MUTIARA SALAF : Menundukkan Pandangan Dari Keharaman

قال ابن القيم
ولهذا كان غض البصر عن المحارم يوجب ثلاث فوائد عظيمة الخطر جليلة القدر
1- حلاوة الإيمان ولذته ….
2- نور القلب وصحة فراسته …
3- قوة القلب وثباته وشجاعته …

[ إغاثة اللهفان 1 / 76 – وشرح كل فائدة باستيعاب ]

Ibnul Qoyyim berkata,

“Menundukan pandangan dari keharaman mendatangkan 3 faidah besar,
1. Manisnya iman
2. Cahaya hati dan firasat yang benar
3. Hati yang kuat dan kokoh..”

[Ighootsatul Lahfaan 1/76]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Jangan Tergesa Gesa Menyampaikan Ayat atau Hadits

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

“dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan” (Thaha:114)

Imam Abu Ja’far Ath Thobari rohimahullah berkata,

ولا تعجل يا محمد بالقرآن، فتقرئه أصحابك، أو تقرأه عليهم، من قبل أن يوحى إليك بيان معانيه

“Janganlah wahai Muhammad kamu tergesa gesa membacakan alqur’an kepada sahabat sahabatmu sebelum diwahyukan kepadamu penjelasan makna maknanya.” (Tafsir Ath Thobari)
Dan ini adalah pendapat Ibnu ‘Abbas, Mujahid dan Qotadah.

Ayat ini saudaraku..
Menjadi cambuk untuk kita agar tidak tergesa gesa menyampaikan ayat alqur’an..
Sampai kita memahaminya dengan benar..
Memahami penafsirannya dari para ulama…
Demikian pula dalam menyampaikan hadits..
Sampai jelas kepada kita apakah ia shahih atau tidak..
Bagaimana penjelasan para ulama tentangnya…

Jangan sampai seperti kaum khowarij yang disifati oleh Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam..
Membaca alqur’an dan membawakan sabda Rosul..
Namun melesat dari agama akibat mereka memahaminya dengan pemahaman sendiri yang dangkal..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Pembagian Tauhid Menjadi Tiga

Pembagian tauhid menjadi 3 tidak ada dalilnya..?!

Demikian mereka berkata..
Padahal bila kita bertanya kepada mereka..
apa dalil dari alqur’an dan hadits bahwa hukum islam terbagi menjadi lima ?
Wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram…

Jawabnya tentu tidak ada..
Para ulama membagi hukum menjadi lima..
berdasarkan istiqra (penelitian) yang taam (sempurna)…
Terhadap dalil-dalil dari al qur’an dan sunnah secara menyeluruh..
Dan ini dalam ushul fiqih disebut dengan dalil istiqra..

Demikian pula pembagian tauhid menjadi tiga..
Para ulama membagi demikian berdasarkan dalil istiqra..
Setelah meneliti seluruh dalil dalil dari al qur’an dan hadits…

Namun kebencian seringkali menutupi akal dan nurani…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

 

MUTIARA SALAF : Hingga Mushafpun Berdebu

قال الضحاك بن مزاحم رحمه الله : . يأتي على الناس زمان تكثر فيه الأحاديث ؛ حتى يبقى المصحف عليه الغبار لا يُنظَر فيه .
– الزهد للإمام أحمد

Adh Dhohak bin Muzahim rohimahullah berkata,

“Akan datang zaman banyak padanya berbicara hingga mushafpun berdebu tidak dibaca.”

[Kitab Az Zuhd, Imam Ahmad]

Diterjemahkan oleh
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

 

Yang Bisa Rehat Dengan Kematiannya Hanyalah Orang Yang Mendapatkan Ampunan Saja

Sebagian orang mengatakan,

“Sudah lelah aku dengan kehidupan dunia ini, andai sekarang aku mati dan aku bisa beristirahat..!”

Dia mengatakan kata-kata ini, tanpa merasa ada masalah dengan kata-katanya. Padahal ini merupakan kesalahan besar yang bisa menjerumuskan dia kepada kebinasaan..!

Lihatlah bagaimana Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- mengingkari perkataan yang mirip dengan perkataan tersebut.

Suatu ketika, ada orang mengatakan: “Ya Rosulullah, si Fulanah telah meninggal dan beristirahat..”

Maka Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- marah dan mengatakan:

إنَّما يَسْتريحُ مَنْ غُفر له

“Sesungguhnya yang beristirahat hanyalah orang yang telah diampuni dosanya..!” [Silsilah Shohihah 4/286]

Ya, hanya orang yang telah diampuni saja. Adapun orang yang tidak diampuni dosa-dosanya, maka kehidupannya di alam berikutnya akan semakin berat dan semakin melelahkan..!

Maka, perbanyaklah berdo’a kepada Allah agar mengampuni kita sebelum meninggalkan dunia ini .. diantaranya dengan do’a Nabi Ibrahim -‘alaihissalam-:

رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لِی وَلِوَ ٰ⁠لِدَیَّ وَلِلۡمُؤۡمِنِینَ یَوۡمَ یَقُومُ ٱلۡحِسَابُ

“Ya Robb kami, berikanlah ampunan kepada aku, kedua orang tuaku, dan semua kaum mukminin di hari hisab nanti..” aamiiin.

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi…

Hadits pertama:
Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi. Syaikh Al Albani berkata shohih – Shohihul Jami’ no. 6471)

Hadits kedua:
Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani berkata shohih – Shohihul Jami’ no. 6470)

Mengisyaratkan bahwa surat Al Kahfi bisa dibaca selama 24 jam di hari Jum’at. Dimulai sejak terbenamnya matahari di hari Kamis, hingga ‘Ashar sebelum masuk Maghrib di hari Jum’at. Inilah salah satu amalan di hari Jum’at dan keutamaan yang sangat besar di dalamnya. Akankah kita melewatkan begitu saja..?

Cintamu Membuka Tabir Dirimu

Berpura pura itu semua orang bisa, memperdaya manusia bisa saja anda lakukan, namun anda berpura-pura di hadapan Allah mana mungkin bisa ?

Allah Ta’ala maha mengetahui segala sesuatu, termasuk yang ada dalam hatimu.

Walau demikian, faktanya anda lebih sering merasa perlu untuk bersembunyi dari manusia karena takut ketahuan oleh mereka, dibanding bersembunyi karena takut kepada Allah Ta’ala.

Ada apa dengan dirimu kawan ?

Coba renungkan kembali ayat berikut:

يَسْتَخْفُونَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُونَ مِنَ ٱللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ إِذْ يُبَيِّتُونَ مَا لَا يَرْضَىٰ مِنَ ٱلْقَوْلِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطًا

“mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhoi. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan” (An-Nisa’ 4:108)

Semoga menggugah anda dari kelalaian panjang yang telah menyelimuti anda selama ini.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

HAKIKAT BID’AH dan Hukum-Hukumnya – Bid’ah Tarkiyah #3

PEMBAHASAN TERAKHIR

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Bid’ah Tarkiyah #2) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Bid’ah Tarkiyah #3 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah..

Kita lanjutkan.. kitab hakikat bid’ah dan hukum-hukumnya.. kemudian beliau (penulis kitab) menyebutkan macam ketiga dari macam-macam “At Tark” (meninggalkan).

Macam yang ke 3

Yaitu meninggalkan sesuatu akan tetapi tidak sesuai dengan syari’at. Ini ada dua macam :

1⃣ PERTAMA

Yaitu meninggalkan sesuatu yang di perintahkan, namun bukan karena tujuan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah (taqorrub), akan tetapi karena malas atau karena meremehkan, maka meninggalkan perkara yang di perintahkan itu maksiat dan perbuatannya tidak disebut bid’ah.

2⃣ KEDUA

Meninggalkan perkara-perkara yang mubah atau yang diperintahkan dengan maksud tujuan dalam rangka beribadah dan bertaqorrub kepada Allah dengannya, baik itu dalam masalah ibadah atau mua’malah atau kebiasaan, baik dengan ucapan atau perbuatan atau keyakinan.

Maka seperti ini termasuk bid’ah, dan pelakunya dianggap sebagai mubtadi (ahli bid’ah).

Dalilnya Hadits Yang dikeluarkan Bukhori dan Muslim dari Anas bin Malik, ia berkata

“Datang tiga orang ke rumah istri-istri Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wasallam untuk bertanya tentang bagaimana ibadah Rosulullah ‎shollallahu ‘alayhi wasallam. Ketika mereka mengabarkan tentang ibadah Rosulullah, rupanya tiga orang ini menganggap ibadah Rosulullah sedikit.

Mereka berkata, “Siapa kita dibandingkan dengan Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam.. Rosulullah sudah diampuni dosanya yang lalu maupun yang akan datang.”

Lalu seseorang diantara mereka berkata, “adapun aku, aku akan sholat malam semalam suntuk terus menerus,” yang ke 2 berkata, “saya akan terus berpuasa dan tidak akan berbuka,” yang ke 3 berkata, “saya tidak akan pernah mau menikah (maksudnya mau beribadah)

Maka Rosulullah bersabda kepada mereka, “apakah kalian yang mengatakan begini dan begitu..? ketahuilah, demi Allah, aku ini lebih takut kepada Allah dari kalian dan lebih bertaqwa kepada Allah.. akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku juga sholat dan aku tidur, dan akupun menikah. Siapa yang tidak menyukai sunnahku ia tidak termasuk golonganku.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,
“Dalam Hadits ini, mereka ingin beribadah berupa sholat shaum, namun mereka dengan cara meninggalkan sesuatu yang sifatnya mubah, meninggalkan tidur, meninggalkan menikah, meninggalkan makan, maka dilarang oleh Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wasallam, karena mereka meniggalkan perkara-perkara yang mubah itu, karena tujuannya untuk dalam rangka taqorub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Maka perbuatan ini jelas kebid’ahannya.

Contoh, meninggalkan perkara yang diperintahkan dalam rangka beribadah.

Contoh misalnya, orang-orang rofidhoh tidak mau mengusap dua khuf, dan mereka bertoqorub kepada Allah dengan hal itu. Padahal Rosulullah ‎shollallahu ‘alayhi wasallam menganjurkan.

Contoh dalam masalah mu’amalah, orang yang tidak mau mencari nafkah, katanya dalam rangka taqorrub kepada Allah, bahkan punya keyakinan bahwa mencari nafkah itu termasuk cinta dunia, ini jelas juga bid’ah.

➡️ Ini termasuk semua adalah bid’ah yang di sebut dengan bid’ah tarkiyah
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

.
Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Dhowabith AttakfiirKaidah-Kaidah Dalam Pengkafiran
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Haqiiqotul Bid’ah wa AhkaamuhaaHakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

AL FAWAID AL ILMIYYAH GROUP

Pelipur Jatuh Cinta

Saat jatuh cinta..
Hati akan selalu ingat dia..
Namun..
Mengingat dia hanya akan menambah penyakit hati..
Tidak pula merubah takdir Allah..
Bila ternyata dia tidak Allah takdirkan untuknya…
Maka mengingat Allah itulah yang lebih besar..

Allah ta’ala berfirman:

وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ “

“Dan mengingat Allah itu lebih besar” (Al Ankabut:45)

Iya… lebih besar dari mengingat si dia..
Bahkan lebih besar dari mengingat siapapun…
Karena itulah sumber ketentraman hati..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah