Kematian

Kematian adalah suatu keniscayaan, tidak dengan covid dengan sebab yang lain, orang kan mati, cepat atau lambat, semua kita hanya menunggu giliran.

Bila covid mengganas dan mulai menjemput kematian banyak dari orang yang kita kenal, kita cintai dan sayangi, maka jadikan hal itu pelajaran untuk selalu waspada dan bersiap-siap.

Perbanyak husnuz zhan pada Allah bahwa apa yang dia tentukan dan pilihkan untuk kita maka itulah yang terbaik, pasrah dan tawakkal menjadi kunci ketenangan batin, dengan tetap maksimal menyempurnakan ikhtiar.

Sejak sekarang mari perbanyak amal, tunaikan kan hak Allah dan hak makhluk yang masih nyangkut di kita. Hanya dengan menunaikan dua hak tersebut saja kita kan selamat berjumpa Allah, dan Allah ridho pada kita.

Jangan ada setetes darahpun yang kita tumpahkan, harta orang lain yang tidak kita kembalikan, kehormatan dan nama baik orang kita cemarkan. Bila ada maka segera selesaikan sebelum terlambat.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى

Para Fakir Miskin.. Sungguh Beruntungnya Mereka, Bila Sabar Menjalaninya

Seringkali orang yang hidup miskin merasa sangat rugi dan kecewa dengan keadaan hidupnya.

Tapi sungguh perasaan itu akan sirna bila dia melihat bagaimana Agama Islam memuliakannya, lihatlah beberapa poin berikut:

1. Keberadaan orang miskin sangat penting dalam masyarakat, sebagaimana sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:

“Tidakkah kalian diberi pertolongan dan diberi REZEKI, melainkan dengan orang-orang lemah kalian..” [HR. Bukhori: 2896]. Dan termasuk dalam kriteria orang lemah adalah mereka yang miskin sebagaimana dijelaskan para ulama.

2. Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- berharap hidup miskin dan digiring di akherat bersama para fakir miskin, Beliau dahulu berdoa:

اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ القِيَامَةِ

“Ya Allah hidupkanlah aku sebagai seorang miskin, matikanlah aku sebagai seorang miskin, dan giringlah aku pada hari kiamat bersama kelompoknya orang-orang miskin..” [HR. Attirmidzi: 2352 dan yang lainnya, hadits ini dihasankan oleh Syeikh Albani].

3. Mayoritas penduduk SURGA adalah kaum fakir miskin, sebagaimana sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:

“Aku telah berdiri di depan pintu surga, maka (kulihat) mayoritas orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin..” [Muttafaqun Alaih, Bukhori: 6547, Muslim: 2736].

———

Sungguh begitu mulia, para fakir miskin dalam pandangan Islam.

Semoga kita bisa mensyukuri hidup ini apapun keadaannya… dan bisa memanfaatkan kehidupan ini untuk mengumpulkan bekal akherat dengan sebaik-baiknya… amin. Ingatlah selalu firmanNya:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

“Carilah bekal, dan sebaik-baik bekal adalah ketakwaan..” [QS. Albaqoroh: 197].

Ketakwaan adalah melakukan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/12777

Serba-Serbi DZULHIJJAH – Kumpulan Artikel Terkait Ibadah Qurban dan Ibadah Di Bulan Dzulhijjah

Untuk memudahkan pencarian, berikut adalah daftar SERBA SERBI DZULHIJJAH – Kumpulan Artikel Terkait Ibadah Kurban dan Ibadah Di Bulan Dzulhijah yang pernah kami posting dari berbagai sumber.

SERBA SERBI DZULHIJJAH – Daftar Isi LENGKAP

  1. Larangan Mencukur Bagi Yang Hendak Ber-qurban
  2. Apa Saja Amalan Di Awal Bulan Dzulhijjah..? (audio) 
  3. Tentang Puasa Di 9 Hari Awal Dzulhijjah
  4. Lebih Utama 
  5. Berqurban ? Ah, Sayang Uangnya..!
  6. Bolehkah Qurban Atas Nama Organisasi..?
  7. Qurban Giliran Dalam Keluarga
  8. Qurban Atas Nama Istri Karena Niat Berqurban Tapi Dari Uang Suami, Siapa Yang Tidak Potong Rambut dan Kuku..?
  9. Ingin Qurban Tapi Masih Punya Hutang
  10. Peringatan Bagi Yang Akan Ber-Qurban Termasuk Panitia Qurban (audio)
  11. Bolehkah Suami dan Istri Sama-Sama Berqurban..? (audio)
  12. Apakah Boleh Menyatukan Niat Aqiqah Dengan Niat Ber-Kurban…?? (audio)
  13. Sunnah Yang Terlupakan Di Hari-Hari Awal Dzulhijjah 
  14. Berqurban Untuk Orangtua Yang Sudah Meninggal (audio)
  15. E-Book Panduan Kurban Praktis
  16. Rancu Antara Batas Iuran dan Batas Pahala per Hewan Qurban (audio)
  17. Takbir Di Hari-Hari Awal Dzulhijjah
  18. Beredarnya Hadits PALSU Terkait Keutamaan 10 HARI PERTAMA Bulan DZUL-HIJJAH
  19. Hadits Dhoif Seputar Dzulhijjah 
  20. Tentang Derajat Hadits Puasa Tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah (audio)
  21. Jangan Dekati Masjid Kami..!! 
  22. Bolehkah Puasa Arafah Dan Puasa Awal Dzulhijjah Namun Masih Memiliki Hutang Puasa Ramadhan..? 
  23. Belasan Jam Untuk 2 Tahun
  24. Hari Arofah
  25. Daging Qurban Tercampur
  26. Amalan di Hari-Hari Tasyrik (11-12-13 Dzulhijjah)
  27. Mengapa Dilarang Puasa Di Hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah)..? 
  28. Puasa Ayyamul Biidh Tanggal 13 Dzulhijjah..?
  29. Satu Qurban untuk Satu Keluarga, Apa Maksud Satu Keluarga..?
  30. Memotong Rambut Dengan Sengaja, Apakah Sah Qurbannya..?
  31. Pahala Qurban Untuk Siapa Saja..? (audio)

Takbir Di Hari-Hari Awal Dzulhijjah

Mengenai TAKBIR di awal bulan DZUL-HIJJAH… Takbir Muqoyyad artinya Takbir yang sudah ditentukan waktunya oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam…

Lafal takbir

Terdapat beberapa macam lafal takbir Idul Fitri dan Idul Adha yang diriwayatkan dari para sahabat.

Pertama:

الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، لاَ إِلهَ إِلاَّ الله ، وَ الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، و للهِ الحَمدُ

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, LAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, WA-LILLAHILHAMD(U)

Lafal takbir ini diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu. (HR. Ibnu Abi Syaibah; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Kedua:

الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، لاَ إِلهَ إِلاَّ الله ، وَ الله ُأَكبَرُ ، و للهِ الحَمدُ

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, LAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR, WA-LILLAHILHAMD(U)

Lafal ini juga diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu. (HR. Ibnu Abi Syaibah)

Ketiga:

الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، و للهِ الحَمدُ ، الله ُأَكبَرُ و أَجَلُّ ، الله ُأَكبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, WA-LILLAHILHAMD(U), ALLAHU AKBARU WA AJALLU, ALLAHU AKBARU ‘ALAA MAA HADZAANAA

Takbir ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu. (HR. Al Baihaqi, dalam As-Sunan Al-Kubra; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Keempat:

الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ  كَبِيراً

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBARU KABIIRON

Lafal ini diriwayatkan dari Salman Al-Farisi radhiallahu ‘anhu. (HR. Abdur Razaq; sanadnya dinilai sahih oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar)

Ref :  https://konsultasisyariah.com/7301-takbir-idul-fitri.html

Talqinilah Dia

Kawan.. bila anda tahu ada orang yang sedang sakaratul maut, maka segera bimbing dia untuk mengucapkan kalimat syahadah, LAA ILAAHA ILLALLAH..

Jangan sibuk bertanya kenapa sampai dia mengalami kondisi kritis seperti itu.

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من كان آخر كلامه لا إله إلا الله دخل الجنة

“Barangsiapa yang akhir ucapannya Laa Ilaaha Illallah, ia pasti masuk Surga..” (HR. Al Hakim)

Jadi bila anda merasa bahwa banyak orang disekitar anda bahkan termasuk anda sedang dalam kondisi kritis atau telah dekat ajalnya, maka fokuslah mengajarkan atau mengingatkan kalimat syahadah, semoga Allah mematikan kita semua di atas kalimah syahadah, amiin

📝
Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Sebarkan Ilmumu, Agar Tidak Hilang Dan Terlupa

Ibnul Qoyyim rohimahullah mengatakan :

“Barangsiapa menyimpan ilmunya, tidak menyebarkannya, dan tidak mengajarkannya (kepada orang lain), Allah pasti akan memberikannya musibah dengan lupa dan hilangnya ilmu tersebut darinya, sebagai balasan yang sejenis dengan perbuatannya.

Dan hal ini merupakan perkara yang bisa disaksikan oleh indera dan nyata adanya..”

[Miftahu Daris Sa’adah 1/172]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/16525

Janji Allah Bagi Orang Beriman

Inilah JANJI ALLAH bagi kita semua yang mungkin saat ini sedang gelisah, sedih, dan gundah gulana menghadapi situasi covid-19.. .
.
PERBANYAK DZIKIR MENGINGAT ALLAH..
.
1️⃣ Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, “Aku bersama dengan hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak menyebutkan-Ku..”

[ HR. Ibnu Majah dan Ahmad ]
Shohiihul Jaami’ no. 1906
.
2️⃣ Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),
.
“Ucapan yang paling dicintai Allah ada 4..
.
➡️ Subhaanallah
➡️ Walhamdulillah
➡️ Wa laa ilaaha illallah
➡️ Wallahu Akbar
.
Tidak mengapa bagimu memulai dari yang mana saja..”
.
[ HR. Muslim no. 2137 ]
.
.
#ppkmdarurat
#Covid_19
#karantina
#lockdown
.
Ayat

MUTIARA SALAF : Mengintip Aib Diri

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

“Siapa yang ingin mengetahui kekurangan yang ada pada dirinya, maka ada empat cara :

1. Duduklah di hadapan seorang syaikh yang amat faham mengenal kesalahan diri. Ia akan memberitahumu dan memberi obatnya. Namun cara ini amat jarang di zaman ini.

2. Memiliki teman yang jujur yang mengingatkan kesalahannya. Dahulu Umar bin Khathab berkata, “Semoga Allah merahmati orang yang mengingatkan aib-aib kami.” Demikian pula salafushalih terdahulu suka bila ada yang mengingatkan kesalahannya. Sedangkan di zaman ini, orang yang mengingatkan kesalahan kita mungkin orang yang paling tidak kita sukai.

3. Mendengar dari lisan musuh. Karena mata yang memusuhi biasanya akan memperlihatkan aib sekecil apapun. Ini lebih bermanfaat untuk mengenal aib sendiri dibandingkan teman yang menjilat

4. Bergaul dengan manusia. Sesuatu yang tercela diantara mereka jauhilah.

(Mukhtashor Minhajil Qoshidin hal 156)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Bisa Jadi Ajalmu Sudah Dekat

Syaikh Bin Baz -rohimahullah- berkata :

قد يكون الأجل قد قرب ودنا وأنت في غفلة، قد يصبح الإنسان ولا يمسي، ويمسي ولا يصبح، وقد ينام ولا يقوم. فَالعاقل والحازم ه‍و الذي يعد العدة دائماً، ويكون دائماً على حذر وإعدادٍ للآخرة، لعله ينجو

“Bisa jadi ajal itu sudah dekat, sementara engkau masih lalai..

Bisa jadi seseorang masih hidup di waktu pagi, tapi tidak mendapati waktu sore..

Bisa jadi dia masih hidup di waktu sore, namun tidak mendapati waktu pagi..

Bisa jadi seseorang tidur, dan akhirnya tidak bangun lagi..

Maka, orang yang cerdas dan bijaksana adalah orang yang selalu menyiapkan persiapannya, yang selalu waspada dan menyiapkan diri untuk akhiratnya, agar dia selamat..”

[ Syarh Riyadushsholihin 1/245 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Menebar Cahaya Sunnah