KITAB FIQIH – Apabila Tempatnya Imam Lebih Tinggi Daripada Tempat Makmum…

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Imam Berpaling Dari Kanan dan Kiri Saat Hendak Menghadap Ke Makmum…  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan fiqihnya…

⚉  APABILA IMAM TEMPATNYA LEBIH TINGGI DARIPADA TEMPAT MAKMUM (ATAU SEBALIKNYA).

Dari Abu Mas’ud al Anshori, ia berkata,

“Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam melarang seorang imam berdiri ditempat yang lebih tinggi sementara makmum berada dibawahnya.”
[HR Ad Daruquthni dan dihasankan oleh Syaikh Albani rohimahullah]

Dari Hammam bahwasanya, Khuzaifah pernah mengimami manusia diatas sesuatu (diatas bangunan), lalu Abu Mas’ud menarik gamis Khuzaifah setelah selesai sholat ia berkata, ‘apakah kamu tidak tahu bahwasanya mereka dilarang dari hal ini ?’ Kata Khuzaifah, ‘benar, aku ingat ketika engkau tadi menarikku.’
[HR. Imam As Syafi’i dalam Al Umm dan Abu Daud dan di shohihkan oleh Syaikh Albani rohimahullah]

Namun apabila imam ada maslahat untuk berada lebih tinggi daripada makmum yaitu untuk mengajarkan tentang tatacara sholat, maka ini boleh.

Sebagaimana dalam hadits Abu Hazim bin Dinar,

bahwasanya orang-orang datang pada Sahal bin Sa’ad as Sa’idi. sementara mereka sedang berdebat/berselisih tentang mimbar Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam itu terbuat dari apa (artinya kayunya terbuat dari kayu apa).

Lalu kemudian Sahal bin Sa’ad as Sa’idi berkata, ‘demi Allah aku mengetahui terbuat dari kayu apa ia, sungguh aku melihat dihari pertama diletakkan mimbar dan dihari pertama Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam duduk diatasnya.’ Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam mengirim kepada fulana (seorang wanita yang disebut Sahal namanya) dimana beliau bersabda, ‘perintahkan tukangmu (tukang kayu) untuk membuatkan aku mimbar yang aku bisa duduk diatasnya apa bila aku berbicara kepada manusia,’ maka wanita itu memerintahkannya lalu iapun membuatnya dari kayu-kayu hutan (pepohonan hutan) lalu ia datang membawanya dan wanita itupun mengirimkannya kepada Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam kemudian Rosulullah pun memerintahkan supaya mimbar itu diletakan, kemudian aku melihat Rasulullah shollallahu ‘alayhi wasallam sholat diatasnya (diatas mimbar), beliau bertakbir diatas mimbar, kemudian ruku’ diatas mimbar, kemudian beliau turun sambil mundur kemudian sujud dibawah mimbar kemudian kembali lagi keatas mimbar, kemudian setelah selesai sholat Rosulullah menghadap kepada manusia dan bersabda, ‘wahai manusia sesungguhnya aku melakukan ini agar kalian mengikutiku dan mempelajari sholatku.’  [HR Bukhari dan Muslim]

Syaikh Albani rohimahullah, ia berkata dalam kitab Tamaamul Minna, ketika membantah orang yang mengatakan boleh imam berada ditempat yang lebih tinggi secara mutlak dengan berdasarkan atsar-atsar sebagian sahabat dan tabi’in kata beliau, ‘akan tetapi atsar-atsar itu bertabrakan dengan atsar-atsar lain dari Umar, Asya’bi serta Ibrohim An Nakho’i, diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dan Abdur Rozzaq, bahwasanya keduanya /mereka melarang hal tsb, yaitu imam berada diatas makmum.’

Ini menunjukkan bahwa para sahabat atau salaffush-sholih berbeda pendapat tentang bolehkah imam berada lebih tinggi kedudukkannya daripada makmum, namun yang rojih karena telah ada hadits-hadits yang shohih dari Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam yang melarangnya maka itu tidak dibolehkan kecuali kalau ada hajat untuk mengajarkan sholat.
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…

Yang Paling Berjasa

Sehebat apapun anda…
Sekuat apapun anda…
Setinggi apapun jabatan anda…
Setenar apapun anda…
Sekaya apapun anda…

Ingatlah – ba’dallah – ada yang paling berjasa bagi anda…
Dia yang sering mengingat anda yang mungkin anda lupa…
Dia yang merindukan kehadiran anda yang mungkin anda tidak tidak menyadarinya…

Robb kita mewasiatkan untuk berbuat baik kepadanya…
Dia sedang menunggu anda, ya sedang menunggu…
Dialah Ibumu… ya Ibumu…
Tanggalkan seluruh keangkuhan…
Datangilah ia, raihlah surga Allah dengan perantaraannya…
Patahkan kayu kesibukan yang selalu menghalangi anda untuk bertemu melihat wajahnya, lihatlah dia semakin tua, dan semakin lemah, sampai kapan anda sibuk…

Datangilah sebelum terlambat…
Berbaktilah sebelum menyesal, dengan penyesalan yang tidak berujung…
Dalam berbakti ada kebahagiaan…
Durhaka menimbulkan kesengsaraan dan kehinaan…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi Lc, حفظه الله تعالى.

* kata ba’dallah meliputi sesudah Allah dan Rosul-Nya.

da2803162032

Diantara Sebab Kekalahan…

Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafizhahullahu Ta’ala berkata :

“Jika kaum Muslimin melalaikan jihad melawan diri sendiri, mereka tidak akan mampu jihad melawan musuh-musuh mereka, sehingga dengan sebab itu terjadi kemenangan musuh terhadap mereka.”

[Khuthab wa Mawa’izh min Hajjatil-Wada halaman 53]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Sifat Orang Mulia Dan Hina

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

===============

Bila Apa yang Kau Tuliskan Dicela…

Sobat..
Tak perlu begitu sedih ketika apa yang kau tulis dan share didustakan orang, dilecehkan maupun dikomentari miring…
Itu hak mereka…
Nabi saja tidak lepas dari celaan dan kecaman…
Apalagi dirimu…

Jika takut dengan komentar dan celaan, lebih baik tak masuk ke dalam dunia maya, karena jejaring sosial bagaikan jalan raya yang dilintasi semua kendaraan, semua orang dengan segala macam kepentingan.

Jangan pernah berharap semua orang akan memberikan kata “like” dengan apa yang kau goreskan… itu mustahil…

Lebih penting dari itu adalah memperbaiki niatmu, untuk apa dan untuk siapakah engkau menulis dan menshare…
Sekiranya hanya untuk menunjukkan bahwa engkau hebat, engkau berilmu, maka urungkan niatmu…

Sekiranya tujuannya hanyalah mengumpulkan sebanyak-banyaknya folower dan menyeru manusia kepada dirimu, maka mundurlah dan batalkan keinginanmu…

Setelah niatmu benar…
Selanjutnya lihat dan perhatikan dengan baik konten yang kau tulis, jangan sampai apa yang kau tulis menyelisihi apa yang tertera dalam Quran dan Sunnah Nabimu, pilihlah bahasa yang santun, hindari penyebutan nama, institusi sekiranya mendatangkan kemudaratan yang lebih besar…

Setelah itu berserahlah pada Allah, semoga saja satu dua orang bisa mendapat petunjuk karenamu akan lebih berharga dari unta merah bahkan dunia seisinya…

Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/abufairuzcom/

Menentang Kebenaran Karena…

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata:

فإن الإنسان قد يعرف أن الحق مع غيره، ومع هذا يجحد ذلك: لحسده إياه، أو لطلب علوه عليه، أو لهوى النفس. ويحمله ذلك الهوى على: أن يعتدي عليه، ويرد ما يقول بكل طريق وهو في قلبه يعلم أن الحق معه.

“Sungguh terkadang seseorang mengetahui bahwa kebenaran ada pada orang lain, bersamaan dengan itu ia menentang kebenaran itu karena ia hasad kepada orang tersebut, atau ingin lebih tinggi darinya, atau karena hawa nafsunya.

Sehingga, hawa nafsu tersebut menyebabkannya berbuat zalim kepada orang tersebut dan menolak semua ucapannya dengan segala cara. Padahal di dalam hatinya, ia mengetahui bahwa kebenaran bersama orang tersebut.”

[Majmu’ Fatawaa, juz 7, hlm. 191]

Hakekat Kehidupan Kita

Jibril ‘alaihis salam berkata kepada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam:

‏يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئتَ فإنَّكَ مَيِّتٌ، وأحْبِبْ مَنْ شِئتَ فإنَّكَ مُفارِقُهُ،
واعْمَلْ مَا شِئتَ فإنَّكَ ﻣَﺠْﺰِﻱٌّ ﺑِﻪِ.

“Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, namun sungguh engkau pasti akan mati,
cintailah siapa saja yang engkau inginkan, namun sungguh engkau pasti akan berpisah dengannya, dan
berbuatlah semaumu, namun sungguh engkau pasti akan diberi balasan yang setimpal dengannya.”

[Silsilah ash-Shohihah, no. 831]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Mengenal Hizbi…

Mengenal Hizbi, agar tidak gagal paham.

Syeikh Rabi’ Al Madkhaly berkata: 
“Setiap orang yang menyelisihi metodologi Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan keteladanannya makania dianggap sebagai kelompok sesat.

Status hizbiyah itu bisa terjadi tanpa ada kriteria / persyaratan tertentu. Buktinya Allah menyebut ummat ummat terdahulu dengan sebutan ahzab (jama’ dari kata hizeb).

Sebagaimana Allah juga menyebut Quraisy sebagai ahzab, yaitu ketika mereka berkumpul dan kemudian ada kelompok/kabilah lain yang bergabung dengan mereka.

Mereka tidak memiliki organisasi atau unsur suatu organisasi lainnya.

Pendek kata, tidak dipersyaratkan berorganisasi untuk bisa dianggap sebagai hizbi . Namun bila hizeb itu terorganisir maka tentu itu semakin buruk.

FANATISME KEPADA SATU PEMIKIRAN/pendapat yang terbukti menyimpang dari Al Kitab dan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Membangun loyalitas dan permusuhan di atas pemikiran tersebut, INILAH YANG DISEBUT TAHAZZUB / hizbiyah ( fanatisme ).

Hizbiyah seperti ini, walaupun tidak terorganisir , menetapi pemikiran yang menyimpang, memobilisasi masa untuk mengikuti pemikiran tersebut, maka inilah yang disebut hizby. Baik terorganisir atau tidak terorganisir.

Selama bersatu di atas pemikiran seseorang yang terbukti menyelisihi al Kitab dan As Sunnah.”

http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=31&id=662

Jadi hizbi itu tidak sekedar berkelompok atau berorganisasi, sendirianpun bisa jadi hizby, bila fanatisme itu dipelihara.

Semoga mencerahkan.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى.

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Larangan Menerima Perkataan Orang Yang Mengadu Domba

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

===============

Menebar Cahaya Sunnah