُقَاتِلُ رِيَاءً؛ أَيُّ ذَلِكَ فِي سَبِيلِ اللهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: «مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللهِ

“Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wa sallam ditanya tentang orang yang berperang karena keberanian, dan karena fanatik golongan, dan karena riya. Manakah yang di jalan Allah..?”
Beliau bersabda, “Siapa yang berperang agar kalimat Allah yang paling tinggi maka ia di jalan Allah..” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Bukan agar kalimat partainya yang paling tinggi..
Bukan agar kalimat organisasinya yang paling tinggi..
Bukan agar kalimat ustadznya yang paling tinggi..
Semua itu bukanlah di jalan Allah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Sedekah Yang Paling Besar Pahalanya

Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wa sallam ditanya, “sedekah apakah yang paling besar pahalanya..?” Beliau menjawab:

أن تصدَّق وأنت صحيح شحيح تَخشى الفقر وتأمُل الغِنى، ولا تُمهل حتى إذا بلغت الحلقوم قلتَ: لفلان كذا، ولفلان كذا، وقد كان لفلان

“Kamu bersedekah dalam keadaan sehat, pelit dan takut miskin dan berharap kaya. Jangan menunda sedekah hingga nyawa sampai ke kerongkongan baru kamu berkata, “Untuk si anu segini, untuk si fulan segini. Sementara hartanya telah menjadi milik fulan (ahli warisnya)..” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Bersedekah saat sulit adalah kedermawaan tertinggi..
Karena menunjukkan keyakinannya yang kuat kepada janji Allah..
Hatinya yang zuhud terhadap dunia..
Dan hanya berharap apa yang ada di sisi Allah..

Di masa pandemi ini..
Banyak yang menjadi pelit karena dihantui ketakutan..
Saat inilah sedekah amat bernilai di sisi Allah ‘Azza wajalla..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah