Medsos sering kali layak dianggap bagaikan dunia mimpi, atau dunia “seandainya”, karena di medsos banyak sekali kata kata indah namun tidak ada buktinya di dunia nyata.
Mungkinkah dengan dunia muya penyakit nifak (bermuka dua) merajalela ?
“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (As Shaf 3)
Ada baiknya bila anda duduk sesaat merenungkan apa yang telah anda goreskan di lembaran lembaran medsos anda, kemudian bandingkan dengan dunia nyata anda.
Tidak perlu merasa terhina atau tertuduh, karena status ini ajakan untuk introspeksi diri, bukan untuk menghina atau membuli.
Semoga menggugah jiwa jiwa yang telah terlena oleh kebebasan di dunia maya.
Ditulis oleh, Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى
Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى . PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Apa Saja Yang Boleh Dilakukan Dalam Sholat – PART 1 – bisa di baca di SINI
⚉ PERKARA YANG DIMUBAHKAN / BOLEH DILAKUKAN OLEH ORANG YANG SEDANG SHOLAT
5️⃣ Membawa/menggendong anak ketika sedang sholat sebagaimana dalam hadits Abu Qotadah Al Anshori bahwa Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam pernah sholat dalam keadaan menggendong Umamah bintu Zainab bintu Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam. [HR Bukhori dan Muslim]
6️⃣ Boleh mengucapkan salam kepada orang yang sedang sholat dan orang yang sholat menjawabnya dengan isyarat dan boleh juga kita bertanya kepada orang yang sholat dan orang yang sholat boleh menjawab dengan isyarat.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits Jabir, “bahwa Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam mengutusku untuk sebuah keperluan, kemudian aku mendapati Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam sedang sholat lalu aku mengucapkan salam kepada beliau maka beliaupun memberikan isyarat (menjawab dengan isyarat).” (HR Imam Muslim dalam shohihnya)
Demikian juga dengan hadits Shuhaib bahwa, “Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam sedang sholat dan Shuhaib mengucapkan salam kepada beliau maka beliaupun menjawabnya dengan isyarat.” [HR Abu Daud]
7️⃣ Bertasbih untuk laki-laki dan bertepuk tangan untuk wanita ketika mengingatkan imam. Berdasarkan hadits Sahl bin Sa’ad, bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “wahai manusia apabila terjadi sesuatu dalam sholat, kalian bertepuk tangan padahal bertepuk tangan itu untuk wanita saja, siapa terjadi sesuatu dalam sholatnya dan ingin diingatkan maka ucapkan subhanallah.” [HR Imam Bukhori dan Muslim]
8️⃣ Boleh mengingatkan imam yang lupa. Sebagaimana dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Umar bahwa, “Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam pernah sholat kemudian beliau lupa ketika setelah selesai sholat Rosulullah bersabda kepada Ubay, “apakah engkau tadi sholat bersama kami ?” Kata Ubay, “iya ya Rosulullah,” Kata Rosulullah. “kenapa kamu tidak mengingatkan aku ?” [HR Imam Abu Daud]
Hadits menunjukkan boleh seorang makmum membetulkan atau mengingatkan imam ketika lupa dalam sholatnya.
9️⃣ Imam mundur atau maju kedepan karena untuk perkara yang dibutuhkan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Anas bin Malik bahwa, “kaum muslimin di subuh hari senin, waktu itu Abu Bakar sebagai imam ternyata Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam membuka tirai kamarnya ‘Aisyah dan melihat kepada para sahabatnya sedang bershof, melihat itu Abu Bakar pun kemudian mundur karena beliau mengira Rosulullah akan keluar untuk menjadi imam sholat.” [HR Bukhori dalam shahihnya]
1️⃣0️⃣ Membersihkan kerikil yang menempel didahi saat sujud,. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Mu’aiqib bahwa, “Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda kepada seorang laki laki yang meratakan tanah ketika sujud maka Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “kalau kamu melakukan itu cukup sekali saja.” [HR Bukhori dan Muslim]
1️⃣1️⃣ Bolehnya kita menghamparkan baju untuk sujud diatasnya karena panas misalnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik bahwa, “kami bersama Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam dalam panas yang sangat sehingga salah seorang dari kami tidak mampu untuk sujud di bumi, maka merekapun menghamparkan bajunya dan sujud diatasnya.” [HR Bukhori dalam shahihnya]
1️⃣2️⃣ Mencegah orang yang hendak lewat didepannya. Sebagaimana hadits yang telah lewat juga dimana Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam menyuruh untuk kita mencegah orang yang hendak lewat didepan sholat kita.
. Wallahu a’lam 🌻
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
.
. Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
. ARTIKEL TERKAIT Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
. WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah
Bila ambisi dunia menawanmu Memenjaramu dan membelenggumu Bahkan ia menyeretmu sehingga bajumu terkoyak Tanganmu terluka Lututmu berdarah, kau ingin melarikan diri Namun genggamannya terasa begitu membuai, Dan kaupun dibuat lalai olehnya. ㅤ Maka tatkala itu belum terjadi ataupun kalau sudah terjadi Bersegeralah untuk mengunjungi fakir miskin Lihatlah kehidupan orang-orang yang di bawahmu Masuklah ke rumah mereka Simaklah kisah-kisah mereka Dan terus kau jaga kedekatanmu dengan mereka Sehingga kau mencintai mereka, karena itu adalah wasiat Nabi Shollallahu’alaihi wa Sallam kepada kita: ㅤ Abu Dzar RodhiAllahu’anhu berkata, “kekasihku yakni Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam memerintahkan tujuh perkara padaku, di antaranya:
بِحُبِّ الْمَسَاكِيْنِ وَأَنْ أَدْنُوَ مِنْهُمْ،
“Beliau memerintahkanku agar mencintai orang miskin dan dekat dengan mereka” (HR. Ahmad) ㅤ ‘Aun bin Abdillah bin Mas’ud putra salah seorang sahabat yang mulia, dia bertutur, “Aku pernah dalam beberapa masa berteman dengan orang-orang kaya dan akupun tidak mendapati orang yang lebih gundah hatinya daripada diriku sendiri ketika aku menjumpai orang yang lebih bagus pakaiannya daripada aku, lebih harum parfumnya, maka akupun beralih menemani orang-orang yang miskin maka setelah itu hidupku penuh dengan kenyamanan”. (Shifatusshawfah 2/57).
Ditulis oleh, Ustadz DR. Syafiq Riza Bin Basalamah MA, حفظه الله تعالى ㅤ
Medsos, facebook atau WA, atau IG atau lainnya hanyalah produk tekhnologi, selain dari itu adalah ulah tangan manusia termasuk ulah tangan anda.
Sama halnya dengan HP, komputer, laptop, internet, TV, dll juga produk tekhnologi.
Untuk apa anda gunakan, maka hukum produk-produk di atas dapat berubah sesuai dengan penggunaan anda.
Dengan demikian, bila anda sadar anda tidak bijak atau sadar selalu tergelincir dan mudah tergelincir dalam penyalah gunaan, maka ya segera tinggalkan semua itu. Karena bila anda tetap menggunakan, maka anda akan berlumuran dengan dosa.
Namun bila anda mampu bersikap dengan bijak, dan memanfaatkan semua itu untuk kemaslahatan dunia maupun akhirat anda, maka itu semua halal bahkan berguna alias dianjurkan.
Masalah pencetus awal, atau produsen, itu bukan masalah selama pada produk tersebut tidak mengandung hal-hal yang haram, dan kalaupun mengandung hal yang haram, dapat anda non aktifkan, semisal musik, dan lainnya.
Apalagi medsos dan yang serupa tidak lagi menjadi ciri khas orang kafir atau produsennya, serupa halnya dengan baju batik, model rumah joglo, atau masakan daerah atau lainnya.
Walau semula pembuat hal-hal ini adalah nenek moyang kita yang kala itu beragama hindu atau buda atau lainnya, namun produk-produk itu terbukti bermanfaat dan tidak lagi menjadi ciri khas mereka, maka tidak mengapa anda gunakan.
Dan al hamdulillah, kini pakaian batik atau songkok hitam sudah bisa diterima dengan baik oleh teman-teman kita, sebagai bentuk keterbukaan wawasan dan kearifan dalam penerapan ilmu, walaupun semula di anggap sebagai bentuk tasyabbuh,.
Semoga mencerdaskan.
Ditulis oleh, Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى
1. ‘Aisyah dan Ibnu ‘Abbas rodhiallahu ‘anhumaa berbeda pendapat perihal masalah akidah; apakah Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat Allah secara langsung semasa hidup beliau ?
2. ‘Aisyah rodhiallahu ‘anha menentang keterangan bahwa orang yang telah meninggal dapat mendengar panggilan/ ucapan orang yang masih hidup. Dan ini tentu termasuk masalah akidah,
3. Mu’awiyah bin Abi Sufyan rodhiallahu ‘anhuma menentang perihal Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam ketika berisra’ dan mi’raj dengan raga dan jiwanya. Padahal selain beliau meyakini bahwa Nabi diberangkatkan Isra’ dan Mi’raj lengkap dengan jiwa dan raganya .
4. Para sahabat bersilang pendapat perihal maksud sabda Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak memerangi Bani Quraidhah: ‘janganlah sekali kali salah seorang dari kalian mendirikan sholat ‘Asar kecuali di perkampungan Bani Quraidhah.’
5. dll
Walau demikian mereka tidak saling boikot atau menuduh sesat saudaranya.
Ibnu Taimiyah berkata mengomentari berbagai kejadian perbedaan di atas dan juga lainnya;
ولو كان كلما اختلف مسلمان في شيئ تهاجرا لم يبق بين المسلمين عصمة ولا أخوة.
“Andai setiap kali dua orang muslim bersilah pendapat mereka berdua selalu saling menjauh, niscaya tidak akan pernah ada hubungan dan persaudaraan antara sesama kaum muslimin.”[Majmu’ Fatawa 24/173]
Semoga menyegarkan rasa dalam dada anda.
Ditulis oleh, Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى
ابن آدم لو عرفت قدر نفسك ما أهنتها بالمعاصي أنت المختار من المخلوقات ولك أعدت الجنة.
“Wahai anak Adam, jikalau engkau mengerti kadar dirimu, niscaya engkau tidak akan menghinakannya dengan berbagai kemaksiatan, engkau adalah pilihan di antara para makhluk. Dan bagimu, Surga telah dipersiapkan.”
Bagi Kaum Muslimin, khitan merupakan bagian dari syariat Agama Islam yang harus dilakukan dan dipandang sebagai perbuatan yang mulia sebagai media untuk menyucikan diri serta bukti keta’atan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Oleh sebab itu kami informasikan, AL-ILMU bermaksud menyelenggarakan KHITANAN MASSAL bagi anak-anak yatim atau anak-anak dari orang tua yang kurang mampu/dhuafa.
In syaa Allah, kegiatan ini akan dilaksanakan pada 3 lokasi yang berbeda dengan total 300 anak khitan (kurang lebih 100 anak khitan/lokasi), dengan kebutuhan dana kurang lebih Rp. 165.000.000,-
Penyelenggaraan acara akan dilaksanakan sbb :
🔗 Hari Sabtu, 24 Rajab 1441 H / 21 Desember 2019
Bertempat di :
1⃣. Rumah Qur’an Balancia Cawang Atas, Jl. Masjid 4 No.7 RT. 02/11, Kel. Bidara Cina, Jatinegara (belakang Nissan MT. Haryono), Jakarta Timur
Informasi : ● Yana Ummu Mahir – 081319803456 ● Ammie Ummu Syafiqah – 081280129964
2⃣. SMP Al-Haudh Islamic Jl. Lapangan Tiga Berlian RT 007 RW 006 Ciater, Serpong, Tangerang Selatan.
Informasi : ● Lena – 08125499100 ● Wati – 08111903222
🔗 Ahad, 25 Rajab 1441 H / 22 Desember 2019
Bertempat di : Al-Wildan Islamic School 2 Jl. Alinda Raya No.1 Kaliabang tengah, Kec. Bekasi Utara, Bekasi
Informasi : ● Wida – 081282273998 ● Rita – 082113195102
➡ Bagi orang tua yang ingin mendaftarkan putranya, dapat menghubungi nomor kontak yang tertera di atas sesuai dengan lokasi pelaksanaan khitan di daerah masing-masing.
➡ Bagi Kaum Muslimin yang ingin berpartisipasi menjadi donatur pada acara tersebut, dapat menyalurkan infaqnya ke :
BANK SYARIAH MANDIRI No : 748-000-7772 A/N AL-ILMU AKHWAT
● Konfirmasi transfer : 08119994133 (WA only)
Dengan format : #Khitan#Namadonatur#Domisili#Bankpengirim#Jumlah
Dari kitab yang berjudul “Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa“, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
. PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Bid’ah Hasanah # 2…) bisa di baca di SINI
tanpa dikurangi dari pahala mereka sedikitpun juga.”
Dimana mereka mengatakan disini, ‘Nabi mengatakan ada sunnah hasanah dan sunnah sayyi’ah, berarti kalau begitu ada bid’ah hasanah dan bid’ah yang sayyi’ah (yang dholalah).’
➡ Maka kita katakan bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam yang mengatakan,
كل بدعة ضلالة
“Setiap bid’ah itu sesat”
Tidak mungkin bertabrakan dengan sabda Nabi sendiri yang mengatakan
مَنْ سَنً فِي اﻹِْسْلاَم سُنَّةً حَسَنَةً
“Siapa yang memberikan contoh yang baik..” (kata penulis buku).. ‘maka memberikan contoh yang baik, demikian pula berdakwah kepada kebaikan semua itu harus dibatasi dengan batasan-batasan syari’at, berdasarkan nash-nash yang banyak.’
Berarti yang dimaksud dengan
من سن سنة حسنة
“Siapa yang membuat sunnah yang baik (artinya yang sesuai dengan yang disyari’atkan oleh Allah dan Rosul-Nya bukan dengan membuat-buat sendiri), dan siapa yang memberikan contoh yang buruk (yaitu buruk menurut syari’at bukan menurut kita)“, maka tentu berdalil dengan hadits ini untuk mengatakan adanya bid’ah hasanah jelas pendalillan yang SANGAT LEMAH sekali. Kenapa? Karena hadits-hadits Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam tidak saling bertabrakan satu sama lainnya.
Diantara dalil yang dijadikan hujjah oleh orang-orang yang mengatakan adanya bid’ah hasanah yaitu Hadits Wabisho bin ma’bad, bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,
استفت قلبك
“Coba kamu minta fatwa kepada hatimu,
البر ما اطمأنت إليه النفس، واطمأن إليه القلب،
karena kebaikan itu yang membuat hatimu tenang dan jiwamu tentram,
والإثم ما حاك في النفس، وتردد في الصدر، وإن أفتاك الناس وأفتوك
sementara dosa itu, yang dihatimu itu tidak tentram dan membuat dadamu juga gelisah, walaupun manusia berfatwa apapun juga.” (HR. Imam Ahmad dan yang lainnya).
Kata mereka, ‘Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam menyuruh untuk meminta fatwa kepada hati.’
➡ Maka kita katakan bahwa pertama Hadits ini harus dijelaskan oleh dalil-dalil yang lainnya. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk mengembalikan segala macam perselisihan kepada Alqur’an dan Hadits.
Maka wajib kita mengembalikan segala macam perkara apalagi masalah agama ini kepada Alqur’an dan Hadits dulu. Karena agama ini milik Allah bukan milik siapapun. Maka Allah sudah menjelaskan, Rosul pun juga sudah menjelaskan Allah berfirman: [An-Nisaa’ : 59]
“Jika kalian berselisih maka kembalikan kepada Allah dan Rosul.”
Dan kewajiban orang awam untuk BERTANYA kepada ahlinya.
Adapun maksud Hadits ini adalah ketika seseorang awam atau seseorang telah sampai sudah melihat dalil-dalilnya dan melihat pendapat-pendapat Ulamanya, ternyata masih juga dia bingung mana yang paling kuat maka lihat mana yang lebih menentramkan hatinya, silahkan diamalkan.
Dan perlu diketahui bahwa Nabi bersabda ini kepada seorang sahabat yang hatinya sangat bening dan ilmunya luas, maka tidak disamakan tentunya dengan orang yang hatinya kotor, maksiat dan syahwat dan ilmunya dangkal.
. Wallahu a’lam 🌴
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul “Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa“, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
. Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page : https://t.me/aqidah_dan_manhaj https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/
بئس القوم لا يعرفون لله حقاً إلاّ في
شهر رمضان. إنّ الصالح الـذي يتعبّد ويجتهد السنة كلها.
“Seburuk-buruk kaum (adalah yang) tidak mengetahui hak Allah (untuk disembah) kecuali di bulan Ramadhan (saja). Sesungguhnya orang sholih (adalah yang) menghamba (kepada Allah) dan bersungguh-sungguh (dalam ketaatan kepada-Nya) sepanjang tahun.”