Ujian Pasti Menerpa

ada seorang ibu berkata..
saya sudah sholat, sedekah, puasa, zakat..
sayapun telah meninggalkan larangan..
tapi mengapa kesempitan hidup masih tetap menghimpit..
mengapa ujian terus bertubi tubi menimpa..

saya hanya bisa menjawab..
ibu.. apakah selama ini ibu beribadah agar tidak diuji..
tidak mungkin..
karena Allah berfirman..
“alif laam miim..
apakah manusia mengira akan dibiarkan berkata kami beriman sementara ia tidak diuji…?”
(al ankabut ayat 1)

ibadah yang kita lakukan adalah untuk mengokohkan hati..
bukan untuk menepis ujian..
karena ujian pasti menerpa kehidupan mukmin..
Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda..
“senantiasa ujian menimpa mukmin..
sampai ia berjumpa dengan Allah tanpa membawa dosa..”
(HR at-Tirmidzi, Ahmad)

Penulis, 
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

 

MUTIARA SALAF : Sesungguhnya Kapal Itu Tak Mungkin Berlayar Diatas Daratan

Suatu hari Abul Atahiyah sang pujangga masuk kepada Khalifah Harun Ar Rasyid.. lalu sang Khalifah meminta nasehat berupa bait bait syair..

Abul Atahiyah berkata:

لَا تأمن الْمَوْت فِي طرف وَلَا نفس … وَإِن تسترت بالحجاب والحرس)
(وَاعْلَم بِأَن سِهَام الْمَوْت قاصدة … لكل مدرع منا ومترس)
(مَا بَال دينك ترْضى أَن تدنسه … وثوبك الدَّهْر مغسول من الدنس)
(ترجو النجَاة وَلم تسلك مسالكها … إِن السَّفِينَة لَا تجْرِي على اليبس

Engkau tidak aman dari kematian.. walaupun berlindung di balik hijab..

Panah kematian pastilah datang.. kepada semua yang memakai perisai..

Akankah engkau ridho mengotori agamamu.. sementara bajumu senantiasa dibersihkan..

Kamu berharap keselamatan.. tapi tak mau menempuh jalannya..

Sesungguhnya kapal itu tak mungkin berlayar di atas daratan…

[Bustanul Wa’idzin 1/282 karya Ibnul Jauzi]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Karena Dunia Itu Hina

Anas bin Malik rodhiyallahu anhu berkata,

“Adalah unta Rosulullah tak terkalahkan. Lalu ada seorang arab badui datang dengan untanya dan berhasil mengalahkan unta Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam. Maka para shahabat merasa kecewa hingga diketahui oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau bersabda,

حق على الله أن لا يرتفع شيء من الدنيا إلا وضعهُ

“Sudah kepastian dari Allah bahwa tidak ada sesuatupun yang tinggi dari dunia kecuali akan Dia rendahkan” [HR Al Bukhari]

Demikianlah dunia…
Sehebat apapun seseorang..
Pasti suatu ketika akan ada yang mengalahkannya..
Karena dunia itu hina..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Lelah Itu Terasa Ringan Saat Kita Menikmati dan Merasakan Manfaatnya

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Orang yang kurang jauh pikirannya hanya akan melihat beratnya suatu amal. Ketika hendak berhaji misalnya ia melihatnya melelahkan dan berat.. sehingga ia malas untuk pergi dan kurang keinginannya”

[Attafsir Al Qoyyim hal. 119]

Maka janganlah sebatas melihat beratnya sebuah amal..
Tapi lihatlah manfaatnya dan pahalanya yang besar untuk kehidupan hati..

Untuk meraih kenikmatan dunia pun kita harus lelah..
Apalagi untuk meraih kenikmatan surga-Nya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jika Bukan Karena Tiga Perkara Ini

Abu Darda’ rodhiyallahu ‘anhu berkata,

لَوْلَا ثَلَاثٌ لَصَلُحَ النَّاسُ، لَوْلَا هَوًى مُتَّبِعٌ، وَشُحٌّ مُطَاعٌ، وَإِعْجَابُ كُلِّ ذِي رَأَى بِرَأْيِهِ

“Jika bukan karena tiga perkara ini, manusia akan menjadi baik,
🔸 kekikiran yang diikuti,
🔸 hawa nafsu yang ditaati, dan
🔸 setiap orang berbangga dengan pendapatnya sendiri.”

[Kitab Azzuhdu karya Imam Ahmad]

Islam tidaklah berdasarkan pendapat akal semata..
Namun berdasarkan wahyu..
Dan apa yang difahami oleh para sahabat dan para ulama setelahnya..
Siapapun yang berbicara dalam agama ini, wajib ia berdasarkan wahyu..
Adapun merasa diri intelek lalu berbicara seenaknya dalam agama..
Maka ini sumber munculnya berbagai macam keburukan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Akibat Terbiasa Menentang Syariat Dengan Akalnya

قال ابن تيمية رحمه الله : . من تعود معارضة الشرع بالرأي لا يستقر في قلبه الإيمان .
– درء التعارض

Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

“Siapa yang terbiasa menentang syariat dengan akalnya, keimanannya tidak akan kokoh di hatinya”

[Dar’u al-Ta’arudh]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(https://twitter.com/UB_CintaSunnah)

Jagalah Pandangan

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

رُبَّ نَظْرة نَقشتْ في القلب صورة فَبَعُد مَحْوها فإنَّ الإنسان ليمشي في الأسواق فيتغيَّر قلبُه فالبدَار البدَار إلى حفظ القلوب بالعزلة عن كل ما يؤذي

“Berapa banyak pandangan mata mengukir di hati sosok yang sulit dihapus. Seseorang berjalan di pasar lalu hatinya berubah. Maka segeralah ! Segeralah menjaga hati dari segala perkara yang merusaknya.” (Attabshiroh 2/650)

Bila itu di pasar pada zaman beliau..
Bagaimana dengan pasar di zaman ini..
Mall dan plaza dan sebagainya..

Maka waspadalah bagi yang ingin ke tempat tempat seperti itu..
Untuk banyak menundukkan pandangan..
Karena keselamatan hati dari fitnah syahwat dan syubuhat..
Adalah keselamatan terbesar.. di dunia dan akherat..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Demi Masa Depan

Bekerjalah banting tulang demi masa depanmu !
Belajarlah bersungguh-sungguh demi masa depanmu !
Bersusah payahlah, bersakit-sakit demi masa depanmu !
Sekolah yang tinggi dan raih prestasi demi masa depanmu !

Masa depan apa yang ada di benak kebanyakan manusia ? Jawabnya adalah masa depan dunia manakala seseorang berhasil meraih pangkat dan jabatan, harta dan tahta, dielu-elukan banyak pengikut dan pengagum.

Lantas, setelah harta ditangan, jabatan dipundak, kedudukan dipandang, apakah berarti kau telah mencapai garis finish mu meraih masa depan yang dulu kau impi-impikan ?

Bukankah setelah itu, tubuhmu bongkok tak lagi lentur, pandanganmu tak jeli karena mulai kabur, kulitmu tak kencang berubah mengendur, rambut hitammu pun telah tertutup oleh ubanmu yang mulai bertabur, secara perlahan jasadmu mendekat ke pintu kubur, untuk kemudian dipendam tanah menjadi hancur lebur, sanak keluarga, handai tolan, pengikut dan pengagummu pun pada kabur.

Jangan pernah tertipu berletih-letih menyiapkan masa depan, karena masa depan yang hakiki bukanlah di dunia fana yang sempit ini, tetapi masa depan mukmin adalah ketika dengan dua kakinya menginjak taman-taman surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

Orang bijak adalah orang yang bersusah payah untuk menpersiapkan masa depannya setelah kematian, bersabar-sabar dengan menjalankan ketentuan syariat, menjauhi dosa-dosa dan bertahan dengan segala derita.

Dunia memang harus dipersiapkan, diraih dan dikejar, tetapi bukanlah tujuan hidup, dan bukanlah hakikat hidup, karena hakikat hidup itu kan diraih nanti setelah ruh berpisah dari badan.Tiada indah masa depan yang diraih di dunia, namun hancur binasa terluput di akhirat kelak.

Batam, 18 Rabiul Akhir 1441/ 15 Des 2019

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى

Hakikat Hijrah Adalah Hijrah Hati

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Hijrah hati adalah hakikat dari hijrah..
sedangkan hijrah badan mengikuti hijrah hati..

ia berhijrah dari mencintai selain Allah kepada mencintai Allah..

Dari menghambakan diri kepada selain Allah menuju menghambakan diri kepada-Nya saja..

dari takut, berharap dan tawakkal kepada selain Allah, menuju takut, berharap dan tawakkal kepada-Nya saja..

Dari berdo’a, tunduk dan menghinakan diri kepada selain Allah, menuju berdo’a, tunduk dan menghinakan diri kepada-Nya saja..

Inilah makna lari kepada Allah dalam firman-Nya,

“Larilah kepada Allah.” (Adz Dzariyat: 50)

[Risalah Tabukiyah hal 16]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah