Waspadalah Dengan “BROADCAST (BC)’ Do’a “Ketika Gempa Bumi”…

Hati-hati.. jangan ikut menyebarkan sesuatu yang tidak ada dalilnya…
.
A’isyah Radhiyallahu ‘anha menceritakan,

كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا عَصَفَتِ الرِّيحُ قَالَ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ »

Apabila ada ANGIN BERTIUP, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca do’a,
.
[  Allahumma Inni as-aluKa khoyro-haa wa khoyro maa fii-ha wa khoyro maa ursilat bihi, wa a’udzubiKa min syarri-haa wa syarri maa fii-haa wa syarri maa ursilat bihi ]
.
Ya Allah, aku memohon kepadamu kebaikan angin ini, kebaikan yang dibawa angin ini, dan kebaikan angin ini diutus. Dan aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan angin ini, keburukan yang dibawa angin ini, dan keburukan angin ini diutus. (HR. Muslim no. 899 (15/2122).
.
.
Berikut adalah nasihat Ustadz Fachrudin Nu’man Lc,  حفظه الله تعالى
.
ADA APA DIBALIK GEMPA ??
.
Peringatan ini adalah rahmat Allah atas kita semua, untuk menakut-nakuti manusia, supaya mereka mau kembali kepadaNya, mau memohon ampun kepadaNya, mau meninggalkan dosa-dosa mereka. Allah berfirman:

‎(وما نرسل بالآيات إلا تخويفا) الإسراء : 59

Tidaklah Kami mengirim tanda-tanda kekuasaan Kami kecuali untuk menakut-nakuti“.
.
Berkata Qatadah:

‎وإن الله يخوّف الناس بما شاء من آية لعلهم يعتبرون، أو يذكرون، أو يرجعون، ذُكر لنا أن الكوفة رجفت على عهد ابن مسعود، فقال: يأيها الناس إن ربكم يستعتبكم فأعتبوه

Sesungguhnya Allah menakut-nakuti manusia dengan apa yang Dia kehendaki dari tanda-tanda kekuasaanNya, supaya mereka mengambil pelajaran, atau mengingat Allah, atau kembali kepadaNya, telah diceritakan kepada kami bahwa kota Kufah telah terjadi gempa di zaman Abdullah bin Mas’ud maka beliau berkata: Wahai manusia sesungguhnya Allah menginginkan kalian untuk kembali maka kembalilah kepadaNya“.
.
(Diriwayatkan oleh Ath-Thabary dalam tafsirnya 17/478)
.
Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah:

‎أذن الله سبحانه لها في الأحيان بالتنفس فتحدث فيها الزلازل العظام فيحدث من ذلك لعباده الخوف والخشية والإنابة والإقلاع عن معاصيه والتضرع إليه والندم

Dan terkadang Allah Subhanahu mengizinkan bumi untuk bernafas maka terjadilah gempa bumi yang dasyat, sehingga hamba-hamba Allah ketakutan dan mau kembali kepadaNya, meninggalkan kemaksiatan dan merendahkan diri dihadapanNya“.
.
(Miftah Daris Sa’adah 1/221) .
.
Hendaklah kita bisa mengambil peringatan ini, mulai dari diri kita, kita ingatkan diri kita dengan bertaubat dari segala dosa dan kita ingatkan keluarga kita, kemudian kita ingatkan orang lain dengan menghidupkan amar ma’ruf nahi mungkar dan saling menasehati diantara kita.

Ustadz Fachrudin Nu’man Lc,  حفظه الله تعالى

da230118-1928

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah Ke-49

Dari buku yang berjudulAl Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
.
KAIDAH SEBELUMNYA (KE-48) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 49 🌼

⚉   Dan mereka meyakini bahwa tidak akan sempurna keinginan kepada kehidupan akhirat kecuali dengan zuhud dalam kehidupan dunia.

Ahlussunnah mempunyai keyakinan bahwa siapapun yang ingin mencintai akhirat hendaklah ia mengurangi cintanya kepada dunia.
Karena cinta dunia dengan cinta akhirat tidak akan bersatu.

Apabila cinta akhirat kuat dihati seorang hamba, maka cinta dunia akan lemah. Demikian pula cinta dunia itu ketika kuat dihati seorang hamba maka cinta akhiratpun akan lemah karena Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam mengumpamakan hati itu seperti bejana. Bejana kalau diisi air akan pergilah selainnya, ketika diisi dengan tanah, airpun akan pergi dan hilang.

Ibnul Qayyim rohimahullah berkata tidak akan lurus zuhud dalam dunia kecuali dengan melihat dua penglihatan yang benar. Apa itu?

1⃣  Melihat kepada hinanya dunia, dan bahwasanya dunia itu adalah fana, dan bahwasanya kesenangan (di dunia) itu tidak lepas dari kesusahan, kelelahan, kesedihan, ketakutan dan bahwasanya ia tidak akan pernah kekal selama-lamanya.

2⃣ Yaitu dengan melihat kepada kehidupan akhirat. Bagaimana kekekalannya akhirat, bagaimana kesenangannya yang tak pernah ada henti-hentinya.

Maka apabila seorang hamba melihat dua perkara ini dengan akal pikirannya, lalu ia menimbang dan melihat bahwasanya ternyata kesenangan dunia sangatlah sedikit di bandingkan dengan kesenangan akhirat. Maka pada waktu itu keinginan kepada kehidupan akhiratpun menjadi besar, menjadi kuat dan menjadi zuhudlah ia dalam kehidupan dunia.

⚉   Apa itu Zuhud ?

Hakikat zuhud kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah  yaitu

‎ترك ما لا ينفع في الآخرة

yaitu meninggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat untuk kehidupan akhiratnya

Maka semua yang sifatnya tidak ada manfaatnya untuk kehidupan akhirat ia tinggalkan, itu adalah ZUHUD.
Dan juga agar zuhud di dunia itu dengan cara melihat, membaca ayat-ayat dalam Alqur’an, dalam hadits bagaimana Allah mensifati dunia :
⚉   dimana dunia itu kesenangan yang menipu,
⚉   dunia itu sesuatu yang fana,
⚉   dunia itu lebih hina dari bangkai anak kambing,
⚉   dunia itu lebih hina daripada sayap seekor nyamuk,
⚉   bahkan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam mengumpamakan dunia itu bagaikan kotoran manusia.

👉🏼  Maka dari itu ketika seorang hamba betul-betul menginginkan kehidupan akhirat, hendaklah ia mengosongkan hatinya dari tertipu dengan dunia, dari mengikuti syahwat dan hawa nafsunya. Seperti sebuah kapal yang berlayar diatas lautan, ia akan tetap bisa berlayar apabila kapal itu kosong dari air laut. Tapi ketika air laut telah memenuhi kapal pasti akan tenggelam.

👉🏼  Maka apabila kita ingin bisa berlayar dalam kehidupan dunia dan selamat sampai kepada kehidupan akhirat, janganlah penuhi hati kita dan jangan sampai hati kita tenggelam dalam syahwat dan hawa nafsu.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Tapi Kita Sering Terbawa Emosi…

‏قال ابن عثيمين:

” الواقع يزيدك إيماناً
بأن الرفق خير من العنف
لكن ـ الله يعفو عنا ـ
فالحقيقة أننا أحياناً
تأخذنا الغيرة
ونعجز أن نملك أنفسنا
فنعنف ونغضب وتتوتر أعصابنا
ولكن الأولى لنا أن نهدأ وننظر.”

شرح الممتع (15 /246)

Syaikh Utsaimin rahimahullah berkata:
Kenyataan (hidup) menambahmu keimanan bahwa berlemah lembut lebih baik dari bersikap kasar.

Akan tetapi kita terkadang terbawa oleh kecemburuan dan tidak dapat menahan diri -semoga Allah memaafkan kita- hingga kita berbuat kasar, marah dan otot kita bersitegang.

Padahal yang lebih baik kita tenang dan melihat jauh ke depan.”

(Syarah Mumti’ 15/246)

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kaidah Ushul Fiqih Ke-28 : Pendapat Seorang Shahabat Menjadi Hujjah Apabila…

Pembahasan ini merujuk kepada kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-27) bisa di baca di SINI

=======

🍀 Kaidah yang ke 28 🍀

👉🏼   Pendapat seorang shahabat apabila tidak diselisihi oleh shahabat lainnya adalah hujjah atas pendapat yang kuat.

Shahabat yang dimaksud di sini adalah para shahabat ahli ijtihad seperti kholifah yang empat, ibnu Mas’ud, ibnu ‘Abbas, ibnu ‘Umar dan lain lain, rodhiyallahu ‘anhum.

⚉    Apabila pendapat mereka tidak diselisihi oleh shahabat lain terlebih bila pendapat tersebut masyhur di kalangan mereka, maka pendapat tersebuf adalah hujjah.

Karena mereka adalah generasi yang paling dalam ilmunya, paling bening hatinya dan paling jauh dari hawa nafsu.

Al Qur’an turun dengan bahasa mereka, dan mereka melihat langsung praktek dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan mendengar langsung penjelasan dari beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.

⚉    Apabila pendapat shahabat itu diselisihi oleh shahabat lain yang juga ahli ijtihad, maka kita lihat mana yang paling dekat kepada Al Quran dan hadits.
Dan memberi udzur kepada yang salah.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page:

https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/
.
KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP

Kaidah Besar ke 2 Dari Ushul Fiqih : Keyakinan Tidak Bisa Dikalahkan Oleh Keraguan…

Simak penjelasan Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Kaidah Besar ke 3 Dari Ushul Fiqih – part 1 : Kaidah Kesusahan Mendatangkan Kemudahan…

Kaidah Besar ke 3 Dari Ushul Fiqih – part 2 : Sebab-Sebab Yang Mendatangkan Kemudahan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Jangan Lewatkan Kesempatan Ini…


.
.
YANG TIDAK BERPUASA HARI INI… AYO.. INI ADA KESEMPATAN MERAIH PAHALA ORANG YANG BERPUASA, DI SALAH SATU HARI DI MANA PINTU-PINTU SURGA DIBUKA, ORANG-ORANG MUKMIN DIAMPUNI, DAN AMAL-AMAL MANUSIA DIPERIKSA DIHADAPAN ALLAH…
.
HADITS PERTAMA :
.
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda :
.
PINTU-PINTU SURGA DI BUKA PADA HARI SENIN DAN KAMIS. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun AKAN DIAMPUNI DOSA-DOSANYA, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, “Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.”
.
[ HR. Muslim – IV/1987 – Kitabul Birr wal Aadaab ]
.
Yuk baikan bila masih ada permusuhan dengan orang lain, agar kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang Allah tunda pengampunan dosa-dosanya.
.
HADITS KEDUA :
.
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda :
.
AMAL-AMAL MANUSIA DIPERIKSA SETIAP HARI SENIN DAN KAMIS, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.”
.
[ HR. at-Tirmidzi dan lainnya ]
.
#puasa
#buka
#makanan
#pahala.

Bersyukur Atas Nikmat…

Syaikh Ali At-Thonthoowi rahimahullah berkata :

“Semalam aku amati, kudapati ruangan terasa hangat dan api penghangat ruangan menyala. Sedangkan aku berada di dipan sambil santai. Aku sedang berfikir tentang tema yang akan kutulis. Lampu ada di sampingku, telepon di dekatku, anak-anakku sedang menulis, adapun ibu mereka sedang menenun kain wol.

Kami telah makan dan minum, dan radio mengeluarkan suara lirih, semuanya dalam ketenangan.

Tidak ada yang aku keluhkan dan tidak ada pula yang aku meminta tambahannya. Maka lisanku berucap “Alhamdulillah…“, kulepaskan dari lubuk hatiku

Lalu akupun merenung… aku mendapati bahwasanya “Alhamdulillah” bukanlah sebuah kata yang sekedar diucapkan oleh lisan, meskipun diulang-ulang seribu kali.., akan tetapi “Alhamdulillah” atas kenikmatan-kenikmatan adalah sampainya aliran kenikmatan tersebut kepada orang yang membutuhkannya.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى 

 

da160313-0356

Tanda Ilmu Yang Bermanfa’at…

قــال الحافظ ابن رجب رحمه الله-:

《 من علامات العِلْم النافع؛ أنه يدل صاحبه عَلَى الهرب من الدُّنْيَا، وأعظمها الرياسة والشهرة والمدح.

وإن صاحب العِلْم النافع لا يدعي العِلْم ولا يفخر به عَلَى أحد، ولا ينسب غيره إِلَى الجهل إلا من خالف السنة وأهلها 》.

مجموع الرسائل ج٣ ص١٣

AlHafidz ibnu Rojab rahimahullah berkata:

“Tanda ilmu yang bermanfa’at adalah yang menjadikan pelakunya lari dari (tertipu oleh) dunia, terutama dari kedudukan, ketenaran, dan pujian.
Pemilik ilmu yang bermanfa’at tidak pernah menganggap (dalam) ilmunya dan tidak juga berbangga dengan keilmuannya di atas orang lain. 
Ia tidak pernah menganggap bodoh orang lain kecuali bila menyimpang dari sunnah.

(Majmu Rosail 3/13).

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 

Memotong Rambut Dengan Sengaja, Apakah Sah Kurbannya..?

Tanya :
Sengaja potong rambut, apakah sah kurbannya..?

Jawab :
Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah menerangkan :

“….Na’am, kurban yang dilakukan tetap diterima (sah)… NAMUN YANG MELANGGAR TERKENA DOSA. Sedangkan persepsi orang awam yang menganggap kurbannya jadi tidak sah jika ada yang mencukur rambut kepala, memotong kuku atau mencabut bulu badannya pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, maka ini adalah anggapan yang tidak benar. Karena sebenarnya tidak ada kaitan antara sahnya kurban dengan mencabut ketiga hal tadi….” (Syarhul Mumthi’, 7: 533)

Wallahu a’lam.

ref : https://rumaysho.com/2883-apakah-qurban-tetap-sah-jika-shohibul-qurban-mencukur-rambut-dan-kuku.html

Satu Qurban Jntuk Satu Keluarga, Apa Maksud Satu Keluarga..?

TANYA :
Bolehkah satu kurban untuk satu keluarga..?

JAWAB :
Syekh Abdulmuhsin Al-‘Abbad, حفظه الله تعالى  menjelaskan bahwa hal itu boleh dilakukan. Misal seekor kambing atau sapi di kurbankan dengan niat untuk satu kekuarga.

Akan tetapi dengan catatan, keluarga tersebut satu dapur; artinya kebutuhan makannya berasal dari dapur yang sama, tidak sendiri-sendiri. Adapun bila sudah punya dapur sendiri-sendiri, maka masing-masing dibebani untuk berqurban sendiri-sendiri.

Menebar Cahaya Sunnah