Bantahan Terhadap Mereka Yang Menolak Hadits Tentang Adzab Kubur…

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

Dalil Dari Hadits Tentang Adanya Adzab Kubur…

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

Dalil Dari Al Qur’an Tentang Adanya Adzab Kubur…

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

Fawaid Umdatul Ahkaam : Hadits ke 3

Hadits ke 3

Dari Abdullah bin Amru, Abu Hurairah dan Aisyah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

ويل للأعقاب من النار

Celaka tumit tumit dari api Neraka. (HR Bukhari no 60 dan Muslim no 241)

Fawaid hadits:
1. Wajibnya memperhatikan anggota wudlu. Dalam hadits ini walaupun hanya disebutkan kaki tetapi anggota lainnya diqiyaskan kepadanya.

2. Ancaman berat bagi orang yang meremehkannya.

3. Wajibnya mencuci dua kaki dan tidak hanya mengusapnya saja sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Syiah. Kecuali bila menggunakan dua khuff. Maka boleh mengusapnya.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Fawaid Umdatul Ahkaam : Hadits ke 2

Allah Maha Pengampun….

Siapa diantara kita yang tidak pernah berbuat dosa?

Siapa diantara kita yang tidak pernah melakukan kesalahan?

Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan.

Terkadang kita bertanya-tanya, akankah Allah mengampuni semua dosa dan  kesalahan kita?

Akankah Allah mengampuni dosa orang yang tidak pernah shalat?

Akankah Allah mengampuni dosa orang yang durhaka kepada orang tuanya?

Akankah Allah mengampuni dosa orang yang suka makan riba’?

Jawaban semua itu adalah Ya.

Ya. Allah akan mengampuni semua dosa kita, walaupun dosa itu sangatlah besar.

Wahai Saudarku, sungguh rahmat Allah sangatlah luas bagi orang yang bertaubat kepada-Nya, menangis dan mengharap apa yang ada disisi-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

قل يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Wahai hamba-hambaKu yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, karena sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih”. (QS. Az-Zumar:53)

Ini merupakan rahmat Allah ‘Azza wa Jalla .

Dan Allah juga berfirman:

وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

“Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan”.  (QS. Asy- Syura:25).

Ketahuilah wahai saudaraku.

Allah Ta’ala menyeru kepada hambahnya agar meminta ampun kepada-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:

قَالَتْ رُسُلُهُمْ أَفِي اللَّهِ شَكٌّ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يَدْعُوكُمْ لِيَغْفِرَ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ

“Berkata rasul-rasul mereka: ‘Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu”.  (QS. Ibrahim: 10).

Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun”.  (QS. Nuh:10).

So jangan putus asa, segeralah bertaubat dengan taubatan nasuha dan meminta ampunan-Nya, walaupun dosa itu sangatlah besar. Karena sesungguhnya Allah maha Pengampun dan maha Penyayang.

Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله تعالى

Sangat Mengharukan : Pesan Orangtua Untuk Anaknya

Sangat mengharukan, pesan orangtua untuk anaknya..

=======

Anakku.. suatu hari nanti, engkau akan melihatku tua renta, dengan polah yang tidak logis..

Jika hari itu datang, aku mohon berikan sebagian waktumu untuk memperhatikanku.. berikan pula sebagian kesabaranmu untuk memahamiku..

Saat tanganku mulai bergetar-getar, sehingga seringkali makananku jatuh ke dadaku.. saat aku tidak kuat lagi memakai bajuku sendiri.. maka hiasilah sikapmu dengan kesabaran mengurusku..

Ingatlah dahulu ketika aku bertahun-tahun lamanya mengajarimu hal-hal yang tidak bisa kulakukan di hari ini..

Jika aku tidak lagi rapi dan wangi, jangan salahkan aku.. Tapi ingatlah di masa kecilmu, bagaimana aku selalu berusaha menjadikanmu rapi dan wangi..

Janganlah mentertawakanku, bila engkau melihat aku tidak tahu atau tidak paham tentang perkembangan zamanmu.. tapi jadilah engkau sebagai mata dan pikiranku, agar aku bisa menutupi ketertinggalanku..

Aku dahulu yang mendidikmu, aku dahulu yang mengajarimu bagaimana menghadapi hidup ini.. Akulah yang dahulu mengajarimu apa yang harus aku lakukan hari ini, dan apa harusnya tidak aku lakukan hari ini..

Janganlah engkau bosan dengan lemahnya ingatanku, lambatnya kata-kata dan pikiranku saat berbicara denganmu.. karena yang membahagiakanku saat berbicara denganmu sekarang ini, adalah kebersamaanku denganmu saja.. Bantulah aku untuk mendapatkan keinginanku, karena aku masih tahu apa yang kuinginkan..

Saat kedua kakiku tidak patuh lagi untuk membawaku ke tempat yang kuinginkan, jadilah engkau sebagai seorang yang penyayang.. ingatlah bahwa aku dahulu menuntunmu berkali-kali agar engkau mampu berjalan.. maka janganlah engkau malu untuk menuntunku saat ini, karena nanti juga engkau akan mencari orang untuk menuntunmu..

Ingatlah, di umurku ini aku tidaklah menginginkan kehidupan sepertimu.. tapi sederhananya, aku hanya menunggu kematian.. maka temanilah aku.. jangan engkau campakkan aku..

Saat engkau ingat kesalahan-kesalahanku, ingatlah bahwa tidak ada yang kuinginkan darinya kecuali kebaikan untukmu.. maka, sesuatu yang paling baik yang engkau lakukan untukku saat ini adalah memaafkanku, menutupi aibku.. semoga Allah memaafkanmu dan menutupi aibmu..

Sungguh tawa dan senyumanmu masih terus membuatku bahagia seperti dahulu.. oleh karena itu, janganlah halangi aku untuk menemanimu..

Aku dahulu bersamamu saat engkau dilahirkan.. maka, hendaklah engkau bersamaku saat aku mendekati kematian..

———-

Ya Robb, ampunilah aku dan kedua orang tuaku.. Sayangilah mereka berdua, sebagaimana mereka telah mendidikku (dengan kasih sayang) saat aku kecil..

Diterjemahkan dari pesan dalam bahasa Arab oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Anda Sedang Terhimpit Dengan Berbagai Masalah Kehidupan..?

Ada tips untuk anda dari seorang pakar besar, sepupu sekaligus menantu Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-,

Ali bin Abi Thalib -radhiyallahu ‘anhu- bertutur:

من زهد في الدنيا هانت عليه المصائب. الزهد لابن
أبي الدنيا رقم ٩٢

“Barangsiapa yang zuhud terhadap dunia, niscaya seluruh musibah akan terasa ringan baginya.”
(Az Zuhd li Ibnu Abi Dunya no.92)

Selamat mencoba!
Semoga Allah selalu memberikan taufik-Nya kepada kita.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 

Orang Paling Tampan & Cantik…

Sobat, menurut anda seperti apakah orang paling tampan atau paling cantik jelita?

Barang kali anda berkata: yang paling tampan atau cantik jelita adalah orang yang hidungnya mancung, kulitnya putih, langsing, atau tegap, senyumnya manis , rambutnya berombak dan ……

Namun tahukah saudara bahwa semua itu sejatinya adalah semu belaka, semua akan sirna bila ternyata dia membenci anda, memaki anda, menzolimi, dan merampas hak anda.

Saat seperti ini bisa jadi anda akan mengumpatnya dengan seluruh nama hewan yang pernah anda kenal, bahkan segala bentuk kotoran yang terlintas di benak anda.

Ketahuilah bahwa sejatinya orang paling cantik jelita dan tampan rupawan ialah orang yang senantiasa damai hidupnya karena kedua matanya senantiasa dijaga sehingga hanya memandang sesuatu yang Allah ridhai, raganya hanya berbuat amalan yang Allah ridhai dan lisannya bertutur kata santun sebagaimana yang Allah cintai, batinnya lebih suci dibanding raganya.

imam Ibnul Qayyim berkata:

من قرت عينه بالله قرت به كل عين

“Orang yang kedua matanya menjadi damai karena dekat kepada Allah, maka damai pula semua mata tatkala memandangnya.”
( Thariqul Hijratain 8)

Mereka
Ah orang orang yang tampan rupawan dan cantik jelita walau hidung tidak mancung, kulit tidak putih, dan tidak pernah mengenakan berbagai macam perhiasan. Cahaya iman dan akhlak menerangi raga mereka sehingga semua menjadi Tampan dan cantik jelita.

Bagaiman dengan diri anda ?

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى 

KAIDAH MEMAHAMI Al QUR’AN – Daftar Isi LENGKAP

Kaidah-kaidah memahami Al Qur’an yang diambil dari kitab Qowa’idul Hisaan yang ditulis oleh Syaikh Abdurrohman As Sa’diy, rohimahullah.

KAIDAH MEMAHAMI Al QUR’AN – Kaidah ke 1 s/d Kaidah Terkini

Kaidah ke 25 : Penjelasan Ketika Ada Kemungkinan Pemahaman Yang Salah dan Menghilangkannya…

Kaidah Ke 24 : Pada Asalnya Ikatan-Ikatan Yang Ada Pada Suatu Ayat…

Kaidah Ke 23 : Perintah Untuk Menjaga Batasan-Batasan Allah …

Kaidah Ke 22 : Membimbing Sikap Tawasuth (Pertengahan) dan Mencela Sikap Meremehkan dan Ghuluw…

Kaidah Ke 21 : Bimbingan Al Qur’an Ada Dua Macam…

Kaidah ke 20 : Maksud Perumpamaan Dalam Al Qur’an…

Kaidah Ke 19 : Adat Istiadat Sebagai Rujukan Dalam Sebagian Hukumnya…

Kaidah Ke 18 : Mengembalikan Makna Ayat Mutasyabih Kepada Ayat Muhkam…

Kaidah Ke 17 : Orang-Orang Yang Mendapat Hidayah dan Yang Tersesat…

Kaidah ke 16 : Apabila Disendirikan Mempunyai Makna Yang Bersifat Umum…

Kaidah Ke 15 : Menghilangkan Jawab Syarat Untuk…

Kaidah Ke 14 : Al Qur’an Menjadikan Sebab-Sebab Ketenangan Hati dan Bertambahnya Iman… 

Kaidah Ke 13 : Dihilangkannya Obyek Yang Berhubungan Dengan Sebuah Lafadz…

Kaidah Ke 12 : Ayat-Ayat Yang Tampaknya Saling Bertentangan Dibawa Kepada Keadaannya Masing-Masing…

Kaidah Ke 11 : Memperhatikan Lafadz-Lafadz..

Kaidah Ke 10 : Cara Mendakwahi Orang-Orang Kafir…

Kaidah Ke 9 : Cara Perintah Kepada Kaum Mukminin Untuk Kepada Hukum Syar’at…

Kaidah Ke 8 : Penetapan Hari Kebangkitan…

Kaidah Ke 7 : Cara Penetapan Kenabian…

Kaidah Ke 6 : Tata Cara Al Qur’an Dalam Menetapkan Tauhid…

Kaidah Ke 5 : Kata Tunggal Yang Diidhofahkan…

Kaidah Ke 4 : Kata Yang Berbentuk Nakiroh…

Kaidah Ke 3 : Alif Lam..

Kaidah Ke 2 : Keumuman Lafadz Bukan Kekhususan Sebab…

Kaidah Ke 1 : Tata Cara Talaqqi Al Qur’an…

 

 

 

Kaidah Memahami Al Qur’an Ke 23 : Perintah Untuk Menjaga Batasan-Batasan Allah …

Kaidah-kaidah memahami Al Qur’an yang diambil dari kitab Qowa’idul Hisaan yang ditulis oleh Syaikh Abdurrohman As Sa’diy.

Kaidah ke 23 :

Kita diperintahkan untuk menjaga batasan batasan Allah dan dilarang mendekatinya apalagi melanggarnya.

Allah Ta’ala berfirman:
تلك حدود الله فلا تعتدوها

“Itulah batasan batasan Allah, maka janganlah kamu melampauinya.” (2:229)

Allah juga berfirman:
تلك حدود الله فلا تقربوها

“Itulah batasan batasan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya.” (2:187)

Batasan batasan Allah itu berupa syariat syariat yang diperintahkan untuk melakukannya. Dan keharaman keharaman yang harus ditinggalkan.

Kewajiban hamba adalah mengenal batasan batasan Allah dalam perintah dan laranganNya. Oleh karena itu Allah memuji orang yang mengenal batasan batasanNya. Dan mencela orang yang tidak mau tahu tentang batasan batasan apa yang Allah turunkan kepada rosulNya.

Contohnya kita berusaha untuk mengetahui tentang batasan batasan Allah dalam pernikahan, talaq, khulu demikian juga mengetahui batasan dalam pembagian ilmu warits. Batasan batasan dalam menggunakan harta anak yatim sebagaimana firman Allah:

ولا تقربوا مال اليتيم إلا بالتي هي أحسن

“Janganlah mendekati harta anak yatim kecuali dengan sesuatu yang lebih baik.” (Al isroo:34)

Maka berbahagialah hamba yang mau mengenal batasan batasan Allah. Karena pokok keburukan adalah kebodohan tentang batasan batasan syari’atNya.

Badru Salam, حفظه الله

Kaidah Ke 22 : Membimbing Sikap Tawasuth (Pertengahan) dan Mencela Sikap Meremehkan dan Ghuluw…

KAIDAH MEMAHAMI Al QUR’AN – Daftar Isi LENGKAP

Menebar Cahaya Sunnah