Category Archives: Hadits

Keutamaan Tauhid Dan Menjauhi Kesyirikan

Sahabat Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu berkata, aku mendengar Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman,

يا ابنَ آدمَ إنَّكَ ما دعوتَني ورجوتَني غفَرتُ لَكَ على ما كانَ فيكَ ولا أبالي، يا ابنَ آدمَ لو بلغت ذنوبُكَ عَنانَ السَّماءِ ثمَّ استغفرتَني غفرتُ لَكَ، ولا أبالي، يا ابنَ آدمَ إنَّكَ لو أتيتَني بقرابِ الأرضِ خطايا ثمَّ لقيتَني لا تشرِكُ بي شيئًا لأتيتُكَ بقرابِها مغفرةً

Wahai anak Adam .. selagi engkau terus berdo’a dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni dosamu dan Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dosamu).

Wahai anak Adam .. walaupun dosamu setinggi langit, apabila engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan memberikan ampunan kepadamu.

Wahai anak Adam .. jika engkau menemui-Ku dengan membawa dosa seisi bumi, namun engkau tiada menyekutukan-Ku dengan suatu apapun, niscaya Aku akan datang kepadamu dengan (memberi) ampunan sepenuh bumi pula.

(HR. At-Tirmidzi no. 3540, dinilai shohih oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih Sunan At-Tirmidzi no. 3540)

Sahabat Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata,

ليغفرن الله يوم القيامة مغفرة لم تخطر على قلب بشر

Sungguh pada hari kiamat kelak, Allah Subhaanahu wa Ta’ala akan memberikan ampunan yang tidak pernah terbersit di dalam hati seorang pun.

(Mausuah Ibnu Abid Dunya 1/87)

Jangan Membuang Sampah Di Jalanan

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

عَنْ أَبِـيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللّٰـهِ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كُلُّ سُلَامَـى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ : تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ ، وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِـيْ دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا ، أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ ، وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ ، وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَـمْشِيْهَا إِلَـى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ ، وَتُـمِيْطُ اْلأَذَىٰ عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ. (رَوَاهُ الْـبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ)

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

Setiap persendian manusia wajib bersedekah pada setiap hari di mana matahari terbit di dalamnya :

– engkau berlaku adil kepada dua orang (yang bertikai/berselisih) adalah sedekah,

– engkau membantu seseorang naik ke atas hewan tunggangannya atau engkau menaikkan barang bawaannya ke atas hewan tunggangannya adalah sedekah,

– ucapan yang baik adalah sedekah,

– setiap langkah yang engkau jalankan menuju (ke masjid) untuk sholat adalah sedekah, dan

– engkau menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah.

(HR. Al Bukhari dan Muslim)

● Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Apabila menyingkirkan gangguan dari jalan merupakan sebuah sedekah, maka membuat gangguan di jalan merupakan suatu perbuatan buruk (berdosa) .. Ini termasuk mereka yang membuang sampah di jalanan..”

(Syarah Riyadhus Sholihiin 3/37)

Tanda Kebaikan Seorang Hamba

Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata,

“Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ

“Apabila Allah Ta’ala menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah Ta’ala akan menggunakannya..”

Lalu ditanyakan kepada beliau,

كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟

“Bagaimanakah Allah Ta’ala menggunakannya wahai Rosulullah..?”

Beliau menjawab,

يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ الْمَوْتِ

“Allah Ta’ala akan memberikannya taufiq untuk beramal sholeh sebelum kematian mendatanginya..”

(HR. At Tirmidzi no. 2142, Ibnu Hibban no. 341)

Mengupas Makna Dzikir Dzikir Setelah Sholat Fardhu

MENGUPAS MAKNA DZIKIR-DZIKIR SETELAH SHOLAT FARDHU

simak (audio) penjelasan Ustadz Dr. Firanda Andirja MA, Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, MA, dan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, hafizhohumullah berikut ini :

ISTIGHFAR : https://bbg-alilmu.com/archives/28587

KALIMAT TAUHID KE 1 :
https://bbg-alilmu.com/archives/28593

KALIMAT TAUHID KE 2 :
https://bbg-alilmu.com/archives/28597

DZIKIR TASBIH, TAHMID & TAKBIR — Cara Ke 1
https://bbg-alilmu.com/archives/28641

DZIKIR TASBIH, TAHMID & TAKBIR — Cara Ke 2
https://bbg-alilmu.com/archives/28647

DZIKIR TASBIH, TAHMID & TAKBIR — Cara Ke 3
https://bbg-alilmu.com/archives/28667

DZIKIR YANG DIBACA 10 KALI – KHUSUS SETELAH SHOLAT MAGHRIB DAN SHUBUH SEBELUM BERPALING & SEBELUM MERUBAH POSISI DUDUK TASYAHUD AKHIR
https://bbg-alilmu.com/archives/61362

AYAT KURSI & SURAT AL IKHLAS, AL FALAQ DAN AN NAAS
https://bbg-alilmu.com/archives/67694

=====

Silahkan download dan share pdf panduan ringkas dzikir setelah sholat fardhu :

E-BOOK (PDF) DZIKIR SETELAH SHOLAT FARDHU
https://t.me/bbg_alilmu/20053 atau https://tinyurl.com/sx7z9z4s

Suami Dan Istri Saling Mendo’akan Kebaikan


salah satu bentuk syukur seorang istri kepada suaminya adalah dengan senantiasa mendo’akan kebaikan untuk sang suami, dan mengucapkan do’a kebaikan : ‘jazaakallahu khoyron’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) atas segala macam bentuk perhatian, nafkah, nasihat yang diberikan oleh suami kepada istri tercintanya.

dan jawaban suami atas do’a tsb adalah dengan senantiasa mendo’akan kebaikan bagi sang istri, serta menjawab do’a sang istri tercinta : ‘wa jazaakillahu khoyron’ (dan semoga Allah membalasmu dengan kebaikan).

subhaanallah, suami dan istri saling mendo’akan kebaikan .. semoga Allah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya kepada keduanya, dan mempertemukan kembali keduanya di surga-Nya kelak, aamiin.

Orang Beriman Pasti Diuji

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

الٓمٓ ١ أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ ٢ وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَٰذِبِينَ ٣

“Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan untuk mengatakan, ‘Kami telah beriman’ sedang mereka tidak diuji lagi..?! Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta..” (al-Ankabut: 1—3)

Saad bin Abi Waqqash rodhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam,

يَا رَسُولَ اللهِ، أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً؟

“Wahai Rosulullah, siapakah orang yang paling berat ujiannya..?”

قَالَ: اْلأَنْبِيَاءُ ثُمَّ اْلأَمْثَلُ فَاْلأَمْثَلُ، فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ، وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى اْلأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

Beliau menjawab, “Orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian yang semisalnya dan yang semisalnya.

Seseorang diuji sesuai dengan kadar keimanannya, kalau kuat imannya maka semakin keras ujiannya, kalau lemah imannya maka diuji sesuai dengan kadar imannya.

Maka senantiasa seorang hamba diuji oleh Allah sehingga dia dibiarkan berjalan di atas permukaan bumi tanpa memiliki dosa..”

(HR. at-Tirmidzi no. 2398, dinilai shohih oleh al-Albani dalam ash-Shohihah no. 143)

Diantara Penyebab Allah Turunkan Suatu Musibah Pada Diri Seorang Hamba

Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wasallam bersabda,

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا سَبَقَتْ لَهُ مِنْ اللَّهِ مَنْزِلَةٌ لَمْ يَبْلُغْهَا بِعَمَلِهِ ابْتَلَاهُ اللَّهُ فِي جَسَدِهِ أَوْ فِي مَالِهِ أَوْ فِي وَلَدِهِ ثُمَّ صَبَّرَهُ عَلَى ذَلِكَ حَتَّى يُبْلِغَهُ الْمَنْزِلَةَ الَّتِي سَبَقَتْ لَهُ مِنْ اللَّهِ تَعَالَى

“Sesungguhnya seorang hamba jika telah ditentukan untuknya derajat (yang tinggi) namun amalnya tidak mencapainya, maka Allah akan timpakan padanya musibah pada :
– dirinya,
– hartanya atau
– pada anaknya,
kemudian Allah jadikan dia bisa bersabar atas musibah tersebut sehingga dengan sebab tersebut Allah sampaikan ia pada derajat yang telah Allah tetapkan untuknya..”

(HR. Abu Daud no. 2686)

Musibah bukan hanya untuk menggugurkan dosa..
Tidak juga selamanya menunjukkan pelakunya banyak dosa..

Namun terkadang karena amalnya yang kurang..
Sementara Allah telah menentukan derajat yang tinggi untuknya..
Maka Allah pun terus mengujinya hingga sampai kepada derajat tersebut..

Maka pujilah Allah saat ditimpa musibah..
Karena Dia tidak pernah menzalimi hamba-Nya..

✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Keutamaan Tersenyum Ketika Bertemu Dengan Seorang Muslim

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda ,

” تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ “

“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah bernilai sedekah bagimu..”

(HR. At Tirmidzi no. 1956 – dinyatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Ash Shohihah no. 572)

● Imam Ibnu Batthol rohimahullahu ta’ala berkata,

Sesungguhnya berjumpa dengan saudaramu yang beriman dengan wajah yang ceria lagi tersenyum, ini merupakan salah satu dari akhlaknya Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam.

Dan ini juga menghilangkan sifat sombong dihati dan dapat menumbuhkan sifat kasih sayang.

(Syarah Shohih Bukhari 5/193)

Tata Cara Sholat Istikhoroh

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :


TATA CARA SHALAT ISTIKHOROH

1. Istikhoroh dilakukan ketika seseorang bertekad untuk melakukan satu hal tertentu, bukan sebatas lintasan batin. Kemudian dia pasrahkan kepada Allah.

2. Bersuci, baik wudhu atau tayammum.

3. Melaksanakan sholat dua roka’at. Sholat sunnah dua roka’at ini bebas, tidak harus sholat khusus. Bisa juga berupa sholat rawatib, sholat tahiyatul masjid, sholat dhuha, dll, yang penting dua roka’at.

4. Tidak ada bacaan surat khusus ketika sholat. Artinya cukup membaca Al-Fatihah (ini wajib) dan surat atau ayat yang dihafal.

5. Berdo’a (dengan do’a diatas) setelah salam dan dianjurkan mengangkat tangan. Misalnya: bekerja di perusahaan A atau menikah dengan B atau berangkat ke kota C, dst.

6. Melakukan apa yang menjadi tekadnya. Jika menjumpai halangan, berarti itu isyarat bahwa Allah tidak menginginkan hal itu terjadi pada anda.

7. Apapun hasil akhir setelah istikhoroh, itulah yang terbaik bagi kita. Meskipun bisa jadi tidak sesuai dengan harapan sebelumnya. Karena itu, kita harus berusaha ridho dan lapang dada dengan pilihan Allah untuk kita. Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan dalam do’a di atas, dengan menyatakan, [ ثُمَّ أَرْضِنِى] “kemudian jadikanlah aku ridho dengannya..” maksudnya adalah ridho dengan pilihan-Mu ya Allah, meskipun tidak sesuai keinginanku.

Allaahu a’lam

ref : konsultasisyariah.com

ARTIKEL TERKAIT
KESALAH PAHAMAN YANG TERJADI DI MASYARAKAT BERKAITAN DENGAN SHOLAT ISTIKHOROH