Dimanakah Kita..?

Setan akan berusaha bagaimana supaya si hamba lupa kepada kehidupan akhirat.

Oleh karena itu sebagian ulama ketika menafsirkan firman Allah tentang janji iblis –la‘anahullah-. Dimana iblis berkata:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ‎﴿١٦﴾‏ ثُمَّ لَآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ ‎﴿١٧﴾

“Iblis berkata, ‘Karena Engkau telah menyesatkan diriku, aku akan menggoda hamba-hambaMu dari jalanMu yang lurus. Kemudian aku akan datangi mereka dari arah depannya, belakangnya, kanan dan kirinya. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur..’ (QS. Al-A’rof: 16-17)

Sebagian ulama mengatakan makna “dari arah depannya”  yaitu dijadikan ia cinta dunia dan lupa kepada kehidupan akhiratnya. Sehingga kemudian ia pun tidak bersiap untuk akhirat dan kematiannya. Ia terkena godaan iblis la‘anahullah.

Maka dimanakah kita, saudaraku..?

Akankah terus habis waktu kita hanya untuk memikirkan dunia..? Kapankah kita mau mengingat Allah dan kehidupan akhirat..? Belumkah saatnya kita kembali kepada Allah..? Allah mengatakan:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ…

“Belumkah saatnya untuk orang-orang yang beriman agar hati mereka menjadi khusyuk dengan mengingat Allah ‘Azza wa Jalla..?” (QS. Al-Hadid: 16)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ref : https://www.radiorodja.com/50797-khutbah-jumat-mengingat-kehidupan-akhirat/

 

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.