KAIDAH DALAM AT-TAKFIIR – Hakikat Iman Menurut Murji’ah

Dari kitab yang berjudul At Takfiir wa Dhowabithhu, tentang Kaidah-Kaidah Dalam Pengkafiran, ditulis oleh Syaikh DR. Ibrahim ar-Ruhaili, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Hakikat Iman Menurut Ahlussunnah wal Jama’ah #2) bisa di baca di SINI

=======
.
🌿 Hakikat Iman Menurut Murji’ah 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah..

Kita lanjutkan kitab At Takfiir wa Dhowabithhu..

⚉ Kata Beliau (penulis kitab), “dan diantara mahzab Ahlussunnah tentang masalah iman yaitu boleh memberikan pengecualian padanya. Itu dengan mengatakan (ana) “saya mukmin in-syaa Allah”

apabila ada orang yang bertanya tentang itu, apakah kamu mukmin ? Kemudian kita katakan, “saya mukmin in-syaa Allah”
Maksudnya “in-syaa Allah” disini bukan karena ragu, tapi karena kita tidak mengaku-ngaku bahwa iman kita sudah sempurna.

⚉ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

‎وأما مذهب السلف أصحاب الحديث ، كابن مسعو دوأصحابه ، والثوري ، وابن عيينة ، وأكثر علما ء الكوفة ، ويحيى بن سعيد القطان فيما ير و يه عن علماء أهل البصرة ، وأحمد بن حنبل ، وغيره من أئمة أهل السنة ، فكانوا يستثنو ن في اﻹيما ن وهذا متوا تر عنهم

“Keyakinan as-salaf ashhaabul hadits, seperti Ibnu Mas’ud dan para muridnya, juga keyakinan Sufyan ats-Tsauri, Sufyan bin Uyaynah dan kebanyakan Ulama Kuffah, Yahya bin Said Alkhoththon juga dari Ulama Bashroh Ahmad bin Hambal dan yang lainnya dari para Ulama Ahlussunnah, mereka memberikan istitsnaa’ (ucapan in-syaa Allah)
dalam iman, dan ini mutawatir dari mereka.

‎لكن ليس في هؤلا ء من قال : أنا أستثني لأ جل الموا فاة ، وأن اﻹيمان هو اسم لما يوا في به العبد ربه ، بل صرح أئمة هؤ لا ء بأ ن الا ستثنا ء إنما هو لأن اﻹيما ن يتضمن فعل الوا جبات فلا يثهدون لأ نفسهم بذلك

Akan tetapi tidak ada seorangpun diantara mereka yang mengatakan, bahwa “saya mukmin in-syaa Allah” karena merasa ragu, akan tetapi, “saya mengatakan mukmin in-syaa Allah” karena iman itu mengandung kewajiban-kewajiban dan saya tidak menyaksikan terhadap diri saya bahwa saya sudah melaksanakan semuanya, saya sudah sempurna imannya” (dalam Majmu Fatawa jilid 7/hal 439).

➡️ Inilah keyakinan Ahlussunnah wal Jama’ah secara global tentang iman.

⚉ Kita bahas keyakinan murji’ah tentang iman.

Orang-orang murji’ah mempunyai keyakinan bahwa amal tidak termasuk iman, dan bahwasanya iman itu tidak terbagi-bagi, iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang, akan tetapi ia sesuatu yang satu, tidak terbagi-bagi dan tidak bertambah dan tidak berkurang.

Ini adalah merupakan pokok daripada mahzab mereka.
Karena mereka disebut murji’ah dari kata,

أرجأ – ير جئ

Artinya, “mengakhirkan amal dari iman”

Kemudian orang-orang murji’ah itu terbagi menjadi 3 kelompok.

1⃣ Kelompok Jahmiyyah
Mereka mengatakan bahwa iman itu sebatas pengetahuan atau keyakinan dengan hati saja. Adapun ucapan dengan lisan dan amalan dengan anggota badan tidak termasuk iman.

Mereka menganggap yang penting YAKIN walaupun tidak bersyahadat LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMAD ROSUULULLAH, walaupun tidak beramal, tidak sholat dan yang lainnya.. dianggap mukmin yang sempurna… na’uudzubillah.

2⃣ Kelompok al-Karromiyyah
Mereka mengatakan iman itu ucapan lisan saja, bukan pembenaran dengan hati.. yang penting seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat walaupun hatinya kafir tetap disebut sebagai iman, mukmin yang sempurna.

Sehingga konsekuensinya tentunya orang munafik menurut mereka mukmin… na’uudzubillah.

3️⃣ Kelompok Murji’atul Fuqoha
Yang mengatakan iman itu pembenaran dengan hati, ucapan dengan lisan.

Dan mereka mengingkari iman itu berderajat bertingkat-tingkat dan mereka mengingkari juga bahwa amal itu termasuk iman, mereka juga mengharamkan mengucapkan “saya mukmin in-syaa Allah”.
Ini adalah pendapat Abu Hanifa, demikian pula Ahmad bin Abi Sulaiman daripada Fuqoha Kuffah, dan semua ini adalah pendapat yang bathil.

➡️ Maka inilah keyakinan kaum murji’ah didalam masalah iman secara global.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.

Dari kitab yang berjudul At Takfiir wa Dhowabithhu, tentang Kaidah-Kaidah Dalam Pengkafiran, ditulis oleh Syaikh DR. Ibrahim ar-Ruhaili, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

.
Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – At Takfiir wa Dhowabithhu – Kaidah-Kaidah Dalam Pengkafiran
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Haqiiqotul Bid’ah wa AhkaamuhaaHakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

AL FAWAID AL ILMIYYAH GROUP

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.