
Category Archives: BBG Kajian
Tuntas Tentang Makan dan Minum Sambil Berdiri…
Simak penjelasan Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
Sembilan Adab Hutang Piutang – Wajib Dibaca…
1. Jangan pernah tidak mencatat hutang piutang.
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan hutang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya..” (QS Al Baqarah 282)
2. Jangan pernah berniat tidak melunasi hutang.
“Siapa saja yang berhutang, sedang ia berniat tidak melunasi hutangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang PENCURI..” (HR. Ibnu Majah, hasan shohih).
“Siapa yang berhutang dan berniat tidak membayarnya, maka Allah akan membinasakannya.” (HR. Bukhari)
3. Punya rasa takut jika tidak bayar hutang, karena sebab tidak diampuni dan tidak masuk syurga.
“Semua dosa orang yang mati syahid diampuni KECUALI hutang.” (HR.Muslim)
4. Jangan merasa tenang kalo masih punya hutang.
“Barangsiapa mati dan masih berhutang satu dinar atau dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena disana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah, Shohih)
5. Jangan pernah menunda-nunda membayar hutang.
“Menunda-nunda (bayar hutang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah ke-Zholiman..”
(HR. Bukhari dan Muslim)
6. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar hutang.
“Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran hutang..” (HR Bukhari dan Abu Daud)
7. Jangan pernah mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran hutang.
“Allah ‘Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi hutang..” (HR. Ahmad, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah)
8. Jangan pernah meremehkan hutang walaupun sedikit.
“Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada hutangnya hingga hutangnya dibayarkan..”
(HR. Ahmad, at-Tirmidzi)
9. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang menghutangi.
“Sesungguhnya, apabila seseorang berhutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkari..” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan yang paling penting..
JANGAN PERNAH… LUPA BAYAR..!!
Ustadz Abu Shalih Fauzan Abdullah ST MA, حفظه الله تعالى
da2311131053
Diantara Tanda Kebahagiaan…
Berkata Al-Imam Asy-Syatibi rohimahullah :
من علامات السعادة على العبد :
❶ – تيسير الطاعة عليه.
❷ – وموافقة السنة في أفعاله.
❸ – وصحبته لأهل الصلاح.
❹ – وحسن أخلاقه مع إخوانه.
❺ – وبذل معروفه للخلق.
➏ – واهتمامه للمسلمين.
➐ – ومراعاته لأوقاته.
Diantara tanda-tanda kebahagiaan seorang hamba :
⚉ Kemudahan dalam melakukan keta’atan.
⚉ Amal perbuatannya yang sesuai sunnah.
⚉ Berteman dengan orang yang sholeh.
⚉ Akhlak yang baik terhadap saudaranya.
⚉ Mencurahkan kebaikan/manfa’at kepada makhluk.
⚉ Perhatiannya terhadap kaum muslimin.
⚉ Penjagaannya terhadap waktu.
Al-I’tishom : 2/152.
Ustadz Fachruddin Nu’man MA, حفظه الله تعالى
KITAB FIQIH – Apakah Sujud Tilawah Harus Dalam Keadaan Berwudhu..?
Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Keutamaan Sujud Tilawah… bisa di baca di SINI
=======
⚉ Apakah disyaratkan dalam sujud tilawah harus diatas kesucian/ berwudhu sebagaimana halnya sholat ?
Dalam Shohih Bukhori disebutkan secara mu’alaq bahwa Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhumaa sujud dengan tanpa/diatas wudhu, ini pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Hazm rohimahullah dalam kitabnya Al Muhala’ dimana ia mengatakan : “Dan sujud tilawah di syari’atkan baik dalam sholat fardhu maupun sholat sunnah, baik dalam sholat maupun diluar sholat, baik diatas wudhu maupun tidak diatas wudhu.”
Dan Ibnu Taimiyah rohimahullah juga menyebutkan dalam kitabnya Al Ikhtyaarod nya hal-60 bahwa : “Sujud tilawah itu tidak sama dengan sholat, sehingga tidak di syaratkan padanya syarat-syarat sholat, maka boleh walaupun tidak diatas kesucian.”
Imam Asy Syaukani rohimahullah juga berkata ; “tidak ada satupun dalam hadits-hadits mengenai sujud tilawah yang menunjukkan bahwa orang yang sujud tilawah harus dalam keadaan berwudhu.”
Dan inilah pendapat yang paling rojih bahwa : Sujud tilawah, tidak disyaratkan harus diatas kesucian apabila itu diluar sholat.
⚉ Apakah disyari’atkan takbir untuk sujud tilawah apabila itu diluar sholat ?
Yang rojih: Tidak di syaratkan takbir dan tidak di haruskan, adapun di dalam sholat maka yang shohih tetap di syariatkan untuk takbir.
⚉ Ketika sujud tilawah apakah ada bacaan khusus ?
Ada satu hadits yang diikhtilafkan apakah ia shohih atau dho’if ;
سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ
“Wajahku bersujud pada Dzat Yang menciptakannya, serta membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya serta kekuatan-Nya.”
Di shohihkan oleh Syaikh Albani Rohimahullah namun kebanyakan ulama mendho’ifkan hadits ini.
Ada juga do’a :
“اَللّهُمَّ احْطِطْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا، وَاكْتُبْ لِي بِهَا أَجْرًا، وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا.”
“Ya Allah, hapuslah dosaku dengannya. Catatlah ia sebagai pahalaku. Dan jadikanlah ia simpananku di sisi-Mu.”
Ini juga yang di shohihkan oleh Syaikh Albani Rohimahullah, dan banyak ulama juga mendho’ifkan, sehingga sebagian ulama mengatakan bahwa sujud tilawah cukup membaca seperti apa yang dibaca dalam sujud kita.
⚉ Apakah orang yang mendengarkan bacaan orang sedang membaca disyari’atkan juga untuk sujud ?
Ini mengikuti keadaan orang yang membacanya, apabila yang membacanya sujud maka kita sujud, apabila yang membacanya tidak sujud maka kita tidak ikut sujud.
Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhu ia berkata, “adalah Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam membacakannya kepada kami surat yang didalamnya ada sujud tilawah, lalu beliaupun sujud kamipun sujud.” HR Bukhari dan Muslim
Dalam sholat jahriah (yang keras), disyari’atkan untuk imam demikian pula untuk orang yang sholat sendirian untuk sujud ketika melewati ayat sajdah.
Dan apabila imam sujud maka ma’mum wajib untuk mengikuti imam tersebut.
Disebutkan didalam hadits Abu Roofi’ rodhiyallahu ‘anhu ia berkata, Aku sholat bersama Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu sholat isya’ dan membaca surat Al Insyiqoq maka beliaupun sujud, lalu aku berkata, “apa ini ?” Kata Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu, “aku sujud dibelakang Rosullullah shollallahu ‘alayhi wasallam ketika beliau membaca surat ini, maka akupun senantiasa sujud jika membaca surat ini sampai aku meninggal dunia.”
Adapun sholat yang sirriyah (yang tidak dikeraskan) maka Imam Malik mengatakan itu makruh, dan ini adalah pendapat sebagian Hanafiyah.
Syaikh Albani Rohimahullah mengatakan : “Bahwa inilah yang Haq dan itu adalah merupakan lahiriyah pendapat Imam bin Hambal.”
.
.
Wallahu a’lam
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Apakah Harus Menutup Aurat Saat Sujud Tilawah..?
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
Kubur, BUKAN Tempat Peristirahatan Terakhir…
Kubur, BUKAN tempat peristirahatan terakhir
======================
“Salah, orang yang mengatakan tentang orang mati, bahwa dia telah pindah ke tempat tinggal terakhirnya !
Karena tempat tinggal terakhir itu surga atau neraka.
Jika seseorang benar-benar meyakini kalimat itu, tentu dia KAFIR, karena orang yang mengatakan bahwa tempat tinggal terakhir itu kuburan, berarti dia mengingkari hari ba’ats (dibangkitkannya manusia dari kubur)…
Dan sayangnya, kalimat itu telah menyebar di tengah-tengah manusia, makanya kita sering mendengarnya, baik di media cetak maupun di media lainnya, padahal ini kesalahan.”
[Syaikh ‘Utsaimin -rohimahullah- dalam kitab beliau Syarah Akidah Ahlussunnah wal Jamaa’ah, hal 394].
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
da1705161611
Kaidah Ushul Fiqih Ke 51 : Terkadang Ibadah Yang Tidak Utama Menjadi Lebih Utama Dalam Keadaan Tertentu…
Pembahasan ini merujuk kepada kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى
KAIDAH SEBELUMNYA (KE-50) bisa di baca di SINI
=======
🍀 Kaidah yang ke 51 🍀
👉🏼 Terkadang ibadah yang tidak utama menjadi lebih utama dalam keadaan tertentu.
Contohnya :
⚉ Sholat Zhuhur lebih utama di awal waktu. Tapi ketika sangat panas maka yang lebih utama diakhirkan.
⚉ Dzikir yang paling utama adalah membaca al qur’an. Tetapi ketika adzan berkumandang maka yang paling utama adalah menjawab adzan.
⚉ Di saat suatu ibadah lebih mengena di hati, maka menjadi lebih utama. Seperti ketika berdzikir lebih khusyu dan terasa di hati, maka itu lebih utama dari membaca alqur’an dalam keadaan tidak bisa khusyu.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page:
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/
.
KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP
HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-19
Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 18) bisa di baca di SINI
=======
🌿 Penghalang yang ke 19 🌿
Diantara perkara yang menghalangi seseorang dari kebenaran yaitu…
⚉ Keadaan orang yang menyampaikan kebenaran [ حال المتكلم بالحق ]
Maksudnya.. terkadang orang yang menyampaikan kebenaran itu jatuh misalnya kepada sebagian dosa besar.
Gara-gara itu, karena yang menyampaikan kebenaran ini ternyata jatuh kepada dosa besar, maka orang-orang menjadi lari darinya. Dan orang-orang itu tidak mau menerima apa yang ia sampaikan walaupun itu kebenaran.
Oleh karena itulah.. orang-orang benci kepada kebenaran.
Diantara cara mereka untuk menghalang-halangi manusia dari kebenaran, yaitu mencari-cari kesalahan orang yang menyampaikan kebenaran tersebut.
Seperti yang dilakukan oleh Fir’aun ketika di dakwahi oleh Nabi Musa ‘alaihish-sholatu wassalam kepada Tauhid, apa kata Fir’aun kepada Nabi Musa ?! Allah berfirman [QS Asyu’ara : 18-19]
أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًا وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ
وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ الَّتِي فَعَلْتَ وَأَنْتَ مِنَ الْكَافِرِينَ
“Bukankah kami sudah membesarkan kamu semenjak kecil dan kamu tinggal kepada kami pada waktu yang panjang, lalu kamu melakukan perbuatan kamu itu”
Maksudnya yaitu: Nabi Musa waktu itu pernah memukul salah satu kaumnya Fir’aun sampai mati. Maka Fir’aun pun mengingatkan hal itu, menyebutkan hal itu bahwa Nabi Musa melakukan perbuatan itu,
Allah mengatakan:
وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ الَّتِي فَعَلْتَ وَأَنْتَ مِنَ الْكَافِرِينَ
“Kalau kamu melakukan perbuatan yang kamu telah perbuat tersebut, dan kamu termasuk orang-orang kafir waktu itu.”
Disini Fir’aun sengaja menyebutkan kesalahan Nabi Musa terdahulu untuk menghalang-halangi manusia dari menerima dakwah beliau.
Persis seperti di zaman ini, dimana di zaman ini, orang-orang yang benci kepada kebenaran berusaha mencari-cari ucapan atau perkataan atau kesalahan-kesalahan seorang ustadz yang menyampaikan kepada kebenaran lalu di viralkan.
Tujuannya apa ?
Supaya membuat orang lari dari ustadz tersebut, agar orang tidak mau menerima kebenaran tersebut.
Padahal kalau kita mencari kesalahan semua orang, setiap orang pasti akan ada kesalahan.
Maka dari itulah pernah orang-orang Mesir datang kepada ‘Umar bin Khothhob rodhiyallahu ‘anhu.
Diceritakan oleh Al Hasan Al Basri rohimahullah bahwa ada orang-orang datang kepada Abdullah bin ‘Amr di Mesir dan berkata: “Kami menemukan dalam Alqur’an perkara-perkara yang di perintahkan untuk diamalkan, tapi banyak orang Islam yang tidak mengamalkan”.
Kami ingin bertemu dengan Amir al-Mu’minin, lalu kemudian orang-orang Mesir itu pergilah kepada ‘Umar, kemudian ‘Umar pun mengumpulkan mereka, kemudian ‘Umar berkata kepada mereka orang-orang mesir itu, “Aku mau tanya kalian, apakah kalian sudah membaca Alqur’an ? Seluruhnya ?”.
Kata mereka, “Sudah”
Kata ‘Umar, “Apakah kalian sudah mengamalkan semua pada diri kalian ?”
Kata mereka, “Tidak”
Kata ‘Umar, “Apakah kamu sudah mengamalkan dalam matamu, dalam lafazmu, dalam kehidupanmu sehari-hari ?” Maka mereka pun diam.”
(Kisah tersebut dikeluarkan oleh ath-Thobariy dalam kitab Jaami’ul Bayaan, dan Ibnu Katsir mengatakan sanadnya shohih.)
Maksudnya bahwa orang yang membawa kebenaran pasti tidak lepas dari kesalahan, suatu ketika ia akan jatuh kepada dosa kecil ataupun dosa besar bahkan.., tapi ketika ia berusaha untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tentu itu kebaikan buat dia, namun kemudian orang yang tidak suka, berusaha mencari kesalahan-kesalahan tersebut untuk diviralkan dengan tujuan supaya manusia lari dari pembawa kebenaran tersebut.
Allahulmusta’aan
Ini adalah salah satu tata cara iblis dan bala tentaranya menghalang-halangi manusia dari kebenaran.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/
Artikel TERKAIT :
⚉ PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil Haq – Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉ PEMBAHASAN LENGKAP – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN
Cinta Sejati Hingga Mati
Wawancara dengan seorang wanita tua di sebuah stasiun Radio.
Kisah seorang nenek yang telah hidup berumah tangga bersama suami 50 tahun penuh bahagia.
Dia ditanya rahasia kebahagiaannya selamanya 50 tahun.
*** Apakah karena pintar masak, ataukah karena cantiknya ataukah karena pandai melahirkan anak ataukah ada yang lainnya ?
Sang nenek pun bercerita, kebahagiaan hidup rumah tangga setelah Taufik dari Allah, amat bergantung pada sang istri, seorang wanita bisa menjadikan rumahnya surga atau sebaliknya.
*** Apakah harta !!
Banyak wanita yang kaya raya hidupnya menderita batin bahkan suaminya lari darinya.
*** Apakah anak sumber kebahagiaan!!
Di sana ada wanita yang melahirkan 10 anak sementara suaminya kehilangan rasa cinta bahkan mungkin menceraikannya.
Malah zaman sekarang banyak kaum wanita yang pandai membuat menu masakan istimewa sepanjang hari sedangkan suami terus mengeluh buruknya pergaulan sehari-hari.
*** Sang penyiar pun terpesona lalu bertanya, kalau memang begitu apa yang menjadi rahasia kebahagiaan Anda ?
Sang wanita tua pun menukas, Kalau suamiku marah, aku memilih diam penuh dengan hormat sambil menundukkan kepala penuh penyesalan.
Waspadalah terhadap diam tapi penuh dengan pelecehan, karena seorang laki-laki amat cerdik dalam memahami sikap itu.
*** Kemudian sang pembawa acara menyergap dengan pertanyaan, Kenapa Anda tidak keluar dari kamarmu ?
Sang wanita tua pun berkata, jangan lakukan itu,……karena dia menyangka kamu lari darinya dan tidak ingin mendengarkan ucapannya, bahkan kamu harus diam dan setuju terhadap semua yang dikatakan hingga dia tenang!
Kemudian saya katakan
Apakah kamu sudah selesai dari marahmu ?
*** Kemudian sang penyiar bertanya kembali, Lalu apakah yang anda lakukan ? Apakah kamu cemberut atau tidak berbicara hingga seminggu atau lebih ?
Sang wanita tua menjawab, Jangan… tinggalkan kebiasaan buruk, ibarat pisau bermata dua. Jika kamu mendiamkan suami seminggu, barang kali suami ingin berdamai tapi tidak kamu berikan kesempatan akhirnya masalah blunder. Boleh jadi tuntutannya makin tidak berkompromi.
*** Sang penyiar bertanya, Kalau memang begitu apa yang kamu lakukan ?
Sang wanita tua itu menjawab, Setelah dua jam atau lebih, suamiku saya buatkan segelas jus atau kopi. Maka saya katakan kepadanya, silahkan diminum.
Memang benar dia butuh hal itu, kemudian saya mengajaknya bicara seperti biasanya.
Lalu suamiku bertanya kepadaku, Apakah kamu marah? Saya jawab, Tidak, setelahnya dia minta maaf kepadaku atas ucapannya yang pedas. Setelah itu dia berbicara dengan santun.
*** Sang penyiar bertanya, Benarkah demikian ?
Sang wanita tua menjawab, Ya memang demikian yang terjadi dan aku bukan termasuk wanita pandir.
Apakah kamu mau aku ceritakan dengan sejujurnya, aku lebih mempercayai ucapannya saat marah lebih daripada saat dia tenang.
*** Sang penyiar bertanya lagi, Bagaimana kehormatan dan harga dirimu ?
Sang wanita tua pun menjawab, Kehormatan dan harga diriku ada pada ridha suamiku serta pada mesranya hubungan kita. Tidak ada kehormatan dan harga diri antar suami dan istri selain itu. Meski harus telanjang di depannya dari seluruh pakaiannya.
Aku berharap pesan ini tersampaikan kepada seluruh kaum laki-laki dan kaum wanita meskipun mereka yang mau menikah.
Hendaknya semua memahami hal-hal berikut ini,
لو خُلقت المرأة طائراً لكانت “طاووسآ
Andaikata wanita seekor burung maka dia ibarat Merak
لو خلقت حيواناً لكانت « غزالة
Andaikata wanita hewan maka dia ibarat kijang.
لو خلقت حشرة لكانت ” فراشة “
Andaikata wanita itu serangga maka dia ibarat kupu-kupu.
لكنها خلقت « بشراً » فأصبحت حبيبةً و زوجةً وأماً رائعة ، و أجملَ نعمةٍ للرجل على وجه الأرض.
Akan tetapi dia seorang anak manusia, sehingga dia menjadi sosok kekasih, istri dan Ibu yang bersahaja serta menjadi sumber nikmat paling indah bagi seorang laki-laki di muka bumi.
فلو لم تكن •• المرأة •• شيئاً عظيماً جداً لما جعلها « اللّه » حوريةً يكافئ بها المؤمن في الجنة …
Seandainya wanita bukan makhluk yang Agung maka Allah tidak akan menjadikannya makhluk yang merdeka yang menjadi pendamping kaum Mukmin di surga.
حقيقه أعجبتني لدرجة أنَّ وردةً تُرضيهآ ، وكلمةً تقتلها ) !!!
Aku heran seakan bunga wangi atau kalimat yang mencekik !
رائعة هي الأُنثى ♡
Wanita itu hidupnya bertabur keindahan.
في طفولتها تفتح لأبيها باباً في الجنة ..
Saat masih bayi menjadi pembuka surga untuk kedua orang tuanya
وفي شبابها تُكمل دين زوجها ..
Saat remaja menjadi penyempurna agama suaminya.
وفي أمومتها تكون الجنّة تحت قدميها ..
Saat menjadi seorang ibu maka surga dibawah kedua telapak kakinya.
Untaian mutiara hikmah yang amat indah.
كلام في قمة الروعة
شكراً لمن أرسله وأفرح به قلب البنت والاخت والزوجة والأم العظيمة
Terima kasih bagi yang menyebarkan untuk membuat gembira putrinya, saudarinya, istrinya dan ibunya yang Agung.
BACALAH DENGAN SEKSAMA KARENA NASEHAT MAHAL
Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى
da0801172340
Alqur’an Adalah OBAT Untuk Semua Penyakit… Tapi Sayang Banyak Kaum Muslimin Yang Menjauhinya…
Allah ta’ala telah berfirman (yang artinya):
“Kami telah menurunkan dari Alqur’an; sesuatu yang bisa menjadi OBAT dan rahmat bagi kaum mukminin.” [QS. Isro’:82]
Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan:
“Alqur’an adalah obat yang sempurna dari semua penyakit hati dan BADAN.
Ia juga obat dari penyakit dunia dan akherat.
Dan barangsiapa tidak disembuhkan oleh Alqur’an, maka Allah tidak memberikan kesembuhan baginya.”
[Kitab Zadul Ma’ad, karya Ibnul Qoyyim, 4/323]
——–
Saudaraku kaum muslimin… Mari jadikan Alqur’an ini, sebagai obat hati dan badan kita… obat untuk dunia dan akherat kita.
Ambillah keberkahan darinya dengan cara-cara yang dituntunkan oleh Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam.
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
da2606150956